Sebelumnya, Hipwee pernah mengulas artikel tentang alasan kenapa mahasiswa Teknik bisa jadi pacar ciamik dan mahasiswa jurusan Sastra adalah pacar yang istimewa. Dan ternyata ini membuat salah satu pembaca Hipwee, Shofi Auliya, tergelitik untuk menujukkan bahwa mahasiswa Psikologi juga layak untuk diperhitungkan sebagai kandidat pasangan yang baik! Hhhmmm… kira-kira apa aja sih yang membuat mahasiswa Psikologi itu layak untuk jadi pasanganmu? Langsung aja yuk baca artikelnya!

Banyak yang bilang mahasiswa Psikologi nantinya akan menjadi paranormal, karena mereka bisa menerawang sifat dan kepribadian seseorang. Atau mahasiwa Psikologi nantinya akan bekerja di rumah sakit jiwa saja. Ada juga yang takut karena psikolog dianggap selalu berhubungan dengan orang-orang yang memiliki penyakit gangguan jiwa, seperti skizofrenia.

Kebanyakan stereotip-stereotip yang beredar tentang anak Psikologi itu salah kaprah. Dibilang tukang ramal, temenannya sama orang gila… padahal ya nggak gitu juga. Karena itu, di artikel ini kita akan menelaah sisi lain yang tak banyak orang tahu dari mahasiswa Psikologi. Ini mungkin akan mengubah mindset kamu tentang anak jurusan ini. Atau bisa juga, kamu malah akan kepincut dengan anak Psikologi! :’p

1. Tak Usah Khawatir Dia Tiba-Tiba Gusar, Karena Mahasiswa Psikologi Sudah Pasti Penyabar

Kesabaran mereka sudah terlatih dan teruji via psikologiusb.wordpress.com

Advertisement

Dalam pendidikannya, anak Psikologi dituntut untuk sabar, bukan karena kurikulum dan pelajaran serta teori-teori psikologi yang bejibun, tapi juga karena nanti saat di dunia kerja anak Psikologi akan berhadapan dengan ribuan masalah. Bukan hanya masalah kehidupan pribadinya sendiri, tetapi juga masalah-masalah para kliennya yang bermacam-macam pula.

Memang, di dalam pendidikan sampai di dunia kerjanya nanti, orang-orang dari Psikologi ini memakai kesabaran sebagai kunci utamanya, karena mereka harus teliti dalam kegiatan observasi maupun analisisnya. Anak Psikologi selalu dituntut untuk menggunakan kesabaran yang ekstra tinggi, baik dalam bidang pendidikan, klinis, perkembangan, dan lain-lainnya. Kesabaran anak Psikologi sudah teruji dan terasah, jadi bisa kebayang ‘kan gimana sabarnya anak Psikologi?

2. Tak Usah Cemas Kamu Tak Dimengerti, Karena Anak Psikologi Adalah Pribadi Dengan Kepekaan Tinggi

Mereka adalah orang-orang yang peduli via www.solopos.com

Anak Psikologi juga bergerak dalam bidang sosial. Dalam kesehariannya, mereka harus sering berinteraksi dengan klien-kliennya dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Dalam proses penanganan dan penyembuhan itu, tentunya seorang Psikolog harus bisa menganalisa dari berbagai aspek, termasuk aspek sosialnya.

Dia dituntut untuk selalu peka terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh klien-kliennya. Karena itulah, anak-anak Psikologi sudah tentu memiliki rasa simpati dan empati yang tinggi terhadap orang-orang di sekelilingnya. Jangan takut jika suatu saat nanti kamu akan dicuekin. Dia tak akan melakukan hal itu, karena dia sangat peduli dengan hal-hal sederhana yang ada di sekelilingnya.

3. Anak Psikologi Punya Pengetahuan yang Luas. Dengannya, Kamu Tak Akan Kehabisan Bahan Bicara.

Mereka punya pengetahuan yang luas via psikologi.ub.ac.id

Kata siapa anak Psikologi cuma belajar soal sosial saja? Anak Psikologi mempelajari ilmu alam juga, lho! Mereka akan mempertimbangkan dan menilai sesuatu dari dua sudut pandang yang berbeda. Contohnya saja, jika ada klien yang merasakan sakit kepala setiap kali ada masalah yang menimpa mereka, seorang Psikolog tidak langsung memvonis pasien tersebut terkena depresi atau yang lainnya, tetapi mereka juga harus menganalisis melalui keadaan fisiologis klien tersebut.

Dalam perkuliahannya, anak Psikologi belajar ilmu Psikologi dalam pandangan ilmu pengetahuan alam. Seperti ilmu Fisika, Kimia, sampai Biologi dan Matematika. Contoh-contoh mata kuliah yang berhubungan dengan ilmu eksakta itu seperti Psikologi Faal yang membahas tentang fisiologis manusia, anatomi sampai penyakit-penyakit psikologis. lalu ada juga Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis sampai Psikometri.

Jika kalian mempunyai pasangan anak Psikologi,jangan takut kehabisan bahan obrolan, karena dari ilmu sosial sampai ilmu eksakta, mereka juga menguasai. Mereka bisa membahas sebuah permasalahan dari dua sudut pandang yang berbeda!

4. Biasa Menghadapi Berbagai Situasi Ekstrem, Anak Psikologi Punya Pengertian Tingkat Tinggi

Dia bisa mengerti dirimu dari perilakumu via Diamaumenjadipendengarsetiamu

Gimana nggak pengertian coba, hampir setiap hari mereka mempelajari tentang perilaku manusia. Mulai dari  menganalisis perilaku seseorang, bagaimana cara yang baik dalam melakukan sebuah pendekatan terhadap kliennya, hingga mempelajari bagaimana cara memberi pengertian yang baik tentang masalah-masalah klien-nya.

Dari situ kita sudah bisa simpulkan bahwa mereka punya kelebihan dalam memahami kepribadian, sifat, dan keinginanmu. Bahkan jika kamu tidak meminta pun, mereka masih bisa memperhatikan dan menafsirkan keinginanmu lho. Bukan karena dia bisa menerawang seperti layaknya cenayang, tapi itu karena anak Psikologi bisa melihat dan menafsirkan seseorang melalui komunikasi non verbal, seperti gerak-gerik kamu di depan dia sampai pandangan matamu.

5. Jika Kalian Suka Dengan Dunia Entrepreneur, Anak Psikologi Adalah Pasangan Duet yang Paling Serasi Untukmu

Dia bisa memberimu saran mengenai bisnismu via www.djarumfoundation.org

Tahukah kalian bahwa seseorang yang berprofesi sebagai staf HRD adalah kebanyakan dari Psikologi? Yup, anak Psikologi juga belajar pelajaran Psikologi Industri dan Organisasi, dimana mereka akan belajar tentang bagaimana seluk beluk dunia bisnis, tentang perekrutan karyawan sampai strategi-strategi yang bisa diterapkan di perusahaan.

Di beberapa Universitas yang masih memakai kepeminatan, ada juga yang menyediakan kepeminatan Psikologi Industri, yang nantinya akan melahirkan calon-calon HRD yang berkompeten.

Kalau kamu saat ini sedang menggeluti bidang entrepreneur, pasangan yang paling cocok untukmu adalah anak Psikologi. Dia akan selalu senantiasa memberikan masukan-masukan yang hebat yang bisa membantumu untuk mengembangkan bisnis yang sedang kamu rintis. Dengannya, kamu bisa menjadi pasangan entrepreneur yang hebat.

6. Terbiasa Mendengarkan dan Menganalisis Kata-Kata, Dia Bisa Menjadi Pendengarmu yang Paling Setia

Dia mau menjadi pendengar setiamu via www.unpad.ac.id

 Anak Psikologi dipersiapkan untuk menjadi seorang konselor dan calon psikolog yang bisa mendengarkan semua keluhan dari kliennya. Berbagai macam keluhan dan juga permasalahan harus ia tampung dengan dengan tangan terbuka, meskipun terkadang keluhan-keluhan tersebut cukup ‘pedas’ di telinga. Tetapai, apapun keadaannya, dia harus sabar mendengar semua keluhan pasiennya. Bahkan anak Psikologi punya kata-kata seperti ini:

 “Kita di ibaratkan menjadi tempat sampah yang paling mahal dan paling bagus, karena tugas kami hanya menampung masalah-masalah yang menyesakkan para klien kami. Tapi kami juga bersyukur karena kami telah membersihkan apapun yang menyesakkan di dalam hati dan otak para klien kami.”

Saat kita ingin mencurahkan sesuatu kepada seseorang, tak selalu berarti kita ingin diberikan sebuah solusi penyelesaian. Terkadang kita hanya membutuhkan seorang yang mau memasang telinganya untuk mendengarkan seluruh keluh kesah kita. Untuk urusan ini, anak Psikologi lah juaranya. Jika ia diminta untuk menjadi seorang penasihat, dia akan memberikan nasihat terbaiknya, Tapi jika dia hanya diminta untuk menjadi seorang pendengar, dia akan menjadi seorang pendengar setiamu.

7. Bersamanya, Kamu Bisa Bebas Berkonsultasi Tentang Segala Permasalahanmu. Dan Dia Bisa Memberi Saran yang Paling Cocok Untukmu.

Kamu bisa berkonsultasi denganmereka gratis (dokumen pribadi) via hipwee.com

Anak Psikologi pun hanya manusia biasa. Meskipun dia dididik untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan orang lain, ia juga punya permasalahan hidupnya sendiri. Tapi anak Psikologi juga saling membantu dan menjadi konselor pribadi bagi teman-temannya. Ibaratnya, anak Psikologi itu kuliah sambil terapi jalan. Dia juga selalu berkonsultasi mengenai permasalahannya dengan teman-teman atau bahkan dosennya sendiri.

Seperti halnya dirimu saat sedang menghadapi sebuah permasalahan, kamu pasti ingin sekali bercerita kepada seseorang yang bisa memberikan solusi permasalahanmu. Saat kamu bersamanya, semua permasalahanmu tak akan pernah menumpuk dan kamu bendung seorang diri. Dia akan selalu senantiasa mendengarkan keluh kesahmu, Dia pun akan dengan bijaksana memberimu saran dan solusi terbaik untukmu.

8. Dia Adalah Orang yang Bisa Kamu Percaya. Dia Tahu Pentingnya Menjaga Rahasia.

Dia bisa menjaga rahasiamu baik-baik via himappb-uny.com

Pernahkah kamu curhat kepada seseorang yang sudah kamu percaya, eh… ternyata orang itu membocorkan rahasiamu? Yup, tak semua teman dekatmu layak kamu beri sebuah kepercayaan. Banyak orang-orang di sekitarmu yang mengaku dekat denganmu, tetapi pada nyatanya dialah yang mengkhianatimu. Sebuah kepercayaan itu mahal harganya, oleh karena itu jangan pernah berikan pada orang-orang yang murah.

Tetapi berbeda halnya dengan anak Psikologi. Soal kepercayaan, mereka bisa kamu andalkan.Anak Psikologi telah dididik dan dipersiapkan untuk menjadi seorang konselor yang baik dan benar. Dan dalam menggeluti profesinya tersebut, mereka wajib untuk mengiuti kode etik Psikologi, dimana di dalamnya mewajibkan mereka untuk menjaga rahasia klien-klien mereka. Karena itulah, kamu tak perlu khawatir jika ingin berbagi keluh kesah permasalahan hidup. Rahasiamu akan aman di tangan anak Psikologi.

9.Anak Psikologi Termasuk yang Paling Tahan Pada Berbagai Kondisi Sosial

Dia terbiasa bertemu dengan orang dari berbagai kondisi lapisan masyarakat (dokumen pribadi) via hipwee.com

Karena memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, dan mereka seringkali melakukan observasi di banyak tempat dan banyak bertemu dengan bermacam-macam tipe manusia yang memiliki keunikan yang berbeda-beda, mereka sangat terbiasa untuk bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan sosial yang ia temui. Mereka sering melakukan observasi di lingkungan sekitarnya, lingkungan gang dan kelompok-kelompok masyarakat, sampai lingkungan orang-orang yang berkebutuhan khusus.

Anak Psikologi dilatih untuk tahan dalam menghadapi semua kondisi lingkungan yang sedang ia hadapi. Tak hanya mencoba untuk beradaptasi,kadangkala mereka bahkan harus bisa mengganti kondisi sebuah lingkungan menjadi lebih baik lagi dari biasanya. Karena itulah mereka bisa sangat mudah untuk bisa bertahan dan menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi lingkungan. Dia tahu bagaimana cara memposisikan dirinya dengan lingkungannya. Dia bisa dengan mudah melebur dengan teman-teman, saudara dan keluargamu dengan mudah.

10. Mereka Adalah Calon Orangtua yang Baik. Dengannya, Kamu Bisa Mendidik Anak-anakmu dengan Cara yang Ideal.

Sayang anak… via meditasite.wordpress.com

Inilah yang patut kamu perhitungkan dari anak Psikologi. Anak Psikologi juga belajar mengenai Psikologi Kepribadian, Pendidikan, Sosial, dan Perkembangan. Ini adalah bekal utama mereka untuk menjadi seorang calon orang tua kelak. Imu yang mereka pelajari dalam perkuliahan akan sangat berguna dan berfungsi dalam kehidupannya sebagai orang tua nanti. Mereka tahu dasar-dasar mengenai cara-cara mendidik anak sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Kamu tak perlu khawatir dengan perkembangan calon anak-anakmu nanti. Anak-anak Psikologi akan mengaplikasikan ilmu mereka pada rumah tangganya nanti. Mereka tentu akan membesarkan keturunanmu penuh dengan kasih sayang dan perhatian yang ekstra.

Nah, pembaca Hipwee, bagaimana menurutmu tentang anak Psikologi? Keren-keren bukan? Jadi, jangan sampai salah pengertian lagi mengenai anak-anak Psikologi ya! Setelah membaca ini, kamu pasti setuju ‘kan bahwa anak Psikologi adalah calon pasangan yang bisa menjadi belahan jiwamu? 🙂