Assalamualaikum, teman baruku. Salam kenal ya!

Kenalin, namaku Gege, akhirnya aku bisa kenal kamu, melihat kamu tanpa jarak, mengenalmu lebih dekat, dan mungkin akan semakin dekat dan terus bersama untuk beberapa bulan ke depan. Sebelumnya aku sudah sering mendengar namamu dari orang lain.

Banyak panggilan tentang kamu lho di luar sana, ada yang manggil kamu “Skripsi”, “Skripsweet”, “Skripsh*t” dan lain sebagainya. Ternyata kamu terkenal banget ya dimana-mana? Hehehe. Bangga rasanya, akhirnya sekarang kita bisa menjadi teman baik.

Halo, skripsiku sayang! Aku dengar banyak cerita tentangmu, kata mereka kamu itu menyeramkan dan sulit sekali ditebak.

Kata orang, skripsi itu menyeramkan. via fikrirasyid.com

Sebelum kenal kamu, aku sempet punya banyak persepsi tentang kamu, sempat takut, dan enggan, tetapi sebenernya malah penasaran pengen cepet-cepet ketemu. Mereka bilang kamu menyeramkan, sulit dimengerti, suka susah ditebak, kamu jagonya membolak-balikkan mood, kamu juga bikin mereka kurang tidur, dan akhirnya jadi males ketemu kamu.

Advertisement

Gara-gara itu, mereka jadi suka ninggalin kamu berminggu-minggu, didiemin gitu aja karena kalian marahan, ada yang cepet baikan lagi, ada juga yang malah lama buat bisa peduli lagi sama kamu. Pokoknya, katanya temenan sama kamu itu bikin stres deh!

Tapi tenang, gak sedikit juga kok dari cerita yang aku dengar juga bilang kalau kamu itu partner berjuang yang luar biasa. Kamu mengajarkan mereka banyak hal, melatih mereka untuk kuat, berjuang, dan tak terkalahkan. Kamu ngasih mereka jalan untuk segera mencapai impian mereka. Kamu juga salah satu tiket buat mereka saat mereka ingin mewujudkan mimpi bertoga disamping orang-orang yang mereka cinta.

Aku memang sempat takut bergaul denganmu, tetapi aku tetap optimis. Kita berdua pasti bisa jadi teman baik dan partner yang saling mendukung!

Kita bisa jadi partner yang baik! via www.cfadheli.blogspot.com

Itu semua sih “kata orang”. Setiap orang berhak punya penilaian terhadap kamu, sesuai pengalaman dan pengetahuan mereka tentang dirimu. Tapi mamaku pernah bilang,

“Apa yang orang lain lihat belum tentu sama dengan apa yang kita lihat, apa yang orang lain rasakan belum tentu sama dengan apa yang kita rasakan.

Jangan menilai orang dari penilaian orang lain, jangan terpengaruh tentang seseorang karena persepsi orang lain”.

Karena nasihat mama itu, jadi aku nggak mau hubungan kita dijalani berdasarkan “kata orang” atau persepsi orang lain, jadi biarlah aku sendiri yang menilai kamu seiring berjalannya waktu.

Tapi sungguh besar harapanku, kamu dan aku akan saling berperan positif, memberi kesan yang baik dan saling menguatkan dalam proses ini ya! Aku ingin kita bukan hanya sekadar teman baik, tapi aku ingin kamu jadi good story partner-ku!

Dari dulu aku penasaran sekali denganmu. Aku tak sabar berkenalan denganmu dan berjuang menghadapi dosen pembimbing bersama-sama.

Kita hadapi dosen pembimbing bersama-sama. via zahratulkamila.wordpress.com

Maafin aku ya, dari tadi aku banyak ngomong ke kamu. Aku memang bawel orangnya, tapi itupun dengan niat baik kok. Maaf kalau tanpa sengaja aku bikin kamu tersinggung dan iba hati. Jujur awal waktu aku mau menemuimu, aku sangat excited! Iya sih, aku sempat deg-degan dan cemas, tapi aku benar-benar pengen banget cepet-cepet kenalan sama kamu!

Pertama, aku penasaran siapa dosen pembimbing “Kita”, kedua, aku pengen cepet-cepet menyelesaikan misi “Kita” dan segera bertoga, dan ketiga, di luar sana sudah banyak teman sebayaku yang udah lebih dulu kenalan sama kamu dan berjuang bareng kamu. Ada yang lagi konflik sama kamu, marahan, tapi ada juga yang udah kamu anter baik-baik sampai mereka selfie pakai mahkota hitam itu.

Skripsiku sayang, hubungan kita ini mungkin akan berat. Tapi aku ingin kita berdua terus berkomitmen untuk menyelesaikan misi besar ini.

Aku optimis kita berdua bisa menyelesaikan misi ini. via arsip.bewara.co

Ya, alhamdulillah bulan lalu aku sudah mengantongi nama dosen pembimbing “Kita”, dan  senangnya lagi aku sudah mulai mencoba menjajakimu. Di tiga hari pertama kamu ngasih aku first shock, dan aku akuin kamu memang jago banget bercanda. Saking lucunya, aku sampai mau nangis.

Tapi nggak papa kok, salam perkenalan itu berkesan banget buat aku. Sssssttt… ini rahasia kita berdua ya, jangan sampai kebongkar oleh orang lain, supaya mereka yang belum kenal denganmu bisa merasakan kesan pertama yang begitu mengejutkan juga.

Nah, sekarang aku pengen kita berdua berkomitmen ya, aku udah lelah sama hubungan yang gak jelas tanpa komitmen yang pasti. Aku yakin dan percaya, aku dan kamu akan sama-sama kuat dan saling menguatkan, berjuang dan saling memperjuangkan, peduli dan tidak akan mengecewakan, setia dan tidak akan saling meninggalkan hingga misi kita terselesaikan dengan baik! Oke, deal?

Jika aku mulai lupa dengan komitmen kita, tolong ingatkan & bangunkan aku kembali. Bagaimanapun juga, kita harus mengakhiri hubungan ini dengan cara yang baik.

Kita harus mengakhiri hubungan ini dengan baik via himbiounpad.wordpress.com

Aku cuma manusia biasa yang penuh keterbatasan. Kelak jika aku lupa dengan komitmen kita, aku mohon, tolong panggil dan ingatkan aku. Aku, kamu, kita, memulainya dengan baik, niat yang mulia, dan kita harus akhiri juga dengan cara yang baik, jangan dengan kesia-siaan.

Apapun halang rintangnya, kita berdua harus bisa menyelesaikan misi kita berdua ini, kita arungi dan perjuangkan dengan penuh keyakinan. Berjanjilah untuk menemani aku, mendampingi aku, dan berjalanlah beriringan denganku. Bila aku terjatuh, tariklah kembali dan bangunkan aku, bila aku tersesat jemputlah kembali dan bimbing aku.

Dan mulai hari ini, saya akan mencintai kamu karena Allah, biar kita jaga cinta segitiga kita selama prosesnya berlangsung, antara aku, skripsi, dan Allah. Hanya atas izin Allah, hanya dengan ridho Allah, segala komitmen kita ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah memberi berkah, melancarkan, dan memudahkan segala urusan kita, Amin.

“Dear skripsi, antarkan aku dengan penuh cinta menuju sarjana di tahun ini ya!”

Kredit gambar andalan: www.cfadheli.blogspot.com