Seiring berkembangnya zaman, kita para perempuan modern dengan pendidikan tinggi cendrung menghadapi dilema saat memutuskan untuk menikah.

Pertanyaan yang selalu terlintas di pikiran para kartini modern adalah mau terus menjadi wanita karir, berkarya diluar rumah dan mengembangkan potensi diri, atau ingin menjadi ibu rumah tangga yang siap mencurahkan semua tenaga untuk keluarga tercinta? Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan tersebut,karena semua kembali ke pribadi masing masing.

1. Memilih untuk berkarir diluar rumah membuatmu harus rela memangkas waktu bersama “pangeranmu”.

Harus rela memangkas waktu bersama suami. via www.eharmony.com

Saat kamu memustuskan berkarir diluar rumah, maka sebagian waktu produktifmu akan kamu habiskan dengan jadwal kerja di kantor. Maka ketika pagi menjelang, kamu dan priamu harus berpisah untuk berkutat dengan dunia masing-masing.

Secangkir kopi hangat dan sehelai roti tawar selai coklat mungkin akan mewarnai sarapan pagi yang kadang harus diselesaikan dengan terburu-buru agar jadwal kerja masing-masing tidak terganggu.

Advertisement

Mungkin sekilas kecupan kening akan memberikan kehangatan sebelum akhirnya masing-masing dari kalian tenggelam dalam rutinitas pekerjaan.

2. Makan siang bersama sang suami pun tak bisa setiap hari kamu lakukan. Momen seperti ini mungkin hanya bisa dilakukan saat akhir pekan.

Makan siang bersamanya hanya bisa saat akhir pekan saja via www.huffingtonpost.com

Ada saatnya kamu ingin menghabiskan waktu dan bercerita tentang bagaimana beratnya kamu menghadapi presentasi di depan klien yang selalu sok tahu, atau bagaimana kamu harus berjibaku menyelesaikan laporan bulanan tepat waktu, sedangkan saat itu tamu bulanan sedang ikut menggangu.

Terkadang ingin rasanya makan siang bersama sambil berkeluh kesah kepada pria yang sudah diamini semesta menjadi penggenap hidupmu. Namun, adakalanya hanya sms singkat pengingat makan siang yang saling dikirimkan. Bukan perasaan yang memudar, namun tuntutan pekerjaan membuat kalian hanya bisa menghabiskan makan siang dengan nyaman saat akhir pekan.

Itupun jika tidak ada laporan atau deadline yang berubah dan harus dikerjakan saat seharusnya kalian bisa menikmati kebersamaan. Kali ini, kamu dan dia harus saling mengerti, terkadang tak semua hal bisa sesuai skenario yang kita inginkan.

3. Pekerjaan yang menumpuk kadang memaksamu harus pulang terlambat. Terkadang kamu kecewa pada diri sendiri karena tak bisa menyambut suami sepulangnya dari kantor.

Pulang terlambat dan tak bisa menyambut kedatangan suami via darlingmagazine.org

Ada kalanya kamu dihajar deraan pekerjaan yang menumpuk dan menuntut diselesaikan secepatnya, maka ketika sampai dirumah, priamu sudah lebih dulu ada disana, menyiapkan makan seadanya yang ia masak dengan penuh cinta atau ia pesan di restoran favoritmu.

Itu memang akan jadi sangat romantis dan istimewa, saat penat melanda, ada orang yang selalu menunggu kita kembali, dengan sejuta cinta dan perhatian. Namun apakah tak ada rasa aneh di hatimu? Rasa yang tak kamu mengerti apa maksudnya, rasa bersalah yang entah apa dasarnya.

Sebagai seorang istri bukankah seharusnya kamu yang melayani? Mungkin akan ada sebagian isi kepala yang mebenarkan, tak apa sesekali priamu menggantikan tugasmu, tapi apakah kamu juga mendengar sisi lain yang merasa tersayat tak dapat memanjakan sang suami?

4. Saat ia terbaring tak berdaya dan cutimu ditolak oleh kantor, maka hanya doamu yang bercampur rasa kekhawatiran saja yang akan menemaninya.

Saat dia sakit, kamu hanya bisa berdoa sambil mengkhawatirkannya via pixshark.com

Ada masanya satriamu itu lemah tak berdaya, ia kalah dan harus terbaring ditemani selimut kesayangannya. Sebagai wanitanya, kamu tentu ingin menenmani dan memberikan apapun yang dibutuhkannya. Namun disisi lain, kamu adalah karyawan yang punya ikatan kerja, ada kalanya cuti mendadakmu tak bisa diterima, ada saatnya kamu sedikit ragu untuk bolos bekerja, maka hanya doamu saja yang kamu harap selalu bisa menemaninya.

Hanya via pesan singkat atau sambungan telepon kamu bisa memantau keadaannya disana. Ah, apakah kamu lagi-lagi mendengar sebagian isi kepalamu merasa bersalah padanya, pada pria yang saat ini terbaring lemah tak berdaya.

5. Saat beban pekerjaan terasa menumpuk di pundak dan memaksamu menguras semua tenaga, sedikit masalah sepele saja dapat memicu pertengkaran dengannya.

Masalah sedikit saja bisa memicu pertengkaran. via imgkid.com

Ketika kamu dikejar deadline, saat klien tiba-tiba mengubah permintaan desain yang telah kamu kerjakan berhari-hari, atau atasan yang tiba-tiba menganggap pekerjaanmu tidak sempurna, maka sebagian kontrol emosimu akan mengalami masalah. Hal seperti itu pasti akan terjadi sebagai manusia yang terikat dengan jadwal pekerjaan, maka manusiawi jika tiba-tiba mood-mu berubah.

Ketika sampai dirumah, nada suara yang sedikit berubah saja kemungkinan bisa memicu pertengkaran. Kehidupan tidak selamanya indah, tekanan dari luar bisa saja memicu hantaman pada hubungan kalian. Sebagai istri paruh waktu yang sudah lelah dengan pekerjaan di kantormu, seharusnya kamu melayaninya dengan baik setelah sampai di istana kalian, karena ia pun pasti lelah dengan rutinitasnya.

Namun kadang lagi-lagi emosi bisa merajai, dan emosi bisa tersulut dengan mudahnya. Saat kamu kembali ke kondisi normalmu, apakah lagi-lagi kamu tak mendengar sebagian isi kepalamu menyesal atas pertengkaran semalam?

6. Di tengah lelap malammu, terdengar ada isak tangis yang mebangunkanmu dari tidur. Diam-diam diasedang bercerita dan mengucap syukur kepada-Nya atas keluarga yang ia miliki saat ini.

Dia bersimpuh kepada-Nya untuk mengucap syukur. via havredesavoir.fr

Kamu yang sudah berjibaku seharian dikantor, lalu berusaha menyelesaikan tugasmu sebagai istri di rumah perlu istirahat ekstra agar bisa memulai hari berikutnya dengan perasaan lebih ceria. Ditengah lelapmu, kamu mendengar isak tangis yang membuatmu terjaga. Ternyata priamu sedang bersimpuh pada Khalik-nya, mendoakan segala kebaikan untukmu, bersyukur memiliki wanita sepertimu sebagai penggenap imannya.

Memohon ampun atas semua kekhilafan dan kealpaan yang ia perbuat sebagai imammu selama ini. Lalu apa yang terasa dihatimu? Bahagia sudah pasti, tapi ada sedikit rasa bersalah karena kamu juga ternyata belum sesempurna yang ia pikirkan. Banyak pekerjaan sebagai istri yang masih kamu lalaikan.

Kamu hanya punya sedikit sisa waktu mengurusnya. Karena sebagian waktu istimewa yang dihadiahkan Tuhan hari ini kamu habiskan berjibaku dengan pekerjaan. Priamu memang tak pernah protes karena kalian sudah punya kesepakatan dari awal. Namun, apa kabar sebagian isi kepalamu , apakah masih ada sedikit sesal disana?

7. Saat karirmu sedang cemerlang, buah hatimu pun datang sebagai kado terindah. Tapi di sisi lain, kamu tak kuasa menahan tangis karena kehilangan banyak momen dengan buah hatimu.

Kamu kehilangan banyak momen bersama buah hatimu via molbuk.ua

Karir yang semakin baik dan mebanggakan, pernikahan yang sudah sekian lama pun akhirnya diberi Tuhan hadiah seorang malaikat kecil. Kini kamu tak lagi hanya berstatus istri tapi juga ibu, dengan karir yang cemerlang. Namun saat tertentu sebagian isi kepala itu kembali bersedih, kamu kini bukan hanya istri paruh waktu tetapi juga ibu paruh waktu .

Kamu kehilangan sebagian moment istimewa malaikatmu. Saat kamu pulang, ia sudah terlelap, lalu sang ibu asuh akan menjelaskan bahwa ia bisa telungkup pertama kali pagi tadi, beberapa bulan kemudian kamu mendengar ia baru bisa merangkak siang ini, hari berikutnya ia sudah bisa melangkah walau terjatuh berkali-kali.

Sebagian isi kepalamu akan berusaha membenarkan, kamu meninggalkannya demi kebaikannya, kamu ingin memberikan ia kenyamanan hidup nantinya. Namun bagaimana dengan sisi lainnya yang terus menderita kehilangan momen berharga buah hatinya?

8. Kamu memilih menjadi wanita berpendidikan tinggi bukan hanya untuk mengejar karir saja, tapi agar kamu dapat mengahadirkan manusia baru dengan kualitas yang lebih baik.

Tak hanya untuk mengejar karir, tapi untuk menjadi ibu yng cerdas. via www.vivimulya.com

Kamu adalah wanita yang akan melahirkan manusia baru yang akan jadi calon pemimpin besar. Dengan pendidikan yang cukup, wawasan yang luas, maka kamu akan membantu semesta ini memiliki manusia-manusia luar biasa. Seorang ibu cerdas akan mampu melahirkan generasi-generasi cerdas.

Materi yang kamu dapat dengan berkarya diluar sana mungkin akan lebih dari cukup, tapi apakah kamu mendengar isi kepala yang beteriak bahwa titipan Tuhan yang kamu miliki sekarang bahkan tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini.

Kamu ingin ia tumbuh jadi manusia yang lebih baik darimu. Karena ibu adalah malaikat penjaga bagi anak-anaknya. Karena malaikat penjaga, tak akan meninggalkan amanah Tuhan dengan alasan apapun. Karena sama seperti jodoh yang tidak akan tertukar, maka rejekimu juga tidak akan tertukar, ia bisa bersumber dari mana saja tanpa harus meninggalkan tugas mulia sebagai seorang wanita.

Jadi, apapu pilihanmu nanti, kamu layak mendengarkan suara yang terdengar dari kepala dan hatimu. Ketika memutuskan sesuatu, lakukanlah dengan sempurna, agar hasil yang diharapkan juga sempurna. Tidak ada yang mengharamkan kamu menjadi istri paruh waktu , namun tak ada juga yang bisa mencelamu ketika memutuskan menjadi istri siaga selalu .

Semoga pilihan apapun yang akan kamu jalani kelak, segala kebaikan akan melimpahi hidupmu dan keluarga kecilmu. Lakukan dengan baik dan biarkan semesta atas ijin Tuhan memainkan skenario terbaiknya.