Different brains work different ways, and y’all better be glad you have people like us to run your government, some day.

Menjadi anak Ilmu Politik adalah hal yang patut kamu syukuri jika sudah terlanjur jatuh kedalam bidang ilmu ini. Berusaha mencintai atau membenci itu adalah pilihan hati. Rintangan berat silih berganti, apalagi bagi kita yang bukan berasal dari keluarga politisi.

Terlepas dari Politik adalah minatmu atau hanya cadanganmu saat mendaftar kuliah, tetapi yakinlah selalu ada alasan baik tentang sahabat barumu ini yang akan menemanimu sampai 8 semester nanti. Dan inilah bagian dukanya jadi anak politik hingga kamu berhasi menemukan zona nyamannya.

1. Kamu masuk jurusan ini penuh dengan pergulatan batin. Ada banyak desas-desus negatif tentang ilmu yang sedang kamu dalami ini.

Merasakan pergulatan batin via bhq.web.id

Lain hal jika memang keluarga, lingkungan, dan jiwamu ada disini. Untuk orang-orang yang mengalami kecelakaan masuk kedalam jurusan ini, ini adalah suatu tantangan awal melawan paradigma dalam pikiran dan hati mereka sendiri akan citra politik yang selama ini simpang siur dikepala.

Advertisement

Pandangan dan perkataan negatif lingkungan terdekat akan fenomena politik yang terjadi, sempat membuatmu malu untuk menunjukan diri, bahwa kamu sebentar lagi adalah bagian dari mereka yang kalian benci.

Aku masih belum tau akan menjadi apa aku ini nanti, jika takdirku tidak jauh dari mereka yang kalian benci, setidaknya aku berjanji untuk menjadi hal yang lebih baik lagi dibanding mereka, untuk kalian dan bangsa ini.

Ilmu politik, mengajarkan ku bahwa pasrah adalah kekuatan doa paling besar yang dapat kamu sampaikan pada Sang Pencipta, saat kamu merasa dunia tak lagi sama.

2. Bahkan kamu pun sempat merasa bahwa kamu adalah mahasiwa korban salah jurusan.

Wah, salah jurusan. via www.pinterest.com

Ini adalah respon pertama yang orang sekitarmu akan katakan, dan sayatan pertama yang akan kamu terima sebagai mahasiswa Ilmu Politik saat kamu mengucapkan satu kalimat keramat berupa jurusanku Ilmu Politik .

Mentalmu drop seketika, wajahmu nanar menatap lantai, senyummu pudar, pikiranmu melambai-lambai. Disinilah kekuatan mental pejuangmu paling diuji, antara menghadapi atau menyerah, bahkan sebelum mengerti apa yang sebenarnya akan kamu hadapi di kampus nanti.

Ilmu politik, mengajarkanku bahwa mental pejuang itu mahal harganya. Kawanmu suatu saat bisa menjadi lawanmu, yang abadi menurutnya adalah kepentingan. Ini adalah pilihan, lawan dengan hati atau tusuk sana sini. Yang terpenting adalah bedakan caramu melawan dari orang-orang yang duduk disinggahsana yang tak mengerti politik sejati.

3. Bayang-banyang masa depan pun seringkali menghantui. Tak jarang kamu berpikir keras mau bekerja di mana setelah lulus nanti.

Mau kerja di mana nanti? via ux.brookdalecc.edu

Disini adalah tahap pengujian mental pekerjaan impian , apalagi jika kamu berasal dari keluarga non-politisi. Kamu yang tidak mengetahui gambaran detail akan prospek kerja sebagai sarjana ilmu politik, akan merasa seperti tidak punya tujuan hidup. Mimpi masa kecil yang dulu sempat kamu rajut dengan indah, harus terbentur dan hampir retak karena kenyataan merajut ke arah yang berbeda.

Dengan background S1 ilmu politik kamu akan bingung dan mulai menanyakan pada diri sendiri, apakah perusahaan bisa menerima? Perusahan jenis apa yang bisa kumasuki? Apakah aku harus bekerja di pemerintahan, sedangkan passion-ku bukan disitu? Apakah aku akan berwiraswasta?

Rasa takut tidak ada tempat untukmu sempat datang menghinggapi. Saat dunia mengatakan peluangmu hanya mempunyai satu arah dalam sebuah kompas, dalam tekanan , kamu mencari solusi sampai kamu menemukan titik, disinilah kamu mencoba memutar sendiri jarum milikmu, dan menggambar sendiri arah yang akan kamu tuju dalam kompasmu.

Ilmu politik, mengajarkan ku bahwa hidup bukan sekedar mimpi karena apapun bisa terjadi, selalu siapakan diri dan jeli melihat situasi.

4. Walaupun kamu sedang menuntut ilmu politik, kamu tak pernah membayangkan untuk jadi caleg ataupun membuat partai.

Gak kebayang untuk jadi caleg! via www.termometropolitico.it

Caleg? Membayangkan jadi caleg saja mungkin tidak pernah terlintas. Perasaan dongkol dan diremehkan sempat membautmu jauh dari mereka. Yang kamu ketahui hanya belajar agar setidaknya kamu bergelar S1. Sebuah ironi memang, karena banyak sarjana ilmu politik yang tidak bekerja di ranah pemerintahan atau menjadi seorang politikus.

Tetapi itu pembuktian bahwa sarjana ilmu politik tidak harus terjun pada satu bidang pekerjaan yang sesuai dengan background-nya. Dan anak Ilmu Politik bisa sukses dengan passion dan background yang mereka miliki, karena politik tak hanya mengajarkan tentang mendapatkan kekuasaan.

Ilmu politik, mengajarkan ku bahwa jika kamu mau maka yakinlah kamu bisa.

5. Namun seiring waktu berjalan, semakin dalam kamu menyelami Ilmu Politik, Kamu mulai menerima, memahami, dan mulai mencintai.

Kamu mulai memahami, menerima, dan mencintai ilmu ini. via tcktcktck.org

Jika ilmu politik adalah seorang manusia, mungkin dia akan berkata, apa salahku? Mengapa kalian selalu menganggapku buruk? Bukan aku yang salah, tetapi orang-orang yang menjalankan aku kearah yang salah lah yang seharusnya kalian benci!

Dan disaat yang sama pula kamu akan meminta maaf, karena mau tak mau, segala bentuk aspek kehidupan yang berjalan dari dulu sampai sekarang selalu terkait dengan politik itu sendiri. Politik adalah pengatur, pencari solusi disaat kita semua tidak sadar bahwa kita sebenarnya memiliki masalah-masalah yang tidak bisa kita lihat tanpa kita memahami politik lebih dalam lagi.

Ilmu Politik, mengajarkan ku don t judge a book by its cover.

Tapi dibalik itu semua, ada banyak hal yang juga bisa bikin anak Ipol gembira sesaat!

6. Karena pengetahuanmu mengenai bidang politik, terkadang kamu berasa jadi dosen dan kritikus politik dadakan.

Kamu sering diminta pendapat mengenai politik. via fisipol.ugm.ac.id

Karena kadang tanpa kita sadari, orang-orang disekitar kita mulai menanyakan dan meminta pendapatmu buat nganalisa berbagai macam hal mengenai politik kepada kita. Disini juga menjadi ajang penguji kemampun pemahaman kita sebagai mahasiswa politik tentang politik.

Efek baiknya juga kamu bisa meluruskan paradigma buruk tentang politik kepada teman-temanmu dan mendapat dukungan dari mereka.

7. Setelah mendalami Ilmu Politik baik-baik, kamu ternyata bisa melihat banyak sisi lain dari Politik!

Di sini kamu menemukan sisi lain dari politik. via hi.fisip.undip.ac.id

Hampir kayak anak Management, kamu juga dapet ilmu ngatur-ngatur. Hampir kayak anak Psikologi, kamu diajarin buat menganalisa tujuan apa yang mau dituju dari langkah yang diambil dari seorang politisi, instead cuma bisa komentar aja.

8. Setelah belajar lama, kamu pun mulai menyadari kalau sebenarnya peluang kerja anak Ipol tuh banyak.

Raditya Dika juga anak Ipol. via www.katabijak.co.id

Siapa yang ga kenal Raditya Dika, penulis, director, sekaligus komik. Ternyata dia anak Ilmu Politik. So, masih ragu dan nyesel ngambil jurusan ini? Anak Politik itu lapangan kerjanya gak melulu di bidang politik dan pemerintahan kok, karena sebenarnya anak Politik juga kreatifitasnya gak diragukan lagi!

9. Skill berkomunikasi dan public speaking-mu juga jadi makin terasah di sini!

Skil komunikasimu juga bagus. via www.ui.ac.id

Jangan salah, di sini kamu juga belajar buat ngomong, belajar buat narik perhatian audience dari pidato yang kamu buat. Kamu juga bisa nyelipin retorika bahasa yang baik dan benar. Skill brkomunikasi dan public speakingmu jadi lebih oke deh!

10. Daya analisa anak Politik itu jempolan, karena hampir setiap hari mereka dituntut untuk berpikir secara kritis dan mendalam.

Kamu dituntut untuk berpikir kritis dan mendalam. via alumni.fisipol.ugm.ac.id

Yang udah lama jadi anak Ipol pasti tahu, setiap hari kamu bakal dikasih tugas yang mewajibkanmu menganalisa suatu kejadian politik. Sampai UAS pun kamu masih harus nganalisis dan harus mengaitkan dengan teori dan sebagainya. Inilah yang menjadi modal menjanjanjikan untuk masa depanmu karena kemampuanmu dalam berpikir secara kritis dan mendalam sudah sering terlatih.

11. Di balik suka dan duka yang kamu rasakan, Ilmu Politik telah menjaikanmu pribadi yang lebih tangguh dan pandai, dan kamu belajar bahwa hidup tak selalu bahagia.

Kamu belajar banyak hal tentang hidup melalui Ilmu Politik. via politicalscience.stanford.edu

Setelah kamu mengerti, kamu mulai menerima, setalah mulai menerima kamu belajar untuk mencintai. Segala sesuatu butuh proses, apa yang pernah kamu pelajari selama menjadi mahasiswa Ilmu Politik membuatmu menjadi lebih kuat lagi sebagai sosok pribadi.

Kamu belajar kecewa karena melihat tingkah politikus yang menjalankanmu ke arah yang salah, namun kamu tahu pelajaran sesungguhnya adalah bahwa hidup ada bukan untuk membuat kita semua selalu bahagia. Kecewa dan duka adalah satu dari bagian terindah, karena sebelum ilmu ini menyiapkanmu menjadi seorang pemimpin, ia ingin membuatmu menderita terlebih dahulu agar dirimu menjadi pribadi yang mengerti.

Ilmu politik, mengajarkan ku dan kita semua bahwa tidak ada kebahagiaan sebelum kamu merasakan kekecewaan.

Kredit gambar andalan: http://bhq.web.id