Well, kamu sudah menyelesaikan satu tingkat pendidikan kamu. Segera mengakhiri masa-masa indah SMA. Sekarang, kamu siap untuk menapaki kaki menuju dunia perkuliahan. Banyak sekali pilihan jurusan yang ditawarkan, kamu masih menimbang-nimbang jurusan apa yang akankamu ambil. Sesungguhnya, langkah kakimu hari ini di dunia kampus akan menempamu menjadi seseorang di masa depan.

Salah satu jurusan non-eksak yang ada di perguruan tinggi adalah jurusan sosiologi. Biasanya, jurusan ini tergabung dalam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ketika kamu lulus sarjana nanti, kamu secara resmi akan menyandang gelar sebagai sarjana sosial (S.Sos).

Nah, bagi kamu yang memantapkan hati kuliah di jurusan ini atau masih menimbang-nimbang, berikut sedikit gambaran pengalaman ketika kamu berkuliah di jurusan ini:

1. Memasuki sesi perkuliahan, kamu mulai takjub dengan mata kuliah dan teori-teori yang diajarkan.

Sesi perkuliahan membuatmu takjub. via www.umm.ac.id

Bagi kamu yang memilih kuliah di jurusan ini, kamu akan jarang sekali menemukan pelajaran hitungan. Kamu akan dihadapkan ke pelajaran yang lebih bersifat membaca, memahami dan menuntut daya kritis kamu melihat fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita.

Advertisement

Kamu akan dibawa berpikir dalam berbagai paradigma dan juga diajari berbagai teori-teori mulai dari teori sosiologi klasik, modern, sampai kepada teori-teori posmo. Di sinilah daya nalar dan kritismu semakin diasah. Kamu akan mulai akrab dengan berbagai tokoh-tokoh sosiologi seperti Aguste Comte, Karl Max, Talcot Parson, Giddens, dan lain sebagainya.

2. Kamu menjadi sadar, bahwa bidang ilmumu luas serta memiliki irisan dengan bidang ilmu lainnya.

Berhubungan dengan kajian ilmu lain. via sosiologi.ub.ac.id

Beberapa mata kuliah yang familiar bagi kamu seperti teori sosiologi, metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif, sosiologi industri, sosiologi kesehatan, perubahan sosial, sosiologi hukum, sosiologi anak dan remaja, strategi pemberdayaan masyarakat, sosiologi konflik dan rekonsiliasi dan masih banyak lagi. Belajar berbagai mata kuliah tersebut kamu mulai sadar, bahwa jurusan yang kamu geluti tidak berkutat pada ilmu murni belaka, tetapi juga meruapakan ilmu terapan.

3. Ketika ujian, jarang sekali ujian mid atau UAS yang pilihan ganda. Hampir semuanya adalah essay!

Ujiannya essay semua. via fisika.unnes.ac.id

Kamu dituntut memiliki kemampuan kritis dan menggunakan nalar dalam menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi dengan teori-teori yang sudah diajarkan. Tak jarang, kebiasaan kamu dalam menjelaskan persoalan dan pemecahannya secara sistematis, secara tidak langsung mengasah kemampuan menulis kamu. Sehingga, banyak sarjana sosiologi nantinya yang memiliki kemampuan dalam menulis secara sistematis.

4. Berbeda dengan mahasiswa eksakta yang akrab dengan laboratorium, kamu justru semakin membumi dengan kuliah-kuliah lapangan.

Akrab dengan kliah lapangan. via www.sosiologi.my.id

Ketika kamu kuliah di jurusan ini, tidak jarang kamu akan turun ke lapangan. Kamu diajak kuliah lapangan oleh dosen-dosenmu. Ya, benar-benar turun ke lapangan dan bertemu orang-orang baru dan banyak fenomena-fenomena sosial. Kamu bukan anak eksak yang penelitian berkutat di laboratorium, laboratorium kamu adalah manusia dengan segala tingkah polahnya. Kamu mulai belajar membiasakan diri bertemu dengan orang baru, daerah baru, belajar mematuhi adat istiadat daerah setempat.

5. Walaupun kadang terasa berat, kuliah lapangan membuatmu belajar mengaplikasikan ilmu yang selama ini kamu pelajari di perkuliahan.

Mengaplikasikan ilmu lewat kuliah lapangan. via ririnkyurin.wordpress.com

Kuliah lapangan, menjadi sebuah ajang pembelajaran untukmu, bahwa kamu tidak bisa menjadi mahasiswa menara gading yang hanya tahu teori-teori tanpa mengasah diri di lapangan. Perlahan kamu belajar bagaimana menghadapi orang-orang baru, bagaimana cara memberdayakan masyarakat, dan sifat peka terhadap lingkungan sekitar mu mulai ikut terasah.

Kuliah lapangan mengajarkanmu banyak hal. Selain kamu bisa menerapkan teori-teori pada mata kuliah mu secara aplikatif, kamu juga mendapatkan penyegaran dengan kuliah lapangan. Kamu bisa belajar sambil berekreasi.

6. Terkadang, kamu dihadapkan pertanyaan orang sekitar tentang peluang kerja di masa depan.

Masa depanmu dipertanyakan. via www.uajy.ac.id

Tante: Kamu kuliah di jurusan apa?

Kamu: Sosiologi tante

Tante: Hmm.. emang nanti kamu mau kerja dimana nanti?

Pertanyaan seperti ini adalah pertanyan yang sering mampir ke telingamu ketika kuliah di jurusan ini. Karena banyak yang berpikir pada awalnya, sosiologi adalah ilmu murni dan kurang aplikatif. Padahal, kamu sesungguhnya juga mempelajari hal-hal terapan. Oleh karena itu, kamu hanya butuh tekun dan bersungguh-sungguh, jadilah ahli dalam bidang ilmu yang kamu geluti nantinya. Kamu tidak perlu khawatir, karena sesunguhnya alumni di jurusan ini tersebar di berbagai bidang pekerjaan.

Jika kamu mau berprofesi linear dengan jurusan kamu, kamu bisa menjadi aktivis yang aktif di LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), menjadi PNS (pemprov, pemda, dan instansi pusat tiap tahun merekrut sarjana sosiologi), menjadi peneliti di bidang sosial, berkecimpung di dunia pendidikan (kamu bisa mengambil pendidikan S2 dan menjadi dosen di perguruan tinggi), menjadi fasilitator bidang pemberdayaan masyarakat, menjadi jurnalis, dan bekerja di bagian CSR (Coorporate Social Responsibility) perusahaan.

Toh, kalau kamu juga bisa memilih pekerjaan yang tidak linear juga seperti bekerja di bank, perusahaan swasta, atau malah kamu mendambakan menjadi seorang pengusaha.

7. Kamu pun menyadari bahwa kuliah itu tidak sesantai yang dibayangkan pada masa putih abu-abu dulu.

Kuliah tak segampang yang dibayangkan. (dok. pribadi) via Hipwee.com

Kamu mulai merasakan dunia perkuliahan dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Tugas kuliah kamu mulai dari yang dikerjakan secara personal seperti resume bahan kuliah dan membuat makalah perorangan. Selain itu, kamu juga terkadang mendapatkan tugas-tugas yang dikerjakan dengan kelompok.

Kamu mulai belajar bekerjasama dan berlatih cara presentasi yang baik. Setiap minggu, biasanya kamu akan disibukkan dengan tugas kuliah. Kamu belajar untuk rajin demi segera menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.

Kamu menjadi sadar, bahwa kuliah di jurusan ini gak sesantai yang kamu pikirkan. Kamu yang pada awalnya berfikir bahwa kuliah santai dan gampang ternyata tidaklah benar. Disini kamu tahu, bahwa kamu juga punya tanggungjawab menyelesaikan tugas kuliah dan juga butuh perjuangan, disiplin dan ketekunan untuk menyelesaikan kuliah mu demi menjadi sarjana..

8. Ketika menjadi alumni, kamu bersyukur terhadap proses perkuliahan yang sudah kamu jalani karena sudah membentuk dirimu jadi seseorang yang lebih baik.

Kuliah di sini menjadikanmu manusia yang lebih baik. via hmjsos-unila.blogspot.com

Ketika kamu lulus nanti, kamu akan sangat rindu masa-masa kuliah di jurusan ini. Kamu belajar banyak hal. Secara keilmuan, pemahamanmu akan meningkat dengan fenomena sosial, kamu akan mampu menjelaskan berbagai macam hal yang terjadi dengan berbagai paradigma.

Kamu tidak lagi memandang apa yang terjadi pada masyarakat dengan kacamata kuda , dalam arti kata mudah memberikan simbol baik dan buruk terhadap suatu hal. Sebagai seorang sosiolog nantinya kamu akan memiliki kemampuan melihat di balik .

Pada akhirnya, apapun pilihanmu nanti, jalani dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh. Salah satu hal yang terpenting, pakailah ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk . Itulah sedikit gambaran tentang perkuliahan di jurusan sosiologi. Semoga bisa mencerahkan! Hidup mahasiswa!