Yuk selfie dulu, buat di Path sama Instagram!

Cheers…. hiiii keren..lagi-lagi… jangan lupa tag ya cyin…

Kamu sudah pasti nggak asing lagi kan dengan percakapan kekinian seperti di atas? Atau mungkin kamu juga sering melakukannya kalau pas lagi jalan bareng temen-temen. Gak heran memang, sekarang ini selfie ibarat makanan pelengkap jika kita sedang jalan atau liburan.

Ya, namanya juga lagi happening jadi wajar aja kalau orang-orang termasuk kita suka buat ikut-ikutan — ya sekadar untuk seru-seruan. Karena saking maraknya selfie ini, hingga menimbulkan banyak kontra dari masyarakat. Ada yang bilang ini gak bermanfaat, alay, narsis dan bisa bikin orang-orang jadi iri dan minder hingga bahkan ada pemuka agama yang mengungkapkan bahwa selfie itu haram hukumnya.

Hobi foto selfie tentu sah-sah saja, asal tahu ambang batas wajarnya. Sebagai manusia yang waras, kita harus bijaksana dalam merayakan kebebasan ber-selfie ria.

Selfie sah-sah saja, asal masih wajar via addis-techblog.de

Tak dipungkiri juga memang kalau beberapa pihak merayakan kebebasan ber-selfie ria dengan cara yang berlebihan dan kurang bijaksana. Ke manapaun, di manapun, dan kesempatan apapun sebisa mungkin jangan lupa buat selfie tanpa peduli situasi dan kondisi sekitar. Perlu diingat, terlalu memaksa diri buat selfie itu bisa bahaya buat keselamatan kita lho! Kok bisa?

Advertisement

Pernah dengar kisah Xenia Ignatyeva gak? Ia seorang remaja Rusia yang berusia 17 tahun yang meninggal karena tergila-gila dengan aktivitas selfie. Ia nekat memanjat jembatan supaya teman-temanya terkesan. Akibat aksinya yang gila ini keseimbangannya goyah saat ia memanjat jembatan yang cukup tingggi itu. Ia terjatuh, tubuhnya tersangkut di kabel listrik dan akhirnya tewas.

Xenia Ignatyeva meninggal karena ingin selfie dengan carayang ekstrim via www.secretsofthefed.com

Ya, itu hanya satu dari sekian banyak kasus dimana selfie bisa berujung maut. Sebagai orang waras, kita pasti melihat kejadian itu sebagai tindakan yang bodoh, tapi jika kita juga nggak bijak dan punya kendali diri yang kuat dalam mengekspresikan kebebasan berfoto selfie, bukan gak mungkin kita bisa melakukan hal bodoh yang sama.

Kita juga harus peka dengan keadaan sekitar kita juga sebelum foto selfie. Nggak mungkin kan saat ada musibah menimpa orang lain kita malah berselfie ria. Kalau ingin seru-seruan atau ingin membuat teman-teman terkesan dengan aksi selfiemu, masih ada banyak cara keren dan bermanfaat kok, dan gak cuma sekadar selfie untuk pamer.

Percaya atau tidak, saat ini alasan sebagian besar masyarakat membeli smartphone adalah untuk memenuhi kebutuhan untuk foto selfie dan eksis di media sosial!

Beli smartpfone untuk keperluan selfie dan medsos via idealsstore.com

Fenomena ‘pamer’ selfie yang kian heboh di jagad maya, mulai dari Facebook, Path, Twitter, dan Instagram ini bermula dari perkembangan kamera ponsel yang kian hari kian canggih. Kamera inilah yang menjadi sarana utama munculnya pose manyun, gigit lidah, cibi-cibi dll.

Dari sekian banyak pilihan smartphone, yang saat ini paling digemari adalah smartphone dengan kualitas kamera terbaik. Smartphone dengan kualitas kamera mulai 8Mp-20Mp sekarang banyak kita temui dengan mudah bahkan lebih mudah dari kacang goreng. Dengan merogoh kantong 1,5 juta 2,5 juta kita udah bisa membawa pulang ponsel pintar dengan kualitas kamera yang hampir setara dengan kamera poket atau DSLR. Pertanyaanya, sebenarnya kita membeli ponsel pintar dengan kamera super cangih itu untuk apa sih?

Iseng-iseng, saya sengaja bikin poling singkat di salah satu kampus di Malang tentang alasan utama ketika mereka membeli ponsel pintar. Dari poling sederhana ini ada 8,3% membeli ponsel pintar karena tertarik dengan kualitas videonya, 11,7% karena tak mampu membeli kamera pro tetapi ingin belajar fotografi, sedangkan 80% untuk selfie dan kebutuhan sosial media. Nah tuh kan, keliatan mengapa pangsa pasar smartphone hampir 90% larinya ke Indonesia. Alasanya sederhana karena kita orang muda di Indonesia gemar selfie! Hehehe…

Agar gak dibilang alay dan narsis, jangan cuma foto selfie ala kadarnya. Belajarlah fotografi kamera ponsel yang baik agar bisa narsis tapi juga berkarya dan berkreativitas.

Belajarlah smartphone photography via www.samsungupdate.com

Nggak ada yang salah memang kalau kita punya hobi selfie, tapi mungkin itu akan jauh lebih keren dan bermanfaat kalau kita nggak cuma sekadar selfie biasa aja. Bukankah lebih baik kita mengarahkan hobi selfie ini untuk hal-hal yang lebih unik dan berseni? Sehingga momen-momen biasa yang kita abadikan menggunakan kamera ponsel bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Dengan begitu kamu pun bakal terhindar anggapan miring dari orang-orang seperti alay atau narsis.

Foto hasil karya dari jepretan smartphone (dok. pribadi) via Hipwee.com

Saat ini pun sudah ada beberapa komunitas-komunitas fotografi yang khusus mewadahi orang-orang yang hobi foto dengan menggunakan kamera ponsel. Jangan salah, meskipun hanya bermodalkan kamera ponsel, hasil jepretan mereka juga tak kalah ciamik dari kamera-kamera profesional sekelas DSLR. Foto-foto mereka bahkan sudah mendapatkan award di luar negeri, ada yang dari Australia, Italia, Vietnam dan negara lain.

Tak hanya sekadar selfie, tapi juga berkarya (dpk. pribadi) via Hipwee.com

Fotografi juga tak memerlukan kamera yang mahal dan profesional, karena fotografi adalah seni mengambar dengan cahaya. Meski dengan kamera ponsel, mereka tak mundur jika bertemu dengan para fotografer dengan kamera profesional. Mereka sadar meskipun tak menjadi fotografer profesional, tetapi karya mereka bisa go internasional.

Komunitas fotografi ini saat ini semakin berkembang. Hal yang bisa kita contoh dari komunitas seperti adalah, mereka tetap percaya diri bisa menghasilkan karya luar biasa meskipun dengan modal seadanya, dan tentunya bisa membuat hobi-hobinya yang awalnya hanya untuk pribadi menjadi sebuah seni dan karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang bahkan mendapat apresiasi oleh dunia.

Dengan kreativitas dan kecanggihan ponselmu, pasti kamu bisa menghasilkan karya yang bagus. Jangan biarkan kelebihan yang kamu punya hanya berakhir pada hal yang biasa-biasa saja!

Jadkan ponselmu sebagai media lukisan cahaya (dok. pribadi) via Hipwee.com

Ternyata kamera yang ada pada ponsel pintar kita tak sekadar untuk selfie saja kan? Kamera ponsel juga menjadi media belajar fotografi. Dengan demikian ponsel pintar bisa lebih tepat guna dan juga menjadi penyalur hobi yang membuat kita tak sekedar foto manyun, lalu diposting di sosmed lalu dikomentari sekian ratus orang. Akan lebih bagus dan lebih keren kalau kamu bisa meng-capture keindahan momen yang ada di sekitarmu dan membagikannya pada orang lain yang belum tentu bisa mereka lihat.

Kamera ponselmu juga bisa menginspirasi banyak orang (dok. pribadi) via Hipwee.com

Ponsel kita juga bisa kita gunakan untuk media berbagi hal-hal positif yang memberi inspirasi. Tulisan ini saya tulis dengan ponsel mungil saya lho! Bahkan Mas Aveus Har, seorang penjual Mie Ayam dari Pekalongan, menulis ke tujuh novelnya dengan ponsel sederhana, luar biasa bukan? Yehezkiel Zebua diusianya yang masih muda, kini memiliki 3 perusahaan dan ia pernah menghasilakan uang Rp. 3 Milyar dalam 3 menit, hanya karena mengunakan ponselnya dengan bijak dan tak sekadar selfie.

Jika kita bijak mengunakan ponsel dan fitur kamera pada ponsel pintar kita pasti akan menemukan banyak kreativitas dan manfaat yang lebih positif daripada sekedar selfie. Selfie memang sah-sah saja di muka bumi ini tetapi kita juga harus belajar menahan diri supaya tak menjadi aksi yang membuat kita lupa diri. Mari kita tak sekedar selfie lalu lupa diri, lebih baik kita belajar fotografi untuk mewarnai mimpi. Selamat belajar fotografi dan berbagi kreasi! 🙂