Seiring dengan perubahan zaman yang menjadi serba digital, semua orang selalu dituntut untuk lebih cepat, kreatif menangkap setiap kesempatan, dan menjawab setiap tantangan yang muncul. Termasuk kita yang masih berstatus mahasiswa, wajib hukumnya untuk mempersiapkan diri menghadapi segala haling rintangan, demi mencapai apa yang selama ini kita inginkan.

Kalau beberapa waktu yang lalu Hipwee pernah memuat artkel tentang 5 Alasan Kenapa Mahasiswa yang Nggak Punya LinkedIn Adalah Golongan yang Merugi. Kali ini kita ingin berbagi kiat-kiat jitu yang dapat kamu terapkan untuk memaksimalkan situs jejaring professional yang satu itu untuk menunjang statusmu sebagai mahasiswa.

Active participation on LinkedIn is the best way to say, ‘Look at me!’ without saying ‘Look at me!” ― Bobby Darnell

Dengan jurus-jurus ini, tidak hanya wawasanmu sebagai mahasiswa yang akan menjadi lebih luas. Tetapi juga memperbesar kesempatanmu untuk selangkah lebih dekat dengan apa yang kamu cita-citakan selama ini. Memperoleh pekerjaan idaman, kesempatan magang ditempat yang kamu inginkan, atau bahkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di kampus impianmu. Karena itulah, rugi rasanya jika kamu tidak memaksimalkan penggunaan akun LinkedIn milikmu!

1. Sepeti hendak bertemu calon mertua, kamu harus bisa menciptakan kesan pertama yang mengesankan. Jadi, pastikan memasang foto yang tepat untuk profilmu.

Mana foto yang lebih terkesan profesional? via LinkedIn.com

Advertisement

First impression, atau kesan pertama adalah hal yang penting di sini. Sebelum membaca bagian lain dari profilmu, hal pertama yang akan dilihat orang lain adalah foto. Jadi, pilihlah dengan tepat foto untuk profil LinkedInmu. Jangan menggunakan foto selfie, atau foto saat kamu kongkow bareng temen-temenmu yang tidak memperlihatkan sisi profesionalmu.
Studi yang dilakukan oleh LinkedIn sendiri menyatakan bahwa orang lain akan melihat profil kita salah satunya tergantung dari bagaimana foto yang terpasang pada akun kita. Orang lain disini bisa berarti orang yang ingin kamu masukkan kedalam koneksimu, perekrut dari perusahaan harapanmu, staf akademik kampus impianmu, atau siapapun.

2. Karena LinkedIn akan meletakkan statusmu saat ini sebagai headline pada profilmu, kamu harus bisa menuliskannya semenarik mungkin.

Headlinemu harus singkat, dan menarik. via LinkedIn.com

Headline adalah tagline yang akan menarik perhatian pembacanya untuk membaca profil lengkapmu. Kamu dapat menuliskan tentang siapakah kamu, atau apa yang ingin kamu lakukan ke depan. Pastikan kamu menuliskannya dengan singkat, dan padat.

Terdapat dua hal yang harus kamu perhatikan disini. Pertama, jangan mengisi headlinemu dengan hal yang sifatnya terlalu personal. Seperti, ‘cat lover’, atau ‘party enthusiast’. Walaupun kamu memang pecinta kucing tingkat dewa, atau kamu memang aktivis pesta tiap malam, tetapi hal tersebut tidak ada relevansinya dengan sisi profesionalmu dalam bidang pekerjaan.

Kedua, jangan pula menuliskan hal yang akan memberikan kesan bahwa kamu menyombongakan diri sendiri, dan hal-hal yang terlalu klise. Seperti, ‘Marketing Ninja’, ‘Creative Content Writer’ atau ‘SEO Guru’. Karena mereka yang tadinya ingin menawarimu kesempatan akan urung melakukannya. Jika kamu tidak memiliki ide sama sekali untuk headlinemu, kunjungilah halaman kakak tingkatmu, teman-temanmu, atau orang-orang terkenal yang sudah lebih dulu aktif di LinkedIn.

3. Agar profilmu lebih mudah ditemui dan dicari orang di Internet, jangan lupa untuk mengubah alamat URL-nya.

Sesuaikan alamat URLmu . via LinkedIn.com

Standarnya, LinkedIn akan secara otomatis memberikan alamat URL standard untuk akunmu berupa kumpulan angka-angka random. Tidak perlu diubah pun sebenarnya akun LinkedInmu sudah bisa digunakan sebagaimana mestinya. Tetapi, agar terkesan lebih profesional lagi jika kamu mengubah alamat tersebut sesuai dengan namamu.
Hal ini akan memudahkan orang lain menemukan resume online milikmu saat mereka mencarimu melalui mesin pencari. Karena halaman profil LinkedIn milikmu bisa tampil pada halaman pertama hasil pencarian pada mesin pencari seperti Google. Keren ‘kan?
Kamu dapat mengubahnya dengan cara berikut ini:

  • Klik menu ‘Profile’, pilih sub menu ‘Edit Profile’
  • Pada bagian bawah foto profil terdapat sederetan alamat link url milikmu. Klik ‘Edit’
  • Ubahlah sesuai namamu agar terlihat lebih profesional.

4. Mengapa orang lain harus melihat profil LinkedIn-mu lebih jauh? Karena di situlah lapak tempatmu ‘mejual’ kemampuan dan kelebihanmu lewat ringkasan.

Anggap saja summary itu cover letter via linkedIn.com

“Apa yang menjadi passionmu selama ini?”
“Apa saja kemampuan terbaikmu sejauh ini?”
“Apa fakta menarik tentangmu?”

Anggap saja bahwa summary/ringkasan adalah paragraf pertama yang akan dilihat dari surat lamaranmu. Bisa terdiri atas pengalaman, kualifikasi, tujuan, dan pemikiranmu selama ini. Bisa juga menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang memotivasimu, apa yang berhasil kamu lakukan, kemampuan apa yang kamu kuasai, dan apa yang membuatmu terlihat berbeda. Pastikan kamu menuliskannya dengan jelas, jujur, dan percaya diri.

Sama halnya dengan menjual suatu barang, di profil LinkedIn-mu kamu juga harus bisa ‘menjual’ dirimu dengan cara yang baik, menarik, dan mengundang rasa penasaran tentunya. Berikan informasi yang jujur dan tidak berlebihan.

5. Mengumpulkan endorse atau dukungan dari orang-orang yang mengenalmu di LinkedIn adalah Hal penting, karena ini bisa jadi bukti jika kamu berkompeten.

Anggap saja summary itu cover letter via LinkedIn.com

Sudah tahu apa itu fitur endorse? Di LinkedIn kita dapat mengisikan kemampuan apa saja yang kita miliki secara lebih rinci, dan spesifik. Kemudian, mereka yang mengetahui kemampuanmu seperti apa dapat memberikan dukungan pada tiap-tiap kemampuan yang kamu miliki melalui fitur ‘endorse’. Begitu pula sebaliknya, kalian dapat saling mendukung satu sama lain.

Hal ini berfungsi untuk menguatkan pendapat bahwa kamu memang menguasai kemampuan tersebut. Kamu mengkalim sudah menguasai suatu kemampuan, dan ketika orang lain juga turut mengakui kemampuanmu akan hal tersebut, hal ini dapat meyakinkan siapa saja yang melihat resumemu di LinkedIn.

Semakin banyak orang yang mengakui kemampuanmu, maka orang lain tidak akan ragu lagi dengan kemampuan tersebut. Singkatnya, fungsi endorse disini semacam mengumpulkan lebih orang-orang yang akan mengatakan padamu, “Ya, kamu memang jago dibidang ini.”

6. Rekomendasi dari orang lain yang dapat dipertanggungjawabkan akan membuat pofilmu Lebih meyakinkan di mata orang lain.

Kumpulkan rekomendasi! via LinkedIn.com

Rekomendasi sendiri adalah pararaf pendek semacam,

“Orang ini pekerja keras, tangguh, rajin, pandai, dan rendah hati. Saya pernah bekerjasama dengannya dalam suatu proyek X, dan kami memperoleh hasil yang cukup memuaskan.”

Dimana paragraf tersebut akan dilihat oleh tiap pengunjung halaman profilmu. Mereka yang akan memberimu tawaran pekerjaan, kesempatan magang, atau beasiswa untuk studi ke jenjang yang lebih tinggi biasanya akan memperhatikan rekomendasi dari orang-orang yang pernah mengaturmu, mengajarimu, atau mereka yang pernah bekerja denganmu.
Sebagai orang yang masih berstatus mahasiswa, kamu dapat meminta dosenmu, kakak tingkat yang pernah satu tim denganmu dalam suatu proyek, atau teman-teman kuliah yang pernah satu tim denganmu dalam suatu kompetisi untuk memberikan rekomendasi.
Tetapi ingat satu hal, ketika seseorang sudah dengan sangat baik hati menulis rekomendasi untukmu, tawarkan hal yang sama pula untuk mereka ya.

7. Maksimalkan koneksimu dengan para alumni kampusmu, atau alumni kampus impianmu lewat halaman alumni.

Kamu bisa mencari alumni kampusmu, dan alumni kampus Impianmu via LinkedIn.com

Untuk memperluas jaringan di LinkedIn, kamu dapat memulainya dari para alumni kampusmu. Kamu dapat menemukan alumni yang sama dengan almamatermu sekarang, dan telah bekerja di bidang yang ingin kamu tekuni. Atau kamu bisa pula menemukan para alumni dari kampus yang menjadi idamanmu dan belajar dari mereka.

Tetapi ingat juga, jangan asal mengirim permintaan untuk memasukkan mereka ke dalam jaringanmu. Kirimkan bersama permintaanmu itu, sebuah catatan, dan katakan pada mereka maksud, serta tujuanmu. Katakan bahwa kamu ingin belajar dari mereka, dan membangun silaturahmi. Pastikan pula kamu mengirimnya secara personal, jadi penerimanya akan tahu bahwa niatmu itu tulus.

Melihat profil LinkedIn mereka dan terhubung dengan mereka dapat memberimu pemahaman lebih tentang langkah-langkah yang mereka ambil semenjak mereka lulus. Hal ini dapat membantumu merencanakan langkahmu, dan membuat keputusan dalam rangka memperoleh apa yang menjadi keinginanmu. Selain itu, dengan membangun komunikasi yang baik dengan para alumni dapat memberimu kesempatan untuk mendapat informasi paling update tentang lowongan pekerjaan ditempat mereka bekerja. Asyik ‘kan?

8. Jangan terlalu khawatir jika kamu merasa pengalaman kerjamu belum banyak. Tunjukkanlah kemampuanmu yang lain untuk menambah nilai jualmu!

Tunjukkan kemampuanmu yang lain via LinkedIn.com

Meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa, dan merasa belum banyak memiliki pengalaman kerja, tenanglah, kamu dapat memperlihatkan kemampuanmu yang lain kok. Masukkan saja konsentrasi yang kamu ambil pada studimu, penghargaan, prestasi yang pernah kamu raih, pengalaman organisasi, bahkan pengalaman menjadi sukarelawan pun dapat menjadi nilai tambah.

Jangan meremehkan pengalamanmu menjadi sukarelawan loh. Karena berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, 20% manager HRD di Amerika mengatakan bahwa mereka telah mempekerjakan seseorang karena pengalamannya sebagai sukarelawan (volunteer). Mereka meletakkan pekerjaan sebagai sukarelawan seperti pekerjaan berbayar pada umumnya.

9. Kamu tidak bisa membuat profil di LinkedIn dan meninggalkannya begitu saja. Seperti pada sosial media lainnya berpartisipasilah dalam diskusi.

Tulislah artikelmu sendiri! via LinkedIn.com

Memang, hanya menjadi silent reader di LinkedIn saja sudah banyak manfaatnya. Ada banyak sekali tulisan keren yang akan membantumu belajar, berkembang, dan menemukan jalan suksesmu. Kamu dapat memperoleh berbagai ilmu dari ratusan penulis hebat di LinkedIn yang mereka sebut sebagai Influencer. Beberapa Influencer yang selama ini pasti kamu kenal seperti Bill Gates, dan Richard Branson rajin membagi ilmunya disana.

Tetapi, dapat berpartisipasi sebagai pengguna aktif pasti lebih banyak lagi manfaatnya. Meski belum bergelar Influencer, kamu harus tuh sesekali mencoba untuk berpartisipasi. Kamu bisa meninggalkan jejak dengan berkomentar pada artikel-artikel para Influencer yang kamu sudah baca, sampaikan pendapatmu mengenai tulisan mereka.

Atau kamu bisa pula menulis artikelmu sendiri disana yang mengajak orang-orang dalam jaringanmu untuk berdiskusi. Pastikan kamu menggunakan bahasa yang formal ya. Dari tulisan-tulisanmu itulah mereka yang ingin menawarkan posisi diperusahaannya, atau berbagai kesempatan yang lain kelak bisa menilai bagaimana pemikiranmu.

Itu tadi jurus-jurus jitu yang dapat kamu terapkan untuk memaksimalkan sosial media profesional LinkedIn yang sebenarnya bertujuan untuk membantu menciptakan personal branding untuk para penggunanya ini. Meski masih berstatus mahasiswa, sebaiknya kamu mulai melakukannya sekarang, jangan tunggu hingga nanti saat sudah harus mencari tempat magang, mencari pekerjaan, dan sebagainya.

The secret of success is to be ready when your opportunity comes. 

-Benjamin Disraeli

Jadi, sembari menunggu tawaran maupun kesempatan yang datang menghampirimu. Kamu bisa terus memperbaharui profilmu sebagai CV onlinemu yang dapat kapan saja diakses. Kamu juga bisa memperluas jaringanmu, memperkaya wawasanmu, dan menentukan langkah apa saja yang harus kamu tempuh setelah lulus dari bangku kuliah untuk mencapai cita-citamu selanjutnya.

Lewat jaringan yang sudah kamu bangun, kamu dapat belajar, dan meminta mereka yang telah lebih dahulu berpengalaman untuk membagi pengalamannya. Kamu dapat belajar langsung dari ahlinya. Semoga berhasil! 🙂