Pariaman/Piaman merupakan daerah yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat. Piaman sendiri merupakan pengucapan pariman untuk daerah Pariaman yang sejak berlakunya peraturan Otonomi daerah pemerintahannya tingkat II terbagi ke daerah Pemerintahan Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Akses ke Pariaman sangat mudah karena berada persis berbatasan dengan ibu kota Sumbar yakni kota Padang, Bandara Internasional Minangkabau juga terletak di kabupaten padang pariaman.

Selain terkenal dengan tradisi Babali nya, Pariaman juga dikenal dengan tradisi Tabuik nya. Jika berkunjung ke Pariaman selain akan dimanjakan dengan kuliner sala lauak dan nasi sek dengan aneka laut sea food, pariaman juga memberikan alternatif pilihan wisata mulai dari wisata budaya, dan alam mulai dari pantai sampai wisata perbukitan yang saying jika dilewatkan jika berkunjung ke Pariaman. Berikut ini beberapa wisata yang bisa menjadi alternatif pilihan jika berkunjung ke Sumatera Barat

1. Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo. Nikmati semilir angin pantai sambil menyantap kudapan khas Pariaman.

Pantai gandoriah dengan miniature tugu tabuiknya serta tempat untuk bersantai menikmati keindahan laut via ayokepariaman.com

Tiap akhir pekan pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan karena merupakan pantai dengan transportasi termudah dari kota Padang. Setiap hari ada jadwal kereta api ke kota pariaman dengan jadwal 2x sehari dimana stasiun akhirnya berada persis didepan pantai ini. Disini lidah juga akan dimanjakan dengan aneka pilihan kuliner yang menjadi ikon Pariaman yakni nasi sek, sala lauak, dan aneka sea food.

Advertisement

Dipantai ini pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan laut yang indah, taman, dan pilihan tampat untuk bersantai dan garis pantai yang cukup luas untuk bermain sepak bola pantai dan volley pantai. Selain itu dipantai ini juga rutin diadakan pentas seni yang sering diisi musisi lokal dengan menampilkan pertunjukan seni khas budaya sumbar.

Pulau angso duo dari pantai gandoriah via www.infosumbar.net

Tidak jauh dari pantai ada Pulau Angso yang menarik untuk dikunjungi. Di Pulau Angso juga terdapat alternatif pilihan pengunjung untuk menikmati wisata pantai gandoriah.

2. Pantai Kata yang menyuguhkan indahnya perpaduan biru laut dan hujaunya hutan pinus.

Pantai kata dengan hamparan pohon pinusnya via m.kompasiana.com

Pantai Kata letaknya tidak jauh dari Pantai Gandoriah. Pantai Kata merupakan singkatan dari Pantai Karan Aur-Taluak, karena pantai ini memang berada di dua kelurahan ini. Di Pantai Kata pengunjung akan di manjakan dengan taman pinus yang menyejukkan mata. Jangan takut perut keroncongan, karena sea food dan makanan khas Pariaman juga bisa ditemukan dipantai ini.

3. Pantai Tiram yang cantik dan dilengkapi dengan kelezatan kuliner masakan Padang dan juga sea food-nya!

Pantai TIram di Pariaman via www.skyscrapercity.com

Pantai Tiram terletak di kecamatan Ulakan Tapaki Kabupaten Padang Pariaman. Selain banyak menyediakan kuliner masakan Padang dengan sea food segarnya, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan pantai melewati muara yang airnya tergantung pada pasang surut pantai, dengan jembatan.

Pantai ini satu jalur dengan Pantai Kata dan Pantai Gandoriah yang bisa ditempuh melewati jalur alternatif dari bandara dengan pemandangan pantai sepanjang perjalanan.

4. Jika pantai-pantai sebelumnya terlalu ramai untukmu, langsung saja putar haluanmu menuju ke Pantai Arta!

Pantai Arta dengan hamparan pasirnya via cintazatil.blogspot.com

Tidak seperti pantai-pantai sebelumnya, Pantai arta terletak di jalan raya Padang-Lubuk Basung. Tak jauh berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya, pantai ini juga menawari kuliner khas Sumbar dengan sea food segarnya, hanya saja pantai ini tidak seramai pantai sebelumnya selain karena lokasinya yang jauh dibanding pantai-pantai sebelumnya.

Pantai ini pengeloaannya masih dikelola warga sekitar sehingga masih butuh peningkatan fasilitas, namun pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata di pariaman apalagi libur-libur panjang dan libur lebaran pantai ini selalu ramai. Pantai ini memiliki dua lokasi pintu masukn yakni Pantai Arta satu dan dua yang bisa menjadi alternatif wisata di Pariaman.

5. Pupuk kepedulianmu terhadap populasi penyu yang semakin terancam dengan berlibur sambil belajar di Penangkaran Penyu.

Penangkaran penyu di Pariaman via fhiaft.blogspot.com

Penangkaran penyu terletak di kota pariaman dan tidak jauh dari pantai gandoriah yakni kelurahan Ampalu, Kec. Pariaman Selatan. Tempat ini bisa menjadi alternatif wisata edukasi terutama buat anak-anak dan pelajar, karena disini para pengunjung akan diajarkan bagaimana menjaga dan ikut melestarikan penyu.

Mulai dari penetasan, pembesaran sampai dengan pelepasan pengunjung akan melihat prosesnya ditempat ini. Sampai saat ini ada tiga penyu yang dilestarikan disini yaitu penyu Lekang, penyu Sisik, dan penyu Tukik. Semoga kedepannya lebih banyak lagi jenis penyu yang bisa dilestarikan untuk menjaga kehidupan penyu.

6. Mengintip kolam pemandian para putri di Tapian Puti. Walau putrinya sudah tak ada, kamu masih bisa menikmati nuansa wisata yang indah dan menantang.

Tapian puti yang menyajikan aliran air pada kolam kolam seperti tempat pemandian yang diyakini tempat pemandian bidadari via lubuk-aluang.blogspot.com

Tapian puti yang berarti tepian putri yang mendasari nama tempat ini. Tempat ini seperti kolam-kolam kecil yang dialiri air seperti legenda tempat pemandian-pamandian bidadari pada kisah Jaka Tarub di tanah Jawa.

Tapian puti ini terletak di kecamatan lubuak aluang, Kabupaten Padang Pariaman. Untuk menuju lokasi pengunjung harus berjalan kaki, tapi akan memberikan nuansa wisata yang menantang.

7. Bagi kamu yang suka bertualang ke tempat-tempat wisata alam yang menantang, susuri asrinya hutan dan temukan Air terjun Nyarai di baliknya.

Nyarai dengan lingkungannya yang masih asri yang akan menyegarkan mata serta kejenihan airnya yang menyejukan via twitter.com

Air terjun ini merupakan destinasi wisata baru di Kabuapten Padang Pariaman yang juga terletak di Kecamatan Lubuak Aluang. Kalau ke sini, kamu harus berjalan sejauh kurang lebih 3 km dari pos karena letaknya berada dalam hutan dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Kamu akan dimanjakan dengan air terjun yang mengaliri air dikolam diantara batuan dengan air yang jernih dan dingin. Selain itu sebenarnya banyak air terjun lainnya disekitar nyarai yang semuanya juga diakses dengan berjalan kaki seperti Air Terjun Babang, Air Terjun Belek, Air Terjun Talago air terjun yang bisa menjadi alternatif wisata dengan tracking dan menjelajah hutan.

8. Jika air terjun Nyarai masih kurang menantang, silakan coba tracking hutan menuju Air terjun Baburai!

Air terjun baburai dengan keindahan alamnya

Air terjun ini terletak di Korong Alahan Tabek, Nagari Sikucur. Sama seperti Nyarai, air terjun ini juga menyajikan keindahan alam dengan air yang jernih. Selain Air Terjun Baburai, di Nagari Sikucur sendiri terdapat beberapa objek wisata Air Terjun yang dapat dikembangkan antara lain, air terjun langkuik, air terjun bukit bio-bio, dan air terjun marunggai.

Hanya saja ke lokasi ini lebih sulit dianding nyarai karena berada dijalan kecamatan, tapi jika kamu menyukai wisata alam dengan tercking dan tantangan menjelajah ini bisa menjadi alternatif wisata yang layak untuk kamu coba.

9. Menelusuri jejak penyiaran Islam di tanah Minang dan Pariaman di komplek pemakaman Syekh Burhanudin.

Komlek pemakaman Syekh Burhanudin. via www.hobytravel.com

Jika kamu tertarik dengan sejarah wisata komplek ini bisa dicoba selain mnenelusuri sejarah Syekh Burhanudin yang merupakan utusan kerajaan Samudra Pasai untuk menyiarkan islam di Sumatera Barat. Di sini kamu juga akan melihat cagar budaya Masjid Tua dan Masjid Syekh Burhanudin dengan keunikan aristektrurnya.

Jika kamu berkunjung pada musim liburan, kamu akan menjumpai tradisi basapa yakni tradisi ziarah ke komplek ini yang berasal dari daerah daerah di sumbar bahkan pelayat berasal dari Jambi dan Riau.

10. Wisata Festival Tabuik. Festival tahunan yang telah menjadi ikon wisata kota pariaman yang diangkat dari peristiwa kematian Husein, cucu Rasulullah SAW.

Festival Tabuik, Pariaman. via www.flickr.com

Festival ini dilaksanakan dijantung Kota Pariaman setiap tanggal 10 Muharam. Festival yang berasal dari kisah kematian cucu Rasulullah ini yakni Hasan pada perang Karbala. Namun rangkaian acara ini dimulai sejak tanggal 1 Muharam sampai tanggal 10 Muharam.

Puncak festival tabuik yakni pembuangan tabuik ke laut yang akan dipenuhi lautan manusia via www.globalindonesianvoices.com

Selain rangaian acara Tabuik, para wisatawan juga akan disuguhi kesenian khas daerah Pariaman serta aneka ragam souvenir khas Pariaman dan puncaknya acara pembuangan tabuik di Pantai Gandoriah. Pada puncak acara, Kota Pariaman akan seperti lautan manusia karena saking ramainya sehingga dijadikan lirik lagu “Piaman tadangan langang batabuik makonyo rami. (Pariaman Terdengar sepi, Ketika acara Tabuik menjadi ramai).

11. Lepas rasa lelah dan penatmu dengan mebenamkan diri di Pemandian Tirta Alami. Nikmati sejuknya hawa pegunungan dan segarnya air pegunungan.


Salah satu kolam di pemandian Tirta Alami lubuak anai via wisata.hutantropis.com

Pemandian ini merupakan kolam-kolam pemandian yang dibuat seperti natural, yakni dari batuan dan airnya berasal dari mata air yang jernih serta mengalir secara terus menerus sehingga pengunjung akan terus merasakan kesegaran mata air. Selain itu lokasinya yang berada di ketinggian memberikan hawa pegunungan yang sejuk serta keindahan alam disekitar daerah pemandian.

Lokasi tirta alami berada di jalan raya Padang – Bukittinggi dan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar. Kalau kamu ingin berendam merasakan sejuknya air dari mata air pegunungan, tempat ini layak untuk kamu coba.

Nah, itulah beberapa destinasi wisata yang bisa dijadikan pilihan utama jika berkunjung ke Pariaman, yaitu Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Penasaran ‘kan? Ayo berkunjung ke Pariaman! 😀