WhatsApp, BBM, Messenger, WeChat, KakaoTalk, merupakan salah satu contoh dari aplikasi chatting yang sedang banyak digunakan oleh jutaan umat saat ini. Jika dihitung satu persatu, setiap bulannya mungkin akan bermunculan banyaknya media komunikasi online sejenis.

Menjamurnya aplikasi chatting itu ttentu saja disebabkan karena semakin banyaknya pengguna smartphone. Munculnya aplikasi chatting ini pastinya juga mengubah gaya hidup masyarakat. Jika dulu kita lebih sering berkomunikasi lewat SMS, sekarang kita lebih suka menggunakan aplikasi chatting.

Aplikasi chatting ini memang lebih menarik dan punya bayak kelebihan, yaitu kemudahan dalam berkomunikasi. Lewat aplikasi chatting kita bisa mengetahui apakah pesan yang kita kirim sudah diterima dan dibaca atau belum. Tapi sekali lagi, kehadiran teknologi pun juga menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia. Disamping kelebihan yang super iti, tetap saja aplikasi chatting tidak akan bisa menggantikan seru dan nikmatnya berkomunikasi secara langsung.

1. Berkomunikasi melalui aplikasi chatting itu seru sih, tapi kamu nggak bisa melihat bagaimana ekspresi sesungguhnya lawan bicaramu.

Chatting hanya mewakili 7% dari aspek komunikasi via www.channelpro.co.uk

Bagaimana bisa hal tersebut dapat terjadi? Sebenarnya dalam teori komunikasi, berkomunikasi kepada orang lain memiliki beberapa aspek, mulai dari aspek vokal (nada, irama, kecepaan dan intonasi) verbal (kata-kata) dan non-verbal (Bahasa tubuh, isyarat/gerakan, ekspresi, dan sikap tubuh), ketiga aspek tersebut terdapat dalam proses komunikasi secara langsung.

Advertisement

Lain halnya jika kita berbicara hanya dengan menggunakan aplikasi chatting, karena proses komunikasinya tidak langsung, informasi yang tersampaikan hanya berupa verbal saja, sementara itu aspek non-verbal dan vokalnya tidak ada. B

isa dibayangkan bahwa ketika kita menggunakan apikasi chatting, orang lain hanya menggunakan 7% informasi yang sebenarnya, sementara itu 93% kita tidak mengerti kebenarannya. Karena itulah, berkomunikasi lewat chatting berisiko besar mengalami miskomunikasi. Nggak heran juga kalau kamu dan pacarmu bisa berantem hebat hanya karena masalah pesan di chatting.

2. Karena hanya berbentuk teks saja, chatting berisiko besar menimbulkan miskomunikasi. Kalau penting, mending ketemu langsung aja!

Rentan terjadi miskomunikasi karena beda persepsi via e27.co

Berkomunikasi tidak secara langsung memang rentan mengalami kesalah pahaman. Terkadang orang-orang bisa salah mengartikan sebuah pesan hanya karena kesalahan pengetikan. Hal ini bisa juga berhubungan dengan budaya setempat.

Sebagai contoh, waktu itu saya pernah mengirim pesan kepada seseorang yang ada di desa, dan dia membalasnya dengan menggunakan huruf kapital semua. Saya pun heran dan bertanya, apakah orang ini marah? Tetapi bagi mereka ternyata hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan.

Perbedaan persepsi itulah yang membuat kita sering salah mengartikan makna dari sebuah pesan. Saat chatting kita hanya menggunakan teks saja, tana didukung oleh ekspresi dan juga vokal. Karena itulah, saat sedang chatting jangan terlalu mudah tersinggung dan berburuk sangka dulu. Kalau memang sedang ingin menyampaikan sebuah pesan yang sangat penting dan mendesak, lebih baik bertemu secara langsung atau menelepon saja.

3. Ngobrol dan bertemu langsung itu lebih asyik dan berkesan. Semua inderamu akan ikut berinteraksi dengan lawan bicaramu.

Berkomunikasi langsung itu jauh lebih asyik via tallahasseescene.com

Sebuah pertemuan langsung memang lebih bermakna dan spesial. Bertemu dan berkomunikasi secara langsung melibatkan hampir seluruh syaraf dalam tubuh kita, lho!

Kita menggerakan otot-otot kita, menghampirinya, lalu mata kita melihat matanya dan ekspresinya, melihat baju apa yang dikenakan dirinya, lalu kita menghampiri dirinya seraya berjabat-tangan dengan dirinya merasakan tanganya yang hangat itu, semua itu adalah hal-hal yang akan kamu dapatkan ketika kamu berkomunikasi secara langsung.

Berkomunikasi secara langsung juga bisa membuatmu jadi lebih jujur, menyambung tali silaturahmi, dan rasa kedekatan pun semakin terasa lebih erat. Tapi sayang sekali, saat ini lebih banyak orang yang lebih asyik ngobrol lewat chatting, padahal dia sedang berkumpul dengan orang-orang terdekatnya. Seakan-akan orang yang ada di hadapannya langsung bukanlah seseuatu yang penting.

4. Pertemuan langsung dengan seseorang yang spesial akan lebih berkesan, karena kamu akan mengalami momen indah yang bisa kamu kenang nantinya.

Karena pertemuan langsung lebih berkesan dan bermakna via thepeopleandyou.blogspot.com

Pernah mendengar bagaiamana romansa cerita cinta jaman dahulu? Ya, kadangkala dari sebuah pertemuan tersebut akan timbul rasa cinta diantaranya. Pepatah Jawa mengatakan demikian, “Witing tresno jalaran soko kulino” yang artinya adalah cinta berawal dari pertemuan.

Komunikasi secara langsunglah yang memungkinkan hal tersebut terjadi. Sebuah pertemuan dengan seseorang bisa membukakan jalanmu untuk mendapatkan seorang tambatan hati! Bertemu dengan orang-orang spesial secara langsung akan berbeda sensasinya dibandingkan hanya sekadar chatting saja. Kita akan terngiang-ngiang tentang momen pertemuan dengan gebetan hingga berguling-guling di kasur. Hehehe.

Aplikasi chatting juga bisa membuatmu jatuh cinta, bahkan tanpa bertemu sekalipun, tetapi tentu saja sensasinya akan sangat jauh berbeda. Lagipula dekat dengan orang asing hanya melalui chatting perlu waspada, karena bisa saja kamu jadi korban penipuan dan korban PHP! Kalau ada yang lagi PDKT sama kamu tapi nggak mau ketemuan, mending cari yang lain aja deh! 😀

5. Kesalahpahaman di dunia chatting akan lebih sulit diluruskan. Hanya karena perkara sepele, hubungan pertemananmu bisa kacau balau.

Miskomunikasi jadi lebih sulit diluruskan via www.comnetwork.org

Suatu saat kita sedang asyik chatting kepada teman kita, kadang tanpa sadar kita mengirimkan kata-kata yang menurut mereka ‘nyelekit’, lalu kita berusaha meminta maaf dan meluruskan permasalahannya, tetapi ternyata dia tidak kunjung mengerti dan tetap marah. Lebih parahnya lagi, hal ini bisa berbuntut panjang hingga pertemanan kita menjadi merenggang.

Hal seperti ini sangat mudah sekali terjadi ketika menggunakan kita ngobrol lewat chatting. Kesalahan dalam pengetikan, tanda huruf, dan penggunaan huruf kapital atau kecil menjadi sangat sensitif.

Ya, mengobrol dan bercanda dengan teman-teman secara langsung memang tiada duanya. Seasyik dan seseru apapun fasilitas yang diberikan oleh aplikasi chatting tidak bisa mengalahkan nikmatnya percakapan langsung.

7. Berkomunikasi secara langsung memberikanmu kesempatan untuk bebas bercerita dan ngobrol tanpa harus takut pulsa internetmu habis!

Berkomunikasi langsung tanpa batasan via thepeopleandyou.blogspot.com

Terlalu asyik komunikasi lewat chatting itu selain bikin kamu lupa dengan orang-orang yang nyata di sekelilingmu, juga bisa membuatmu jadi orang yang boros, terlebih jika kamu sudah ketagihan.

Bertemu dan ngobrol secara langsung akan memberimu kebebasan dan keleluasaan dalam berbicara. Kamu tak perlu khawatir kuota pulsa internetmu habis, atau kamu tak perlu takut tak bisa ngobrol hanya karena koneksi internet di rumah sedang putus. Kalau sudah merasa ketergantungan dengan chatting, secara tak sadar kita pun jadi orang yang sangat bergantung dengan koneksi internet.

Berbeda halnya dengan ngobrol secara langsung. Kamu punya waktu dan kesempatan yang lebih leluasa untuk bercerita dan menjelaskan sesuatu dengan sejelas-jelasnya, sehingga informasi yang kamu sampaikan tidak sepotong-sepotong. Pesan yang kamu utarakan pun jadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh lawan bicaramu.

7. Chatting menggunakan sticker lucu mengkin bisa menghiburmu, tapi berbicara langsung bisa membuatmu lebih lega dan mengembalikan mood-mu.

Bertemu dan mengobrol langsung bisa menghilangkan penat via pixgood.com

Saat kamu ngobrol secara langsung, suasanan yang terjadi pasti akan lebih dekat san akrab. Pada saat ngobrol serius hingga bercanda, semua terasa lebih asyik. Saat ngumpul bareng teman-teman, kita bisa bersenda gurau hingga terpingkal-pingkal, dan itu bisa menjadi penawar penat dan kegundahan hati. Bertemu secara langsung dengan orang-orang terdekat bisa membuat mood-mu yang kacau kembali membaik.

Hal seperti itu juga bisa saja terjadi melalui proses chatting, tapi tentu tidak akan lebih menyenangkan ketimbang berkumpul bersama dan bercanda tawa dengan sahabat-sahabat terdekat. Walaupun saat ini chatting terdapat banyak sticker-sticker yang lucu dan seru, tetap saja tak bisa menggantikan kelucuan dan keseruan dari bercanda dan ngobrol seru secara langsung.

8. Penggunaan chatting yang tidak terkontrol bisa mengubahmu menjadi orang yang tak punya rasa toleransi dan peduli dengan sekitarmu!

CHatting bikin kamu cuek dan gak peduli sekitar via www.sciencedaily.com

Pernah melihat orang yang sedang asyik ber-chatting ria? Bagiamana reaksi mereka terhadap dunia sekitarnya? Cuek? Tidak menyadari keberadaan orang lain? Ya, begitulah kebiasaan orang-orang yang sedang asyik ber-chatting ria. Dunia serasa berada di dalam aplikasi tersebut.

Jika hal tersebut terjadi saat percakapan didunia nyata sedang terjadi, pastinya membuat kita kesal bukan? Hal tersebut sama saja dengan mengacuhkan kita, dan pertemuan tersebut jadi terasa ‘garing’. Dengan tidak terlalu membiarkan diri kita tergantung dan terlalu asyik dengan dunia chatting, akan membuat kita jadi lebih peeduli dan lebih bersikap hormat pada orang-orang di sekitar kita.

Chatting memang bisa membuat komunikasi jadi lebih mudah, tapi juga jangan sampai mengubah kita jadi orang yang kehilangan rasa peduli dengan sekitar. Kita sendiri tahu ‘kan bagaimana rasanya dicuekin dan diabaikan? Tentu itu bisa membuat orang sebal dan malas untuk ngobrol denganmu lagi.

9. Percaya atau tidak, setan selalu ada di sekelilingmu. Lewat chatting, mereka bisa menggodamu untuk berselingkuh!

Chatting rentan perselingkuhan via 1clicknews.com

Sadar atau tidak, chatting juga rentan sekali menimbulkanperselingkuhan lho! Ya, banyak yang memanfaatkan apikasi chatting ini untuk menjalin tali silaturahmi dengan kawan-kawan lama, orang yang baru dikenal, bahkan orang asing. Banyak juga yang tiba-tiba meminta kontak chat seseorang dari temannya.

Bagaimana bisa chatting bisa berisiko menimbulkan perselingkuhan? Percakapan dalam chatting yang sangat mudah dan menarik ini bisa berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Banyak juga orang yang sengaja dan iseng mengirimkan gambar-gambar, kalimat-kalimat, hingga emoticon atau sticker yang lucu dan sweet, hingga ini terus berlangsung dan timbullah sebuah perselingkuhan.

Ya, jika kita semua tidak bijak dan berhati-hati dalam menggunakan aplikasi chatting ini bisa-bisa ini merugikan kehidupan kita sendiri. Jangan sampai aplikasi smartphone yang membuat hidup kita jadi lebih mudah ini malah berbalik menjadi senjata makan tuan.

Chatting memang seru dan bisa memudahkan kita dalam berkomunikasi, tapi jangan sampai hal tersebut mengubah kita jadi manusia yang tidak peduli dan acuh terhadap orang-orang dan lingkungan di sekitar kita. Harapannya, kita menjadi lebih bijak dalam menggunakan aplikasi atau teknologi yang ada dan menggunakan sebaik-baiknya.