Masih tentang film Ada Apa Dengan Cinta, nih! Film AADC memang melegenda, meskipun film lawas, gaungnya masih saja santer sampai saat ini. Kemarin Hipwee sudah mengulas tentang beberapa alasan kenapa Rangga baru menghubungi Cinta setelah 12 tahun. Sekarang, salah satu pembaca Hipwee, Novia Riza, membuat sebuah perkiraan tentang bagaimana jadinya kalau film AADC ini diproduksi di tahun 2014.

Hmmmm.. seperti apakah jadinya film AADC kalau diproduksi sekarang?

Ada Apa Dengan Cinta (AADC) happening lagi. Setelah 12 tahun lamanya, Rangga dan Cinta akhirnya dipertemukan lewat mini drama berdurasi 10 menit buatan perusahaan aplikasi chatting asal Jepang. Kamu yang mengarungi masa remaja di awal 2000-an pasti merasakan bagaimana demam AADC mewabah di Indonesia.

Di mana-mana kamu bisa melihat cewek-cewek SMA bergerombol dan bikin geng layaknya geng Cinta. Atau mungkin kamu sempat memperhatikan, pada saat itu buku Aku karya Sumandjaya mendadak mejeng paling depan di toko buku manapun, baik toko buku baru maupun bekas. Dan ah, kamu pasti nggak asing dengan kalimat ini:

Advertisement

“Jadi salah gue? Salah temen-temen gue?”

(Halooo Generasi Ganteng-Ganteng Serigala! Kalimat ini asalnya dari Ada Apa Dengan Cinta loooh! Hehehe)

Pada zamannya, tahun 2002, film besutan Rudy Soedjarwo ini populer banget. Nggak kebayang ada ABG yang nggak kenal siapa Cinta dan Rangga. Pun, siapa dulu yang nggak familiar dengan original soundtrack AADC yang dinyanyikan sekaligus diciptakan oleh Melly Goeslaw?

Cerita film AADC jelas telah mencukupkan gambaran remaja pada masa itu. Sebuah kehidupan remaja yang tetap seru meskipun tanpa smartphone, aplikasi chatting ataupun sosial media. Beda banget deh pokoknya dengan mini dramanya yang sangat kekinian.

Karena itu, beberapa adegan di film AADC 2002 mungkin akan jadi lain dan kehilangan maknanya jika film itu diproduksi di tahun 2014. Faktornya tak lain adalah kemajuan teknologi. Mau tahu apa aja? Simak perbandingan di bawah ini.

1. Cinta Mau Mewawancarai Rangga

Cinta KZL dengan Rangga via hipwee.com

Tahun 2002 :

Setelah Rangga dinyatakan sebagai pemenang lomba puisi tahun itu, Cinta yang pengurus mading sekolah berinisiatif menemui Rangga untuk melakukan sesi wawancara. Cinta berniat menyusun profil si penyair yang berhasil menyingkirkan dirinya yang langganan menang lomba puisi. Tapi Rangga yang dingin menolak mentah-mentah permintaan itu karena dirinya nggak merasa pernah ikut lomba, apalagi menang.

Tahun 2014 :

Begitu tahu pemenang lomba puisi bernama Rangga, Cinta langsung googling ngepoin dia. Biasanya sih kalau orang main Twitter, akunnya bakal langsung muncul begitu kita search namanya. Tapi, berhubung Rangga sukanya nulis dan bukannya berkicau, mungkin dia nggak punya Twitter.

Rangga cuma punya blog pribadi, tempat ia menuliskan puisi-puisinya. Jadi adegan di perpustakaan waktu Cinta bilang mau mewawancarai dirinya bakal dijawab Rangga begini, “Nggak usah pake wawancara-wawancaraan, kalau mau tau visit to my blog aja!”

*Dalam hati Rangga: lumayan nambahin jumlah visitor, kali aja entar dapet pemasang iklan. Hehehe.*

Tahun 2014 remaja harus pinter-pinter nyari cara nambahin uang saku.

2. Cinta Menuliskan Uneg-unegnya Lewat Surat Untuk Rangga

Cinta menulis surat untuk Rangga via hipwee.com

Tahun 2002 :

Saking keselnya karena Rangga menolak diwawancarai, Cinta melayangkan surat buat Rangga. Penonton nggak pernah tahu apa persisnya isi surat tersebut, tapi dari ekspresi Cinta waktu nulis, bisa dipastikan kata-katanya sengit banget. Rangga aja langsung geram abis baca surat itu.

Tahun 2014 :

Saking KZL-nya karena Rangga nolak diwawancarai, Cinta yang berkepribadian ekspresif langsung update status di Facebook. Isinya :

“Reseh! Sok penting banget tuh orang! Dia pikir dia siapa? Sumpah, gue KZL banget! Seumur-umur gue nggak mau ngeliat mukanya lagi!”

Dengan asumsi Rangga yang nggak gaul, dia rupanya nggak punya satu pun akun media sosial. Atau mungkin sebenarnya Rangga punya, tapi dia belum berteman dengan Cinta di Facebook. Alhasil Rangga nggak tau Cinta habis mencak-mencak di Facebook. Yang terjadi malah temen-temennya Cinta yang berbalas komen. Dan ups, ada yang tersindir!

Haduh.., biasa banget di medsos, yang disindir siapa, yang merasa siapa. Yang dimaksud satu, yang ngerasa banyak.

Alya : ada masalah apa sih, Ta? Kok elo marah-marah gitu sih? Kalau ada masalah sharing dong ke gue.

Milly : Cinta elo marah sama gue ya? Gue salah apa, Ta? Jangan KZL sama gue dong, Ta.

Karmen : Ta, lo kenapa? Kesel gara-gara si Maura desekin lo jadian sama Borne mulu ya?

Maura : @Karmen lahhh, kok jadi gue sih?

Borne : Ta, emang selama ini lo ngerasa gue desek ya?

Cinta pun cuma melongo baca komen temen-temennya.

3. Cinta Mencari Buku “Aku” Karena Penasaran dengan Bacaan Rangga

Cinta ngajak Borne cari buku via hipwee.com

Tahun 2002:

Banyak cara untuk mengetahui karakter seseorang, salah satunya adalah lewat buku favorit. Dan itulah yang dilakukan Cinta. Borne yang tadinya ngajak CInta nonton, ditawar jadi pergi ke toko buku demi mencari buku “Aku”. Tapi ternyata buku itu udah nggak ada karena terbitan lama.

Tahun 2014 :

Setelah nggak nemu-nemu buku “Aku”, Cinta mulai googling nyari toko buku online. Kali aja ada yang jual buku-buku lama. Cari, cari, cari… eh ternyata ada yang gratisan, bo! Nemu e-book-nya, tinggal download aja nih! Nggak keluar duit, cuma modal pulsa paketan atau mampir ke Sevel nyari wifi gratis. Yuk, capcuss! Hahaha..

4. “Nanti Dikabarin deh Sorean.”

Nanti deh dikabarin sorean.. via hipwee.com

Tahun 2002 :

Sebagai cewek populer yang cantik, Cinta jelas banyak yang ngejar. Dan tiap ada ajakan nge-date dari seorang cowok, jawaban Cinta selalu sama, “Nanti dikabarin deh sorean.” Kita nggak pernah tau gimana cara Cinta ngabarin ke cowok-cowok itu kala sore menjelang. Via telpon kah? Ketemu langsung kah?

Tahun 2014 :

Selain cap cewek populer, Cinta juga jelas memegang gelar “Tukang PHP Sejati”. Tiap ada cowok yang ngajak jalan pasti jawabannya, “Nanti di-sms/whatsaap/bbm/LINE deh sorean.” Maklum, cowok-cowok itu ngajaknya juga nggak face to face sih, cuma instant message aja.

5. Cinta Meminjam Kaset Demo Rama si Penyanyi Kafe

Cinta main ke rumah Rangga via hipwee.com

Tahun 2002:

Saat bertamu ke rumah Rangga, Rangga sedang memutar kaset demo seorang penyanyi kafe yang ternyata sepupu Rangga, Rama. Cinta pun meminjam kaset itu karena menurutnya asyik didengar.

Tahun 2014 :

Pertama dan yang utama, please jawab, kaset itu bentuknya yang kayak gimana yah?

Cinta : Enak juga lagunya.

Rangga : Dengerin aja di Youtube atau Soundcloud. Kemarin si Rama baru upload. Videonya slide foto-foto gitu sih, biar yang menonjol tetep lagunya.

6. Cinta Mengembalikan Kaset Demo Rama Pada Rangga

Cinta balikin kaset ke Rangga via hipwee.com

Tahun 2002 :

Cinta : Rangga, mau ngembaliin ini.

Rangga : Buat kamu aja.

Cinta : Serius?

Rangga : Iya kalau kamu emang suka.

Cinta : Ihhh, suka banget.

Tahun 2014 :

ADEGAN INI TIDAK ADA PENGGANTINYA, KARENA CINTA DENGER LAGUNYA VIA YOUTUBE ATAU SOUNDCLOUD, BUKAN KASET DEMO PINJEMAN.

7. Maura Menuntut Penjelasan Cinta. Kemana Sebenarnya Dia Pergi, ke Dokter atau Klub?

Cinta kencan dengan Rangga ke kafe via hipwee.com

Tahun 2002 :

Cinta terpaksa berbohong pada teman-temannya demi bisa pergi bersama Rangga. Cinta mengaku kepalanya sakit dan ia hendak ke dokter. Ia minta maaf karena nggak bisa gabung seperti biasa. Cinta juga menepis permintaan Alya yang ingin ke rumahnya. Petaka datang, rupanya saat Cinta sedang kencan dengan Rangga, Alya mencoba bunuh diri.

Di rumah sakit Maura menuntut penjelasan kemana sebenarnya Cinta malam itu, ke dokter seperti pengakuannya atau ke klub seperti penjelasan ayah Cinta? Mengapa Cinta sampai berbohong dan bahkan mengabaikan telepon Alya, padahal mereka berlima sudah berjanji untuk selalu ada saat yang lain membutuhkan?

Tahun 2014 :

Cinta yang gaul dan eksis tak lupa mengumumkan keberadaannya lewat status BBM: live music @kafe.

Karena sedang dimabuk kepayang Cinta sampai lupa kalau dirinya mengaku malam itu mau periksa ke dokter. Teman-temannya sontak nge-Ping! berkali-kali. Pang-ping-pang-ping. Tapi Cinta benar-benar lupa daratan dan lautan saat bersama Rangga. Cinta sama sekali tak menengok smartphone-nya. Maura jelas makin ngamuk dan langsung BBM Cinta, “JADI, SEKARANG DOKTER BUKA PRAKTIK DI KAFE? JAWAB, TA! JAWABBBB!!”

*Karena takut, Cinta langsung jual smartphone-nya ke Rangga

8. Cinta Galau Memandangi Kaset Demo Rama

Itu tuh namanya kaset via hipwee.com

Tahun 2002 :

Setelah tragedi percobaan bunuh diri Alya, Cinta dan teman-temannya jadi sering ribut. Cinta akhirnya memutuskan untuk menjauhi Rangga. Cinta menganggap Ranggalah penyebab mengapa ia berubah jadi tak setia dengan teman-temannya. Tapi, Cinta malah galau dengan keputusannya itu. Cinta terus-terusan teringat sosok Rangga. Kaset demo Rama yang menjadi salah satu penghubung mereka makin membuat Cinta terkenang akan sosok Rangga.

Tahun 2014 :

Cinta yang galau karena terus-terusan teringat sosok Rangga langsung nongkrong sendirian ke Sevel. Cinta mengaktifkan wifi gratis lantas menonton video Rama di Youtube, dan diputar berulang-ulang sampai galau sendiri.

9. Cinta Menelpon Rangga Diam-diam

Cinta diam-diam menelepon Rangga via hipwee.com

Tahun 2002 :

Rindu yang tak tertahankan membuat Cinta nekat menelpon Rangga sekadar untuk mendengar suara cowok itu. Setelah beberapa kali Rangga berkata “halo”, Cinta segera menutup telepon.

Tahun 2014 :

Cinta membuka akun Facebook-nya dan mulai mencari akun Rangga. Ternyata Rangga punya akun Facebook, tapi jarang banget update status. Postingan fotonya pun hanya beberapa. Tapi nggak masalah, yang penting rasa rindu Cinta sedikit terobati setelah ngepoin Facebook Rangga. Cinta pun ngepoin berjam-jam, mau nge-add friend tapi gak berani…

10. Perpisahan di Bandara

Baca halaman terakhir via Hipwee.com

Tahun 2002 :

Cinta akhirnya berhasil mengejar Rangga sampai ke lorong khusus penumpang. Setelah Cinta mengakui perasaan sayangnya pada Rangga, Cinta berharap Rangga nggak jadi pergi ke New York. Tapi apa mau dikata, Rangga tetap harus berangkat. Sebagai kenang-kenangan, Rangga menyerahkan buku hariannya untuk Cinta. Rangga meminta Cinta fokus pada halaman paling belakang, tempat Rangga menulis puisi untuk Cinta.

Tahun 2014 :

Perpisahan memang menyedihkan tapi Rangga meyakinkan Cinta kalau mereka bisa LDR-an. Rangga menyerahkan buku hariannya untuk Cinta, di mana pada halaman terakhir ada nama ID Skype Rangga. Asal bisa nemu wifi gratis, mereka bisa memanfaatkan fitur video call di Skype. Nggak perlu repot-repot nunggu satu purnama cuma buat saling memandang!

Itu dia beberapa adegan yang jadi beda seandainya AADC diproduksi tahun 2014. Teknologi menawarkan kehidupan yang lebih dinamis, namun di saat bersamaan, seringkali teknologi  menggerus hal-hal sederhana nan manis pada interaksi antar manusia. Dulu, amat mendebarkan menyaksikan adegan seorang aktor sedang membaca surat cinta yang dikirimkan kekasihnya. Tapi di tahun 2014, dahi kita akan mengernyit saat menonton adegan sepasang kekasih berbalas surat cinta. Lantas kita membatin, “Hellaawww…  hari gini surat-suratan, kuno bingittz! WhatsApp-an aja keleus.”

Sama sekali tak ada yang salah dengan kemajuan teknologi selama kita memanfaatkannya secara cerdas. Poin dari artikel ini hanyalah, bahwa kita tahu sineas di masa mendatang akan semakin berpikir keras untuk menciptakan sebuah adegan romantis namun tetap relevan dengan zaman. Selamat menjadi kreatif!