Sadar nggak sadar, kita seringkali membandingkan diri dengan sesuatu atau seseorang yang seharusnya tak usah kita bandingkan. Tak jarang perbandingan yang tak penting itu justru membuat kita merasa lebih bodoh, lebih jelek, lebih kuno, dan pokoknya lebih inferior dibandingkan orang lain.

Salah satu contoh yang paling kentara adalah kebiasaan kita membandingkan diri sendiri dengan orang-orang bule. Di mata kita, orang-orang bule itu selalu lebih keren, tampan, cantik, dan pintar dari orang-orang Indonesia sendiri. Padahal setiap ras punya keunikannya sendiri. Membanding-bandingkan satu ras dengan yang lain adalah perbuatan yang seharusnya membuat kita geli.

Nah, bergerak dari paham di atas, salah satu pembaca Hipwee, Irene Wong, menuliskan artikel ini. Dengan menceritakan pengalamannya sebagai orang Indonesia yang sudah menetap lama di Eropa, Irene ingin mengajak kita untuk lebih merasa bangga dengan diri kita dan status Indonesia. Simak yuk ceritanya!

— 

Sejak usia 12 tahun, saya dan keluarga pindah dari Jakarta ke Greenland. Sekarang saya menetap di Denmark. Setelah berbincang dengan teman-teman saya mengenai berbagai macam ras, saya terpikir untuk menulis artikel tentang orang Indonesia.

Advertisement

Mungkin kamu pernah menganggap kalau orang-orang bule itu jauh lebih ganteng, cantik, dan keren dari orang-orang Indonesia, tapi percayalah, setiap orang, ras, suku, dan negara itu punya kelebihan masing-masing yang tak bisa kita banding-bandingkan. Percaya atau tidak, orang-orang bule juga terkadang merasa tidak puas dengan diri mereka dan negerinya sendiri. Ternyata, mereka juga ngiri kok dengan orang-orang Indonesia!

1. Sifat alami manusia adalah tidak puas dengan tubuh yang diberikan Tuhan padanya. Ketika kamu mengeluhkan kulitmu yang sawo matang, orang bule malah berlomba membuat warna kulit mereka kecokelatan.

Kulit sawo matangmu malah jadi idola

Warna kulit orang-orang Indonesia sangatlah beragam, ada yang kuning langsat hingga sawo matang. Semuanya adalah warna yang terkenal eksotis. Kalau berkulit kuning langsat, orang Indonesia akan terlihat cerah dan tidak pucat. Kalau yang cokelat sawo matang, dia akan tampak manis! Alih-alih rendah diri, kita justru harus bangga dengan keunikan ini!

Selama ini kita sering sekali mengeluh kenapa warna kulit kita tak seputih orang-orang bule. Namun tahukah kamu bahwa banyak orang bule yang rela berjemur berjam-jam di pantai untuk mendapatkan kulit yang coklat seperti kita? Bahkan ada yang sampai pakai krim cokelat atau pergi ke salon untuk mengubah warna kulitnya.

Memang sifat alami manusia untuk tidak mensyukuri apa yang sudah Tuhan anugerahkan padanya. Jika sudah menyadari sifat alami ini, tugas kita sekarang adalah mengatasinya. Kita harus berhenti terobsesi memutihkan kulit, atau mengeluh setiap kali sinar matahari yang panas membuat kulit kita sedikit lebih legam. Pede aja, lagi! 🙂

2. Alasan lain untuk bangga adalah kulit kita sebenarnya berperan besar dalam membuat wajah khas Indonesia kita awet muda

My little sister, my mom and my lilttle brother – Guess how old is my mom? (dok. pribadi) via Hipwee.com

Wajah orang Indonesia itu memang seringkali terlihat lebih muda dari umur kita yang sebenarnya. Sebaliknya, wajah-wajah orang bule sering terlihat lebih “boros” dari usia mereka. Ini karena kulit orang Indonesia itu relatif lebih tebal dan komposisi serat-serat kolagennya jauh lebih kaya. Oleh karena itu, kerutan-kerutan dan kekenduran kulit yang terjadi akan lebih ringan dibandingkan orang-orang bule.

Ini bukan hanya omong kosong saja. Orang Asia, terutama Indonesia itu memang awet muda. Saya umur 22 tahun, kalau lagi mau beli rokok sering banget ditanya kartu ID saya, karena dikira masih di bawah umur 18 tahun. Mami saya saja yang bedanya 23 tahun dengan saya disangka cici saya. Inilah keistimewaan yang diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang Indonesia!

3. Postur tubuh orang-orang bule terkadang memang tampak keren. Tapi mereka juga iri lho dengan tubuh langsing dan mungil orang Indonesia!

Orang bule ngiri dengan badan langsingnya orang Indonesisa via videotrong.in

Teman saya yang orang Denmark suka ngiri dengan badan saya. Katanya langsing banget, padahal makannya buju buneng! Hehehe… Kalau kita lihat-lihat lagi, memang jarang lho ada orang Asia yang gendut banget! Orang-orang bule postur tubuhnya memang jauh lebih besar ketimbang orang-orang Asia. Kalau mereka overweight, bisa jauh lebih gendut ketimbang orang-orang Asia.

Kadang kita menganggap postur tubuh mereka yang tinggi dan besar itu keren, tapi sebenarnya hal yang sebaliknya berlaku juga. Mereka juga menganggap kalau postur tubuh orang Asia itu menarik karena langsing dan mungil!

4. Tak hanya kulit atau postur. Menurut bule, mata mungil khas orang Asia itu indah dan membuat wajah kita terlihat ramah.

Mata orang Indonesia juga bagus kan? via simplenewz.com

Setiap kita melihat orang, hal pertama yang kita lihat adalah penampilannya, ‘kan? Sering kali saya lihat di Facebook atau Instagram kalau cewek-cewek banyak banget yang pakai kontak lensa atau pakai make up supaya matanya terlihat belo. Banyak yang menginginkan matanya terlihat lebih belo seperti orang-orang bule.

Mata orang-orang Indonesia memang terlihat lebih kecil dan sipit dibanding orang-orang Eropa. Tapi buat apa merasa minder dengan mata yang sipit dan kecil? Saya tinggalnya di Denmark, banyak sekali orang dan teman-teman saya yang bilang kalau mata Asia saya bagus kok! Mata yang lebih mungil ini justru membuat wajah kita terlihat lebih ramah. Disandingkan dengan senyum killer khas orang Indonesia, banyak lho yang bakal penasaran dan ingin berteman dengan kita!

5. Mungkin kamu pernah bermimpi punya rambut yang pirang. Namun sebenarnya, hidup kita begitu dimudahkan dengan warna rambut yang hitam legam.

My best friend and me. Rambut hitam juga bagus ‘kan? (dok. pribadi) via hipwee.com

Nah, kalau soal rambut, warna rambut orang bule memang lebih beragam. Ada yang berwarna hitam, pirang, kecokelatan, hingga kadang membuat kita iri dengan warna-warna rambut mereka.

Kalau orang Indonesia warna rambutnya cuma hitam, dan itu juga kadang susah untuk warnain rambut. Kalau mau warnain merah contohnya, harus diwarnain blonde dulu. Tapi, rambut hitam legam orang Asia itu bagus menurut orang-orang bule. Warnanya pas di kulit kita, karena banyak orang bule justru tambah terlihat pucat ketika mewarnai rambutnya dengan rambut hitam. Dan yang pasti, keuntungan kita yang punya rambut hitam itu adalah kita jadi cocok untuk pakai baju warna apa aja!

6. Kalau kamu suka ber-cosplay, kamu harus lebih berbangga. Orang Asia jauh lebih cocok berdandan ala anime ketimbang orang bule :p

Cosplayer Indonesia lebih mirip! via japanesetangerangforum.blogspot.com

Satu poin ringan yang patut jadi pertimbangan: teman-teman Denmark saya ada yang benar-benar gila budaya Jepang dan hobi ber-cosplay. Tapi… Mereka nggak cocok! Let me say this, hanya orang Asia yang kelihatan wow untuk cosplay! Dengan fitur tubuh alami mereka, orang-orang Indonesia dan Asia lainnya bisa terlihat jauh lebih mirip dengan karakter aslinya. Satu lagi alasan buat bangga, ‘kan?

7. Tak hanya penampilan fisik, keberagaman suku hingga bahasa masyarakat Indonesia adalah hal yang harus membuat kita berbangga.

Bangsa Indonesia lebih beragam via nanafadjar.wordpress.com

Dimana lagi dalam satu negara terdapat bermacam-macam kultur, budaya, dan bahasa selain di Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke, ada orang Batak, Manado, Jawa, keturunan Tionghoa, pokoknya kultur kita beragam, dan kita bersatu di negara Indonesia! Bahasa kita juga bermacam-macam, dari bahasa Sunda, Jawa, Minang, Kalimantan,dll.

Kita sebagai orang Indonesia patut berbangga dan bersyukur karena kita adalah orang-orang yang terbiasa menggunakan banyak bahasa. Setidaknya, kita menguasai dua bahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Lidah kita juga terkenal lebih luwes dan bisa cepat beradaptasi dengan bahasa baru!

7. Dan yang terpenting, di balik kepercayaan dan latar belakang yang berbeda-beda kita masih bisa hidup berdampingan — bersama berdoa untuk masa depan.

Walau berbeda-beda keyakinan tapi bisa saling rukun dan menghormati via gorontalo.kemenag.go.id

Masyarakat Indonesia juga terbiasa hidup berdampingan dan saling bertoleransi antar umat beragama. Dari Katolik, Portestas, Islam, Buddha, Hindu, ada semua. Indonesialah bukti nyata bahwa meskipun kita berbeda-beda keyakinan, tapi kita masih bisa hidup saling menghormati.

Saat perayaan hari besar keagamaan pun masyarakat saling menghormati dan memberikan ucapan selamat kepada pemeluk agama yang sedang merayakannya. Setiap pemeluk agama juga bebas untuk menjalankan ibadahnya masing-masing. Kalau di luar negeri belum tentu bisa seperti ini. Jadi, kenapa kita harus ribut dengan sesama umat manusia? Justru kita ini unik karena masyarakatnya beraneka-ragam, tapi tetap satu!

Nggak ada alasan lagi untuk ngerasa minder dan menganggap bahwa orang-orang bule itu lebih bagus, tampan, cantik, dan lain-lain dari orang-orang Indonesia. Pada nyatanya toh mereka juga punya alasan sendiri untuk merasa iri dengan kita. So, it isn’t bad to be Indonesian, is it? 😉

Yuk, kirimkan karya tulisanmu ke redaksi Hipwee! Untuk informasi lengkapnya, silakan mampir ke sini!