Untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, terkadang kita perlu keluar dari zona nyamannya kita, dan merasa tidak nyaman. Sayangnya, otak kita selalu bekerja sebagai rem darurat ketika kita keluar dari zona nyaman. Akibatnya, kita sering kali urung untuk keluar dari zona nyaman kita dan hidup kita pun terasa begitu-begitu saja tanpa ada perubahan yang lebih baik lagi.

Bagi kamu yang pernah merasakan hal tersebut, coba deh sesekali lakukan tantangan sederhana ini. 7 tantangan kecil dalam 7 hari ini akan memaksamu keluar dari zona myamannmu, dan menjadikanmu pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

1. Pasanglah alarm bangun pagi 30 menit lebih awal dari biasanya. Lekaslah bangun, dan jangan sekali-kali menekan tombol snooze saat alarm berbunyi keesokan paginya.

Jangan matikan alarmmu via www.huffpost.com

Tantangan pertama diawali dengan bangun tidur lebih pagil dari biasanya. Sehari sebelumnya, pasang alarm pagi lebih awal dari jadwalmu biasanya. Tidak perlu terlalu pagi, set alarm 30 menit lebih awal dari jadwalmu saja.

Saat alarm berdering keesokan harinya, segeralah bangun dari tempat tidurmu, dan aktivitasmu hari itu resmi dimulai. Tanpa menunda, tanpa menekan tombol snooze pada layar smartphone-mu, ataupun menutup telinga dengan bantal. Tidak peduli sedingin apa cuaca pagi itu, segeralah menuju kamar mandi, dan basuhlah wajahmu agar kantukmu hilang.

Advertisement

Jika kamu tidak terbangun saat alarm tersebut berdering bahkan hanya karena kamu menundanya 1 menit saja, maka kamu dinyatakan tidak berhasil melakukan tantangan pertama ini. Cobalah keesokan harinya hingga kamu dapat bangun 30 menit lebih awal dari biasanya, dan memulai harimu. Ini adalah tantangan pertama untuk mengeluarkanmu dari zona nyamanmu selama ini. Terdengar mudah, tapi ini mungkin pada awal kamu melakukannya kamu tidak akan menyukainya.

2. Bersyukurlah atas apa yang telah kamu peroleh sejauh ini. Dibanding hanya menghitung kekurangan, bersyukur atas apa yang sudah kamu dapat akan membuatmu lebih tenang.

Sempatkan berdoa dan bersyukur, dan tunaikan ibadahmu! via immkabbandung,wordpress.com

Jika kamu sudah berhasil untuk tidak mengacuhkan selimut hangat, atau kasur empukmu yang jauh lebih nyaman dibandingkan melawan dingin dipagi hari. Selamat! Kamu telah berhasil keluar dari zona nyamanmu. Sebelum memulai segala aktivitas harianmu tantangan kedua sudah menunggu. Luangkanlah waktumu sejenak untuk menunaikan ibadahmu dipagi ini, atau sekadar memanjatkan doa pagimu.

Berterimakasihlah atas semua kesempatan, kelebihan, tantangan, dan keadaan yang telah Tuhan berikan padamu hingga detik ini. Dibandingakan menghitung apa yang belum diperoleh, menggerutu, dan mengeluh. Mengingat apa saja yang sudah diperoleh membuat hatimu lebih tenang. Menekan tombol syukur pada hatimu akan membuatmu lebih optimis melalui pagi ini. Selalu ada hal untuk disyukuri kan?

Tantangan ini memang bertujuan untuk memaksa -mu untuk bersyukur. Di tengah kesibukan kita setiap hari untuk mengejar segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup. Baik dalam hal karier, gelar akademik, nilai yang memuaskan, apapun itu. Terkadang kita lupa untuk bersyukur. Kita lupa untuk memberikan apresiasi terhadap pencapaian kita sejauh ini. Kita terkadang lupa pula untuk berterimakasih kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan berikan pada kita selama ini.

3. Berolahragalah di pagi hari selama minimal 20 menit. Ayo jangan malas, sebelum kamu menyesal di hari tua nanti!

Tantang dirimu olahraga dipagi hari. via myclean.com

Setelah memulai aktivitas pagi lebih awal, dan bersyukur atas apa yang telah diberikan selama ini. Apakah rasanya masih mengantuk? Tantangan selanjutnya akan mengusir rasa kantuk, dan malasmu. Segera ambil sepatu, pasang musik penyemangatmu, dan mulailah berolahraga. Kamu bisa jogging keliling kompleks, bersepeda ke taman kota, atau apapun.

Jika tidak menyukai olahraga diluar rumah, kamu juga bisa melakukannya di dalam rumah dengan jenis olahraga yang kamu sukai. Yoga, pilates, aerobik, atau hanya sekedar push upsit up sekalipun, biarkan beberapa kalori terbakar pagi ini.

Menurut Charles Duhigg dalam Bukunya The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business. Biasanya, mereka yang berolahraga akan mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsinya, dan menjadi lebih produktif dalam bekerja.

Mereka akan lebih jarang merokok, dan menunjukkan kesabaran yang lebih pada keluarga dan teman-temannya. Menggunakan kartu kreditnya lebih jarang, dan merasa tidak mudah stres. Olahraga adalah kunci dari kebiasaan yang akan diikuti oleh perubahan yang lebih besar. Jadi, jangan remehkan olahraga.

4. Lakukan rutinitasmu dengan cara yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mendorongmu melihat hal yang sama dengan sudut pandang yang berbeda.

Lakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. via mottainaicycles.com

Setelah bangun lebih pagi, bersyukur, dan berolahraga. Tantangan selanjutnya adalah kamu harus melakukan rutinitasmu dengan cara yang berbeda!

Tantangan kali ini tidak bermaksud menyuruhmu untuk mengubah seluruh rutinitasmu. Tetapi, cukup ubah beberapa kebiasaan kecilmu saja. Seperti pergi ke kampus dengan jalur yang berbeda, menggunakan transportasi yang berbeda, makan siang ditempat yang berbeda, atau sekedar menggunakan pakaian yang jarang kamu gunakan.

Hal ini bertujuan untuk mendorongmu untuk melihat hal yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Kamu tetap pergi ke kampus, atau kantor kan? Tetapi, dengan jalur dan alat transportasi yang berbeda.

5. Sapalah Minimal 5 orang tidak kamu kenal di hari itu, dan lemparkan senyum pada mereka.

Sapalah orang yang tidak kamu kenal. via heartofavagabond.com

Tantangan kali ini kedengarannya mudah. Hanya menyapa, dan kemudian melemparkan senyum kepada orang yang belum dikenal. Tetapi, di zaman dimana orang-orang lebih memilih melihat ke dalam layar 5 inchi smartphonenya dibandingkan saling bertegur sapa di dunia nyata, membuat tantangan ini sepertinya membutuhkan usaha yang lebih.

Jika dalam sehari kamu menyapa kurang dari 5 orang yang belum kamu kenal, maka kamu dinyatakan belum berhasil melalui tantangan ini.

Tantangan kali ini sebenarnya bertujuan untuk mendorongmu untuk berani mengambil inisiatif terlebih dahulu. Berinisiatif dalam hal-hal kecil dahulu, kemudian terbiasa dengan hal tersebut akan membuatmu lebih mudah melakukan inisiatif dalam hal-hal yang lebih besar.

6. Temukan setidaknya dua orang, kemudian ceritakan tentang tujuan terbesar dalam hidupmu, dan minta mereka memberikan masukan.

Ceritakanlah masalahmu dan terimalah masukan/ kritikannya. via contextflorida.com

Tantangan ini sepertinya membutuhkan usaha, dan keberanian yang lebih. Usaha untuk berkata jujur kepada diri sendiri, dan orang lain. Serta keberanian untuk menerima dengan lapang dada nasihat dari orang lain, baik saran maupun kritik. Aturan main dari tantangan kali ini adalah temukan sedikitnya satu orang yang kamu kenal, dan satu orang yang belum kamu kenal dengan baik.

Kemudian, berdiskusilah dengan mereka tentang tujuan terbesar dalam hidupmu. Ungkapkan pada mereka apa yang selama ini ingin kamu capai dalam hidupmu. Apapun itu, ceritakan pada mereka. Setelah mereka selesai mendengarkan, mintalah pendapat dari mereka tentang hal tersebut. Tentu kamu dapat mengemas percakapanmu ini sesuai kondisi yang ada, baik formal maupun santai.

Yang perlu diingat pada tantangan kali ini adalah, apapun pendapat yang mereka berikan, baik ataupun buruk, kamu harus siap menerimanya dengan lapang dada. Tujuan dari tantangan kali ini adalah untuk memaksamu mengelola pendapat yang muncul dari dalam dirimu sendiri maupun dari orang lain.

Akan kamu kejar tujuan hidupmu tersebut, atau tidak. Atau kamu akan berhenti setelah menerima kritik. Atau justru semakin terpacu untuk meraihnya setelah mendengar beberapa saran dari orang lain. Semua keputusan ada padamu, bukan pada orang lain. Final decision is yours!

7. Ajaklah makan malam bersama orang yang kamu sayangi. Saat kalian duduk bersama, tanyakan padanya bagaimana harinya, dan jadilah pendengar yang baik.

Jadilah pendengar yang baik. via huffpost.com

Makan malam bersama bukan melulu tentang makan malam di restoran atau caf , lho. Orang yang kamu sayang pun tidak selalu mereferensi pada pacar, atau gebetan. Orang yang kamu sayang bisa berarti orangtua, kakak, adik, sahabat, teman satu kos, atau teman sekantor sekalipun. Kamu bisa memasak makan malammu sendiri, atau jika tidak bisa memasak sempat, membelinya juga tidak masalah.

Tetapi, yang paling penting dalam tantangan terakhir ini adalah kamu harus mengajak orang yang kamu sayangi untuk berada satu meja denganmu, dan makan malam bersama. Sepanjang makan malam tersebut jangan membicarakan tentang dirimu sendiri, gosip terbaru, atau berita bola hari ini. Tetapi, tanyakanlah pada mereka bagaimana keadaannya, harinya, apa yang dia capai hari ini, dan apa masalah yang sedang dihadapi. Tunjukanlah rasa antusiasmu pada cerita dia, dan jadilah pendengar yang baik bagi mereka.

Tantangan ini bertujuan untuk memaksa -mu untuk menjadi pendengar yang baik. Ketika kita mendengar dengan tujuan untuk memahami orang lain daripada mendengar untuk menjawab apa yang diutarakan orang tersebut, disitulah sebenarnya kita sedang membangun komunikasi, dan hubungan yang sesungguhnya. Saat kita ingin dipahami oleh orang lain, sudah seharusnya kita memahami orang lain lebih dahulu.

Pada saat melakukan tantangan ini bisa jadi kamu akan merasa tidak menyukainya, dan tidak nyaman melakukannya. Atau bisa jadi pikiranmu selalu mengatakan untuk berhenti melakukannya. Atau malah kamu justru gagal melakukannya beberapa kali. Tidak masalah.

“Tanda bahwa kamu sudah keluar dari zona nyamanmu, dan melakukan perubahan hanya satu: kamu tidak akan pernah suka untuk melakukan hal tersebut.”

Karena keluar dari zona nyamanmu berarti kamu akan keluar dari pemikiran yang biasanya kamu percaya, dan kamu lakukan. Itu sebabnya kamu tidak menyukainya. Jadi, pantang patah semangat sebelum berhasil menyelesaikan tantangan ini ya.

Bagaimana? Berani mencoba? Kamu bisa membagi pengalamanmu setelah berhasil melakukan tantangan ini, dan membagi apa yang kamu rasakan setelah mencobanya. Selamat mencoba! 😀