Sesaat setelah rektor memindahkan jambul toga kamu dari sisi kiri ke sisi kanan, maka resmilah pada saat itu juga status kamu berubah dari mahasiswa menjadi pengangguran sarjana. Yah, sebagaian besar sarjana pasti pernah jadi pengangguran. Tenang, walaupun pengangguran kamu pengangguran intelek kok. Tapi meskipun pengangguran intelek, pengangguran ya tetap aja pengangguran — nggak punya duit! Hehehehe.

Lebih tepatnya kamu adalah pengangguran sementara, sambil menunggu datangnya panggilan kerjaan, nunggu keluarnya jadwal beasiswa kuliah lanjutan, ataupun beasiswa di universitas luar negeri. Nah, meskipun kamu sedang jadi pengangguran, jangan sampai kamu jadi pengangguran yang nggak bermanfaat bagi dirimu dan orang lain.

Agar penantianmu tidak sia-sia, waktumu berjalan penuh makna, keberadaanmu tidak seperti orang yang nggak berguna, dan kamu tidak merasa menjadi beban orangtua dan negara, tidak ada salahnya jika kamu mencoba melakukan hal-hal sederhana tapi bermanfaat seperti berikut ini:

1. Daripada cuma guling-guling di kasur, mending volunteer jadi tukang ojek atau sopir pribadi ortu. Siapa tahu dapet cipratan duit bensin ‘kan?

Jadi ojek pribadi orangtuamu via ureport.news.viva.co.id

Kalau orangtua kamu mau pergi ke suatu tempat, lebih baik kamu menawarkan diri untuk menjadi sopir atau ojeknya. Kenapa? Selain karena kamu harus berbakti kepada orangtuamu, kamu bisa mengais sedikit rezeki dari peluang ini. Yap, daripada uang orangtuamu jatuh ke tukang ojek atau becak sebelah rumah, mendingan masuk uang saku kamu kan? Bukannya perhitungan, tapi namanya juga usaha.. hehehe.

Advertisement

Bisa aja pas ngisi bensin ada uang kembalian dan orangtua kamu bilang “udah, simpen aja”, lumayan ‘kan? Yah, walaupun cuma recehan, tapi setidaknya bisa cukup buat beli pulsa internet!

Atau, kalau kamu lagi beruntung, bisa aja kamu ketemu jodoh selagi menjalani profesi ini. Ini bisa jadi ajang buat pencitraan dan promosi diri! Teman-teman orangtua kamu pasti bakalan mikir kalau kamu itu adalah anak yang sayang dan berbakti pada orangtua, padahal mah karena belum ada kerjaan aja, dan akhirnya kamu dijodohin dengan anaknya. Gimana? Ya, jodoh kan bisa datang dari mana dan kapan saja, asal mau usaha! :p

2. Mumpung lagi nganggur nggak sibuk, ini saatnya buat puas-puasin jadi anak mama papa. Kapan lagi coba bisa quality time bareng ortu?

Puas-puasin bareng ortu dulu… via blogs.fuller.edu

Nah, ini nih. Semasa kamu kuliah, apalagi yang kuliahnya beda kota sama tempat tinggal orangtua, pasti kamu sering melewatkan waktu buat nemenin orangtua. Disaat ini lah, kamu bisa membayar lunas waktu kamu yang terlewatkan dulu. Bisa jadi momen bersama ortu ini nanti jadi momen langka yang bakal sulit kamu dapetin lagi.

Gunakanlah waktu selama jadi pengangguran sementara ini dengan sebaiknya-baiknya, karena bisa jadi habis ini kamu bakalan kerja di luar kota lagi atau bakalan kuliah yang jauh lagi dari orangtua.

Selagi kamu masih di rumah, perbanyak cerita, senda gurau, membantu dan membahagiakan orangtua. Pasti mereka bakalan rela (walaupun agak terpaksa) untuk kemudian kamu tinggal lagi.

3. Walau nganggur, kamu harus jadi pengangguran yang produktif. Lakukan hobimu yang sempat tertunda, supaya kamu tetap terlihat intelek!

Ulik hobi lagi, biar gak nganggur-nganggur amat! via pixgood.com

Beberapa bulan terakhir ini, mungkin waktu, pikiran, dan tenaga kamu terkuras buat menyelesaikan skripsi ataupun tugas akhir. Mumpung kamu masih jadi pengangguran, kamu jadi punya banyak waktu lagi buat melakukan hobi kamu yang sempat tertunda. Kamu juga jadi punya banyak kesempatan untuk lebih mengeksplore bakat terpendam yang kamu miliki.

Ya walaupun judulnya pengangguran, tapi seenggaknya kreativitasmu juga jangan dianggurin gitu aja. Lagipula kalau ada temanmu yang udah dapat kerja dan nanyain kesibukanmu apa, kamu masih bisa jawab dengan cara yang elegan.

“Lagi sibuk mengasah skill dan kreativitas nih, mumpung belum sibuk. ”

Seenggaknya kamu gak kelihatan nganggur-nganggur amat lah ya! Tengsin juga ‘kan? :p

4. Nganggur itu waktunya buat bernostalgia! Temui teman-teman lamamu, siapa tahu bisa reuni bareng mantan sahabat-sahabat SD, SMP, atau SMA!

Ketemu teman lama, siapa tahu ketemu mantan via www.buzzfeed.com

Biasanya, kalau sudah sibuk kuliah di luar kota kebanyakan kita sering lupa sama teman lama, teman TK, SD, SMP, dan SMA — bahkan ada yang sudah tidak ingat sama sekali. Iya sih, dengan berkembangnya media komunikasi saat ini pertemuan tidak melulu harus dilakukan tatap muka secara langsung, tapi mana ada kehangatan yang bisa melebihi pertemuan langsung, ya ‘kan?

Karena sekarang kamu lagi belum ada kerjaan, sok atuh jalin silaturahmi lagi dengan mereka. Siapa tahu kamu bisa bernostalgia kembali bareng mantan teman-teman masa SMP atau SMA. Reunian kembali bareng kawan-kawan lama bisa jadi hiburan di tengah-tengah kepanikan nyari kerja. Siapa tau dari mereka ada yang sudah nikah, atau bahkan sudah punya anak tiga! *makin stres karena sampai sekarang belum kepikiran nikah!

5. Daripada stres gak ngapa-ngapain nunggu panggilan kerja sampai lumutan, kenapa gak coba jalan-jalan keliling daerahmu?

Jalan-jalan keliling daerahmu biar update via twitter.com

Semasa kamu kuliah kamu pasti kurang update sama perkembangan di lingkungan tempat tinggal kamu. Kamu tidak tahu kalau ternyata di dekat rumah kamu sudah ada peternakan ganteng-ganteng serigala, atau tiba-tiba di kampungmu ada pohon kelapa berbuah mangga! Atau bisa jadi di saerahmu ada tempat yang punya pemandangan bagus luar biasa dan belum pernah kamu jamah.

Nah, sekaranglah waktu yang tepat buat kamu untuk meng-update semua berita di sekitar tempat tinggal kamu. Siapa tahu tempat itu punya potensi wisata yang oke! Mumpung kamu punya banyak waktu untuk temu kangen dengan kampung halamanmu. Kalau sudah merantau lagi, kamu nggak akan punya banyak kesempatan lagi seperti ini.

6. Setelah lama kamu tinggal merantau, mungkin adikmu sudah lupa padamu. Nah, ini saat yang tepat buat PDKT lagi dengan adikmu!

Ajarin adik ngerjain PR via www.happy-giraffe.ru

Seingat kamu, dulu si adik ini belum lancar-lancar banget jalannya. Eh, setelah kamu tinggal beberapa tahun, dia udah SMP aja. Nah lo, berapa tahun kamu tamat kuliah?. Hahaha…

Selama menuntut ilmu di tanah rantau kan kamu banyak kehilangan waktu bermain sama mereka tuh, kamu kehilangan momen-momen tumbuh kembang adik-adikmu, nah sekarang kamu bisa sedikit menebusnya dengan cara bantuin mereka bikin PR atau main bareng mereka. Oh iya, ngebantuin ya, bukan malah ngerjain. Pasti dia bakalan seneng banget dan bakal nyadar kalau selama ini dia memang beneran punya kakak.

Anggep aja ini sekalian untuk mengasah otakmu, siapa tahu udah beku karena kelamaan nganggur. Hehehe.. *peace

7. Ingat, walau nganggur kamu harus tetap terlihat sibuk. Ikut kursus-kursus gratis yang bisa menambah skill, pengalaman, kenalan dan gebetan!

Ikut kursus selagi nganggur via bismacenter.ning.com

Biasanya Disnaker atau LSM sering membuka berbagai pelatihan atau kursus gratis seperti kelas menjahit, memasak, merajut, desain grafis, dan sebagainya. Nah, mumpung kamu belum ada kerjaan, cocok banget nih buat ngisi waktu. Selain kamu dapat ilmu dan pengalaman baru gratis, kamu juga bisa tambah kenalan dan gebetan lho! *tetep

Modal ini juga bisa buat kamu jadikan sebagai lahan kerjaan. Alih-alih cari kerja, malah kamu yang akhirnya membuka lapangan pekerjaan. Berawal dari kursus gratis, bisa jadi entrepreneur, dapet gebetan pula, keren dah!

Memang, menunggu adalah salah satu hal yang paling membosankan, apalagi menunggu dalam ketidakpastian. Tapi sebagai anak muda, kita tidak boleh hanya menyalahkan keadaan, kita harus proaktif untuk mencari jawaban dan peluang. Daripada masa penantian ini kamu habiskan dengan sesuatu yang tidak berguna, dan akhirnya malah bikin orangtua sebel, jadi sarjana yang membebani keluarga, negara, nusa, dan bangsa. Mungkin tips-tips di atas bisa kamu coba!

Karena waktu adalah hal yang paling mahal dan berharga, maka isilah ia dengan sesuatu yang bermutu dan penuh makna.

Kredit gambar andalan: Bayu Skak