Selama masa kuliah, ada kalanya dimana kamu mengalami masa “kantong kering” karena kebutuhan kuliah yang memang bejibun dan tidak bisa diminimalisir olehmu. Masa-masa inilah yang membuat kamu menyadi peka dan berinisiatif untuk mencari pekerjaan sampingan.

Dari sekian banyak jenis pekerjaan sampingan bagi anak kuliahan, ada satu pekerjaan sampingan yang modalnya cekak karena hanya memanfaatkan kualitas otakmu dan alat tulis (terutama bolpoin dan pensil). Cara itu adalah menjadi guru les kecil-kecilan baik privat atau lewat lembaga.

Ya, meskipun cuma modal isi otak dan alat tulis saja dan terdengar tidak sekeren pekerjaan-pekerjaan sampingan lain, bukan berarti pekerjaan ini bisa diremehkan. Banyak suka-duka di dalamnya yang bisa memberi banyak pelajaran hidup berharga. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa kerja sebagai guru les privat itu seru dan juga tidak boleh kamu remehkan!

1. Bagi seorang murid, menjawab soal ulangan atau latihan adalah hal yang sulit. Tapi bagi guru, membuat pertanyaan jauh lebih sulit

Membuat soal itu lebih sulit via lesprivat.co.id

Sebagai guru les yang baik, maka semuanya harus dipersiapkan sebelum mengajar. Mulai dari materi belajar hingga soal latihan. Jika selama ini kamu selalu merasa bahwa soal-soal latihan atau ujian itu sulit, tapi di mata para guru membuat soal itu jauh lebih sulit daripada hanya sekadar menjawabnya.

Advertisement

Mengapa demikian? Saat membuat soal (terutama matematika), seorang guru harus memikirkan semua kemungkinan jawaban yang akan ditulis oleh muridmu dengan konsep pemahaman dan rumus yang tepat.

2. Tantangan pekerjaan seorang guru privat itu bukan hanya soal mengajar saja, tetapi juga bagaimana caranya agar murid-murid bisa merasa nyaman belajar denganmu

Nyaman belajar denganmu via forumbatasa.wordpress.com

Agar mereka betah belajar, kamu juga harus bisa menjalin hubungan baik dengan muridmu. Kamu adalah orang tua ketiga — yang pertama adalah ayah dan ibu, yang kedua adalah bapak dan ibu guru, dan yang ketiga adalah kamu (sebagai guru lesnya).

Ada kalanya, mereka tidak berani bertanya kepada bapak dan ibu guru di sekolah. Untuk itulah, kamu harus mempersiapkan dirimu dengan pertanyaan muridmu nanti. Kamu harus bisa menjadi wadah sekaligus teman belajar mereka agar mereka bisa memahami pelajaran lebih dalam lagi. Oleh karena itu, kamu tak hanya sekadar mengajar, tapi kamu harus bisa membuatnya nyaman dan terbuka denganmu.

Saya pernah bertanya kepada murid saya tentang ketidakberaniannya bertanya di dalam kelas. Jawabannya cukup simpel:

Aku takut aja. Kalau sama mbak kan, enak. Umurnya nggak jauh-jauh amat

3. Mengajari anak-anak itu memang bikin pusing tujuh keliling. Karena itulah guru privat tak hanya mengandalkan otak, tapi juga kesabaran dan keuletan

harus sabar dan ulet via lesprivatpep.blogspot.com

Dari sekian banyak muridmu nanti, pasti ada murid yang paling nakal. Dibutuhkan keahlian dan kesabaran yang super agar dia tidak bosan belajar dan tetap bisa menyerap materi pelajaran dengan mudah.

Tak jarang juga bagi guru privat yang mengajar tingkat SD, akan mendapatkan wejangan seorang ibu untuk mengajari anaknya yang bersekolah di SDLB (sekolah dasar luar biasa). Tak bisa dipungkiri, mengajari anak-anak itu memang tidak mudah dan merepotkan, tetapi ini tinggal bagaima kesediaan dan caramu menanggapi saja. Mengajar orang lain memang lebih susah daripada mengajari diri sendiri.

4. Saat hari ulangan tiba, kamu harus mau mengikhlaskan waktumu sedikit lebih lama untuk memberikan pelajaran tambahan agar murid-muridmu siap menghadapi ulangannya

Kamu harus ikhlas mengajar lebih lama via 1077fiestafm.blogspot.com

Biasanya murid akan mengabarkan berita ulangan dua hari sebelum ulangan berlangsung. Bahkan ada juga yang hari ini baru bilang, besoknya sudah ulangan. Dengan kamu yang tanpa persiapan matang, kamu dituntut untuk bisa sigap dan cekatan, tapi juga harus bisa memasang tampang santai, karena haram hukumnya kamu terlihat panik di depan murid-muridmu.

Bersiaplah saat diminta jam les tambahan demi nilai mereka yang cukup memuaskan. Karena itulah, kamu harus ekstra cepat membuat soal dan mempersiapkan materi yang kemungkinan akan ada di soal ulangan. Rencanamu dengan orang-orang terdekatmu harus siap-siap ludes terbakar karena kabar ulangan yang begitu mendadak.

5. Saat kamu sudah menikmati peranmu sebagai guru les, kamu tak lagi memusingkan sebarapa besar jumlah honormu. Di sini kamu sadar bahwa rezeki tak melulu berupa uang

Rezeki tak melulu berupa uang via www.kinglesprivat.com

Memang seharusnya apa yang kamu ajarkan sebanding dengan honor yang kamu dapat. Setiap orang tidak ingin sia-sia dalam mengemban suatu tugas. Namun, saat kamu mengetahui bahwa kamu masih banyak kekurangan dalam mengajar murid-muridmu, entah itu nilai ulangan murid yang di bawah standar, berapa banyak waktu yang kamu buang karena telat datang, dan sebagainya, kamu menjadi lebih sedikit melunak dan tak lagi terlalu memikirkan jumlah honormu.

Yang terpenting bagimu adalah setiap bulan ada penghasilan yang cukup. Lagipula rejeki yang kamu dapatkan tak selalu datang berupa uang. Bisa saja, saat kamu menjadi guru privat yang harus datang ke rumah sang murid maka kamu banyak dijamu dengan minuman dan makanan dari orang tua muridmu dengan keakraban yang sangat dekat. Bukankah jamuan sepert itu juga honor yang diberikan untukmu secara tak langsung?

6. Meskipun kamu dibayar untuk mengajar, bukan berarti kamu tak mendapat pelajaran apa-apa dari pekerjaan ini. Justru dari sinilah kamu belajar banyak tentang arti sebuah tanggung jawab dan kepercayaan

Kamu juga mendapat pelajaran berharga via gurulesprivat.net

Karena keakraban kepada muridmu dan keluarganya sudah terjalin dengan kuat, kamu menjadi belajar banyak tentang tanggung jawab dan kepercayaan. Honor hasil dari mengajar memang hakmu, tapi dibalik itu ada tugas berat yang sudah dipercayakan oleh para orangtua muridmu.

Seberapun nominalnya honormu, sikap seperti itu akan tumbuh sendiri dalam dirimu. Hal ini sangat melatihmu menjadi pribadi yang lebih dewasa tanpa kamu harus memaksakan diri belajar dewasa melalui dunia percintaanmu. Dari pekerjaan samping yang sederhana ini, kamu pun bisa belajar banyak tentang hidup.

7. Hubunganmu dengan murid bukan hanya sekadar antara guru dan murid. Kamu adalah sahabat mereka, dan mereka adalah pelipur laramu

Mereka pelipur laramu via plus.google.com

Jika kamu adalah mahasiswa yang mengajar les kecil-kecilan, dan yang kamu ajarkan anak SMP atau SMA, kesempatanmu kembali pada masa puber akan terulang kembali. Bisa saja kamu melihat sosokmu dulu pada murid-murid yang kamu ajar saat ini.

Murid-muridmu akan lebih berani curhat mengenai dunia cinta monyet mereka kepadamu daripada orang tua mereka sendiri karena umurmu yang tidak terpaut jauh dengan mereka. Walaupun kamu belum pernah pacaran sekalipun pasti ada kalanya kamu sok-sokan mengerti arti pacaran. Kamu adalah tempat curhat cinta-cintaan yang paling aman karena tidak menggurui namun tetap menasehati.

Jika kamu adalah mahasiswa dan muridmu adalah anak SD, inilah kesempatanmu untuk belajar dan bermain kembali. Tingkah mereka yang sangat aktif terkadang membuatmu ingin marah. Namun, tingkah mereka yang lugu dan tak punya malu di depanmu itu adalah satu obat ampuh yang mampu membuatmu sedikit melupakan dunia kampus.

Intinya, curhatan dan tingkah mereka yang serba blak-blakan terkadang membiusmu untuk selalu tertawa.

8. Saat muridmu mendapat nilai bagus tanpa mencontek, disaat itulah kamu akan merasa usahamu berbuah hasil. Kamu tak hanya merasa puas tapi juga bangga pada muridmu

Muridmu mendapat nilai bagus tanpa mencontek via ahmadalidprri.com

Sudah lelah mengajar, menghabiskan kesabaran, pusingnya otak karena mempersiapkan materi, dan tangan keriting demi membuatkan soal sang murid, semua terbayar lunas seketika saat kamu mendapat kabar baik bahwa murid-muridmu mendapat nilai bagus tanpa mencontek sedikitpun.

Guru les mana sih yang nggak ingin nilai muridnya bagus? Nilai murni muridmu adalah cermin keberhasilan mengajarmu selama ini. Nilai-nilai merekalah yang akan memacu semangatmu agar menjadi guru les yang lebih berkualitas.

9. Kamu senang saat libur mengajar, tapi tak bisa juga dipungkiri bahwa kamu selalu rindu dengan murid-muridmu dan ingin segera mengajar mereka kembali

Kamu rindu untuk mengajar lagi via lesprivat99.com

Saat hari liburmu datang, kamu mungkin juga akan meliburkan jadwal mengajarmu. Namun, semuanya membuatmu rindu. Jika kamu berlibur hingga beberapa hari dan tetap di rumah, rasa kesepian dalam dadamu akan penuh. TV, handphone, apapun gadgetmu tak mampu menggantikan semua kesepianmu tanpa mereka. Yang kamu tahu, kamu ingin jadwal mengajarmu kembali datang.

Mengajar orang lain memang bukanlah perkara yang mudah. Meski begitu, apa yang sudah kamu kerjakan bukanlah hal yang sia-sia ataupun percuma, karena pekerjaan ini membuatmu bermanfaat sebagai seorang manusia. Sebanyak apapun kesulitan dan tantangannnya, semua telah membuatmu banyak belajar arti sebuah pekerjaan, kepercayaan, dan tanggung jawab.