Jika sudah menikah nanti, sebagai wanita tentu ada beragam ekspektasi yang kamu harap bisa dipenuhi oleh calon suami. Mulai dari urusan bagaimana dia memperlakukanmu sebagai istri, bagaimana dia bisa memipin keluarga dan menjadi ayah bagi anak-anakmu nanti, sampai ke perkara remeh tentang gayanya membawa diri.

Pernikahan memang sebuah pintu gerbang baru yang menuntut 2 orang di dalamnya terus menyesuaikan diri. Kali ini Hipwee khusus merangkum berbagai pendapat dari pembaca setia Hipwee tentang apa yang mereka harapkan ada di diri sang calon suami. Khusus buat cowok-cowok yang sudah merasa siap nih, apakah berbagai hal ini sudah dimiliki? Atau kalian justru masih harus memacak diri?

1. Tolong Luangkan Waktu Untuk Anak-anakmu Nanti. Sentuhan Ayah Akan Membantu Mereka Mengembangkan Jati Diri

Suami juga harus ngurus dan momong anak via www.unfinishedman.com

Persoalan anak memang sudah seharusnya jadi tanggung jawab bersama. Dalam mengurus anak, memang peran seorang istri lebih mendominasi. Istrilah yang seringkali memandikan, menggantikan popok, menyuapi, mengajak bermain, mencuci botol susu, hingga menina bobokan anakn. Tetapi bukan berarti seorang suami bisa lepas tangan dan tidak ikut mengurusi persoalan itu. Seorang suami juga harus mau untuk turun tangan membantu istrinya dalam mengasuh anak. Meski porsinya tak sebanyak istri, setidaknya seorang sumi juga harus terampil dalam mengurusi anak-anaknya.

“Buat saya, suami saya harus bisa ikutan ngurus anak dengan baik, bisa gantiin popok, bisa jadi ayah yang care buat anaknya, bisa berwawasan luas agar bisa berbagi dengan anak dan istri.”

Advertisement

Cyndi, 26, Yogyakarta

Peran ayah terbukti penting untuk membantu proses tumbuh kembang anak. Bagaimanapun anak ini ‘kan hasil dari buah cinta kita berdua, jadi wajar ‘kan jika istri berharap suami juga meluangkan waktu untuk membantu mengurus si buah cinta?

2. Sesibuk Apapun Kalian Mencari Nafkah, Jangan Pernah Lupa Berbagi Kehangatan Dengan keluarga Di Rumah

Selalu sempatkan waktu untuk istri dan anak via www.nsmbl.nl

Pada dasarnya, tujuan seorang kepala keluarga untuk bekerja adalah demi menafkahi keluarganya. Tetapi, terkadang kesibukannya dalam mencari sesuap nasi itu berakibat pada hilangnya waktu-waktu kebersamaan dengan keluarga. Sehingga suami tak punya cukup banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan anak dan istrinya.

Seorang istri pasti akan memahami  dan memaklumi kesibukan sorang suami yang bekerja banting tulang untuk mencari nafkah. Tetapi, seorang suami juga harus menyadari bahwa waktu kebersamaan keluarga adalah hal yang paling berharga. Untuk apa ia banting tulang mencari nafkah jika pada akhirnya keluargalah yang menjadi korban. Itulah sebabnya, penting bagi seorang suami untuk selalu meluangkan waktu untuk keluarganya. Seperti apa yang diungkapkan oleh pembaca ini:

“Harus bisa menyisihkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk sekedar minum teh/kopi di sore hari bareng aku sambil berbagi cerita tentang “kita”. Yah, quality time gitu deh, gak muluk-muluk kok. :)”

Dolly Reinhart, 24, Kupang

3. Saat Kau Lihat Istrimu Sudah Lelah, Tawarkan Bantuanmu Untuk Sesekali Mengurusi Pekerjaan Rumah

DIa juga harus mau membantu istrii mengurus rumah via www.huffingtonpost.com

Selain mengasuh dan mengurus anak, urusan pekerjaan rumah juga dibebankan kepada istri. Terkadang suami tak mau tahu, saat dia pulang ke rumah, yang dia inginkan adalah keadaan rumah yang bersih dan nyaman. Padahal ada juga istri yang bekerja kantoran juga.  Bisa bayangkan ‘kan bagaimana repotnya menjadi seorang istri?

Seorang suami memang sebaiknya pengertian kepada istrinya. Membantu istri soal urusan pekerjaan rumah juga tak akan menurunkan harga dirinya sebagai seorang kepala rumah tangga. Mengulurkan bantuan kepada istri justru akan membuat istri merasa dihormati dan tersanjung, dengan begitu istri akan lebih sayang dan menghormati suami.

“Harus bisa ngurus rumah juga, melakukan pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan istri. Kalau suami juga bisa ngurus rumah, istri enak dong ada yang ngebantuin, dan pekerjaan rumah akan terasa lebih ringan kalau dikerjakan bersama.. hahaha.”

Lisa, 22, Semarang

4. Sebagai Seorang Laki-Laki, Kelihaianmu Memperbaiki Perkakas Akan Sangat Kuhargai

Suami harus bisa memperbaiki rumah via abcnewsradioonline.com

Jika perempuan dituntut untuk bisa memasak, seorang laki-laki juga dituntut untuk bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pertukangan. Skill-skill pertukangan ini memang perlu dikuasai oleh seorang cowok, karena saat ia menjadi suami, dialah yang akan selalu diandalkan untuk menangani berbagai masalah di rumah. Seperti soal memperbaiki kran air ledeng, membetulkan genting yang bocor, membetulkan listrik yang korslet, hingga bisa mereparasi barang-barang elektronik.

Tidak wajib memang, tetapi jika laki-laki bisa berperan bak seorang MacGyver, yang handal dalam ‘mengutak-atik’ segala hal, tentu ini akan menguntungkan dirinya dan keluarganya. Oleh karena itu, seorang laki-laki lebih baik melengkapi dirinya dengan skill-skill tertentu demi kemudahannya saat berumah tangga nanti.

“Harus bisa benerin listrik rumah kalau lagi rusak, benerin kendaraan pribadi kita kalau lagi rewel, harus bisa benerin laptop. Kan lumayan bisa buka usaha dengan keahlian suamiku.”

Bungsu Retnoningrum, 20, Madiun

“Suami gue harus bisa benerin kran air ledeng yang bocor. Kran air yang bocor kan urgent tuh, kalo nunggu tukang kan lama banget. Nanti banyak air yang kebuang kalau gak buru-buru dibenerin.”

Agrevonna, 20, Jakarta

5. Aku Tak Selamanya Bisa Ada Di Rumah. Kamu Harus Punya Kemampuan Dasar Memasak Demi Perutmu dan Perut Anak-Anak

Tak ada salahnya jika dia bisa memasak

Cowok bisa masak itu poin plus banget. Bahkan saat ini makin banyak cewek-cewek yang mengakui bahwa cowok yang bisa memasak adalah cowok-cowok yang seksi. Nggak perlu jago seperti chef-chef tampan yang ada di televisi kok, yang penting dia bisa memasak makanan-makanan yang sederhana. Setidaknya dia bisa memasak nasi goreng, mie goreng, spagethi, sup, dan sejenisnya.

Suami yang bisa memasak juga sama saja membantu meringankan beban istrinya. Jika suatu saat nanti sang istri sedang ke luar kota, hamil atau mungkin sedang sakit, sang suami tak akan kelabakan dan repot-repot mencari makanan di luar. Suami  juga bisa lebih mandiri dan bisa berinisiatif untuk memasak bagi dirinya sendiri, istri, dan anak-anaknya. Hal ini juga diamini oleh para pembaca ini:

“Harus bisa masak, biar nanti kalau istri lagi sakit atau setelah melahirkan, suami bisa gantian masakin untuk istri tercinta. Ya walaupun gak mahir banget, seenggaknya tau lah sama bumbu dapur.. hehehe.”

Maya Ariyani, 22, Bekasi

“Untuk suamiku kelak, kamu harus bisa masak yaa, biar nanti kalo akunya lagi ga ada kamu yang masakin buat anak-anak.. hehe. Terus kamu juga harus bisa momong anak dengan sabar , ok :)”

Mey, 20, Bekasi

6. Punya Kemampuan Mengemudi yang Mumpuni Bisa Berguna Bagi Kehidupan Keluarga Kita Nanti. Anak-anak Kita Perlu Diantar, Aku Pun Senang Jika Dijemput Sepulang Kantor

Supaya bisa mengantar-jemput istri atau anak via us.protectyourbubble.com

Laki-laki memang sudah seharusnya bisa mengendarai kendaraan bermotor. Kemampuan untuk mengendarai kendaraan bermotor saat ini adalah kemampuan dasar yang sangat wajib untuk dikuasai. Seorang suami pasti akan mengantar dan menjemut istri dan anak-anaknya. Jika tidak bisa mengendari motor atau mobil, bagaimana bisa kegiatan antar jemput ini bisa terlaksana?

Bisa mengendarai motor dan mobil, akan sangat berguna dan menguntungkan bagi keluarga. Ke mana-mana jadi lebih mudah dan efisien. Mengingat transportasi umum di Indonesia masih banyak yang belum cukup bersahabat bagi anak-anak, maka akan lebih aman jika seorang ayah mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah, atau saat agenda liburan ke luar kota, akan jauh lebih mudah dan murah karena tak perlu bingung-bingung harus menyewa seorang supir.

“Harus mandiri yang bisa nyetir kendaraan sendiri, buat ajak anak jalan-jalan :)”

MT, 21, Jakarta

7.  Kamu Adalah Imam Keluarga. Pimpin Kami Dalam Menghadap Tuhan Dengan Sebaik-Baiknya

Bisa menjadi imam sholat bagi keluarga via maulidyanosita.blogspot.com

Kodrat seorang laki-laki adalah menjadi imam bagi keluarganya kelak. Seorang imam pasti harus bisa memimpin keluarganya untuk bersujud menghadap kepada Sang Pencipta. Tak hanya bisa menjadi imam sholat yang baik dan benar saja, seorang imam yang baik juga punya tugas untuk bisa membimbing istri dan anak-anaknya untuk beribadah lebih baik lagi. Ibadah adalah perkara hubungan antara manusia dan Tuhannya, oleh karena itu, seorang suami harus benar-benar paham mengenai bacaan sholat dan juga ilmu agama. Seperti para pendapat mereka:

“Bisa jadi imam sholat (yang bacaannya fasih dan tajwidnya juga bener). Tiangnya agama sob, kalo jadi imam sholat aja gak bisa mau dibawa kemana kita. Haha.”

Anisa, 24, Depok

“Bisa jadi imam. Secara dia kepala keluarga, jadi suami kudu lebih paham tentang masalah agama dan membimbing istrinya buat beribadah lebh baik lagi.”

Keke, 23, Probolinggo

8. Kalian Boleh Tegas. Tapi Tetap Harus Punya Kendali Emosi dan Tahu Batas

Harus bisa menahan emosi via schmidtlawservices.com

Sudah pasti seorang suami harus memiliki sikap yang tegas, terutama saat membuat keputusan-keputusan krusial bagi kelarganya. Tapi kadang kala, sikap tegas yang ditunjukkan oleh seorang suami muncul beriringan dengan luapan emosi. Padahal untuk bisa mengambil sebuah keputusan yang bijaksana, seseorang harus bisa mengenyampingkan emosinya.

Oleh karena itu, seorang suami itu wajib untuk memiliki rasa sabar. Dia harus bisa menahan emosinya agar bisa terhindar dari hal-hal buruk dan kasar yang tak sepantasnya dilakukan seorang suami kepada istri maupun anak. Emosi adalah suatu hal yang manusiwai, tetapi bagaimanapun juga setiap orang juga wajib bertanggung jawab mengendalikan emosinya. Sebagaimana pendapat yang diutaraan oleh pembaca ini:

“Harus bisa sabar, bisa ngontrol emosi. Boleh marah, tapi tidak memukul.”

Ais, 19, Yoyakarta

9. Jadilah Suami, Ayah, Sahabat, dan Musuh Terhebatku Dalam Berbagai Hal. Walau Sudah Menikah, Aku Tak Ingin Kita Kehilangan Kedekatan

Partner yang kompak bagi istrinya via katbevel.com

Berumah tangga memang butuh kerja sama yang kompak antar suami dan istri. Koordinasi antar suami dan istri itu penting agar pekerjaan sebagai suami atau istri bisa ditanggung dan dilakukan bersama-sama. Jika suami dan istri bisa saling membantu soal urusan rumah tangga, tak ada salah satu pihak yang merasa terbebani. Kehidupan rumah tangga pun akan terjaga keharmonisannya.

“Kalau aku punya suami nanti suamiku harus bisa buat aku nyaman,bisa jadi ayah,sahabat,pacar partner yang baik buat aku, bisa mengerti aku,bisa menjaga aku,nama baik aku dan keluaga :)”

Rini Nuraeni, 24, Purwakarta

10. Saat Kelak Kami Sudah Sepenuhnya Mendampingi, Tolong Jangan Lelah Membuat Kami Terus Jatuh Cinta Setiap Hari

Harus bisa menjaga rasa cintanya kepada istri via muslimfashion.ru

Kehidupan percintaan saat sebelum menikah sangat berbanding terbalik dengan kehidupan setelah menikah. Banyak yang berkata bahwa cerita cinta yang terjadi di antar suami dan istri tak lagi seromantis saat seperti masih berpacaran. Rasa bosan kepada pasangan masing-masing pun seringkali menyerang. Jika hal sepele ini tak dilawan dan diatasi, bisa menjadi sebuah ancaman besar bagi rumah tangga.

Oleh karena itu, suami juga perlu untuk selalu berusaha agar rasa cintanya kepada istri dan keluarganya terus bersemi. Tentu upaya untuk menjaga rasa saling cinta ini juga harus dilakukan oleh istri. Menimbulkan rasa saling cinta kepada pasangan sehidup semati bukanlah perkara sepele. Kesetiaan dan rasa cinta suami istri akan selalu mendapat ujian hingga maut memisahkan mereka. Karena itulah, penting bagi seorang suami maupun istri untuk bisa saling menjaga keromantisan dalam berumah tangga.

“Menjadi imam yang baik, Harus bisa bantuin masak hehe, bisa bikin jatuh cinta setiap hari, harus bisa jadi contoh yang baik buat keluarga, harus bisa diandalkan pastinya :D”

Indah Amalia, 18, Jakarta

Tugas menjadi seorang suami memang tidak mudah, tetapi jangan lantas membuat hal-hal tersebut sebagai sebuah tuntutan yang malah akan membebanimu. Seorang suami memanng sudah selayaknya bisa diandalkan oleh istri dan anak-anaknya. Nah, bagaimana menurutmu dengan pendapat pembaca di atas? Jika kamu punya pendapat lain, silahkan tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya! 🙂