Anak yang tumbuh dari keluarga broken home bukan berarti buta kasih sayang, nakal, dan juga idak selalu keras. Memang, broken home sering diidentikan dengan hal-hal yang berbau negatif, tetapi broken home itu gak semua jelek kok! Banyak sekali anak-anak yang berlatar belakang broken home tapi menjadi sukses. Mereka bisa menjadikan pengalaman dan kisah pahit hidupnya sebagai motivasi untuk sukses.

Lika-liku kehidupan yang kadang di atas kadang di bawah, memaksa mereka untuk dewasa lebih awal, dan itu menjadi tuntutan paling menyebalkan bagi semua anak-anak di dunia. Sewajarnya anak-anak mereka tidak akan lepas dengan kebahagiaan, karena sudah sepatutnya masa kanak-kanak penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan.

Meski jalan hidupnya tak semenyenangkan anak-anak lainnya, tetapi ada banyak hal positf yang bisa mereka petik dari permasalahan keluarganya, dan itulah yang membuat mereka menjadi anak-anak yang hebat. Berikut ini adalah hal-hal yang pastinya hanya dipahami oleh anak-anak broken home yang hebat!

1. Menelan pil pahit di usia yang masih belia, memaksa dia untuk tumbuh menjadi anak-anak yang lebih dewasa dari anak-anak seusianya.

Mereka harus lebih dewasa dari usianya via photos-g.ak.instagram.com

Kondisi lingkungan selalu berpengaruh dengan pertumbuhan dan baik buruknya perilaku mereka. Mereka biasa berangkat sendiri ketika sekolah, bahkan ada yang harus mau memeras keringat sepulang sekolah agar bisa meringankan beban ibu, dan dengan terpaksa mereka rela kehilangan waktu bermain. Itulah beberapa contoh kongkrit yang dilihat dari anak-anak yang mengalami broken home.

Advertisement

Masa kecil akan terasa indah ketika kita didampingi orang tua, saudara, dan keluarga besar yang lengkap. Namun, momen ini terasa langka bagi anak broken home. Banyak derita yang mereka hadapi dan keceriaan di masa kecilnya terenggut oleh masalah orang-orang yang pernah berkomitmen untuk hidup bersama.

Kenyataan hidup yang kejam seperti itulah yang harus mereka hadapi, hingga membentuknya menjadi anak-anak dewasa dari umurnya. Tapi percayalah, pil pahit yang harus mereka telan dulu akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Mereka yang berhasil menjalani masa-masa seperti ini kelak akan menjadi orang yang berhasil.

2. Tumbuh dalam keluarga yang tak lagi utuh menuntutnya menjadi anak yang disiplin agar mampu memikul beban hidup yang cukup berat.

Disiplin agar bisa terus menjalani hidup yang lebih baik via www.kaskus.co.id

Pagiku selalu lebih gelap dan malamku selalu lebih gelap, siangku 2 kali lebih hebat dan soreku selalu berakir lebih cepat, waktu menjadi kawan setia setelah beban dan beban selalu jadi motivasi ketika lelahku berdatangan.

Mereka sadar, mereka ini siapa? Kehidupan mereka seperti apa? Mereka tidak akan membuang waktu untuk bersantai sepanjang hari, walau kadang mereka mengendap-endap mencuri waktu untuk menikmati eloknya senja. Kesibukan menjadi kawan paling setia setelah penatnya waktu.

Disiplin waktu menjadi hiburan setiap hari walaupun itu berat bagi seorang anak. Mereka tetap mempunyai keyakinan bahwa kerasnya hidup yang harus mereka hadapi sekarang kelak akan terbayar dengan eloknya hari tua. Mereka sadar, bahwa dirinya sudah telah kehilangan porsi kasih sayang dan juga gemblengan kedisiplinan dari kedua orangtuanya. Dengan sikap dewasanya, mereka mau tak mau harus belajar disiplin hanya dari salah satu sosok orangtuanya, atau malah dari sosok keluarganya yang lain.

3. Sebagai manusia biasa, mungkin dia pernah terbesit untuk mencari kesenangan sesaat. Tetapi semua itu karena dia ingin terbebas dari rasa sakit hatinya.

Sempat terbesit unuk mencari pelarian sesaat via vk.com

Banyak anak-anak yang menjadikan broken home menjadi alasan paling kongkrit untuk mencari kebebasan dan kesenangan sesaat. Sebagai manusia biasa, mereka pun kadang khilaf untuk mencari jalan pintas dalam mengejar kesenangan mereka yang pernah hilang terenggut. Narkoba, miras, dan sebagainya menjadi pilihan ketika hati sudah berhenti dititik lelah paling ujung.

Keluarga berperan penting dalam perkembangan seorang nak kelak dia menjadi apa. Bagaimana masa kecil dan remajanya itu adalah tanggung jawab orang tua. Memang, mereka tidak bisa menyalahkan takdir kenapa mereka menjadi korban broken home. Tetapi kalau bisa memilih, mereka tak akan pernah mau menjadi anak yang tumbuh dari keluarga broken home.

Harapan mempunyai kehidupan yang baik selalu ada di hati mereka, namun untuk mendapatkannya memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai manusia yang biasa, kadang mereka pun bisa tersandung masalah kenakalan remaja karena sebagai bentuk pelarian sakit hati mereka karena broken home.

4. Pengalaman hidup yang pahit memang membentuknya menjadi pribadi yang keras. Namun sesungguhnya dia adalah orang yang sangat peduli!

Dia adalah orang yang sangat peduli via www.projects-abroad.org

Kerasnya hidup yang mereka jalani kadang membuat mereka menjadi orang paling keras namun juga lembut. Sekilas mereka memang nampak cuek, Tetapi jauh di dalam hatinya mereka memiliki rasa empati dan simpati yang begitu tinggi. Latar belakang yang penuh dengan kepahitan membuat mereka lebih peka terhadap berbagai permasalahan hidup yang kerap kali ia temui.

Rasa hormat dan kepedulian mereka lebih besar terhadap hal-hal yang menyangkut masa kecil dan keluarg, tak jarang merek meneteskan air mata ketika mengingat masa kecil mereka, namun bukan berarti mereka jadi lembek, justru mereka tidak akan tinggal diam jika sekeliling mereka terjadi hal yang sama dengan masa lalunya yang pahit.

5. Masa lalunya yang kelam memang menyakitkan, tapi karena itulah dia bekerja keras mencari penawarnya. Dia menjadikan masa lalunya sebagai motivasi untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

Masa laluku jadi motivasi terbesar via Hipwee.com

Tuhan maha adil, mereka dilahirkan menjadi anak broken home yang harus minum pil terpahit di masa kecilnya, apabila mereka mau berusaha pasti mereka akan berakhir bahagia. Tuhan maha tau, Tuhan mengerti sekali betapa sedihnya mereka, tangis mereka dan betapa hebatnya mereka!

Hidupnya memang tidak mudah, banyak sekali air mata yang terbuang, tapi air mata itu tidak akan sia-sia jika kelak mereka berhasil dengan usaha mereka. Ada yang bilang hidup itu seperti putaran Roda, kadang dibawah kadang di atas nah permasalahan yang mereka dapatkan telah membukakan mata mereka tentang hal itu.

Mereka sadar kalau hidup tidak akan selalu dibawah dan tidak selalu diatas. Mungkin mereka saat ini sedang di bawah, tapi mereka yakin suatu hari nanti mereka akan di atas, jika mereka mau berusaha!

Hidup itu sulit ya?

Itulah pertanyaan sejuta umat yang pasti punya masalah, masalah bukan hanya milik Anak Broken Home tapi semua umat manusia. Sanggup dan tidaknya kita menghadapi masalah itu tergantung kita sendiri bagaimana kita menyikapi dan memperlakukan masalah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan Tuhan memberikan masalah sesuai dengan kapasitas manusia itu sendiri dan kita sendirilah yang membuat masalah nampak lebih berat.