Semakin hari, acara TV di negeri kita semakin memprihatinkan. Tak sedikit yang mengeluh dengan buruknya kualitas program-program TV ini, tapi ternyata TV masih saja menjadi media kesayangan rakyat Indonesia. Bahkan banyak di antara kita yang duduk manis menonton sinetron hanya untuk mengutuki kualitas cerita dan akting pemainnya.

Selama kamu masih terus menyalakan dan menonton TV, selama itu pula TV akan terus menayangkan acara-acara yang nggak berkualitas. Dan selama itulah, TV tak akan bermanfaat bagi kehidupanmu. Kalau kamu benar-benar menginginkan adanya acara TV yang bermutu dan syarat akan informasi dan edukasi, bukankah hal yang paling logis adalah memboikot acara-acara buruk yang sekarang ada?

1. Berhenti menonton acara musik yang cuma kamuflase. Ya, acara yang intinya bukanlah musik, melainkan tingkah konyol dan tak mendidik para host-nya

Acara musik tapi lebih banyak menyuguhkan tingkah konyol para hostnya via www.youtube.com

“Itu tuh artisnya kok acara musik malah dipake buat ngebahas soal keluarga, pacar, atau gebetan mereka. Belum lagi mereka saling cerca… Kalau ditonton anak kecil gimana? Terus acara komedinya lucunya dipaksain… Ihh, gak lucu tau…”

Risna, 20 Malang

Hampir semua acara TV di Indonesia punya konsep yang seragam. Salah satunya acara musik. Dari satu stasiun TV ke stasiun TV lainnya, konsep acara TV ini mirip: alih-alih menyuguhkan musik-musik yang berkualitas, yang ditayangkan malah guyonan, ejekan, dan sindiran dari para pembawa acaranya. Justru porsi musik dalam acara ini lebih sedikit dibandingkan dengan tingkah ‘aneh’ para host-nya.

Advertisement

Kalau kamu saat ini masih mengikuti acara musik seperti ini, coba deh pikir-pikir lagi. Apa sih yang bisa kamu dapatkan dari acara musik yang nggak jelas segmentasinya? Informasi musik apa yang kamu dapat dari tayangan ini, dan apakah itu sepadan dibandingkan kekacauan panggung dari para host dan penonton bayarannya?

Kalau kamu ingin update informasi musik terbaru, jelas acara musik seperti ini bukan tempatnya. Berikan energi dan waktumu untuk mencari gig-gig band bagus di kotamu saja, daripada yang justru kalah populer dengan acara “musik” kamuflase ini. Daripada mood mu makin berantakan melihat tingkah laku aneh para host, lebih baik matikan TV-mu, dan berburulah musik bagus dari media-media lain.

2. Acara resepsi dan persalinan selebriti bukanlah hiburan rakyat. Apa urusan kita menonton seseorang yang sedang melahirkan?

Acara persalinan pun jado komoditi tontonan bersama via www.kapanlagi.com

“Untuk apa sih urusan keluarga dibahas hampir setiap hari? Kalau mau nikah mah, nikah aja. Mau melahirkan, monggo. Mau pesta ini, pesta itu gak apa-apa. Tapi, gak usah ditayangkan sampai berjam-jam dan gak harus dibahas disetiap acara TV dong. Kan masih banyak yang lebih bermanfaat.”

Firman Hakim, 24, Makassar

Ingat dengan acara-acara pribadi para artis yang ditayangkan secara live di stasiun televisi? Acara pernikahan, ngunduh mantu, sampai persalinan pun dijadikan komoditi untuk televisi. Banyak yang protes dengan adanya tayangan seperti itu, bahkan KPI pun sudah menegur langsung kepada stasiun TV yang menayangkannya. Sayangnya acara seperti itu tetap saja tayang.

Duh, apa pentingnya coba kamu menonton acara resepsi pernikahan artis yang berlangsung berjam-jam lamanya? Tak ada kegiatan lainkah yang lebih bermanfaat dari sekedar mantengin artis yang sedang duduk di pelaminan? Atau, masihkah kamu tega beramai-ramai nonton seorang ibu yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya? Proses persalinan itu bukan tontonan rakyat, jadi benar-benar gak etis kalau kita terus menontonnya.

Sudah jelas nggak bermanfaat dan nggak etis, tapi rating acara seperti ini masih saja tinggi. Itulah kenapa stasiun TV masih saja terus menayangkan acara seperti ini. Kalau kamu benar-benar gak setuju dengan adanya acara ini, jangan pernah tonton lagi. Percuma kamu mencercanya tapi kalau kamu tetap menonton. Kalau kamu ingin acara seperti ini enyah dari layar kaca, jangan pernah menontonnya acara seperti ini lagi.

3. Kamu, anak, dan adik-adikmu tak akan bisa menjadi lebih pintar satu levelpun dari cerita sinetron yang tayang di TV saat ini

Sinetron remaja pun memberi contoh buruk bagi remaja via www.kapanlagi.com

“Terlalu banyak sinetron yang tidak mendidik. Malah memberikan pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak remaja jaman sekarang. Filmnya hanya menceritakan kisah pacar-pacaran, menangis-menangis, dan anak sekolah yang nakal dan tidak ada pembelajaran. Masih banyak lagi hal lainnya di dunia ini.”

Jack. 25, Jayapura

“Males nonton tv sekarang ya karena mayoritas acaranya diisi dengan sinetron yang menurut saya tidak masuk akal. Ironis, di tengah perfilman Indonesia yang sedang berusaha bangkit.”

Yunika, 29, Jakarta

Kita semua sudah tahu bagaimana kualitas dari sinetron Indonesia. Dari segi akting, jalan cerita, hingga pesan pun semua bisa dibilang payah. Tema fiksi yang terlalu berlebihan pun saat ini jadi tema yang populer. Serial drama pun ternyata hasil jiplakan dari drama-drama populer luar negeri. Adakah sisi menarik dari sinetron saat ini?

Banyak yang bilang kalau sinetron saat ini nggak mendidik. Cerita yang ditonjolkan melulu soal percintaan anak-anak remaja. Padahal acara ini tayang pada jam prime time, dimana masih banyak anak-anak yang melek untuk menonton acara TV. Kalau kamu nonton acara seperti ini, kemungkinan besar anak atau adikmu akan ikut menontonnya. Apakah kamu tega menjejali anak dan adik-adikmu dengan tayangan yang bisa berpengaruh buruk pada mereka?

Selama kamu masih nonton sinetron-sinetron ini, maka sinetron ini akan terus berjaya di pertelevisian Indonesia. Kesempatanmu untuk dapat menonton sinetron berkualitas dan bermanfaat pun semakin kecil. Satu-satunya cara agar sinetron seperti ini tak tayang lagi adalah dengan berhenti menontonnya!

4. Acara TV saat ini tak menyediakan ruang bagi para generasi muda kita. Jangan berikan anak-anak tayangan yang tak sesuai usia mereka

Tayangan TV tidak untuk anak-anak via azzamalfa.blogspot.com

“Acara televisi jaman sekarang terlalu terkesan dewasa, dulu waktu aku kecil tontonan buat anak kecilnya banyak. Kalo sekarang tontonannya buat ABG sama dewasa mulu.”

Ayu Larashati , 21, Denpasar

Saat ini benar-benar nggak ada tempat yang aman untuk anak-anak di televisi. Hampir semua acara TV didominasi oleh tayangan anak remaja dan dewasa. Mulai dari acara musik hingga sinetron, semua bukan untuk anak-anak.

Anak-anak kecil saat ini sudah dipaksa untuk menonton tayangan yang tak sesuai dengan umurnya. Akibatnya anak-anak kecil sekarang pun nggak lagi menyanyikan lagu anak-anak, melainkan lagu-lagu dewasa yang tak sepatutnya terucap dari bibir mereka.

Jangan biarkan generasi muda kita terkontaminasi dengan acara yang tak memberikan nilai positif dalam perkembangan mereka. Meskipun kamu sudah ada di sampingnya untuk mendampingi, anak atau adikmu masih bisa luput dari pengawasanmu. Jangan rusak perkembangan mereka dengan membiarkan anak-anak menonton acara TV yang bukan untuk mereka. Lebih baik matikan TV mu, ajak mereka bermain dan belajar!

5. Di TV masih ada program berita. Namun, berita-berita yang ditayangkan pun masih harus kita sikapi dengan kritis. Kadang kepentingan pemilik stasiun TV lebih dikedepankan ketimbang para pemirsanya

Berita Tv pun disetir oeh kepentingan politik via eeshape.com

“Untuk berita, stasiun tv lokal swasta saling serang karena dimotori kepentingan politik.”

Novan, 29, Bandung

“Media saat ini penuh pembohongan publik, kepentingan politik saling serang yang mencoba merubah paradigma masyarakat selalu dengan hal-hal buruk.”

Andre, 20, Tarakan

Nggak cuma acara hiburan saja yang keadaannya meprihatinkan. Acara berita yang tayang pun saat ini sudah terkontaminasi dengan adanya campur tangan politik. Nggak ada lagi yang namanya peberitaan secara netral. Antara media satu dengan yang satunya lagi saling serang melempar pemberitaan yang menjatuhkan. Bukan lagi kepentingan pemirsa yang didahulukan, melainkan kepentingan politik sang pemilik stasiun.

Pemberitaan yang nggak netral semakin jelas terbukti. Sementara netralitas dalam jurnalisme masih diperdebatkan relevansinya, kebenaran fakta yang disiarkan — yang mutlak harus ada pada jurnalisme berkualitas — pun belum tentu disanggupi para produser acara berita TV. Sempat beberapa kali stasiun televisi terbukti memberitakan berita bohong kepada publik, hanya demi ingin mendapat predikat stasiun berita televisi paling sensasional. Karena itu, masihkah kita bisa menonton acara berita televisi dan percaya isinya begitu saja?

6. Bukannya hiburan yang kamu dapat, kamu justru ikut menertawakan dan menghina orang-orang yang posisinya lemah dan marjinal di masyarakat

Melawak tapi kok kasar via www.noah-site.com

“Hiburan yang ada itu-itu aja, cenderung murahan dan bersifat bullying.”

Agnes, 21, Yogyakarta

Hampir semua acara TV diselingi dengan lawakan dan guyonan yang dilontarkan oleh para hostnya. Memang sih, acara tersebut jadi sedikit lebih menarik dan lucu. Tapi sayangnya humor yang disajikan bukan humor yang layak pula untuk ditonton. Membuat lawakan memang bukan perkara yang mudah, tapi kalau mereka mengaku sebagai seorang pelawak seharusnya mereka bisa membuat orang tertawa dengan cara yang baik dan elegan.

Celotehan para pelawak jaman sekarang penuh dengan cacian kasar, hinaan, hingga kontak fisik yang cukup membuat kita menggelengkan kepala. Apa sih sebenarnya yang mereka lakukan? Sperti itukah yang namanya lawak? Apakah serendah itukah selera humor masyarakat Indonesia?

Tapi anehnya kita malah ikut menertawakan orang-orang yang jadi bahan hinaan oleh para pelawak tersebut. Sudah cukup baikkah kita sebagai manusia hingga kita bisa menertawakan dan menghina orang lain? Sejak kapan bangsa kita menjadi bangsa yang suka merendahkan orang lain? Bercanda sih bercanda, tapi juga nggak menghina orang juga ‘kan?

7. Infotainment tak hanya memberimu gosip yang sensasional, tapi juga mengajakmu untuk membicarakan aib seseorang yang belum tentu benar

Menagajakmu untuk menikmati aib orang via www.lintas.me

“Gw dulu emang suka ikutin infotainment artis buat hiburan aja. Tapi sekarang males gilak. Berita infotainment tuh sekarang lebay gila. Ketahuan banget dibuat-buat sengaja cari sensasi. Gak artisnya, gak acara infotainmentnya, semuanya lebay. Nggak mutu!”

Oki, 25, Yogyakarta

Selain sinetron, acara infotainment juga adalah salah satu acara yang banyak ditonton oleh masyarakat. Mulai dari pagi hingga sore hari, acara infotainment ini ramai menghiasa layar kaca kita. Berita yang disampaikan pun semakin hari semakin berlebihan, para pembawa acaranya pun sudah mulai berani mengomentari sesuatu hal yang belum tentu benar adanya.

Bukannya berita penting yang mereka bagikan kepadamu, acara infotainment ini malah terang-terangan mengajakmu untuk membicarakan aib seseorang. Apa manfaat yang bisa kita petik dari menggunjingkan aib orang lain, yang juga sebenarnya belum tentu benar? Menonton acara seperti ini bisa membuatmu terbiasa membiacarakan keburukan orang lain di belakang.

Hidupmu tak akan jauh lebih baik dan bahagia jika masih saja sibuk menonton acara infotainment. Kamu bisa memetik hikmah dari kesalahan artis yang aibnya sudah dibuka lebar-lebar oleh infotainment, tapi hidupmu tak akan jauh lebih baik jika kamu masih terus ikut membicarakan aib orang lain. Percayalah, untuk sekedar mencari hiburan, kamu tak perlu bergantung pada telvisi. Masih banyak cara untuk bisa membuatmu terhibur.

8. Semua tayangan hiburan punya konsep yang sama, artis pengisi acaranya pun orang yang sama. Tapi tak ada satupun hal yang bisa kamu contoh dari mereka.

Konsep acara yang mirip, dan menggunakan artis yang sama pula via azzamalfa.blogspot.com

“Yang bikin males itu artis-artisnya. Acara + hostnya nggak kreatif sama sekali. Pindah channel ini, mukanya Raffi Ahmad, Olga, Deny, Wendy. Pindah lagi, muka mereka lagi. Pagi-pagi muka mereka nongol, malemnya nongol lagi. Sumpah deh eneg banget lihatnya.”

Fira, 22, Surabaya

Sadar nggak sih orang-orang yang tampil di stasiun TV adalah orang-orang yang sama? Dari pagi sampai malam, dari Senin sampai Minggu, hampir semua stasiun TV menggunakan host yang sama pula. Ke mana bakat-bakat muda yang lainnya? Apa sih sebenarnya yang mau disampaikan oleh stasiun-stasiun TV ini kepada pemirsa dengan menggunakan host, artis, dan konsep yang sama?

Apakah kamu tidak bosan dengan menonton acara yang sama dan gaya lawakan yang itu-itu saja? Daripada kamu buang-buang waktu untuk melihat tingkah laku para artis yang tak bisa kamu contoh itu, lebih baik tambah pengetahuanmu dengan membaca. Percaya deh, matikan TV dan mulai membaca jauh lebih bermanfaat untuk pengetahuanmu.

9. Jika kamu benar-benar menginginkan acara TV yang berkualitas, salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan berhenti menonton acara sampah.

Matikan televisimu via www.telegraph.co.uk

“Ngapain sih tonton acara begituan? Ratingnya malah makin tinggi. Kalau udah tinggi, stasiun TV gak bakal mau susah-susah berbenah buat cari tayangan yang berkualitas. Gue mah udah lebih dari males. Gue udah nggak mau nonton lagi. Acaranya rusak semua!”

Ozi, 25, Bandung

Yang dikatakan oleh pembaca di atas justru bisa dibilang adalah adalah satu bentuk kepedulian kita terhadap kemajuan pertelevisian di Indonesia. Kita tak bisa menyalahkan sepenuhnya produser acara TV yang memutuskan mengeksekusi acara minim kualitas tersebut. Para produser memikirkan untung, dan untung diperoleh dari rating yang tinggi. Karena itu, mereka perlu terus bersaing dan mendapat perhatian pemirsa.

Percuma saja kalau kita terus mengeluh dengan buruknya kualitas acara TV tapi kita juga tetap jadi penonton setia. Apa yang bakal mereka ubah dan benahi dari tayangan yang mereka produksi jika tayangan jelek saja masih kita tonton? Seandainya tayangan-tayangan seperti ini tidak ada penontonnya, rating acara tersebut pun akan turun, dan stasiun TV setidaknya akan berusaha untuk bertobat alias mencari ide program TV yang lebih baik dan layak untuk dipersembahkan kepada pemirsanya. Jadi kalau kamu mau acara-acara nggak mutu itu berhenti ditayangkan, kamu harus berhenti menontonnya!

Sebenarnya kita punya kekuatan penuh untuk menentukan acara TV seperti apa yang kita inginkan. Sebagai penonton yang cerdas, sudah sepatutnya kita tidak menonton acara-acara yang minim faedah dan nggak bermutu. TV hanya akan menayangkan acara yang ramai ditonton oleh pemirsa.

Paksalah stasiun TV untuk memproduksi acara TV yang baik. Berhentilah menonton acara yang nggak bermanfaat buatmu dan keluargamu, demi kamu dan juga kemajuan pertelevisian Indonesia. Sepakat?