Sejak kecil kita selalu diajarkan Ayah, Ibu, dan Bapak-Ibu Guru untuk menabung. Ada yang menabung menggunakan celengan dari tanah, ada yang menyelipkan uang di bawah pakaian, sampai iuran wajib di sekolah.

Sayangnya, kebiasaan menabung itu umumnya hilang seiring kita tumbuh dewasa. Rasanya sulit sekali menyisihkan uang saku atau penghasilan kita untuk menabung. Biaya hidup yang mahal kadang membuat jumlah uang yang bisa kita tabung bagai remah-remah, sedikit dan tak signifikan. Belum lagi ada banyak godaan untuk makan-makan, hura-hura bareng teman, atau beli baju dan gadget baru. Jadi apa sih yang harus kita lakukan supaya bisa menyisihkan rupiah di akhir bulan?

Nah, ini adalah tips-tips menabung paling jitu yang sudah Hipwee seleksi dari sekian banyak jawabanmu! Setelah membaca ini, bulatkan tekad, rapatkan barisan, ayo nabung!

Menabunglah di Tanggal Gajian. Jangan Tunggu Sampai Ada Sisa di Akhir Bulan, Karena Akui Saja, Belum Tentu Uangmu Akan Sisa.

Jadikan menabung sebagai prioritas utama

Jadikan menabung sebagai prioritas utama via www.hipwee.com

“Kalau kamu sudah bekerja dan punya gaji tetap, sisihkanlah uangmu yang akan ditabung di awal. Tapi sebelumnya hitung dulu biaya kebutuhan hidup pokokmu, supaya kamu tahu berapa sebaiknya jumlah uang yang kamu tabung.”

Advertisement

Adinda, 22, Bogor

Setiap kali menerima uang gaji atau uang bulanan dari orangtua, selalu sisihkan uang yang harus kamu tabung di awal. Jangan tunggu sisa pemakaian selama satu bulan, karena akuilah, belum tentu uangmu itu akan bersisa. Selalu saja ada pengeluaran keinginan tak terduga yang membuatmu jadi berlaku konsumtif dan boros.

Ini strategi yang bisa kamu terapkan: tentukan berapa nominal minimal yang harus kamu tabung, lalu gunakan isanya untuk keperluanmu sehari-hari. Bisa juga kamu buat perkiraan kebutuhan biayamu selama satu bulan, lalu masukkan sisanya ke dalam rekening tabunganmu.

Nominal yang kamu tabung juga harus disesuaikan dengan kebutuhan bulananmu. Jangan sampai karena kamu getol ingin mengumpulkan bukit Paman Gober kamu jadi keteteran. Pembagian antara uang tabungan dan keperluan sehari-hari yang kurang bijak justru bisa membuatmu mengusik uang yang tadinya sudah kamu simpan di tabungan. Entah karena kamu merasa terlalu pelit pada dirimu sendiri bulan ini, entah karena kamu terlalu prihatin lalu jatuh sakit. Selalu gunakan akal sehatmu, ya.

Gunakan Fasilitas Autodebit dari Bank. Setiap Terima Gaji, Kamu Akan Otomatis Menabung!

gunakan auto debit

gunakan auto debit via mymeedia.com

“Kalau gue daftar layanan autodebit dari bank. Semacam investasi jangka pendek, jadi sehari setelah gajian, gaji gue udah otomatis kepotong buat tabungan. Awalnya berat sih, tapi daripada harus nabung di celengan dan pas gak ada duit gue congkelin sendiri… :|”

Hera, 28, Samarinda

Awal bulan setelah menerima gaji memang penuh dengan godaan. Tak jarang, euforia merayakan hari gajian membuatmu lupa untuk menabung. Akibatnya, baru dua hari gajian, uangmu sudah terpakai banyak! Nah, jika kamu sering mengalami permasalahan seperti ini, maka jangan ragu untuk menggunakan sistim auto deit di rekening bankmu. Setiap kali uang gajimu masuk ke dalam rekeningmu, maka secara otomatis uang gajimu akan terkirim ke rekenaing tabunganmu. Lebih praktis dan lebih aman!

Tetapkan Pecahan Uang Rupiah Tertentu (Rp. 5.000, Rp. 20.000) Sebagai Lembaran Uang yang Harus Kamu Simpan

Uang 5000 sebagai pecahan yang harus disimpan

Uang 5000 sebagai pecahan yang harus disimpan via gambarlucuku.com

“Coba gunakan uang 20.000 yang hijau-hijau itu untuk menabung. Jadi kalau dapat kembalian, dikasih orang, atau kapanpun dan dimanapun kamu punya uang 20.000, segera tabunglah. Fokus saja sama pecahan uang 20.000. Uang yang lain nggak usah. terus lihat saja apa yang terjadi, hehehe.”

Echa, 24, Makassar

Cara unik dari pembaca ini bisa juga kita terapkan. Fokus menyimpan uang pecahan tertentu bisa menjadi alternatif menabung yang mudah. Setiap kali mendapatkan uang pecahan 20.000 atau 5.000, langsung sisihkanlah uang itu untuk ditabung. Agar tidak terlalu berat, lakukan saja ini satu kali dalam sehari.

Jumlah uang yang pas — tak terlalu kecil dan tak terlalu besar — yang kamu tabung setiap harinya akan membuat simpananmu cepat gendut. Kamu juga mungkin akan merasa lebih seperti “main-main” daripada sedang menabung, sehingga usaha menabungmu akan terasa lebih ringan.

Cerdas Kelola Uangmu. Catat Selalu Kemana dan Untuk Apa Saja Kamu Menggunakan Uangmu.

selalu catat transaksi keuanganmu

selalu catat transaksi keuanganmu via kang-ipul95.blogspot.com

“Catat cashflow uang kita selama sebulan. Bisa manual, bisa juga menggunakan app seperti Money Manager. Dengan begitu, kita bisa tahu apa saja yang mesti dihemat dari pengeluaran kita.”

Ridwan Kurniawan, 21, Tangerang

Catat dan monitori baik-baik semua transaksi keuangan yang kamu lakukan selama satu bulan. Seperti tips yang diberikan oleh pembaca di atas, kamu bisa melakukan monitoring terhadap pengeluaran uangmu dengan menggunakan cara manual atau menggunakan aplikasi pengaturan keuangan yang bisa kamu unduh melalui ponsel pintarmu.

Dengan mencatat dan memonitor semua kegiatan keuanganmu, kamu jadi bisa membuat anggaran uang tabungan dan kebutuhan sehari-hari. Tak hanya itu, kamu juga bisa tahu pemborosan apa yang sudah kamu lakukan, sehingga kamu tahu apa saja yang harus kamu hemat. Memonitor segala kegiatan keuangan bisa membuatmu tahu seberapa borosnya dirimu, sehingga kamu bisa jadi lebih bijak lagi dalam menggunakan uangmu.

Buatlah Anggaran Pengeluaran Per Hari Dengan Rinci. Jangan Langgar Peraturanmu Sendiri.

Buat anggaran pengeluaran yang rinci, kemudian taati

Buat anggaran pengeluaran yang rinci, kemudian taati via paulastudies.tumblr.com

“Setiap hari, kamu harus menentukan besarnya nominal pengeluaran. Berapa jumlah uang yang maksimal kamu keluarkan per hari? Lalu buatlah daftar berisi apa saja yang bisa kamu beli dengan nominal tersebut. Jangan pernah membeli apapun yang akan membuatmu mengeluarkan lebih dari jumlah uang maksimal yang kamu keluarkan per hari.”

Alia Naura, 23, Semarang

Merencanakan anggaran pengeluaran setiap hari adalah langkah mudah untuk mengontrol seberapa banyak kita belanja. Kamu tak akan belanja barang-barang yang tidak perlu karena itu akan membuatmu mengeluarkan uang melebihi batas anggaranmu. Alhasil, kamu pun akan terhindar dari perbuatan boros yang selama ini selalu menggagalkan rencanamu untuk menabung.

Kuncinya adalah selalu mematuhi anggaran yang kamu buat sendiri ini. Ingat, sekali saja kamu melanggarnya, semakin mudah pula bagimu untuk melanggar lagi kali kedua atau ketiga. Jadi jangan sekali-kali anggap remeh patokan anggaran pengeluaranmu ini.

Jumlah Uang yang Kamu Tabung Setiap Bulan Harus Konsisten. Dengan Ini, Kamu Akan Terpacu Supaya Bisa Menyisihkan Uang Dengan Jumlah yang Sama Tiap Bulannya.

Jonsisten menabung

Jonsisten menabung via malangtimes.com

“Kamu harus konsisten dengan jumlah uang yang mau kamu tabung setiap bulannya. Selama ini aku selalu berusaha supaya minimal 50% dari gajiku masuk tabungan. Kalau bisa lebih dari itu, lebih baik.”

Mey, 25, Pasuruan

Agar tujuan menabungmu bisa cepat tercapai, jangan hanya konsisten untuk selalu menabung di awal bulan. Konsisten jugalah dengan jumlah uang minimal yang kamu tabung. Ini akan memacumu menyesuaikan gaya hidup — gimana caranya, kamu pokoknya harus bisa menabung dengan jumlah sekian. Cukup sederhana, bukan?

Setiap Keluar, Selalu Bawa Lebih Sedikit Cash dari yang Sebenarnya Kamu Punya. Makin Banyak Uang yang Kamu Pegang, Makin Mudah Kamu Tergoda Belanja

Jangan sampai kamu terbawa suasana

Jangan sampai kamu terbawa suasana via manteausdaily.files.wordpress.com

“Bawa uang seperlunya aja. Nggak usah bawa dompet. Biar nggak gampang menyerah sama godaan-godaan berbelanja!”

Theresa, 20, Makassar

Kalau selama ini kamu sulit menabung karena kebiasaan belanjamu yang agak boros, coba deh terapkan trik ini. Saat pergi ke luar rumah untuk kegiatan sehari-hari, bawalah uang secukupnya saja. Tidak usah bawa dompet kalau, bisa. Dengan itu, kamu nggak akan tergoda untuk membelanjakan semua uang yang kamu punya. Lah, gimana? ‘Kan sebagian besar uang kontannya kamu tinggal di rumah…

Dengan tidak berlaku konsumtif, kamu pasti bisa berhemat lebih banyak. Hasilnya? Kamu punya lebih banyak uang yang bisa kamu tabung. Yes!

Pisah-Pisahkan Uangmu Sesuai Fungsinya Masing-Masing. Uang Makan, Uang Sedekah, Uang Darurat, Sampai Uang Menjaga Kewarasan: Semua Ada Fungsinya.

pisahkan uangmu sesuai fungsinya

pisahkan uangmu sesuai fungsinya via ekonomi.kompasiana.com

“Aku akan mengelompokkan uang sesuai fungsinya masing-masing selama sebulan. Ada uang untuk kebutuhan sehari-hari (dari mulai BBM, jajan, pulsa, dll), uang buat shopping, dan sisanya ditabung deh. Jangan lupa siapkan juga uang darurat, karena hal-hal yang gak diinginkan pasti terjadi.”

Imer, 20, Surabaya

Bagilah uang pendapatanmu menurut fungsinya masing-masing. Pisah-pisahkan menjadi beberapa fungsi, yaitu untuk menabung, belanja, kebutuhan sehari-hari, uang sedekah, darurat, senang-senang demii menjaga kewarasan, dan lain-lainnya.

Dengan membaginya menurut fungsinya masing-masing, kamu jadi lebih bisa mengontrol keuanganmu sendiri. Jika terdapat sisa uang di setiap anggaran pengeluaran tadi, bisa kamu simpan kembali ke dalam tabunganmu, kamu jadi bisa menabung lebih banyak lagi!

Pisahkan Juga Rekening Untuk Menabung dan Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Pisahkan rekening tabunganmu

Pisahkan rekening tabunganmu via www.bennyimantria.net

“Buatlah dua rekening berbeda. Yang satu khusus untuk menabung, dan yang satu lagi untuk keperluan pengeluaran tidak terduga. Sisakan lebih banyak uang di rekening pertama, yang khusus untuk menabung. Uang pemasukan atau simpanan jangka panjang kita pun tidak tercampur dengan uang-uang lainnya.”

Deby Christi , 23, Jakarta

“Bikin dua rekening berbeda. Gunakan salah satunya untuk menabung. Jangan bikin kartu ATM untuk rekening khusus tabungan ini. Dan tiap awal bulan, langsung sisihkan uang ke rekening ini.”

Indra, 24, Sragen

Mau Bisa Nabung Tapi Juga Rajin Nongkrong? Makanya, Ikut Arisan!

Arisan asyik

Arisan asyik via nengshesa.wordpress.com

“Main arisan saja. Kalau kamu menabung sendiri, tabunganmu akhirnya sering terpakai untuk hal-hal yang kurang penting. Nah, kalau kamu main arisan ‘kan mau gak mau kamu harus menyisihkan uang. Jangan lupa, minta supaya kamu digilir dapat uang di akhir periode arisan. Kalau dapetnya di awal sih sama aja, malah kamu ngutang.”

Imelda, 20, Jakarta

Kadang kita memang harus dipaksa agar mau menabung. Ikut arisan adalah salah satu cara memaksa diri itu. Kamu akan dipaksa membayar iuran arisan per bulan atau per minggu. Saat uangmu sudah tersimpan, kamu tak bisa mengambilnya kembali hingga tiba kocokanmu. Uangmu pun aman dari tangan jahilmu sendiri.

Ikut arisan bisa sedikit menipu otakmu. Ketika kamu akhirnya dapat giliran uang arisan, kamu akan merasa uangmu berlipat ganda. Padahal sebenarnya itu adalah total dari uang yang kamu sisihkan per bulannya! Asyik ‘kan?

Ini juga bisa jadi salah satu cara buatmu yang tetap ingin bisa menabung dengan kondisi hubungan sosial yang tetap terpelihara. Iya, arisan tak hanya akan diisi dengan menabung saja, tapi juga mengobrol dan menghabiskan waktu seru bersama. Catatannya, kamu harus pastikan juga bahwa orang yang memegang uangmu bisa dipercaya. Jika sekiranya kamu tak yakin dengan orang yang mengelola arisanmu, lebih baik kamu tabung di bank saja deh!

Dari beberapa tips hemat dan menabung di atas, mana yang paling cocok untuk kamu terapkan dalam kehidupanmu? Pilihlah cara yang paling memudahkanmu untuk konsisten menabung. Ayo, jangan sampai niatmu menabung gagal terus. Kamu tak akan muda selamanya, lho. Yuk, menabung selagi bisa!