Apakah kamu Wong Jowo? Kalau begitu, ada baiknya kalau kamu mulai perhatian lagi dengan budaya dan bahasa nenek moyangmu ini. Sadarkah kalau beberapa anak muda jaman sekarang, termasuk kamu — kita, yang keturunan Jowo ini semakin hari semakin terkikis budayanya dan sudah banyak yang gak paham dengan bahasa daerah kita sendiri?

Bukannya mau sok nasionalis ataupun fanatik terhadap suku budaya sendiri, tetapi krisis kebudayaan pemuda-pemudi jaman sekarang ini memang semakin memprihatinkan. Tak masalah kalau lebih lancar dan sering berbicara menggunakan Bahasa Indonesia maupun asing, tapi sebagai generasi penerus bukankah tugas kita adalah menjaga dan melestarikan kebudayaan kita?

Berawal dari situlah, ada baiknya kalau kita pikirkan bersama-sama beberapa hal berikut yang mungkin bisa jadi bahan refleksi diri kita nanti sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa.

1. Tak ada salahnya belajar berbicara bahasa Jawa. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa dan budaya warisan nenek moyangmu ini?

Gak ada salahnya belajar bahasa daerah sendiri via goradiofm.com

Mungkin ketika kamu membaca pernyataan ini kamu akan langsung berpikir,

Advertisement

Lah, suka-suka gue dong mau ngomong pake bahasa apa juga! Emak Bapak gue aja gak masalah, kenapa situ repot? .

Tenang.. tenang.. saudara-saudara.Tanpa bermaksud untuk ngajarin dan menggurui, tapi nggak ada salahnya kalau kamu pikirkan hal ini baik-baik. Begini, kalau bukan kita siapa lagi coba yang akan melestarikan bahasa budaya tercinta dari nenek moyang kita ini? Tahu-tahu nanti bahasa ini sudah punah — tinggal sejarah. Sayang banget ‘kan? Sudah berapa bahasa daerah di Indonesia yang sudah punah dan terancam punah karena tak ada lagi yang melestarikannya?

Ya, kamu berhak kok menentukan bahasa apa yang ingin kamu gunakan, tapi kalau kamu memang masih peduli dengan bahasa daerahmu, tak ada salahnya ‘kan belajar bahasa Jawa? Toh, belajar bahasa Jawa gak bikin kamu lupa dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa asing yang sudah kamu pahami lebih dulu. Malah keren kalau kamu juga punya kemampuan berbahasa daerah?

Gak perlu malu kalau ngomong bahasa Jawa. Banyak lho yang pengen bisa ngomong Jowo karena pengen dapet jodoh Wong Jowo. Kalau kamu sudah mulai lupa dengan bahasa Jawa, coba deh minta diajari lagi sama ortu. Kalau kamu bisa belajar bahasa asing dengan mudah, kamu juga pasti bisa dong belajar boso Jowo. Belajarnya alon-alon, sing penting kelakon (pelan-pelan yang penting terlaksana).

2. Jangan takut dibilang gak sopan karena salah ngomong bahasa Jawa. Orang-orang yang lebih tua pasti memaklumi dan senang hati ngebenerin.

Taku dibilang gak sopan via celoteh4ti.wordpress.com

Nah, ini nih yang paling sering dijadiin sebagai alibi. Banyak yang mengatakan,

Aku tidak bisa berbahasa Jawa yang baik. Jadi aku pakai bahasa Indonesia aja, takut nggak sopan.

Oke, untuk beberapa situasi hal ini memang dapat dimaklumi. Memang iya ada beberapa tingkatan dalam bahasa Jawa berdasarkan lawan bicara. Ada bahasa Ngoko (kasar), bahasa krama (bahasa halus, biasanya digunakan untuk orang yang lebih tua atau orang yang belum dikenal), dan bahasa krama inggil (biasanya untuk orang yang sangat dihormati).

Memang sulit bagi yang belum bisa dan masih belajar. Terkadang orang akan mengira tidak sopan karena bahasa Jawa yang digunakan kurang halus, dan karena inilah kamu jadi menyerah lagi buat mempelajari Bahasa Jawa. Tapi itulah tantangannya, bro! Namanya juga usaha, pasti ada aja kendalanya.

Untuk menyiasati hal ini, sebenarnya kamu bisa bilang kok dari awal perbincangan. Jujur aja kalau kamu memang belum lancar bahasa Jawanya, lawan bicaramu pasti bakal ngerti. Kalau kamu salah, mereka bakal ngasih tahu gimana yang betul kok. Itulah kenapa harus berani nyoba praktikin, karena kamu bakal tahu gimana ngomong boso Jowo yang baik dan benar.

3. Kamu memang harus menjunjung tinggi adat budaya di tempatmu, tapi alangkah baiknya juga jika kamu bisa turut berpartisipasi melestarikan budaya daerahmu juga.

Walau di luar negeri, jangan lupa dengan bahasa daerahmu, seperti Angggun C Sasmi! via www.beranda.co.id

Aku emang keturunan Jawa, tapi tinggal di luar negeri. Jadi jarang banget ngomong Bahasa Jawa. Maklum lah ya..”

Ya, memang bisa dimaklumi, tapi nggak ada salahnya juga kan kalau mulai dari sekarang belajar Bahasa Jawa? Di manapun kamu berada, coba untuk selalu menimbulkan niat belajar bahasa daerahmu. Kalau kamu tinggal di tempat yang mayoritas penduduknya bukan suku Jawa, kamu bisa belajar bahasa Jawa dari orangtuamu. Lalu saat pulang kampung kalian bisa terapin bahasa itu.

Tentu saja boleh kalau memang kamu tinggal di luar negeri dan kamu lebih menyukai bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Ya gak mungkin juga kan ketika semua orang ngomong pakai bahasa lokal negeri sana, kamu malah ngomong pakai bahasa Jawa? Hehehe… Tapi sekali lagi, kalau kamu sendiri gak belajar, siapa lagi yang bisa meneruskannya? Sayang kan kalau budayamu mati di tanganmu sendiri. Walaupun gak lancar-lancar banget, yang terpenting terus usaha supaya bisa jago juga ngomong bahasa Jawa.

4. Jangan minder dan malu dibilang medhok. Orang jawa medhok itu seksi, sama kayak orang Inggris yang seksi dengan aksen British-nya!

Boso jowo itu medhok! via iwan-hafidz.blogspot.com

Duh, ngomong pakai bahasa Jawa itu medhok. Ntar kelihatan kampungan dan udik.

Untuk urusan ini, kita harus legowo memang. Orang suku Jawa memang selalu diidentikkan dengan kampung dan ndeso, padahal ya gak semuanya. Sekalipun kamu berasal dari kampung yang penting kelakuanmu gak kampungan. Banyak kok orang kota yang tingkahnya justru malah kampungan. Hehehe…

Ya, medhok itu adalah cengkok khasnya Boso Jowo. Aneh malah kalau ngomong Bahasa Jawa nggak medhok. Sama halnya dengan bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia, mereka juga punya cengkok medhoknya masing-masing yang juga sulit banget buat dihilangin.

Jangan ciut niatmu untuk belajar Bahasa Jawa cuma karena takut medhok. Lagi pula medhok itu seksi kali. Kalau orang Inggris bisa seksi dengan aksen British-nya, Wong Jowo juga seksi dengan nedhok Jawanya. Bangga dong punya aksen bicara yang khas!

5. Nggak ada bahasa daerah yang gak gaul, termasuk boso Jowo. Kalau kamu bener-bener gaul, bahasa Jawa pun bisa jadi bahasa paling gokil yang ada di bumi ini!

Kata siapa boso jowo gak gaul? via mondavicenter.ucdavis.edu

Masih karena medhol itu tadi, ujung-ujungnya Bahasa Jawa dipandang sebagai bahasa yang kampungan dan nggak gaul. Hhmm sungguh TERLALU… Sayang banget ya, padahal ini adalah warisan nenek moyang yang punya nilai budaya yang tinggi lho, dan udah sepatutnya kita hargai dan hormati. Eh, sekarang malah dibilang kampungan dan gak gaul.

Lagi pula kata siapa Bahasa Jawa gak gaul? Nggak jarang lho bahasa Jawa kadang malah jadi trending topic. Misalnya aja aku ora popo , lagu oplosan , dan lagu pokok e joget yang didominasi dengan bahasa Jawa juga banyak menjadi trending, hehehe.

Bahasa Jawa juga bisa fleksibel kok, gak melulu kolot dan gak modern. Bahasa Jawa juga bisa dipadukan dengan hal-hal yang modern. Musik Hip-Hop di Indonesia aja sekarang ada yang boso Jowo malah dan gaya mereka juga keren.

Tapi di samping itu, bahasa daerah itu bukan perkara gaul atau enggaknya. Singkirin dulu jauh-jauh deh gengsi-gengsi ala anak ‘gaul’-nya itu. Anak gaul itu justru dia yang puya pandangan dan pemikiran luas, kreatif, dan inovatif, bukan malah menganggap dan menilai bahasa daerah itu kampungan dan gak gaul.

Jadi, intinya gaul enggaknya seseorang itu bukan dinilai dari bahasa apa yang kamu ucapkan. Kalau kamu bisa bikin bahasa Jawa jadi sesuatu yang menarik dan terlihat modern tanpa mengurangi unsur dan nilai kebudayaannya, itu tuh baru gaul! 🙂

Ya, itulah tadi beberapa hal yang sebaiknya kita pikirkan baik-baik sebagai pemuda-pemudi keturunan suku Jawa. Saya sendiri sebagai wong Jowo merasa prihatin dan ingin berusaha terus melestarikan budaya ini. Tujuan dari artikel ini adalah sebagai pengingat kepada kita sendiri bahwa sebagai generasi penerus, kita punya tanggung jawab untuk melestarikan adat istiadat dan budaya kita.

Jangan sampai budaya warisan nenek moyang kita ini mati di tangan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa melanjutkan estafet warisan budaya leluhur kita ini? Mumpung lidahnya masih luwes nih, belajarlah Bahasa Jawa. Percaya deh, ngomong Boso Jowo itu ngga akan ngurangi kegantengan dan kecantikanmu satu persenpun!

Kredit gambar andalan: www.iwan-hafidz.blogspot.com