Dosen di salah satu mata kuliah yang saya ikuti pernah mengatakan bahwa, orang Indonesia kurang menghargai ide anak-anak muda yang kreatif dan membatasi kreativitas mereka dengan idealisme orang dewasa. Umumnya orang-orang dewasa di Indonesia berpikir bahwa mereka telah melewati masa-masa anak muda dan jauh lebih banyak makan asam garam kehidupan, padahal anak-anak yang lebih muda juga bisa saja punya lebih banyak pengalaman dan pemikiran yang brilian.

Ya, itulah sebenarnya permasalah utama umat manusia di dunia. Sebagai manusia, seringkali kita lupa kewajiban kita untuk saling menghhormati dan menghargai orang lain. Bahwa di dunia ini kita hidup bersama-sama dengan milyaran orang lain — bukan seorang diri. Sudah sepatutnya kita saling menghargai dan menghormati dalam berbagai situasi dan kondisi.

Hingga detik ini, sudahkah kita melakukan kewajiban kita untuk saling menghargai dan menghormati orang-orang di sekeliling kita? Tanpa harus memandang usia, agama, kelamin, harta, dan juga kedudukan? Mari sejenak bersama-sama kita merenungi hal yang sepele namun penting ini. Beberap hal di bawah ini mungkinbisa mengingatkan kita tentang bagaimana seharusnya kita bisa menghargai dan menghormati orang-orang di sekitar kita denga cara yang sederhana.

1. Tanpa sadar kita sering melukai perasaan orang lain dengan lidah kita. Cukup dengan menjaga sopan santun dalam berbicara, kita telah menunjukkan sikap hormat kita padanya.

Berbicaralah dengan tutur kata yang lembut dan sopan via www.mylifetime.com.hk

Yang paling pertama dan utama adalah menghargai orang lain melalui tutur bahasa. Bahasa adalah alat komunikasi yang paling utama dan umum digunakan selain gestur dan raut wajah. Tidak bisa dipungkiri kalau jaman sekarang orang sering kelepasan bahasa gaul — bahkan saya sekalipun. Sehingga saya lupa dengan usia dan orang di sekitar sehingga menjadi permasalahan serius bagi yang tidak bisa menerimanya.

Advertisement

Sebagai anak muda, kita memang perlu untuk gaul supaya bisa memperluas pertemanan dan pengalaman, namun kita juga harus tetap memperhatikan sopan santun dan juga etika dalam berkomunikasi. Kalau berbicara dengan orang yang lebih tua, minimal kita harus mau berbicara dengan bahasa yang sesuai, dan tutur kata yang lembut. Berbicara dengan cara yang baik dan sopan adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghargai orang lain.

2. Kita sering menuntut orang lain untuk mendengarkan dan menerima pendapat dan ide kita. Tapi apakah kita juga sudah memasang telinga kita untuk mereka?

Hargai pendapat dan ide orang lain via www.berkeleycompassproject.org

Apakah selama ini kamu sudah yakin bahwa kamu selalu menghargai pendapat-pendapat orang lain? Apakah kamu sudah yakin jika kamu adalah orang yang mau menerima ide-ide orang lain? Banyak di antara kita yang ngakunya selalu menghargai pendapat orang lain dan selalu terbuka dengan ide-ide baru, tetapi pada nyatanya kita masih sering egois dan terlau acuh dengan pendapat dan ide orang lain.

Contohnya, saat kita sedang menyaksikan presentasi kelompok teman, kita malah asyik ngobrol atau malah main smartphone sendiri. Namun pada saat kita sedang presentasi, kita marah-marah jika ada orang yang dengan sengaja tidak mau memperhatikan presentasimu.

Nah, mulai sekarang perhatikanlah dengan baik-baik lawan bicaramu. Kalau bosan dan tidak menarik, ada baiknya tetap diam tapi sangat disarankan jika memperhatikan 80%-100%. Dengan memperhatikan dan menampung pendapat lawan bicara kita, itu tandanya kita sudah menghargai mereka. Sudah pasti kita juga ingin diperlakukan hal yang sama bukan? Maka lakukanlah hal itu pada orang lain juga.

3. Mungkin tanpa sadar kita suka mendikte orang lain. Jika kamu sering mengucap kamu tidak seharusnya begitu , ubahlah menjadi mungkin kamu punya cara lain .

Biarkan orang lain melakukan sesuatu dengan caranya sendiri via www.cosmopolitan.com

Cara paling sederhana untuk menghargai pendapat orang lain adalah mengubah pola pikir sendiri. Setiap orang punya pendapat dan caranya masing-masing, biarkan mereka melakukannya supaya kita sama-sama tahu apakah yang dilakukannya benar atau tidak.

Jika kita sudah pernah melakukan hal tersebut dan tidak berhasil, bicarakan secara baik-baik dan katakan kalau kita sudah pernah melakukannya dan gagal. Berikan masukan dan penjelasan yang sangat jelas dan masuk akal supaya dia juga bisa menerimanya dan bisa belajar dari pengalaman kita. Usahakan jangan membawa emosi yang nantinya malah akan menimbulkan kesan paksaan.

Dengan memberinya kesempatan untuk melakukan apa yang dia inginkan, dan kita tidak memaksakan pendpaat kita pada orang lain, itu artinya kita telah menghargai pilihannya sendiri. dan masukan yang kita berikan tanpa harus memaksanya merupakan bentuk perhatianmu pada dia.

4. Daripada jemawa dengan pengalaman kita dengan mengatakan saya lebih berpengalaman , kenapa tak mengucap saya percaya dengan apa yang kamu mau lakukan saja?

Jangan merasa lebih berpengalaman, beri orang lain kepercayaan via vision-world.ru

Ya, tidak ada salahnya mencoba sesuatu jika orang itu ngotot. Biarkan pengalaman menjadi pelajaran berharga karna tidak ada sesuatu yang gagal dan perlu disesali. Segala sesuatu yang gagal adalah kesuksesan supaya orang lain tidak perlu melakukannya, namun jika mereka memiliki jalan lain biarkan mereka melakukan karena bisa jadi cara yang mereka lakukan pada kasus yang sama bisa berhasil. Kepercayaan kecil yang diberikan akan memberikan efek penghargaan kepada apa yang ingin dilakukan orang lain.

Saat adik atau temanmu sedang bertanya dan memintamu nasihat, janganlah terlalu jemawa dengan mengatakan bahwa dirimu sudah lebih berpengalaman dari mereka. Alih-alih pamer pengalaman, alangkah lebih baik jika kamu memberikan masukan, support, dan kepercayaan atas apa yang sudah menjadi pilihannya.

5. Demi ingin terlihat benar di mata orang, kita lebih memilih bertengkar dengan orang-orang terdekat. Bukankah mengalah demi hal yang lebih baik adalah hal yang lebih penting?

Tak perlu harus selalu benar, tak ada salahnya mengalah untuk kebaikan via www.theatlantic.com

Perbedaan pendapat tidak dapat dihindari baik keduanya benar maupun keduanya salah namun jangan sampai berarut-larut dalam perbedaan pendapat. Mengalah juga salah satu cara menghargai orang lain sekaligus menjaga hubungan antar pihak yang terlibat. Jangan terus-menerus bertahan dengan pendapat sendiri sehingga kesannya memaksakan kehendak.

Kamu tak selalu harus jadi benar kok. Ada saatnya juga kita perlu untuk mengalah dan meredam ego. Sekalipun kamu yakin dirimu benar, namun jika situasinya malah jadi runyam dan panas, tak ada salahnya untuk mengalah semi sesuatu yang lebih baik. Mengalah bukan berarti kamu kalah dan membiarkan harga dirimu diinjak, hanya saja apa gunanya jika menjadi benar tapi malah harus mengorbankan pertemanan atau hubungan baikmu dengan orang-orang di sekitar jadi rusak?

6. Beranikan diri untuk mengatakan kata maaf jika memang salah. Hargailah orang yang sudah pernah kita sakiti perasaannya.

Jangan gengsi untuk mengucap kata maaf jika memang salah via www.startmarriageright.com

Kebanyakan orang memang gengsi jika salah melakuka sesuatu apalagi kalau umurnya lebih tua daripada orang yang benar. Ada baiknya jika kita mengucapkan kata maaf. Mengakui kesalahan merupakan salah satu cara menghargai yang baik. Walau terkadang berat, setidaknya kamu adalah orang yang cukup dewasa dan berjiwa besar karena sudah mau mengakui kesalahan.

Jika orang yang dimintai maaf itu tidak menerima, biarkan dan hargai saja keinginannya. Biarkan emosinya meredam lebih dulu, nanti akan ada waktu yang tepat untuk memperbaiki hubunganmu dengannya.

7. Hargai privasimu dan juga privasi orang lain dengan tidak mengumbar masalah pribadi ke publik.

Ini adalah permasalahan antar pribadi yang paling sering muncul di media sosial dan paling kritikal. Memang baik jika ada suatu masalah yang ingin dibahas kasusnya bersama, tapi ingat, kamu harus tahu di mana tempat yang tepat dan aman tentunya — bukan lewat media sosial.

Saat kamu sedang ada masalah dengan keluarga, teman, atau pacar, jangan umbar masalahmu dengannya di media sosial. Mungkin kamu bisa lega dengan curhat ke medsos, tapi hanya sesaat. Lagipula, orang-orang akan merasa risih dengan curhatan pribadi yang sebenarnya tak layak untuk dibagikan di media sosial. Hal ini juga akan menimbulkan sebuah permasalahan yang baru pada akhirnya.

Juga saat sedang ada isu hangat di dunia maya, kamu tentu saja bebas untuk memberikan pendapat dan juga komentar, tapi berikanlah komentar secara fair. Jangan sampai menjatuhkan bahkan berujung pada merendahkan orang tersebut. Hargai privasi diri sendiri dan juga orang. Tak semua hal patutu untuk kamu bagikan di ruang publik.

8. Jika ada orang yang tidak ingin menjalin hubungan denganmu lagi, hargai keputusannya. Kamu tak bisa memaksanya untuk menerimamu kembali.

Hargai keputusannya via www.cbsnews.com

Dalam hidup ini, mungkin kita pernah mengalami masa-masa sulit dalam sebuah hubugnan persahabatan ataupun percintaan. Misalkan, kamu sedang menghadapi sebuah konflik bersama sahabat atau kekasihmu, lalu mereka memilih untuk menghindari dan menjauhimu untuk sementara waktu. Jika kamu menemui kondisi seperti ini, ada baiknya jika kamu menghargai keputusannya.

Jangan memaksakan kehendak sendiri untuk mengejar orang yang tidak ingin bertemu dengan kita. Salah-salah hal itu akan menjadi teror dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang berlebihan. Jika memang terpaksa oleh suatu keadaan untuk bertemu bahkan bekerjasama dalam suatu proyek, bersikaplah layaknya profesional untuk bekerja, jangan bawa-bawa perasaan pribadi apalagi langsung diungkapkan di tempat.

Saya sebagai penulis artikel ini secara sadar mengetahui bahwa saya masih belum dapat melakukan semua yang saya sebutkan di atas, namun saya tengah berusaha untuk menjadi lebih baik. Pengalaman hidup memang belum cukup banyak namun sudah banyak drama yang saya lewati bahkan saya menjadi pemeran di dalamnya. Sudah saatnya drama dihapuskan dan menjalankan hidup selayaknya orang dewasa dan saya ingin mengajak teman-teman semua baik yang lebih muda maupun yang lebih tua dari saya untuk dewasa bersama. Respect!