Kita tidak selalu bisa sependapat dengan orang tua. Dari soal pendidikan, hobi, cita-cita, hingga jodoh — perbedaan pendapat ini tidak jarang bikin kita terbebani. Di satu sisi kita tahu apa yang kita sendiri inginkan dan butuhkan. Tapi di sisi lain, kita juga ingin membuat Ayah dan Ibu senang. Ruwet, ya?

Kemarin Hipwee bertanya hal-hal apa dari hidupmu yang paling nggak bisa kamu kompromikan dengan orang tua. Ini jawaban terbaik dari kalian. Simak yuk!

Orang Tua Sering Memaksakan Pilihannya Soal Karir, Renjana, dan Cita-cita

Ortu merasa punya suara dalam menentukan karir, cita-cita dan passion via www.rangkaikata.com

“Prinsip hidup, pilihan hidup, dan passion. Ini memang berbeda 180 derajat dengan orangtua. Cara mempertahankannya adalah dengan berusaha keras untuk mewujudkan dan membuktikan kalau kita tahu apa yang kita lakukan. Dengan melihat pembuktian kita, mereka bisa setuju dengan pilihan kita. Apapun yang terjadi, kitalah pemain dalam hidup kita sendiri, bukan orangtua.”

Cici, 21 th, Bandung

“Karir. Kadang orang tua memaksa kita untuk menjalani sebuah karir. Tapi jika kita gak menghendaki, lakukan hal terbaik sekuat tenaga untuk meyakinkan orang tua. Caranya? Tunjukkan hasil yang nyata kepada mereka.”

Ifa Hayatun Nafiah, 19 th, Batang

“Cita-cita. Kadang orang tua memaksa apa yang harus kita tekuni dengan alasan “itu yang terbaik bagimu”. Kadang orang tua nampak tidak ingin memaksa, tetapi mereka sebenarnya menginginkan hal tersebut terjadi pada kita.”

Satrio Wibowo, 15 th, Kendari

“Masa depan! Orang tua memang harus memberi arahan dan nasihat, namun keputusan tetap ada pada kita. Cara meyakinkan mereka? Memberi alasan yang logis dan siap bertanggung jawab dengan segala keputusan kita!”

Amalia Nursalina, 20 th, Bandung

“Pekerjaan. Memaksa anaknya untuk menjadi pegawai. Aku rasa masalah pekerjaan itu adalah masalah hidup kita sendiri. Tapi untungnya aku punya orang tua yang membebaskan aku memilih jalan hidupku sendiri asal itu berguna dan positif.”

Baits Yuni Soraya, 19 th, Malang

“Cita-cita. Kadang orangtua mau anaknya jadi gini gitu, padahal anaknya pengen jadi sesuatu yang beda. Sering banget bertengkar masalah begituan, dan gue tetep dengan pendirian. Cita-cita merupakan segala sesuatu yang harus digapai. Setelah berhasil, orang tua yang awalnya gak dukung eh jadi dukung banget.”

Lailamunziah, 20 th, Malang

“Cita-cita. Meyakinkan orang tua sebaik mungkin jika kita bisa sukses dgn prinsip kita dan ortu diminta untuk selalu support karena itu adalah jalan yang kita pilih.”

Rizky Nur Dian Bestari, 24 th, Jombang

“Soal karir, kebanyakan ortu ingin ikut campur. Ortu sering memaksakan kehendak mereka untuk menjadikan kita seperti apa yang mereka inginkan. Cara untuk mempertahankan prisip itu, berusaha dan buktikan bahwa apa yang kita cita-citakan dan impikan bisa kita raih dan ada hasilnya.”

Nesia Lumingkewas, 22 th, Jakarta

Orang Tua Nggak Setuju Dengan Pilihan Pendidikan

Ortu ingin anaknya memilih jurusan kuliah sesuai dengan keinginanannya via www.jawapos.com

Advertisement

“Mengenai sekolah, aku harus membuktikan kepada orang tua dan juga lingkunganku bahwa aku bisa dan tidak salah mempertahankan prinsipku.”

Lidya, 21 th, Semarang

“Soal masa depan, Aku pengen kuliah, orang tua pengen aku kerja. Yaudah aku cari cara biar tetep bisa kuliah, toh itu hal yang positif…”

Rosa, 18 th, Temanggung

“Tentang jurusan kuliah. Saya selalu adu pendapat dengan Mama. Memang orang tua selalu pengen yang terbaik untuk anak, tapi yang ngejalanin kan bukan mereka. Saya selalu menjelaskan alasan kenapa saya gak mau, tapi suara mereka itu berasa suara Tuhan.”

Dila, 17 th, Medan

“Memilih jurusan kuliah. Argumen dan ngobrol baik-baik. Tapi tetep aja nggak bisa. Orang tua kok mau dilawan.”

Melly, 18 th, Jakarta

“Paling gak bisa kalau orang tua ngatur masa depan atau maksain kehendak mereka buat pendidikan dan pekerjaan. Kalau udah gitu mending tutup telinga langsung kabur, cuek aja!”

Rika, 21 th, Denpasar

“Dalam hal memilih pendidikan. Pilihan ada pada kita. Cara mempertahankannya ya kasih bukti keseriusan aja.”

Ajudin, 19 th, Balikpapan

“Jurusan kuliah. Orang tua mau anaknya masuk jurusan Akuntansi atau Manajemen yang kerjanya jadi orang kantoran. Mungkin karena kita belum menjelaskan secara jelas mengapa kita mau ambil jurusan lain, dan apa keuntungannya.”

Jimmy, 18 th, Tangerang

Orang Tua Nggak Merestui Hubungan Asmara

Soal asmara pun harus mendapat restu dari ortu via resep-kuliner-terbaik.blogspot.com

“Pacaran. Ngebuktiin kalau kuliah tetep lancar, dan pacaran bukan halangan. Hehe..”

Cipa, 19 th, Semarang

“Pacar. Gak jarang malah kita dijodohkan dengan orang yang tidak kita kenal. Caranya tetap mempertahankannya, berusaha semaksimal mungkin membuat dia diterima orang tua.”

GM, 22 th, Batam

“Memilih pasangan hidup. Cara untuk mempertahankan prinsip saya adalah dengan membuktikan pilihan saya adalah orang yang tepat. Tak lupa saya pasrahkan semua lewat kuasa doa supaya hati kedua orang tua saya terketuk dan menjadi lembut.”

Weka, 27 th, Solo

“Pasangan hidup. Yang jalanin ‘kan kita, orang tua hanya bertugas sebatas untuk menasihati saja. Caranya ya kita buktiin sama orang tua kala dia adalah pilihan terbaik.”

Opin, 24 th, Karawang

“Orang tuaku masih mempercayai kisah-kisah jaman dulu. Menganggap pacaran itu hina, najis, perbuatan paling haram. Mereka terlalu takut anaknya terjerumus. Saya sudah belajar banyak tentang pendidikan seks, jadi taulah batas-batasnya. Saya menganggap pacaran adalah media menuju pendewasaan.”

Shifa, 18 th, Palu

“Tentang hubungan yang dilarang. Berusaha mempertahankan orang yang disayang, toh yang jalanin kita — bukan orang tua.”

Aisyah, 19 th, Klaten

Peraturan yang Dibuat Oleh Orang Tua

Peraturan ortu membatasi ruang gerak via www.sodahead.com

“Aku paling gak bisa berkompromi atas semua ‘peraturan’ yang dibuat oleh ibuku. Misalnya: jam malam dan pembatasan kegiatan ekskul. Saat masih SMA aku nurut aja dengan semua peraturan itu. Tapi, sejak kuliah aku mulai membebaskan diriku untuk melakukan apa yang kusukai tanpa beban. Dan kalau ibuku tanya, aku hanya perlu menjawab “Aku kan udah gede, Umi.” Masalah pun selesai!”

Annida Sholilah, 19 th, Semarang

“Saya tak bisa mengkompromikan kebebasan. Jika orang tua saya melarang saya melakukan hal yang ingin saya lakukan, saya tetap melakukan hal tersebut. Walaupun itu termasuk melawan orang tua, saya berhak memilih bagaimana kehidupan yang saya inginkan.”

Dani, 19 th, Bengkulu

Well… mamaku menyuruhku untuk tidak berkomunikasi lagi dengan papaku. She hates him that much. Tapi tentu saja aku menolak perintahnya itu. He’s my father, right?”

Nn, 21 th, Tangerang

“Aku gak bisa kompromi sama ortu kalau aku sebenarnya sungguh-sungguh tertekan sama apa yang mereka minta. Aku les disana-sini, susah mau kompromi. Aku tertekan.”

Nanda, 13 th, Serang

Cara Pandang Kita Jauh Berbeda dari Orang Tua

Kadang kita punya cara pandang yang jauh berbeda dengan ortu via www.esquire.co.uk

“Cara pandang suatu masalah. Cara mempertahankannya: ceritakan pemahaman dari sudut pandang kita, dan kasih beberapa contoh sudut pandang yang mirip dengan pandangan kita.”

Riyan B. Sukmara, 23 th, Surabaya

“Tentang pola hidup dan pola pikir antara jaman dulu dan jaman sekarang. Tentang pilihan hati, walau banyak nasihat-nasihat orang tua yang harus didengar.”

Herman Dani, 22 th, Medan

Orang Tua Nggak Mendukung Hobi yang Kita Tekuni

Oru nggak suka dengan hobi kita via www.tempo.co

“Hobiku. Aku paling gak bisa kompromi soal hobiku (all about motorcycles). Meskipun orangtua gak pernah setuju sama hobiku ini, aku tetep aja melakukannya. Aku tetap balapan, touring, modifikasi, dll.”

Iriansyah, 19 th, Banjarmasin

“Saat melarangku untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi hobi. Aku kasih pendapat aja, bukankah setiap orang memiliki hobi juga — termasuk orang tua?”

Widia, 20 th, Indramayu

Travelling. Kata ortu itu boros, buang-buang uang buat hal gak penting.”

Mammu, 22 th, Pacitan

Itulah tadi pengalaman-pengalaman kamu mengenai hal-hal yang sulit untuk dikompromikan dengan orang tuamu. Nggak mudah memang untuk bisa meyakinkan orang tua terhadap pilihan kita. Tapi apapun caranya, kita wajib tetap hormat pada mereka. Jangan sampai tindakan kita melukai hati dan perasaan ayah dan ibu kita.

Nah, kalau kamu masih punya pengalaman yang sama seperti di atas, langsung aja ceritakan di kolom komentar ya! 🙂