Mengagumi seseorang diam-diam memang menyesakkan, karena kita mesti memendam rasa yang bergejolak dalam dada seorang diri dan rapi-rapi. Ada istilah yang mengatakan,

Melihatmu bahagia akupun juga bahagia

Itu bohong! Kenapa? Ya, karena jika orang yang kita kagumi itu memilih orang lain dan buka kita, pastilah dalam dada ada perasaan sesak dan tiba-tiba berasa tertimpa beban 1000 ton dan rasanya badan ini mau meledak saat itu juga. Gimana tidak hancur berkeping-keping jika kita melihat orang yang kita kagumi diam-diam naik pelaminan bersama orang lain?

Ya, mungkin ada orang yang bisa mengikhlaskannya, tapi kemungkinan besar pada awalnya karena terpaksa, dan mau nggak mau harus menerima kenyataan, dan pada akhirnya pun bisa mengikhlaskannya. Butuh proses yang lama dan panjang.

Bagaimana jika “kiamat kecil” ini menimpamu? Apa rasanya jika kamu harus melihat pujaan hatimu bersanding dengan orang lain? Masih sanggupkah kamu untuk tersenyum dan bernafas? Berikut berbagai perasaan saat melihat orang yang kamu suka dan berharap menjadi pendamping hidupmu menikah lebih dulu dengan pilihannya.

1. Lagi iseng buka-buka media sosial, tiba-tiba di nge-post undangan memohon do a restu ke teman-temannya.

Advertisement

Shock berat lihat undangannya via giphy.com

Apaaa… gila, dia udah mau nikah? Sama siapa? Siapa calon suami? Kok gak nungguin gue? Cakep nggak? Cakep mana sama gue?”

Nah lho, berbagai macam pertanyaan pun menghantui. Seketika itu langsung juga menjelajah sosial media untuk kepo mencari informasi tentang sesosok nama yang terukir di samping nama si dia di undangan pernikahan.

2. Rasa kaget bercampur penasaran pun tak bisa terbendung lagi. Insting buat kepoin calon suami/ istrinya pun tiba-tiba muncul di benakmu.

Lihat prewedd-nya mau nangis rasanya via nyheter24.se

Mulai dari alamat, asal-usul, pekerjaan, nama, teman yang sama, foto semuanya tak luput dari rasa ingin tahu. Ya, bukannya mau kepo, tapi namanya juga kaget bagai tersambar petir. Jadi harap maklum jika penasaran dengan sosok orang yang bisa memenangkan hati orang yang kita kagumi diam-diam.

3. Saat kamu (nggak) sengaja melihat foto-foto mesra prewedding mereka, rasanya itu sama seperti menyakiti diri sendiri.

Makin galau gak jelas gara-gara lihat preweddnya via 1000loves.blogspot.com

Entah sengaja atau gak sengaja ngelihatin foto-foto pra wedding mereka di media sosial, kamu pun rasanya menyesal tapi juga masih penasaran. Kamu bingung dan sedih, kamu tak kuasa lagi melihat foto-foto bahagia mereka berdua, tapi kamu gak rela kalau nggak melihatnya sampai habis.

4. Jika kamu gagal stalking-in calon pendamping hidupnya, kamu langsung basa-basi tanya sama teman dekatnya.

Gak kepo kok, cuma gak sengaja aja. hehe… via giphy.com

Kamu: Ehh.. si Nico udah nyebar undangan nikah lho!

Teman: Iyaa, kenapa? Kamu nggak rela ya?

Kamu: Bukan gitu, tadi gak sengaja pas buka Facebook dia nge-post undangan nikah. Emang calonnya siapa sih? Anak mana? Kerja dimana?

Teman: Hihh kepo amat sih lu!”

Ya begitulah saat hampir ketahuan kalau diam-diam suka. Kalau nanya-nanya sesuatu tentang si dia, pasti nanyanya kaya lagi interogasi orang, dan kalau dibilang kepo pasti berkilahnya pakai alasan nggak sengaja, padahal mah tiap hari buka media sosialnya dia!

Tiada hari tanpa ngecekin media sosialnya, mulai dari Apa yang dia lakukan, pergi ke mana, sama siapa aja, dan masih banyak lagi ke-kepoan yang sebenarnya gak penting tentang dia. Begitulah namanya jatuh cinta diam-diam. Rasa ingin tahu yang terbayar hanya dengan bermodalkan stalking.

5. Galau tak lagi terbendung, kamu pun terpaksa ‘nyampah’ nggak jelas di semua media sosial.

galau di media sosial melulu via lolsnaps.com

Perasaan bergejolak, sesak, dan semuanya bercampur menjadi satu. Kalau sudah begini, apalagi kalau bukan GALAU namanya. Setelah dibuat kaget dengan berita pernikahan dia, kamu pun tak kuasa lagi menahan rasa galau di dada, dan semuanya kamu curahkan pada media sosialmu, baik di FB, Twitter, bbm, Watshap , Path, Instagram, dll.

Karena kegalauanmu sangat memuncak hingga akhirnya kamu terlihat “nyampah di timeline teman-temanmu, mereka pun gatal bertanya padamu:

Teman: Galau mulu nih. Kamu galau kenapa sih?

Kamu: Ah nggak apa-apa kok, cuma lagi melow aja dikit.. hehehe.” *lagi-lagi ngeles

6. Atau kalau gak suka ‘nyampah’ di medsos, kamu bakal curhat ke sahabat atau keluarga meskipun kadang ujung-ujungnya bakal diketawain.

Diketawain sambil dipuk-pukin doang via www.pinterest.com

Gak semua doyan nyamah di medsos memang. Kalau kamu termasuk golongan ini, kamu bakal lari ke sahabat dan orang-orang terdekatmu. Kamu curahkan segala kesedihan karena patah hatimu pada sahabat terdekatmu atau ibumu, yang kemungkinan besar tanggapan mereka adalah “TERTAWA”, atau paling banter cuma bisa puk-pukin kamu. Huft…

“SAKITNYA TUH DI SINI!”

7. Galau boleh, tapi jangan berlarut larut bro. Percayalah, kamu bakal segera nyusulin dia ke pelaminan bersama orang yang tepat!

Galaunya jangan lama-lama bro! via giphy.com

Memang jatuh cinta diam-diam itu nggak enak. Ditambah lagi dengan tiba-tiba melihat orang yang kita kagumi diam-diam sudah menjadi suami atau istri lain. Rasanya pasti sakit bukan main!

Tapi, bagaimanapun juga hidup harus terus berjalan kawan! Kamu nggak mungkin juga kan terus-terusan negagalaun orang yang juga sebenarnya dia nggak tahu kalau kamu suka sama dia? Gak mungkin juga ngerebut dia dari calon pendampingnya? Hehehe

Nggak usah khawatir, percaya deh masih banyak diluar sana orang-orang yang menunggu cintamu. Bukalah hatimu dan mulai beranilah dalam mengekspresikan kekaguman dan rasa sukamu supaya gak cuma jadi secret admirer saja. Dan semoga kamu segera menyusul ke pelaminan bersama orang yang tepat.

8. Sudahlah ikhlasin aja, Tuhan udah menyadarkanmu kalau dia bukanlah jodohmu. Tetap semangat cari jodoh dan stop jadi pemuja rahasia! 😀

Udah ikhlasin aja, mungkin dia memang bukan jodohmu via www.deviantart.com

Ya, namanya juga sebatas pengangum rahasia, semua risiko ditanggung sendiri. Nggak salah juga kok kalau menyukai seseorang diam-diam, tapi ya sedihnya kalau cintamu padanya itu bertepuk sebelah tangan dan ternyata dia nikah sama orang lain — sudah jatuh tertimpa tangga pula, hehehehe.

Tapi bagaimana lagi, kalau memang dia tidak ditakdirkan untuk kita, ya memang bukan jodoh kita. Percayalah, Tuhan punya skenario sendiri untuk hidupmu, cintamu, karirmu. Tuhan adalah penulis skenario terbaik, dan Dia tak akan pernah salah memilih pemeran dalam skenarionya itu. Tetap semangat menjemput jodoh impian, dan bernyanyilah padanya:

“JODOHKU… MAUNYA KU DIRIMU!” 🙂