Ketika mendengar jurusan Pengobat Tradisional yang ada di benak sebagian besar orang adalah lulusannya berjualan jamu atau menjadi tukang jamu gendong. Bahkan ada diantara mereka yang meledek “mau jadi dukun ya mbak?” Sakitnya tuh disini! Tak hanya itu, seringkali saat ada orang yang bertanya tentang kuliahmu kejadiannya pasti seperti ini:

Ibu-ibu: Ooh, ada to mbak jurusan Pengobatan Tradisional?

Kamu: (jawab sendiri dalam hati) Ada dong, udah dari tahun 2005 nih, kemana aja Bu? Huft..

Ya, memang gak banyak yang tahu dengan eksistensi jurusan ini. Tapi jangan salah sangka dulu, karena jurusan ini bukanlah sembarang jurusan! Di Indonesia cuma ada satu lho guys, tepatnya di Universitas Airlangga. Terus apa sih kelebihan para mahasiswa Pengobat Tradisional atau yang biasa disingkat Battra sehingga cocok unrtuk menjadi suami atau istrimu kelak? Nah, simak beberapa alasan di bawah ini!

1. Para mahasiswa jurusan Pengobat Tradisional itu adalah orang yang ramah. Walaupun dikejar banyak deadline tugas dan laporan, mereka tak pernah lupa untuk menebar senyuman

Tetap senyum walau lelah ehabis praktikum (dok. pribadi) via Hipwee.com

Laporan oh laporan! Usai melakukan praktikum, laporan pun harus segera mereka buat karena kalau tidak akan semakin menumpuk. Beberapa matakuliah yang harus dibuat laporan praktikumnya seperti: Biofisika, Botani, Faal, dan Farmakognosi.

Advertisement

Kok ada Faal? Ya, walaupun jurusan ini mengarah ke kedokteran timur, namun pada semester awal-awal kami dibekali dengan beberapa matakuliah kedokteran barat, seperti Faal, Anatomi, Biokimia, Patobiologi, dan Farmakologi.

Tapi walaupun mereka disibukkan dengan banyak laporan praktikum mereka masih tetap bisa tersenyum sabar. Kebayang gak sih kalau nanti pendamping hidupmu tengah lelah bekerja tetapi masih bisa tersenyum ikhlas padamu? Pasti rasanya adem di hati ya?

2. Kalau kamu ingin punya pasangan yang peduli dengan kebersihan dan kesehatan, mahasiswa Pengobat Tradisional sudah pasti layak untuk kamu pilih!

Mahasiswa Battra peduli dengan kebersihan lingkungan mereka (dok. pribadi). via Hipwee.com

Kesehatan dan kebersihan merupakan dua sisi yang saling berhubungan. Para mahasiswa Battra sudah terbiasa dengan yang namanya kebersihan. Bagaimana tidak? Karena jurusan mereka berada di bidang kesehatan.

Sebagai contoh sebelum mereka memulai praktikum Farmakognosi membuat tepung dari kentang mereka harus mencuci bersih tangan mereka. Contoh yang lainnya sebelum mereka menyematkan jarum akupunktur kepada pasien mereka harus mensterilkan tangan mereka menggunakan semprotan alkohol. Selain itu mereka juga bekerja bakti membersihkan lingkungan salah satunya adalah Taman Battra.

Nah, kalau kamu punya pasangan seorang pengobat tradisional, tentu dia akan sangat perhatian dengan kebersihan dan juga kesehatanmu. Dengannya kamu pasti akan dituntun ke arah yang lebih baik. Dia akan senantiasa mengingatkan dan mengajakmu untuk selalu mepraktikan pola hidup sehat dan bersih. Tuh, sama kesehatan dan lebersihanmu aja dia perhatian banget ‘kan?

3. Saat kamu sedang tidak enak badan, dia tak akan tinggal diam. Dia akan dengan sigap meracik ramuan herbal yang bisa menghangatkan sekaligus memulihkan kesehatanmu

Dia jago meramu obat tradisional via www.philosophiabotanica.com

Salah satu mata kuliah prodi Battra adalah Formulasi Obat Tradisional (FOT). Disini para mahasiswa diajarkan bagaimana membuat ramuan yang berasal dari tanaman obat. Tentunya dengan bimbingan dosen yang ahli dibidangnya. Jauh sebelum menerima mata kuliah ini, para mahasiswa sudah diajarkan mata kuliah Botani dan Farmakognosi yang menunjang mata kuliah FOT.

Ini juga merupakan wujud cinta terhadap produk dalam negeri. Ingatkah ketika tanaman asli Indonesia diaku milik negara lain? Agar tak terulang kembali maka hendaknya kita harus memanfaatkan tanaman asli Indonesia.

Nah, punya pasangan seorang pengobat tradisional tentu saja akan memudahan hidupmu sebagai manusia. Bagaimana tidak, dia pasti tahu bagaimana meramu obat-obatan tradisional jika kamu sedang tidak enak badan. Dia akan sigap memberimu obat-obatan herbal yang bisa membuat tubuhmu semakin fit. Kamu tak akan tergantung dengan obat-obatan kimia, terlebih lagi jika kamu punya alergi obat-obatan kimia. Mereka akan dengan senang hati mengobatimu dengan bahan-bahan alami yang ramah bagi tubuhmu.

4. Jangan takut dia akan melupakanmu. Titik akupuntur yang jumlahnya ratusan saja bisa dia ingat dengan baik, apalagi kamu yang cuma satu-satunya di hatinya?

Titik akupuntur aja ingat, apalagi kamu? via www.offset.com

Akupunktur merupakan salah satu mata kuliah prodi Battra. Pengobatan tradisional yang berasal dari China ini berfungsi menyeimbangkan energi dalam tubuh melalui titik-titik meridian pada tubuh manusia. Biasanya dengan menggunakan jarum akupunktur, namun ada juga yang menggunakan alat bernama stimulator. Yang sudah memproduksi stimulator salah satunya adalah Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR.

Para mahasiswa Battra diajarkan mulai dari akupunktur dasar yang mencakup Teori Yin Yang dan Sifat Lima Unsur hingga mereka mengenal titik-titik akupunktur yang ada pada tubuh manusia. Selain itu mereka juga mempelajari Akupunktur Diferensiasi Sindrom dimana gejala-gejala yang timbul sebelum seseorang terkena sakit.

Kamu tak perlu khawatir dia akan melupakanmu karena kesibukannya. Titik-titik akupuntur di tubuh manusia yang jumlahnya ratusan saja dia bisa ingat, apalagi kamu yang jadi satu-satunya orang yang dicintainya?

5. Dia tak akan membiarkan wajahmu kusut karena kelelahan. Dengan ilmu dan keuletan tangannya, dia akan sigap memijit pundak dan punggungmu dengan penuh kasih sayang

Dia akan memijatmu dikala sedang lelah via tempatbacabaca.blogspot.com

Pijat? Kok bisa? Bisa dong! Eits, tunggu dulu, tapi bukan asal pijat lho ya! Disini para calon ahli Battra diajarkan bagaimana teknik memijat yang benar. Keahlian pijat disebut juga acupressure yaitu penekanan pada titik-titik akupunktur (accupoint). Dikarena salah satu mata kuliah prodi Battra adalah pijat, ada beberapa orang yang sembari berucap “berarti pinter mijet dong?”.

Tak heran para mahasiswa Battra yang sedang pulang kampung dimodusin para orang tuanya.

Ibu: “Nduk, sini praktik pijet dulu sama ibu sebelum kamu praktik ke pasienmu besok.”

Anak: “Oke, siap Bu…” (padahal emang ibu aja yang lagi modus pengen dipijitin, pengalaman pribadi.)

Kebayang ‘kan kalau nanti pasangan hidupmu adalah seorang lulusan pengobatan tradisional? Tanpa kamu minta, dia pasti akan memijit pundakmu saat dia melihat wajahmu yang sedang kelelahan.

Pijitannya pun tak sekadar menghilangkan rasa pegalmu, tapi juga akan menguatkanmu kembali. Karena pijitan yang dia berikan adalah pijitan penuh dengan kasih sayang padamu. Dijamin kamu pasti langsung sembuh dan bugar kembali! *Eaaaaa…

6. Ketika berumah tangga kelak, jangan khawatir dengan urusan dapur. Dia tak hanya menghidangkan makanan enak dan mengenyangkan bagi keluarganya, tapi juga yang bergizi!

Dia peduli soal gizi makanan kluarganya kelak via www.idealshape.com

Bicara tentang makanan tak jauh-jauh dengan yang namanya gizi. Ya! Mahasiswa Battra dapat kuliah tentang gizi juga lho! Mulai dari vitamin, mineral, dan kawan-kawannya pastinya. Dengan memelajari gizi, mereka menjadi tahu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi dan makanan apa yang seharusnya mereka hindari.

Selain itu mereka juga bisa tahu kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh mereka masing-masing. Tujuannya agar berat badan ideal dapat dicapai dan badan tetap sehat pastinya. Jadi, jika mereka memiliki sebuah keluarga kelak, mereka sudah pasti mengerti makanan apa saja yang seharusnya mereka hidangkan untuk keluarganya. Nggak sekadar biking perut kenyang saja, tapi juga semua kebutuhan gizi keluarga terpenuhi!

7. Walaupun jurusannya langka dan unik, tak lantas membuatnya jumawa. Dia tetaplah sosok yang rendah hati dengan keinginan yang sederhana, yaitu bermanfaat bagi sesama

Mereka tidak jumawa dan tetap rendah hati (dok. pribadi) via Hipwee.com

Para mahasiswa Battra selama perkuliahannya dibimbing oleh para dosen yang luar biasa. Beliau-beliau merupakan ahli di bidangnya masing-masing. Herbal, akupunktur, gizi (terapi diet), dan acupressure (pijat) merupakan garis besar yang dipelajari di prodi Battra. Jurusannya yang hanya terdapat di satu universitas di Indonesia saja juga tak lantas membuat mereka merasa sebagai mahasiswa yang eksklusif. Justru keunikan dan keahliannya itu membuat mereka menjadi manusia yang tetap rendah hati.

Bagaimanapun juga para mahasiswa Battra adalah mahasiswa yang juga sama seperti mahasiswa lainnya, yang juga punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena itulah mereka tidak menyombongkan diri dengan apa yang telah mereka dapat. Hanya satu tekad mereka dalam menuntut ilmu ini, yakni agar ilmu yang mereka punya ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas terutama untuk bangsa Indonesia.

Sosoknya yang rendah hati inilah yang menjadikannya sebagai kandidat pasangan yang layak untuk kamu perhitungkan. Mereka sadar, setinggi-tinggi apapun mencari ilmu, bahkan hingga mengorbankan materi, tenaga dan pikiran, hanya satu tujuannya yaitu agar dia bisa membantu sesama manusia.

Nah, masih ragukah kamu dengan sosok pasangan yang rendah hati dan juga peduli dengan sesama seperti para mahasiswa pengobat tradisional ini? Hhhhmm… dengan orang lain aja dia peduli, apalagi sama kamu coba? :p