Siapa sih yang niat menjalin hubungan dengan tujuan nantinya mau putus? Kecuali putusnya di pelaminan dan saat mengucap ijab kabul, ya tentu aja nggak ada! Tapi, yang namanya pacaran kadang nggak sesuai dengan rencana dan harapan. Awal pacaran kamu berjanji untuk terus bersamanya, tapi pada kenyataannya tak semudah itu. Seiring waktu, perasaanmu padanya juga mengalami pasang surut.

Saat perasaanmu mulai berubah padanya, kamu kadang masih bersikeras berkata bahwa kamu masih mencintainya, tapi ucapanmu itu tak tercermin pada perilakumu padanya. Kamu sendiri kadang nggak sadar kalau ternyata kamu sudah bosan dan ingin putus dari pacarmu. Nah, kalau gelagatmu seperti ini kepada pacarmu, bisa jadi itu adalah tanda kalau ternyata kamu ingin menyudahi hubunganmu dengannya!

1. Kamu merasa bahwa percakapan bersamanya, yang seharusnya menjadi agenda favoritmu, sudah tak lebih dari rutinitas yang hambar.

Obrolanmu bersamanya terasa hambar via www.heartrelationships.com

“Udah hambar aja rasanya. Apa yang dia omongin gak masuk banget. Hehehe.”

Mahardhika, 21, Sidoarjo

“Mulai mengurangi intensitas saling ngobrol entah lewat telpon .sms atau sosmed lain. Alasannya bisa dicari-cari, ntah sibuk atau sedang bersama orangtua.

Eko Wahyu Mustika Sari. 22, Sidoarjo

Advertisement

Ngobrol adalah salah satu kegiatan paling seru dan mengasyikkan ketika kamu bertemu dengan pacarmu, terlebih kalau kamu adalah pelaku LDR. Bercakap-cakap, bercerita, dan bersenda gurau bersamanya adalah hal yang paling kamu tunggu-tunggu saat kamu tak bersamanya.

Tapi itu dulu, sekarang kamu merasa setiap obrolanmu dengannya jadi tak seseru dulu lagi. Setiap kali dia mengajakmu untuk berbicara, kamu lebih memilih untuk diam, kamu merasa apa yang dia bicarakan kepadamu terasa nggak nyambung dan nggak menarik. Kamu kehilangan semangatmu yang dulu saat melihatnya bercerita banyak hal kepadamu.

2. Terasa berat jika menghubunginya. Komunikasi intens sudah kehilangan makna.

Kamu enggan berkabar dengannya via www.blogdacajuina.com.br

“Komunikasi sudah mulai jarang dan mulai ada rahasia-rahasia kecil.”

Fery Widhiatmoko , 22, Semarang

Kamu dulu pasti punya waktu-waktu tertentu untuk menghubungi pacarmu, ‘kan? Nah, kalau hubunganmu dengannya masih berjalan baik-baik saja dengannya, kamu gak akan ada permasalahan soal komunikasi. Sekalipun kamu sedang sibuk, kamu pasti menyempatkan untuk berkomunikasi dengan pacarmu.

Berbeda keadaannya dengan saat ini. Kamu merasa tak perlu lagi untuk menguhubungi kekasihmu itu. Intensitas komunikasimu pun semakin jarang. Komunikasi dengannya masih berjalan juga karena dia yang menghubungimu lebih dulu. Bahkan ekstrimunya, kamu nggak permah memberinya kabar hingga membuatnya marah. Saat dia menyalahkanmu, justru malah kamu yang merasa dia terlalu posesif padamu.

3. Walau kamu masih berpacaran dengannya, niat berhubungan dengan orang lain mulai muncul tanpa rasa bersalah.

Kamu punya niatan untuk bermain api via growingupbryce.com

“Sudah mulai melirik atau mencoba dekat dengan orang lain.”

Zelin, 20, jakarta

Kalau dulu kamu selalu bilang bakal setia dengan dia, dan bahkan kamu tak pernah mau untuk coba-coba bermain api dengan orang lain kecuali kalau kamu memang orang yang gak serius pacaran, sekarang kamu tak lagi merasakan hal itu. Kamu mulai memberi pemakluman dan keringanan pada janji dan komitmenmu sendiri.

Kamu merasa kalau kamu sedang butuh “penyegaran”, jadi kamu merasa perlu untuk mencari orang baru sebagai pelarianmu dari rasa bosan yang kamu rasakan pada hubunganmu padanya. Kamu tak lagi punya rasa takut untuk berbuat curang pada pacarmu sendiri.

Kalau sudah begini, daripada alih-alih mencari penyegaran malah jadinya kamu selingkuh, lebih baik kamu jujur saja padanya, katakan kalau kamu ingin putus. Jangan biarkan dirimu jadi orang yang brengsek karena sudah menduakan pacarmu sendiri. 🙂

4. Kamu gak lagi antusias untuk bertemu dengannya. Sebisa mungkin, jadwal kencan kamu hindari dengan berbagai alasan yang dicari-cari.

“Rasanya ketemu aja udah gak pengen, tapi mau gak mau harus ketemu buat ngomong putus.”

Miranda Bravia , 19, Yogyakarta

“Males ngobrol dan ketemuan lama-lama.”

Rizki, 21, Pasuruan

Ngobrol dengan dia aja udah males, apalagi kalau bertemu secara langsung. Ya, hal ini adalah tanda yang paling kentara saat kamu sudah mulai enggan dengan pacarmu. Sebisa mungkin kamu menghindar untuk bertemu dengannya. Bertemu dengannya udah nggak seindah dan semendebarkan hati seperti dulu lagi.

Gejolak cinta yang selalu timbul saat bertemu dengannya tak lagi kamu rasakan, hingga kamu menganggap bahwa dia tak lagi menarik di matamu maupun hatimu. Kamu benar-benar kehilangan semangat dan antusias untuk bertemu dengan orang yang dulu kamu selalu tunggu-tunggu kehadirannya.

5. Dia tak lagi jadi tempat curhat favoritmu. Entah karena yakin dia tak akan mengerti, atau takut dia menghakimi.

Kamu enggan berbagi cerita dengannya via www.huffingtonpost.com

“Apa yang biasa kami share jadi gak enak untuk di-share. Intinya mulai individualis lagi.”

Dilla, 18, Malang

Dulu kamu selalu ingin bercerita tentang semua hal kepadanya, dari yang sederhana, berat, susah, dan sedih, semua harus kamu ceritakan padanya. Bahkan tentang kue dan jajanan enak yang tak sengaja kamu temui di pasar pun, rasanya tak rela kalau hanya kamu habiskan sendiri.

Tapi sekarang, kamu tak berniat untuk berbagi sedikitpun tentang bagian dari hidupmu kepadanya. Perlahan kamu mulai menutup diri padanya. Daripada curhat kepadanya, kamu lebih memilih untuk bercerita dengan sahabat-sahabatmu. Saat kamu sedang mengalami sebuah masalah, dia bukan lagi orang pertama yang jadi tempatmu mencurahkan hati.

6. Kamu sering uring-uringan saat bertemu dia. Bukannya jadi quality time, kencan malah diisi dengan pertengkaran

Tiap kencan pasti bertengkar via www.dailymotion.com

“Yang saya rasain ketika mau putus dengan pacar adalah ketika setiap harinya selalu berantem terus, udah mulai males ketemu, dan bosan ngeliatin mukanya.”

Cyndi, 26, Yogyakarta

Tanpa alasan yang jelas, kamu sering bertengkar dengannya. Jadwal pertemuan kalian yang seharusnya jadi momen istimewa malah sering berujung pada pertengkaran — kencanmu berantakan. Bahkan seringkali yang menjadi penyebab dari pertengkaranmu dengannya adalah hal-hal kecil dan sepele.

Masalah kecil terlalu dibesar-besarkan, dan itu terus terulang setiap kali kamu dan dia bertemu. Bahkan, sekalipun dia sudah mengalah untukmu, kamu masih tetap jengkel kepadanya. Kalau kamu merasakan hal seperti ini, kamu patut menyadari, bisa jadi kamu sudah benar-benar ingin putus darinya.

7. Tak ada lagi rasa bahagia yang menyeruak dari hatimu, dan tak ada lagi senyum yang mengembang dari bibirmu saat dia menemui dan menghubungimu.

Kamu nggak ngerasa bahagia lagi dengannya via m.trusper.com

“Kalau gw tanda-tandanya yang sering muncul yaitu sindrom udah saling bener-bener cuek. Gak ada senyum kalau doi telp, yang ada beralasan ” maaf gw sibuk” dan untuk panggil sayang rasanya berat banget.”

Tya, 18, Batam

Rasa bahagia yang dulu selalu menghampirimu saat bersamanya kini benar-benar sirna. Tak ada senyum lagi yang mengembang dari bibirmu saat dia meneleponmu. Kamu cuek dan nggak perhatian lagi padanya. Buatmu, dia adalah orang yang paling membosankan yang harus kamu hindari.

Supaya bisa terhindar darinya, sebisa mungkin kamu mencari-cari alasan agar bisa terhindar darinya. Bahkan saat dia memanggilmu dengan panggilan sayang, kamu udah enggan banget untuk membalasnya.

8. Dulu kamu sangat nyaman berada di dekatnya. Tapi sekarang, kamu heran kenapa dulu kamu bisa jatuh cinta padanya.

Kamu merasa ilfil padanya via www.onlymyhealth.com

“Merasa gak nyaman dan ilfil.”

Donya, 25, Jakarta

“Bosan dan melakukan sesuatu. Serba tidak mood.”

Wahyu, 22, Padang

Dulu kamu merasa nyaman banget berada di dekatnya, sampai-sampai kamu merasa ada yang kurang jika sehari saja tak bertemu atau menghubunginya. Tapi kalau sekarang, saat bertemu dengannya bawaannya malas dan nggak semangat.

Walau dia tak berbuat kesalahan dan berbuat hal buruk yang fatal padamu, entah kenapa rasanya kamu ilfil padanya. Kamu nggak bisa merasa nyaman setiap kali jalan bareng dia. Kamu tak bisa lagi menikmati momen berdua dengannya. Kamu merasa seperti sedang buang-buang waktu saat jalan bareng dia.

9. Kebaikannya menjadi sesuatu yang kamu kubur di belakang kepala. Yang tampak olehmu hanya sikap-sikapnya yang tak bisa kamu terima.

Kamu selalu berpikiran buruk tentangnya via beingthetreeoflife.com

“Rasa bosan, komunikasi yang jarang, dan negative thinking terus-terusan.”

Febri, 19, Bekasi

Kamu juga jadi sering berpikiran buruk kepadanya. Kamu lebih banyak mengingat tentang kejelekan daripada kebaikan yang pernah dia lakukan kepadamu. Kadang karena saking bosannya dengan dia, kamu benar-benar lupa dengan semua hal-hal baik yang ada pada dirinya.

Saat kamu curhat tentang dia pada sahabatmu, kamu lebih banyak bercerita tentang hal-hal jelek tentang dia atau hubunganmu dengannya. Saat bercerita pada sahabatmu, kamu lebih banyak bercerita tentang keluhan daripada kabar baik tentang hubunganmu dengannya.

Jika kamu saat ini sedang mengalami gejala-gejala di atas, kamu perlu waspada. Kemungkinan besar kamu memang sedang bosan dan ingin memutuskan hubunganmu dengan pacarmu. Pertimbangkan baik-baik dan matang-matang jika kamu ingin putus darinya. Semua keputusan ada di tanganmu, tapi jangan sampai kamu salah mengambil langkah hanya karena rasa bosan melanda ya!