Masih banyak dari kita yang suka melabeli stereotip-stereotip tertentu pada laki-laki dan perempuan. Mulai dari hal-hal yang sepele seperti, laki-laki tidak boleh menangis, karena yang menangis adalah yang lemah seperti perempuan. Hingga soal pekerjaan atau tindakan seperti, perempuan tidak dianjurkan untuk melakukan sesuatu atau bekerja yang dipandang orang sebagai hal yang seharusnya dilakukan laki-laki.

Stereotip gender memang tidak selamanya negatif, namun banyak di antaranya tidak selalu benar dan malah merugikan kita. Stereotip ini seolah-olah mengkotak-kotakkan dan membatasi kita dalam berpikir, bertindak, dan juga berpendapat. Tak ada salahnya bukan jika perempuan memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh laki-laki? Begitu sebaliknya, par lelaki tentu sah-sah saja bukan jika mereka bekerja di bidang yang didominasi oleh kaum hawa?

1. Sosoknya yang macho membuat laki-laki seolah-olah wajib untuk berkutat dengan hal-hal yang berbau maskulin. Tapi jika laki-laki suka memasak dan menari, apa salahnya?

Cowok jago masak? So what? via thingscolleenwantstodo.blogspot.com

Laki-laki nggak semuanya menyenangi olahraga seperti basket dan futsal. Kalau hobi dan minat mereka ada pada bidang kuliner dan seni tari, nggak masalah dong. Justru malah sayang kalau nggak diarahkan dan dikembangkan, masa mau disia-siakan begitu saja?

Lagipula, kalau bakat mereka terbendung karena masalah stereotip jenis kelamin, pasti para chef dan desainer cowok yang bermunculan di televisi nggak akan pernah ada. Yup, jika kamu laki-laki dan merasa bahwa kamu punya renjana di bidang kuliner, menari, fashion, dan apapun yang biasanya disangkut pautkan dengan perempuan, jangan pernah malu untuk mendalami dan mengembangkannya. Tunjukkan bahwa gender pekerjaanmu tak akan mempengaruhi kemaskulinitasanmu!

2. Perempuan juga bisa melebarkan sayapnya merambah profesi yang didominasi kaum adam. Kalau bisa andal soal dapur sekaligus mesin, kenapa tidak?

Advertisement

Cewek juga boleh kan berprofesi sebagai engineer? via www.crossrail.co.uk

Indonesia memiliki pembalap, pilot, sopir Transjakarta, sopir taksi, dan polisi perempuan. Sama seperti laki-laki yang sah-sah saja hobi memasak dan menari, perempuan pun bisa memiliki profesi yang biasanya dipandang sebagai profesi untuk laki-laki. Walaupun profesimu maskulin, nggak berarti kamu menyalahi kodrat ‘kan? Berprofesi di bidang laki-laki tak akan membuat sisi kewanitaanmu hilang ‘kan?

Kalau kamu termasuk tipe perempuan yang ingin memiliki profesi tangguh, buktikan dirimu bisa menghadapi segala tantangan di depan matamu. Jangan memendam bakat dan passionmu hanya karena terhalang oleh stereotip gender. Robohkan pandangan seperti itu yang hanya bisa menghambatmu untuk berkembang. Kamu berhak untuk mewujudkan apapun yang kamu cita-citakan.

3. Laki-laki memang selalu diandalkan untuk menjadi pemimpin bagi perempuan, tapi jika ada perempuan sanggup bertugas menjadi seorang pemimpin tidak masalah ‘kan?

Cewek sah-sah aja kan jadi pemimpin seperti Ibu Sri Mulyani? via askjaenergy.org

Karena perempuan dianggap berhati lembut dan berlaku gemulai, kadang ia diragukan kualitasnya untuk menjadi pemimpin dan pengambil keputusan yang baik. Padahal perawakan dan tingkah laku tidak ada hubungannya sama sekali dengan kualitas perempuan dalam berpikir.

Bagi para perempuan, jangan ragu dengan kemampuanmu sendiri. Jika kamu memang punya pendapat dan pemikiran yang cemerlang, dan kamu merasa mampu untuk menjadi seorang leader, tak perlu takut untuk maju. Terlebih lagi saat ini semakin banyak bermunculan para srikandi-srikandi hebat yang mampu menjadi pemimpin. Ayo perempuan, buktikan dirimu bisa menjadi seperti Ibu Sri Mulyani dan Ibu Susi Pudjiastuti.

4. Hilangkan stereotip tentang fisik ideal perempuan cantik itu tinggi, rambut lurus panjang, dan kulit yang putih. Perempuan tetap istimewa meski tak secantik gadis di layar kaca.

Meski tak secantik gadis layar kaca, kamu tetap istimewa via artisip.com

Seringkali, iklan produk kecantikan seolah ’meracuni’ pikiran masyarakat akan bayangan fisik ideal bagi perempuan. Hal ini dapat mengakibatkan perempuan yang nggak memenuhi kriteria tersebut menjadi minder dan gak percaya diri, apalagi jika berurusan dengan lawan jenis.

Tenanglah wahai perempuan, jangan minder dengan apa yang sudah kamu miliki. Tentu memiliki bentuk tubuh ideal dan wajah yang mempesona bak gadis-gads di layar kaca adalah hal yang sangat menyenangkan, tapi tampil percaya diri dan nyaman dengan dirimu sendiri adalah hal yang paling istimewa.

Ingatlah bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Tapi setiap orang pasti punya kelebihan masing-masing, termasuk dirimu. Coba tanyakan pada lima orang teman lelakimu, mereka tentunya punya kriteria yang berbeda-beda tentang fisik ideal perempuan di dalam kepala mereka.

5. Jangan memandang rendah laki-laki dengan melabeli stereotip bahwa isi otaknya mesum. Cowok dan cewek sama-sama suka mikirin tentang seks kok!

Cowok dan cewek sama-sama suka mikirin seks via drafthouse.com

Cowok-cowok seringkali dibilang punya otak mesum, pikirannya selalu kotor, nggak jauh-jauh dari bokep atau hal-hal lain yang berbau pornografi. Ya, stereotip yang mengatakan bahwa otak cowok itu isinya cuma seks melulu masih melekat di masyarakat hingga sekarang.

Dorongan seksual pada indivisu dipengaruhi oleh hormon testosteron. Baik laki-laki dan perempuan memiliki hormon ini, namun pada laki-laki kadar hormon ini dapat mencapai 20 kali lebih banyak. Indera penglihatan pun paling mendominasi laki-laki. Bisa jadi laki-laki sering berpikir tentang seks, apalagi melihat orang yang dia taksir, karena dorongan seksual yang tinggi. Tapi belum tentu selalu seperti itu, kok.

Otak dan hormon laki-laki memang sudah disetel secara alamiah seperti itu. Pun begitu, para pria masih memiliki kekuatan untuk menahan nafsu tersebut kok. Baik laki-laki maupun perempuan pada dasarnya sama-sama suka mikirin soal seks. Bagi cewek-cewek tak seharusnya menganggap pria serendah itu. Karena bagaimanapun juga itu sudah semacam kodrat bagi para pria.

6. Beberapa cewek memang punya hati yang sangat sensitif, tapi bukan berarti semua perempuan itu cengeng.

Cewek menangis bukan berarti cengeng via wegotbieberfever.blogg.no

Kenapa perempuan dianggap sebagai makhluk yang rapuh dan gampang nangis? Mungkin karena seringkali perempuan lebih ekspresif ketika curhat tentang kisah patah hatinya. Mereka pun nggak segan untuk menangis di depan orang terdekatnya.

Tapi nggak semua perempuan cengeng dan mudah menitikkan air mata. Kalaupun mereka menangis, itu bukan berarti bahwa mereka lemah, bisa saja karena dia memang memiliki perasaan yang sensitif dari orang biasanya, dan bisa jadi ternyata dia adalah orang yang tegar dan kuat dari orang lain.

Begitu juga laki-laki. Laki-laki pun nggak menutup kemungkinan bisa menangis karena putus cinta, lho! Hanya saja mereka memilih menangis diam-diam di pojokan kamar. Menangis adalah salah satu bentuk ekpresi dari kesedihan, jadi sah-sah saja jika ada seorang laki-laki menangis saat hatinya sedang dirundung kesedihan. Tapi sekali lagi, itu bukan berarti dia adalah laki-laki lemah.

7. Begitupun para lelaki, meski sikapnya kurang macho seperti cowok pada umumnya, bukan berarti dia bukan laki-laki sejati.

Jangan panggil mereka banci, please! via www.depoisdosquinze.com

Jika perempuan sering mendapat stereotip sebagai makhluk cengeng dan lemah, maka lelaki mendapat stereotip sebagai makhluk yang kasar. Mulai sekarang kita harus menghapus pandangan-pandangan seperti ini. Jangan menutup mata lagi bahwa ada juga laki-laki yang berhati lembut dan sensitif.

Laki-laki seperti ini biasanya punya lebih banyak teman perempuan, karena perempuan senang bergaul dengan mereka. Meskipun terlihat kurang maskulin, mereka tetap laki-laki sejati kok. Kalau kamu punya teman yang begini, please jangan pernah dikatain banci, ya! Nggak seharusnya kita merendahkan seseorang hanya karena stereotip gender yang kita labelkan pada mereka.

8. Stop memberi stereotip bahwa laki-laki jantan itu harus merokok. Laki-laki tetap akan jantan tanpa harus menghisap sepuntung rokok.

Stop bilang cowok jantan itu merokok via www.desktopwallpapers4.me

Kamu nggak harus merokok untuk menunjukkan bahwa kamu laki-laki yang jantan. Kalau kamu sebagai laki-laki nggak suka merokok, buat apa dipaksakan? Jangan takut kamu akan diejek di lingkungan pergaulanmu. Kalau teman-temanmu memang teman yang baik, mereka pasti menghargai sikapmu.

Jangan lupa juga, banyak kok perempuan yang menganggap cowok non-perokok itu seksi dan punya nilai plus yang bikin mereka malah ngejar-ngejar kamu. Mulai sekarang buang jauh-jauh deh stereotip yang menganggap bahwa lak-laki yang ‘laki’ banget adalah laki-laki yang merokok.

9. Jika ada orang yang memilih untuk berbeda dengan kita, kita wajib untuk menghormati pilihannya. Laki-laki yang suka dengan laki-laki, juga tidak boleh kita pandang rendah.

Bagaimanapun kita tak boleh memandang rendah mereka. via nathancherry.com

Kita pun tidak bisa menutup mata dengan hal ini. Tidak semua laki-laki suka dengan perempuan. Kamu yang sedang membaca artikel ini, atau mungkin teman-teman di sekitarmu, bisa saja menyukai sesama jenis, atau malah menyukai baik lawan jenis dan juga lawan jenis. Meskipun kamu menganggap mereka menyalahi kodrat, janganlah meledek mereka yang memiliki kecenderungan ini.

Hargai temanmu selayaknya kamu menghargai dirimu sendiri. Yang paling mudah kamu lakukan adalah menerima pilihan mereka.

“Kamu tak harus setuju dengan pendapat dan pilihan mereka kok, tapi kamu wajib untuk bisa menghormati pilihan dalam hidup mereka.”

Selama itu nggak mengganggu dan merugikan dirimu, ada baiknya jika kita tidak asal nge-judge atau malah merendahkan mereka. Kita semua pada dasarnya juga manusia yang nggak sempurna, karena itulah kita harus bisa saling toleransi.

10. Kalaupun pada akhirnya perempuan harus jadi ibu rumah tangga, perempuan boleh dan berhak untuk berpendidikan tinggi.

Meski jadi ibu rumah tangga, perempuan juga berhak berpendidikan tinggi via www.vivimulya.com

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan nggak perlu sekolah tinggi karena ujung-ujungnya akan kerja sebagai ibu rumah tangga. Tapi tahukah kamu, untuk bisa membangun keluarga, mengurus anak plus dan suami dengan baik, dibutuhkan ibu yang cerdas dan pintar. Bukan berarti ibu rumah tangga yang tak memiliki pendidikan tinggi itu tidak pintar, namun jika punya kesempatan untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, tentu si ibu bisa lebih bagus lagi dalam mendidik anak-anaknya bukan?

Suami akan senang jika istrinya bisa diajak diskusi mengenai keputusan-keputusan untuk pekerjaannya, dan anak pun akan bangga memiliki ibu yang berwawasan luas dan bisa menjawab apapun pertanyaan yang diajukan sang anak. Untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, dibutuhkan peningkatan kompetensi seorang ibu.

Semua perempuan tentunya ingin mendidik dan membesarkan putra-putri mereka supaya bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, agama, maupun bangsa. Karena itu, buatlah negara bangga memiliki anak yang membanggakan, dengan menjadi ibu yang juga bisa membanggakan keluarganya.

11. Stereotip apapun yang menghinggapimu, jangan biarkan hal itu menghambat dan menghalangimu untuk mengembangkan potensi dirimu.

Jangan biarkan stereotip gender menghambat potensimu. (dok. pribadi) via Hipwee.com

Masih banyak dari kita yang lupa akan pentingnya menjadi diri sendiri di setiap aspek kehidupan. Apa yang kamu lakukan dalam hidupmu didasarkan pada keputusanmu, bukan dari stereotip yang dilabelkan oleh orang lain padamu. Sebab, hanya kamu yang tahu apa yang terbaik untuk dirimu.

Jangan biarkan orang yang mencibirmu dengan membawa-bawa stereotip gender untuk menghentikan langkahmu dalam mengembangkan potensi dan menunjukkan siapa diri kamu sebenarnya. Jadilah diri sendiri, percaya diri, dan teruslah melangkah demi masa depanmu sendiri.

Masih banyak lagi stereotip gender yang terjadi di sekitar kita. Apapun bentuknya, jangan lupa untuk selalu menghormati pilihan orang lain yang berkaitan dengan hobi, minat, sikap, dan pandangannya mengenai suatu hal. Perbedaan ada bukan untuk dipermasalahkan, tapi untuk diterima dan patut untuk kita hormati. Yuk, kita sama-sama menciptakan lingkungan yang nyaman untuk hidup berdampingan. Dengan begitu, hidup ini akan jauh lebih mudah kita jalani.