Ketika kita masuk ke dunia kampus, akan berkenalan dengan berbagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang dulu ketika masih SMA sering kita kenal dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka yang ingin mengembangkan bakat sesuai dengan minatnya. Ada banyak sekali UKM yang bisa kita pilih, misalnya saja UKM kesenian, olahraga, penalaran, PMI, dan berbagai UKM lain yang sesuai dengan minat masing-masing.

Ada salah satu UKM menarik yang jarang sekali menjadi pilihan, namun menyimpan manfaat yang jarang dimiliki oleh UKM yang lain, yaitu UKM Pers Mahasiswa. Berikut ini akan saya jelaskan suka duka menjadi pers mahasiswa sesuai dengan pengalaman saya ketika bergabung dengan UKPKM (Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa) Tegalboto di Universitas Jember.

1. Kegiatan utama para pers mahasiswa tak lain adalah menulis. Untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas, mereka selalu dituntut untuk rajin membaca!

Dituntut banyak membaca via textileup.blogspot.com

Modal utama untuk menulis itu tidak lain tidak bukan adalah membaca. Ketika menulis, terutama menulis opini, kita dituntut untuk mencari referensi sebanyak mungkin yang dapat mendukung pendapat kita.

Membaca sangat dianjurkan sebagai salah satu cara untuk mencari inspirasi dalam menulis. Membaca juga digunakan sebagai media belajar untuk mengetahui macam-macam tulisan dalam dunia kewartawanan. Untuk bisa membuat sebuah tulisan yang bagus, sudah pasti kita harus banyak banyak membaca, mulai dari membaca buku, koran, website, novel, dan apapun.

Advertisement

Mereka yang sebelumnya hanya membaca tulisan, laporan serta bacaan lain tentang materi kuliah yang akan dipresentasikan, kini diwajibkan untuk membaca tulisan atau buku-buku lain dengan tema yang lebih luas. Dengan banyak membaca tentu saja wawasan menjadi bertambah luas, bukan lagi hanya berkutat tentang bacaan materi kuliah saja.

2. Bergabung dengan UKM pers mahasiswa membuka kesempatan untuk memperluas jaringan. Kamu punya teman yang tersebar dari fakultas dan universitas lain!

Banyak teman dari berbagai jurusan dan kampus via jurnalrendi.blogspot.com

Ikut UKM Persma terutama tingkat universitas membuat kita memiliki banyak teman dari fakultas lain. Bukan hanya teman-teman UKM yang memang telah terdaftar dan turut berjuang bersama kita, namun ada juga teman-teman serta kenalan narasumber terwawancara dari sebuah kejadian yang akan diberitakan.

Misalnya saja ketika ada demo di FKIP, kita akan mencari mahasiswa, dosen serta pelaku yang bersangkutan dengan kejadian tersebut. Perkenalan yang luas tersebut membuat kita tahu banyak hal yang ada di kampus kita bukan hanya tingkat fakultas. Semakin banyak teman, semakin mudah langkah kita untuk menjangkau kesuksesan.

3. Karena selalu dituntut untuk membaca dan menulis dengan baik, pola berpikir para pers mahasiswa pun jadi lebih logis dan sistematis

menulis lebih logis dan sistematis via www.hipwee.com

Menulis membiasakan kita untuk berpikir lebih logis dan sistematis. Dalam dunia pers, kita dilarang untuk asal menyusun ketika menulis. Sebelum membuat tulisan kita diminta untuk menyetorkan outline (kerangka tulisan) yang menjadi arah dan acuan ketika menulis.

Bagaimana kita membuka sebuah tulisan yang menarik, menyajikan isinya dengan terstruktur, lalu menutupnya dengan penutup yang menarik pula. Paragraf yang ditulis juga harus tertata, memperhatikan EYD, dan kaidah penulisan lainnya.

Ini tentunya memudahkan bagi kita saat mengerjakan tugas-tugas membuat makalah hingga menyusun skripsi, karena sudah terbiasa berpikir secara sistematis. Tahu bagaimana menyusun kalimat dan paragraf yang baik, dan juga menempatkan kalimat mana yang sebaiknya di awal, di tengah, maupun di akhir.

4. Para aktivis pers mahasiswa selalu dikejar-kejar oleh deadline yang dobel, yaitu deadline menulis di media dan juga tugas-tugas kampus!

Dikejar deadline tugas kampus dan media via dodiprananda.wordpress.com

Bergabung dengan dunia pers membuat kami berkejar-kejaran dengan yang namanya deadline. Kami dituntut untuk bekerja sesuai dengan timeline yang telah disepakati bersama, dan berjuang agar tulisan yang kita garap terbit tepat pada waktunya. Karena ketika terlambat dan molor, maka topik tersebut sudah tidak lagi aktual dan tidak menarik lagi untuk dibaca.

Dari inisiasi, wawancara, menulis, editing, dan sebagainya harus tepat waktu jika tak ingin menanggung risikonya. Pemimpin redaksi juga tak bosan-bosan mengingatkan demi berhasilnya tulisan selesai tepat waktu. Itu baru dikejar deadline di media, belum ditambah tugas-tugas kuliah kuliah yang juga menumpuk. Tapi semua itu adalah tantangan tersendiri bagi para pers mahasiswa.

5. Pers mahasiswa punya keberanian untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa kepada universitas. Tapi, mereka juga harus siap dengan berbagai risiko yang berat

Siap berurusan dengan dekan bahkan rektor via kabarkampus.com

Salah satu kode etik yang dijunjung tinggi dalam dunia pers adalah mengungkap kebenaran. Tak jarang beberapa mahasiswa menulis tentang kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa, fakta birokrasi yang seringkali timpang bak petinggi negara yang sesekali melakukan penyelewengan, dan tulisan lain yang seringkali dianggap kontroversi oleh pihak kampus.

Karena keberanian mereka untuk menyuarakan opini dan juga aspirasi mahasiswa, seringkali mereka harus membayar konsekuensinya. Mulai dari risiko berhadapan dengan rektor, DO, hingga ancaman akan dikeluarkan bisa saja mereka dapatkan. Mengungkapkan sebuah kebenaran itu ternyata tidaklah mudah, dan kebenaran memang harus dibayar mahal!

6. Pers mahasiswa juga sudah terampil melakukan reportase. Keahlian reportasenya ini memudahkan hidupnya dalam melakukan penelitian untuk tugas kampus!

Terbiasa melakukan reportase via www.asriismail.com

Reportase merupakan teknik mencari informasi tentang suatu kejadian yang akan dibuat menjadi suatu tulisan. Dari hal yang dianggap kurang penting, hingga hal yang dianggap sangat penting harus benar-benar diperhatikan demi kepentingan penulisan. Para pers mahasiswa ini sudah terbiasa melakukan wawancara dengan berbagai model narasumber, dari yang mudah ditemui hingga yang sulit ditemui.

Dalam perkuliahan juga senantiasa identik dengan yang namanya penelitian. Para pers mahasiswa ini sudah terbiasa melakukan teknik reportase dalam melakukan sebuah penelitian, sehingga saat harus mencari sumber informasi mereka tak lagi canggung ketika berhadapan dengan informan maupun masyarakat yang lebih luas lainnya.

7. Di UKM ini kamu belajar banyak tetang penyuntingan penulisan. Karena itulah, saat mengerjakantugas hingga skripsi kamu bisa lebih teliti dan tak mudah membuat kesalanan penulisan

Ikut pers mahasiswa membuatmu punya kemampuan editing yang mumpuni via langkahkakikering.wordpress.com

Sebelum diterbitkan, tulisan yang telah masuk di meja redaksi harus diedit terlebih dahulu dengan teliti. Dari tanda titik, hingga susunan kata sesuai ejaan juga sangat diperhatikan. Mana yang tepat untuk dituliskan, dan mana kata-kata yang harus diperbaiki, semuanya menjadi hal penting yang harus diperhatikan saat melakukan editing. Sehingga ketika berhadapan dengan tugas kuliah, laporan dan tugas kuliah lain mereka menjadi sangat peka terhadap suatu kesalahan.

8. Hal yang paling menyenangkan bagi para aktivis pers mahasiswa selain begadang adalah berdiskusi sambil ditemani kopi

Banyak diskusi via candidafkhub.blogspot.com

Tulisan belum kelar, tugas sedang banyak-banyaknya, membuat kami harus berburu dengan waktu. Tak jarang kami lembur hingga malam guna menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Selain berteman dengan malam, para pers mahasiswa juga sangat bersahabat dengan kopi dan diskusi. Kami bisa diskusi dimana saja, baik di ruang redaksi maupun di warung kopi. Tak masalah dimanapun tempatnya, diskusi adalah ritual yang luar biasa yang harus senantiasa dilakukan sesering mungkin!

9. Selalu update dengan berita terbaru, karena topik dan isu yang hangat ibarat makanan pokok bagi para pers mahasiswa

Update dengan berita-berita terbaru via www.jumpaonline.com

Menjadi seorang wartawan mengharuskan kita untuk rajin mencari berita dan informasi yang sedang hangat dibicarakan. Tema-tema yang akan dituliskan tak jarang mengambil topik tersebut. Entah itu untuk dijadikan bahan tulisan atau hanya sekedar untuk dijadikan bahan diskusi. Sehingga kita tak ketinggalan informasi, namun menjadi sumber informasi.

10. Di UKM ini kamu punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan banyak narasumber yang hebat. Bertemu dengan mereka membuat wawasanmu semakin luas dan tak terbatas!

Punya wawasan yang luas via lpminstitut.wordpress.com

Informan atau narasumber adalah hal yang harus diperhatikan saat melakukan reportase. Menjadi pers memberi kesempatan kita untuk bertemu dengan orang-orang penting dengan segudang ilmu penting yang tak kita dapatkan dari bangku perkuliahan. Sehingga wawasan kita bertambah dan mendapat kesempatan yang langka yang belum tentu semua mahasiswa bisa mendapatkannya.

Dengan bergabung dengan UKM pers mahasiswa ini membuat masa-masa kuliahmu jadi lebih bermanfaat, dan juga kamu punya modal keterampilan yang bisa menunjang karirmu selepas lulus kuliah nanti.

Demikianlah suka-duka menjadi pers mahasiswa yang tak bisa didapatkan dari UKM lainnya. Menarik bukan? Setelah membaca artikel ini, apaka kamu mulai tertarik untuk mencobanya? SALAM PERSMA!