Ujian Nasional bukanlah akhir dari perjuangan untuk siswa-siswi  SMA, karena Ujian Nasional hanyalah awal dari pertempuran yang lebih besar yaitu persaingan untuk mendapatkan bangku perkuliahan di tempat yang diinginkan. Berbagai persiapan dilakukan oleh para siswa untuk menghadapi  pertempuran ini. Ada yang bimbel sampai melompat ke pulau lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap, tapi ada juga yang hanya belajar sendiri di rumah dengan bermodalkan buku dan catatan selama tiga tahun di SMA.

Namun di sisi lain ketika beberapa siswa sudah berusaha mati-matian untuk menggapai targetnya, beberapa siswa masih bingung dan galau dalam memilih jurusan ataupun perguruan tingginya. Dan sebagian siswa masih bingung manakah yang lebih  penting antara JURUSAN atau UNIVERSITAS. Nah, berikut adalah tips bagaimana cara memilih jurusan dan perguruan tingggi yang tepat dan tidak akan kamu sesali nantinya!

1. Prioritaskan untuk memilih jurusan daripada universitas, karena jurusan bersangkutan dengan ilmu yang ingin kamu dapatkan dan juga prospek di masa depan.

Pilih jurusan yang kamu minati terlebih dahulu via ilmukomunikasiung.blogspot.com

Jurusan merupakan hal yang lebih penting karena nantinya kamu akan mempelajari sebuah ilmu berdasarkan minat dan passion, bukan berdasarkan perguruan tinggi yang kamu pilih walaupun mungkin perguruan tinggi yang kamu pilih nantinya juga akan berpengaruh atas sistem pembelajarannya.Tidak peduli kamu kuliah dimana, asalkan kamu memang memilih sesuai dengan passion, kamu tidak akan menyesali pilihanmu itu.

Masalah perkuliahan ini bukan hanya masalah tiga atau empat tahun saja, tapi ini masalah empat tahun kita kuliah dan sisa kehidupan kita setelah itu. Memang sih tidak semua orang akhirnya bekerja dan menjalani sisa hidupnya setelah perkuliahan sesuai dengan jurusannya ketika kuliah, tapi apakah tidak mubazir setelah empat tahun capek-capek kuliah akhirnya yang kita pakai hanya ijazahnya saja tanpa ilmunya?

2. Jujur pada diri sendiri dan dengarkan suara hatimu atas pilihan jurusan yang kamu inginkan. Jangan memilih jurusan hanya karena asas paksaan dan ikut-ikutan.

Advertisement

Dengarkan kata hati, jurusan apa yang paling kamu minati? via www.hai-online.com

Suara hati adalah suatu hal yang penting dalam memilih, karena suara hatilah yang menyuarakan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Banyak kasus orang yang memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan orang lain dan kadang beberapa memilih karena paksaan orang tua.

Ayolah, orang yang akan menjalani perkuliahan ini adalah kamu jadi untuk hal ini kamu harus tutup telinga dan mantapkan pilihanmu. Masalah orang tua, kamu memang tidak bisa begitu saja mengabaikan pendapat mereka tapi jika kamu memang sudah yakin dengan pilihanmu, maka kamu harus mau memperjuangkan dan meyakinkan orang tuamu untuk memberikan restu atas pilihanmu.

Ketika kamu bisa meyakinkan orang tuamu bahwa jurusan yang kamu pilih adalah yang benar-benar kamu inginkan dan yang terbaik untukmu, maka hati orang tuamu pasti akan luluh dan mereka akan memberikan restunya untukmu. Setelah itu, berjanjilah untuk membuktikan pada mereka bahwa kamu tidak salah pilih dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh orangtua.

3. Manfaatkan sebaik mungkin internet untuk gali informasi tentang berbagai macam jurusan. Jangan hanya terpatok pada jurusan-jurusan yang sedang naik daun saja.

Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai jurusan. via fik.uny.ac.id

Rajin-rajinlah googling, karena mbah google lebih banyak tahu daripada mbah dukun di kampungmu. Bukan berarti kamu harus berpatokan dan menyerahkan semuanya pada google, tapi intinya kamu harus rajin-rajin mencari informasi tentang dunia perkuliahan.

Sampai sekarang kebanyakan orang suka terjebak pada jurusan yang sedang naik daun dan yang selalu mendapat predikat jurusan populer, seperti kedokteran, teknik, hukum, atau ekonomi. Sedangkan saat ini banyak jurusan-jurusan lain yang juga mempunyai peluang yang menjanjikan untuk di masa depan dan mungkin sesuai dengan passion-mu.

Mungkin saja kamu belum familiar dengan jurusan-jurusan seperti ekonomi syaria’ah, ilmu perpustakaan, kehutanan, atau ilmu pariwisata, dan jurusan lain yang belum menjadi primadona. Padahal jurusan-jurusan yang belum banyak dikenal tersebut saat ini cukup menjanjikan untuk masa depan nanti. Dan mungkin masih banyak lagi jurusan lain yang mungkin kamu belum tahu dan mempunyai prospek yang cerah untuk dimasa depan.

Jika kamu sudah memiliki pilihanmu sendiri, maka pastikan dulu apakah jurusan itu memang apa yang kamu inginkan. Tidak sedikit juga orang yang memilih suatu jurusan hanya berdasarkan namanya saja, tanpa berusaha mencari tahu secara lebih dalam tentang sesuatu jurusan itu dan apa yang dipelajari disana.

Banyak orang yang tertipu dan kaget ketika memasuki dunia perkuliahan dan ternyata apa yang dipelajari tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan sebelumnya dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk mengganti jurusan mereka dengan mengulang tes lagi untuk tahun depannya. Maka pastikan dirimu untuk belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Cobalah saat ini untuk mulai mengenali jurusan yang kamu inginkan secara lebih mendalam.

4. Jurusan yang kamu minati sudah kamu kantungi, barulah saatnya memilih perguruan tinggi yang punya track record bagus untuk jurusan-jurusan tersebut!

Pilih universitas yang bagus dalam jurusan yang kamu pilih. via uiupdate.ui.ac.id

Nah, setelah kamu mantap dengan jurusanmu, maka cobalah cari informasi tentang perguruan tinggi yang terbaik untuk jurusan itu. Hal ini dapat kamu lakukan dengan googling atau bertannya kepada senior-seniormu yang sudah lebih dulu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Selain masalah sistem pendidikan di perguruan tingginya, jangan lupa juga untuk mencari informasi atau menanyakan tentang bagaimana kehidupan atau lingkungan di daerah tempat peguruan tinggi tersebut. Karena lingkungan dan suasana sedikit banyak akan mempengaruhi kenyamananmu selama hidup menjadi mahasiswa di sana. Ketika kamu nyaman dengan suatu lingkungan maka hal itu juga akan membantu untuk nyaman dalam belajar.

5. Jangan lupa dan lengah untuk rajin mengukur kemampuanmu agar kamu bisa lolos saat seleksi masuk perguruan tinggi nanti!

Terus latih dan ukur kemampuanmu! via www.tempo.co

Setelah kamu memilih jurusan dan Perguruan Tinggi yang kamu anggap adalah jurusan dan Perguruan TInggi yang “kamu banget”, dan sudah mantap dengan pilihanmu itu maka pastikan dulu apakah kamu bisa lolos atau tidak. Bukan bermaksud untuk mematahkan semangatmu sebelum berjuang, tetapi kamu juga harus berpikir panjang ke depan dan realistis. Ketika kamu sudah memilih jurusan yang kamu rasa sudah klop banget denganmu, tapi pas nantinya tes seleksi tidak lulus kan sayang.

Karena itulah, perjuanganmu tak hanya sampai pada memilih dan memantapkan pilihan, tapi juga harus mau melakukan yang terbaik yang kamu bisa, salah satunya dengan cara rajin mengukur kemampuan dengan mengikuti try out (TO). Melalui TO kamu dapat melihat gambaran sampai dimana kemampuanmu. Jika kamu merasa kemampuanmu saat ini masih jauh dari yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmu, maka teruslah berusaha lebih keras.

Intinya kamu harus mulai untuk mengenali dirimu sendiri, jurusan, ataupun Perguruan Tingginya. Ketika kamu sudah yakin dan benar-benar kenal dengan apa yang kamu inginkan maka mulailah berusaha untuk mencapainya. Jangan lupa Iringi usahamu dengan do’a, karena sungguh Tuhan adalah yang maha berkuasa untuk segala halnya. Jangan jadikan usahamu sia-sia dengan tidak sunggguh-sungguh berusaha.

Jangan sampai dimasa depan nanti kamu menyesali hari ini ketika kamu menyianyiakan waktumu tapi buatlah dimasa depan nanti dirimu akan mengenang indahnya  perjuanganmu di masa lalu.