Mencari pekerjaan nggak jauh beda dengan mencari jodoh. Sama-sama soal kecocokan, dan ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum mantap berkomitmen. Nah, kira-kira apa saja sih hal-hal yang bakal kamu pertimbangkan sebelum melamar pekerjaan?

Berikut ini adalah jawaban-jawaban terbaik dan paling umum dari kamu mengenai pertimbangan penting itu. Kita lihat yuk, kumpulan jawaban dan alasan-alasannya!

Sebelum Melamar, Aku Ingin Memastikan Bahwa Gajiku Nanti Tinggi (atau Setidaknya Sesuai dengan Beban Pekerjaan)

Gajinya sudah sesuaikah? via simpli-me.blogspot.com

Lumrah jika orang mengidam-idamkan upah yang tinggi dari pekerjaan mereka. Biaya hidup dan harga kebutuhan semakin hari semakin tinggi. Apalagi, gaji yang besar juga akan memberimu lebih banyak pilihan gaya hidup dan kesempatan bebas secara finansial. Pembaca sendiri berkomentar…

“Yang paling utama sih ya gajinya. Siapa sih yang gak mau memiliki penghasilan tinggi tiap bulan? Dari situ kita bisa memenuhi kebutuhan sehari hari, menabung, bahkan bisa bersedekah.”

Andi, 22, Bandung

Advertisement

“Gaji. Masa iya udah sekolah tinggi gajinya gak sepadan? Tapi untuk fresh graduate masih dimaklumi sih, karena mungkin belum ada pengalaman kerja. Yang jelas kita kerja ngeluarin tenaga, bukan buat amal tapi buat cari duit.”

Rini Mariam, 22, Bandung

“Gaji, hahahah. Gak munafik deh kerja buat cari duit. Ya, yang sesuai lah antara gaji dengan beban kerja. Gak rodi banget gitu.”

Anisa, 24, Depok

Tetapi, perlu kamu ingat bahwa mendapatkan gaji yang besar tak semudah merayu orang tuamu untuk memberimu uang saku lebih. Jika kamu ingin mendapatkan gaji tinggi, buktikan juga bahwa kamu pantas mendapatkannya. Pastikan nilai jualmu sebanding dengan skill dan kemampuan yang kamu miliki.

Jika kamu tidak terlalu menuntut gaji tinggi, penting pula untuk mempertimbangkan apakah gaji tersebut sesuai dengan tuntutan pekerjaanmu. Apakah jumlah gaji yang ditawarkan sebanding dengan jam kerja dan jobdesc-nya? Jika tidak, hey… masih ada pekerjaan lain kok di dunia ini.

Kalau Aku, Pekerjaan Harus Sesuai Passion!

Bekerja sesuai dengan passion atau kemampuan via www.kerrylackey.co.uk

Hal ini juga tak kalah penting dari soal gaji. Pekerjaan yang sesuai dengan renjana dan kemampuanmu tentu akan membuatmu semakin bersemangat saat bekerja. Jika pekerjaanmu bisa menyalurkan minat dan keterampilanmu, kamu pun akan merasa seperti tidak sedang bekerja. Bekerja dengan hati akan membuatmu mencintai hari-hari kerja. Tak terasa, sense of belonging pada perusahaanmu sendiri akan tumbuh juga.

Para pembaca pun mengamini ini, lho:

“Hal-hal yang selalu gue pertimbangin soal pekerjaan adalah kesesuaiannya sama kemampuan gue. Karena gue harus mencintai kerjaan gue, so gue harus dapet kerjaan yang sesuai sama apa yang gue bisa, hehe.”

Mey, 20, Bekasi

“Yang pasti sih jenis pekerjaan, kalau bisa sesuai passion gitu. Soalnya kerja tanpa passion itu, kalau gak bener-bener cocok bisa berabe.”

Hyda, 23, Malang

“Sekarang sih aku sudah punya kerjaan. Tapi next, kalau aku cari kerja ya harus cari yang bisa bikin enjoy. Serius, kerja di bidang yang tidak disukai itu bikin darah tinggi.”

Susi, 26, Cilacap

Reputasi Perusahaan Juga Akan Berpengaruh Pada Reputasi Diri, Lho!

Reputasi perusahaan harus oke via www.archdaily.com

Yup, reputasi sebuah perusahaan tempatmu bekerja akan mempengaruhi reputasimu juga di mata sosial. Jika kamu bekerja pada sebuah perusahaan yang terkenal dan memiliki reputasi yang sangat bagus, tentu kamu akan dianggap sebagai seorang yang berkompeten pula.

Sebuah perusahaan yang baik akan sangat memperhatikan kualitas pegawainya. Perusahaan tersebut sudah tentu akan memberimu ilmu dan pengalaman yang mengubahmu menjadi lebih berkualitas pula:

“Perusahaan yang memiliki nama jauh lebih bisa dibanggakan ketika kita bertemu teman atau keluarga. Bekerja di perusahaan besar membuat kita diakui bahwa kita memiliki kemampuan diatas rata-rata.”

Manda. 23, Lampung

“Ketika melamar pekerjaan, saya terlebih dahulu akan memperhatikan perusahaannya, serta job title-nya. Karena perusahaan dengan nama besar berkualitas tentunya akan menuntut dan menjanjikan kualitas pegawainya.”

Mey, 24, Jember

Yang Juga Kucari Adalah Lingkungan Perusahaan yang Nyaman dan Menyenangkan

Lingkungan kerjamu nyaman dan menyenangkan via blog.central-insurance.com

Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan akan membantumu semangat kerja. Bahkan jika sebenarnya kamu tak terlalu passionate di pekerjaan itu. Bos yang bijaksana, teman-teman kerja yang baik dan juga kooperatif, adalah salah satu poin plus yang perlu kamu pertimbangkan. Apalah artinya upah yang tinggi, jika lingkungan kerjamu tidak bersahabat denganmu?

Untuk bisa memastikan lingkungan yang baik pada sebuah perusahaan yang kamu lamar, kamu bisa bertanya-tanya mengenai kultur kerja perusahaan pada pewawancara. Lihatlah suasana kerja para karyawannya pada saat kamu datang interview. Atau jika kamu punya teman yang bekerja di sana, kamu bisa bertanya padanya tentang sistem dan kultur kerja perusahaan tersebut:

Kalau aku sih lingkungan yang nyaman, rekan kerja yang punya sisi kekeluargaan,kompak, dan bisa nambah pengalaman dan wawasan (selain nambah penghasilan juga) Hehehe.”

Imer Agustin, 20, Surabaya

“Lingkungan kerja dan gajinya. Sedikit banyak lingkungan kerja akan mempengaruhi tingkah pola kita. Sedangkan gaji, kita perlu tahu apakah gajinya sesuai dengan tuntutan pekerjaan.”

Kintan, 23, Jember

“Nyaman apa nggaknya kita dengan suasana maupun interaksi dengan sesama pekerja di sana nanti.”

Rahma, 22, Mamuju

Aku Juga Akan Mempertimbangkan Jenjang Karir yang Dijanjikan Perusahaan

Apakah kamu punya kesempatan untuk naik jabatan? via www.vizyr.nl

Jika kamu memang mengincar sebuah posisi atau jabatan tertentu, pastikan jika perusahaan incaranmu itu bisa memberikan kesempatan pada karyawannya untuk naik jabatan. Setiap orang pasti punya keinginan untuk bisa naik pangkat dan menjajal kemampuannya pada level yang berbeda. Adanya kesempatan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi juga akan memberimu motivasi untuk belajar dan bekerja sebaik mungkin. Hal ini senada dengan pendapat-pendapat pembaca:

“Jenjang karier, karena lebih menjamin kita untuk mengetahui bakal sampai tingkat mana posisi kita nanti tanpa harus pindah-pindah tempat kerja.”

Heni, 20, Semarang

“Selain salary, yang jadi pertimbangan utama adalah adanya jenjang karier. Stagnan pada suatu posisi akan membuat kita jenuh, apalagi kalau pekerjaan kita dituntut untuk stay di meja kantor dan bergelut dengan kertas dan laporan.”

Achie, 24, Jakarta

“Jenjang kariernya. Biar kita tahu kelanjutan kita setelah bekerja disitu. Misalnya 5 tahun jadi manager, terus 10 tahun jadi direktur.”

Resti, 24, Yogyakarta

Lokasi Kantor dengan Tempat Tinggal Bakal Aku Pikirkan Benar!

lokasi kantor terlalu jauh dengan tempat tinggalmu via blog.navut.com

“Hedeh… Ini gajinya oke, tapi kok di Bekasi ya?”

Lokasi kantor yang terlewat jauh dari tempat tinggalmu tentu akan berpengaruh pada kehidupanmu. Waktu dan tenagamu juga banyak yang terbuang sia-sia di perjalanan. Di saat tubuhmu sudah tak mampu membendung rasa lelah, yang terjadi justru kesehatanmu yang jadi korbannya. Selain itu, karena terlalu lelah di perjalanan, kamu juga jadi tidak bisa optimal saat bekerja. Seperti hal-hal yang diungkapkan oleh mereka:

“Yang selalu jadi pertimbangan adalah jarak rumah ke tempat kerja. Alasannya karena aku ga mau terlalu jauh dari keluarga, apalagi harus meninggalkan keluarga selama berbulan bulan.”

Kevin, 20, Rangkasbitung

“Untuk menghemat biaya serta waktu yang percuma di jalan , apalagi tinggal di kota besar yang notabene selalu terkena macet , dan tidak mau juga stres dan tua di jalan.”

Nonik Puji, 21, Tangerang

“Jarak antara rumah dan tempat kerja, habis belum ada kendaraan. Dan mengingat macet dan bahayanya Jakarta kalau sudah malam.”

Shanty, 24, Jakarta

Perusahaan Tersebut Harus Memberiku Pengalaman Kerja yang Bermanfaat

Kamu punya kesenpatan untuk mencari banyak pengalaman via www.loupefilms.com.au

Tujuan bekerja bukan semata-mata uang. Di balik itu, kita juga membutuhkan ilmu dan pengalaman baru. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang mau berbagi ilmu dan pengalaman mereka pada karyawan-karyawannya. Jika pekerjaan tersebut menawarkan sebuah pengalaman dan ilmu baru bagimu, tentu itu adalah kesempatan yang tidak boleh kamu lewatkan! Pengalaman di dunia kerja tidak akan pernah kamu dapatkan di bangku sekolah.

“Pengalaman yang bisa didapat, kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, kesempatan untuk bebas mengemukakan pendapat, dedikasi perusahaan untuk masyarakat sekitar, dan estimasi gaji yang fleksibel dengan prestasi, soalnya realistis aja, itu bisa berpengaruh pada berapa lama kita akan mampu bertahan dalam satu perusahaan.”

Andria, 22, Malang

“Jobdesc & tanggung jawab dalam pekerjaan tersebut yang harus bisa mengembangkan potensi dan kreativitas ke arah yang saya cita-citakan.”

Andri, 25, Jakarta

Jangan Hanya Fokus Pada Gaji, Tunjangan Perusahaan Juga Penting. Apa Gunanya Gaji Tinggi Kalau Gak Ada Tunjangan Kesehatan?

Apakah perusahaan memberimu tunjangan kesehatan? via www.proyectohombremadrid.org

Kamu juga perlu mempertimbangkan tentang tunjangan-tunjangan yang akan diberikan perusahaan kepadamu. Apakah perusahaan tersebut bersedia memberi asuransi kesehatan, pendidikan atau yang lain kepadamu?

Sebuah asuransi yang diberikan perusahaan adalah salah satu bentuk tanggung jawab mereka kepada karyawannya. Jika perusahaan tersebut sanggup memberikan tunjangan-tunjangan tersebut, itu berati bahwa perusahaanmu punya rasa peduli terhadap karyawan-karyawannya, dan kamu bisa mempercayai perusahaan tersebut.

“Tunjangan-tunjangannya, seperti biaya periksa ke rumah sakit gratis, tunjangan kebutuhan keluarga, ada liburannya setiap tahun… Walau salary gak gede-gede amat, semua fasilitas dari kantor bebas gue dapetin.”

Yunika Tartilla, 19, Bandung

Sebagus Apapun Perusahaan Tempatku Kerja, Apa Artinya Tanpa Dukungan Keluarga?

ORang tua merestui pekerjaanmu via darkroom.baltimoresun.com

Satu hal yang tak boleh kamu lupakan adalah restu orang tuamu. Sebagus dan setinggi apapun kariermu, tanpa restu mereka semua tak akan terasa banyak artinya. Doa dan restu merekalah yang akan selalu menguatkanmu dalam bekerja. Bahkan, tujuanmu untuk bekerja sesungguhnya adalah untuk membahagiakan dan membalas budi orang tuamu.

Diskusikan terlebih dahulu tentang pekerjaan yang akan kamu geluti dengan orang tuamu. Apakah mereka setuju dengan pilihanmu? Jika tidak, carilah cara supaya mereka paham sehingga mereka merestuimu untuk bekerja. Jika orang tua merestuimu, pasti kamu akan bahagia dengan pekerjaanmu itu.

“Ridho orang tua! Karena ridho orang tua adalah ridho Allah. Kalau orang tua ridho dan Allah ridho, Insyaallah pekerjaan itu yang terbaik buat kita, hehehe”

Adhitya Bayu K , 23, Palangka Raya

“Keluarga support untuk kerja disana. Keluarga itu nomor satu — beri yang terbaik untuk mereka.”

Jones, 24, Singaraja

Memilih pekerjaan meamng harus sesuai dengan dirimu sendiri. Sebelum menentukan pekerjaan yang kamu inginkan, ada baiknya jika kamu pahami situasi dan kondisimu terlebih dahulu. Dengan begitu kamu tahu apa yang menjadi prioritasmu. Jika kamu menginginkan semua kriteria di atas dalam satu pekerjaan, tentu saja akan sangat sulit mendapatkannya. Dan yang terpenting, selalu semangat saat bekerja nanti!

Kalau kamu punya pendapat yang berbeda, langsung tulis di kolom komentar ya! 🙂