Melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan Sejarah merupakan keinginan sebagian siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas/Sederajat kelak apabila sudah lulus. Umumnya mereka yang memilih berkuliah di jurusan ini punya cita-cita jadi seorang Sejarawan, Jurnalis, Peneliti, Editor, hingga Guru. Mereka yang memilih berkuliah di Sejarah rata-rata memang sudah gemar pada pelajaran Sejarah di SMA baik itu Sejarah Indonesia maupun Sejarah Peminatan.

Karakteristik para calon-calon mahasiswa Sejarah itu gampang banget ditebak kok, yang pasti ciri-cirinya adalah gemar baca, nilai sejarahnya bagus, gak pernah bolos saat pelajaran sejarah, dan terutama sikap mereka yang kritis dan selalu ingin tahu terhadap suatu peristiwa besar dan penting. Apalagi suatu peristiwa yang masih penuh misteri dan penuh tanda tanya layaknya G-30/S 1965!

Lazimnya calon mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akan memperhatikan kualitas kampus, biaya, keterjangkauan, dan lingkungan. Nah, bagi kamu yang sudah merasa bahwa mata pelajaran Sejarah adalah bagian dari hidupmu dan ingin sekali lanjut kuliah di jurusan ini, saya merekomendasikan Yogyakarta sebagai tempat yang tepat untuk menimba ilmu Sejarah!

1. Yogyakarta punya peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, Mulai dari peradaban prasejarah hingga masa kemerdekaan RI.

Keraton Ypgyakarta via shymfony.deviantart.com

Selain dikenal sebagai kota pelajar dan pariwisata, Jogja juga dikenal dengan kota bersejarah. Peradaban kuno masa Pra-Aksara dibawah Abad ke-4 Masehi diketahui juga ada di Yogyakarta lho! Banyak sekali penemuan benda-benda purbakala masa Paleolithikum hingga Megalithikum di Kabupaten Gunungkidul.

Advertisement

Juga pada masa Indonesia di dominasi kerajaan Hindu-Budha sekitar abad ke 4 M hingga abad ke 16 M, di sekitar Yogyakarta berdiri Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya. Kalau kamu pernah berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Situs Ratu Boko, nah itu semua sisa-sisa kejayaan dua dinasti tersebut!

Candi Ratu Boko via blog.ub.ac.id

Begitupula pada masa dominasi Kerajaan Islam, kamu pasti masih ingat dengan Kerajaan Mataram Islam yang pernah menyerang VOC ke Jayakarta hingga 2 kali di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Yogyakarta telah menunjukkan bahwa wilayah ini terus melawan dan tidak akan mau tunduk di bawah kolonialisme. Hingga kini di Yogyakarta masih berdiri Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat sebagai suksesor atau penerus dari Kerajaan Mataram Islam.

Pada masa Politik Etis yang dimulai pada tahun 1900an, Yogyakarta adalah salah satu pusat aktivitas organisasi yang memainkan peranan penting dalam upaya memerdekakan Indonesia khususnya di bidang pendidikan seperti Muhammadiyah dan Taman Siswa. Peranan Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia itu sangat besar. Masih ingat dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 dan pemindahan Ibukota Negara ke Yogyakarta? Itu salah satu dari peran Yogyakarta dalam eksistensi RI hinga saat ini. 🙂

2. Yogyakarta juga merupakan tanah kelahiran sekaligus rumah bagi beberapa pahlawan dan tokoh nasional Indonesia.

Ki Hajar Dewantara berasal dari Yogyakarta via pengenliburan.com

Yogyakarta banyak menyumbangkan tokoh-tokoh pahlawan dan tokoh nasional dalam Sejarah Indonesia. Mulai dari Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, Ki Hadjar Dewantara, Sri Sultan Hamengkubuwono XI, IJ Kasimo, Suryopranoto, dan dua Presiden Indonesia juga dilahirkan di Yogyakarta yakni Soeharto dan Megawati Soekarnoputri. Ini baru sebagian kecil, belum lagi tokoh-tokoh nasional yang memang besar dan berdomisili di Yogyakarta.

3. Tokoh-tokoh sejarawan tenar Indonesia pun banyak yang dulunya menimba Ilmu Sejarah di kota pelajar ini.

Buya SYafi’i Maarif alumnus UNY via www.tempo.co

Predikat Yogyakarta sebagai kota sejarah juga di dukung oleh banyaknya sejarawan nasional yang dicetak dari Yogyakarta. Misalnya, Buya Syafii Maarif, beliau adalah sejarawan lulusan UNY. Kemudian ada pula Anhar Gonggong yang sekarang mengajar di UI, beliau merupakan lulusan UGM.

Sejarawan nasional lain yang tenar namanya berasal atau lulusan dari Yogyakarta seperti Asvi Warman Adam, Djoko Suryo, Taufik Abdullah, Bambang Purwanto, Sartono Kartodirdjo, Mestika Zed, Kuntowijoyo, Slamet Muljana dan tidak lupa pula Sardiman AM yang menulis buku pegangan mata pelajaran Sejarah Indonesia SMA Kurikulum 2013. Tak salah kan kalau kamu belajar Sejarah di Yogyakarta? Siapa tahu kamu mengikuti jejak para sejarawan nasional tenar seperti mereka!

4. Sebagian besar tempat wisata di Yogyakarta adalah situs-situs bersejarah, dan tempat-tempat inilah yang akan jadi laboratoriummu!

Candi Prambanan bukan cuma tempat wisata, tapi laboratorium lapangan bagi mahasiswa Sejarah via candi1001.blogspot.com

Tidak seperti rumpun ilmu alam yang mengharuskan banyak berdiri fasilitas laboratorium sebagai tempat praktik, berbeda dengan mereka yang berkuliah di lmu sosial. Mahasiswa yang kuliah di rumpun ilmu sosial, laboratorium mereka adalahhal-hal yang bersentuhan dengan masyarakat meneliti hiruk pikuk masyarakat hingga fenomena kesenjangan sosial yang ada.

Di Yogyakarta kamu tidak akan pernah merasa kurang dengan tempat bersejarah yang bisa menjadi laboratorium atau objek penelitianmu. Nggak perlu pusing-pusing kan kalau mau cari laboratorium untuk penelitian, karena kamu bisa mendatangi Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta,Taman Sari ataupun Benteng Vredeburg dll. Menarik ‘kan nge-lab sekalian berwisata dan jalan-jalan?

Taman Sari, Yogyakarta via anekatempatwisata.com

Tempat bersejarah lainnya yang patut kamu perhitungan di Yogyakarta untuk meyakinkan bahwa kota ini memang bersejarah yakni Puro Pakualaman, Masjid Besar Mataram Yogyakarta Kotagede, Masjid Agung Kauman. Gedung Bank Indonesia, Gedung Bank BNI 46, Istana Kepresidenan, Panggung Krapyak, Situs Ratu Boko, Candi Kalasan, dan masih banyak lagi. Pokoknya kamu gak akan kehabisan bahan penelitian deh!

5. Jogja juga punya ratusan museum, dari museum sejarah hingga seni dan budaya semua bisa kamu temukan dengan mudah di sini.

Museum Sonobudoyo via titikfokuskamera.com

Hobi banget mengunjungi Museum? Yogyakarta adalah surga dunia bagimu! Museum sebagai tempat pendokumentasian peristiwa-peristiwa sejarah juga menjadi salah satu faktor kelancaranmu berkuliah di jurusan Sejarah. Sebab nantinya ada mata kuliah yang mengharuskanmu untuk mengunjungi museum.

Mulai dari museum milik pemerintah hingga museum yang dikelola pribadi juga ada di Yogyakarta. Bahkan beberapa kampus memiliki museum sendiri. UGM memiliki Museum UGM dan Museum Biologi, kemudian ada pula  Museum Pendidikan Indonesia di UNY, dan Museum Tambang dan Mineral di UPN.

Museum Ullen Sentalu via seethatseethis.wordpress.com

Di luar itu ada beberapa museum yang recommended yang dimiliki Yogyakarta, Seperti Museum Dirgantara Mandala, Museum Monumen Yogya Kembali, Museum Benteng Vredeburg, Museum Dewantara Kriti Griya, Museum Sonobudoyo, dan Museum Ullen Sentalu.

6. Untuk nutrisi otak dan sumber informasi penelitian sejarah tak usah khawatir, Jogja punya banyak perpustakaan yang menyediakannya untukmu.

Banyak arsip, dokumen dab foto di perpustakaan-perpustakaan

Ketersediaan sumber bacaan atau bahan pustaka adalah harga mati bagi kamu yang kuliah di jurusan Sejarah. Nah, kabar baik bagimu, karena di kota ini termasuk tidak terlalu sulit mencari bahan-bahan penulisan penelitian sejarah seperti buku, arsip, dokumen, foto, dan sebagainya. Dulu di Yogyakarta ada Perpustakaan Karta Pustaka yang menyediakan buku-buku lawas berbahasa Belanda, tapi sayang sekarang sudah tutup.

Tapi tenang, di Yogyakarta masih ada beberapa Perpustakaan dan Kantor Arsip yang masih bisa dijadikan tempat bagi kamu untuk berburu sumber. Seperti Perpustakaan Kolose St. Ignatius, Perpustakaan Seminari Tinggi, Perpustakaan Kota Yogyakarta, Badan Perpustakaan dan Arsip DIY, Yogya City Library, dan perpustakaan-perpustakaan lain yang dimiliki Universitas di Yogyakarta.

Untuk memudahkan pencarian sumber, pemerintah DIY telah membuat situs katalog online yang terhubung pada seluruh jaringan perpustakaan baik negeri maupun milik universitas di Yogyakarta. Jadi sebelum berburu kamu bisa menelusuri terlebih dahulu dimana bahan pustaka yang kamu inginkan itu tersedia.

7. Soal kampusnya? Sebagai kota pelajar, Jogja memberimu banyak pilihan universitas sebagai tempat menimba Ilmu Sejarah dengan sebaik-baiknya!

Ada banyak pilihan universitas di Yogyakarata via www.campusfaircilacap.com

Ini adalah faktor terakhir yang bisa membuat anda memilih Yogyakarta sebagai tempat yang tepat belajar Sejarah. Jurusan Sejarah setidaknya ada 3 pilihan program studi yang bisa dipilih, dan tentu saja output dan gelarnya juga berbeda. Bagi kamu yang benar-benar ingin menjadi Sejarawan bergelar S.S (Sarjana Sastra) maka Program Studi Ilmu Sejarah tersedia di UGM, UNY, dan Universitas Sanata Dharma (USD).

Tapi jika kamu ingin menjadi Guru Sejarah dengan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) bisa memilih UNY, USD, dan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kemudian bagi kamu yang tertarik dengan kebudayaan islam baik masyarakat maupun perkembangan agamanya, anda bisa memilih Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan hanya tersedia di UIN Sunan Kalijaga.

Yup, Yogyakarta pastinya akan memudahkan hidupmu sebagai mahasiswa jurusan Sejarah. Apapun kebutuhanmu sebagai mahasiswa sejarah, Yogyakarta akan menawarkan dengan mudah padamu.

Presiden Soekarno pernah mengatakan, Jas Merah: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Masih menurut beliau, bangsa yang besar itu adalah bangsa yang mengerti sejarah bangsanya. Sejarah adalah ilmu yang umum dan sepertinya semua orang memang harus paham studi yang satu ini, agar kita tidak lupa dengan asal-usul dan jati dirinya.

Kredit gambar andalah: www.atmajayanews.wordpress.com