Memang tidak dapat dipungkiri, jika dibandingkan dengan ranah seperti sosial, kesehatan, dan hayati, jumlah perempuan yang memutuskan untuk berkecimpung di ranah ilmu seperti teknik, matematika, dan teknologi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kaum adam.

Bedasarkan data dari National Science Foundation (NSF) tahun 2014, jumlah perempuan yang berkecimpung dibidang teknik hanya sebesar 13% dari keseluruhan. Sedangkan dibidang ilmu komputer, dan matematika, jumlah perempuannya 25% dari keseluruhan. Tidak jarang di tempat kuliah maupun kerja pada bidang tersebut, perempuan cenderung dinomorduakan setelah laki-laki yang dianggap lebih kompeten di bidang ini.

Meskipun begitu, jangan berhenti berjuang! Sama seperti mereka yang laki-laki, kamu yang perempuan juga punya kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan. Kamu juga berharga dan layak untuk diperhitungkan kemampuannya tanpa melihat gender.

Berikut beberapa langkah yang dapat membantumu untuk mengalahkan kesulitan-kesulitan yang muncul, dan membuatmu dapat diperhitungkan dan terlihat lebih spesial diantara kerumunan para laki-laki yang menekuni bidang yang sama.

“Ketika kamu meletakkan helm dikepalamu, tidak penting lagi apakah kamu perempuan atau laki-laki. Misimu adalah berkompetisi, dan menang. Yang paling penting adalah kemampuanmu, kecerdasanmu, dan tekadmu!”

-Milka Dunno, Pembalap Wanita

1. Motivasi adalah pondasi utama dalam menekuni bidang tersebut. Pastikan kamu mau jatuh cinta dengan pilihanmu ini.

Advertisement

Pastikan kamu jatuh cinta pada pilihanmu via www.emmawillard.org

Kamu harus memiliki alasan yang sangat kuat untuk bertahan disana. Tanyakan kembali pada dirimu sendiri tentang apa motivasimu terjun, dan menekuni bidang tersebut.

 “Apa motivasimu?”

“Apa tujuanmu disini?”

“Apa yang membuatmu jatuh cinta pada bidang ini?”

Motivasi adalah hal yang akan membulatkan tekadmu untuk terus berjuang menghadapi aral rintangan. Tujuan yang jelas membuatmu tahu kemana dan bagaimana kamu harus melangkah. Sedangkan mengetahui apa yang membuatmu jatuh cinta pada bidang tersebut, membuatmu dengan senang hati mencurahkan pikiran, dan tenagamu.

Dengan mengetahui semua itu, kamu akan tahu pasti akan kearah kamu melangkah,dan akan lebih percaya diri. Tetapi, jika kamu tidak tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, saatnya kamu menanyakan pada dirimu sendiri:

“Apa yang sebenarnya kamu cari selama ini?”

Ketika kamu dalam kondisi ini, ada dua pilihan yang dapat kamu ambil. Pertama, jika jawaban tersebut berada dibidang lain, maka kamu bisa berbalik arah tidak peduli seberapa jauh kamu telah melangkah. Karena berlama-lama dalam jalur yang kamu anggap salah tidak akan membawamu pada tujuan yang kamu inginkan.

Kedua, belajarlah untuk jatuh cinta terhadap bidang yang sudah terlanjur kamu pilih. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengeksplorasi. Segera temukan motivasi, tujuan, serta bagian mana yang membuatmu jatuh cinta pada bidang tersebut. Hendak mengambil langkah pertama, atau kedua, semua keputusan ada ditanganmu.

2. Ketahui apa yang menjadi kelebihan dan kekuranganmu. Mengenal diri sendiri akan membantumu menggali potensi-potensi yang kamu miliki.

Gali potensi-potensimu. Ketahui kelebihan dan kekurangan. via celavoice.org

Kita semua memiliki kelebihan, dan kekurangan. Menerima keduanya akan membantumu mengeksplorasi lebih jauh kelebihanmu, dan memudahkan kamu mencari bantuan untuk mengatasi kekuranganmu.

Contohnya, kamu sadar bahwa kamu cakap dalam berkomunikasi secara tertulis, maka manfaatkan semaksimal mungkin. Manfaatkan kelebihanmu itu untuk melakukan penelitian, dan menuliskannya kedalam jurnal akan menyalurkan idemu, dan berkontribusi dibidang yang sekarang kamu tekuni. Bekerjasama, dan berkolaborasilah dengan teman-temanmu yang laki-laki, jangan malu untuk belajar dari mereka.

3. Cobalah untuk menguasai salah satu bidang yang kamu tekuni. Bukan untuk pamer, tapi karena ini adalah cara untuk menunjukkan eksistensimu!

Kuasai salah satu bidang sebagai bukti eksistensimu via www.huffingtonpost.com

Tidak perlu menguasai seluruh ilmu dibidangmu. Temukanlah paling tidak satu bagian yang membuatmu jatuh cinta pada bidang tersebut, dan berusahalah semaksimal mungkin untuk menjadi yang paling ahli pada bagian itu. Kobarkan terus rasa penasaranmu terhadapnya, dan gali terus pengetahuan-pengatahuan baru mengenai bagian tersebut.

Ketika ada yang membutuhkan solusi, atau bantuan berkaitan pada bagian tersebut, pastikan kamulah orang pertama yang akan dengan sigap memberikan solusi. Hal tersebut akan menjadi senjata pamungkas yang membuatmu diperhitungkan diantara kerumunan kaum lelaki yang menekuni bidang yang sama.

4. Menimba ilmu bukan perkara bodoh atau pintar, tapi soal bagaimana kamu bisa bersaing dan bisa belajar sebaik  dan sebanyak mungkin.

Walau kamu perempuan, kamu bisa bersaing dengan laki-laki. via www.baltimoresun.com

Pada bidang yang biasanya banyak digeluti oleh kaum laki-laki, biasanya cenderung mengedepankan kemampuan logika. Tidak ada yang pandai dan bodoh. Yang ada hanyalah orang yang lebih dahulu tahu bagaimana menghadapi dan menyelesaikannya. Ini berkaitan dengan berapa banyak waktu yang kamu investasikan untuk mengasahnya setiap harinya.

Oleh karena itu, biasakanlah untuk mempelajari paling tidak satu ilmu baru pada bidang yang kamu tekuni setiap harinya. Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk memperkaya wawasanmu. Selain membaca buku kamu dapat mengupdate pengetahuanmu melalui kompetisi, forum diskusi, meet up, seminar, melalui video-video yang disediakan TEDx, dan masih banyak lagi.

5. Tunjukkan kalau suaramu pun layak didengar. Jadilah perempuan yang aktif dalam menyumbang ide dan pikiran dalam setiap diskusi.

Aktif sumbangkan ide dan pikiranmu di setiap diskusi. via galleryhip.com

Kebanyakan perempuan memang ahli dalam hal komunikasi, terutama dalam kemampuan berbicara. Namun, terkadang ini tidak berlaku dalam diskusi yang pesertanya banyak dihadiri oleh kum laki-laki. Kita cenderung merasa tidak perlu mengatakan sesuatu kecuali itu adalah hal yang sangat penting.

“Apakah ini penting untuk diutarakan?”

“Apakah saya berkapasitas untuk mengatakan ini?”

Kamu selalu merasa ada orang yang jauh lebih paham mengenai apa yang ingin kamu utarakan. Kamu pun memilih untuk diam, menjadi pendengar yang baik. Hal inilah yang membuat perempuan terkadang terlihat tidak lebih mumpuni dibandingkan laki-laki.

Jadi, alangkah lebih baik jika kamu selalu mencoba berpartisipasi lebih banyak dalam diskusi atau rapat tersebut. Ketika kamu merasa tidak memiliki hal yang sangat penting untuk kamu katakan, cobalah sebisa mungkin untuk mengajukan pertanyaan. Dengan begitu kamu akan terlihat lebih menonjol dan perlahan-lahan akan mendapatkan perhatian.

6. Kesuksesan tak hanya soal isi otak. Kamu harus membagun jaringan dengan orang-orang yang berpengalaman dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Kamu wajib punya relasi yang luas via myfranch.ru

Jaringanlah yang membuatmu menemukan banyak orang yang bisa membuatmu belajar banyak hal. Kelilingi dirimu dengan orang-orang cerdas dengan kemampuan yang berbeda-beda. Jangan hanya mengumpulkan kontak pada sosial media semata, bangun hubungan yang baik dengan mereka secara nyata.

Ketika kamu tidak memahami suatu hal, jangan takut untuk bertanya kepada yang lebih ahli dan belajarlah darinya. Bertukar pikiranlah dengan mereka yang lintas bidang. Tidak menutup kemungkinan bahwa kamu dapat berkolaborasi, dan bekerjasama. Bisa jadi mereka sedang mengalami sebuah permasalahan, dan kamu dapat menawarkan solusi yang sesuai dengan keahlianmu. Banyak peluang dan kesempatan emas yang terbuka lebar ketika kamu mau membangung jaringan yang seluas-luasnya.

7. Istilah “ladies first” tak akan berlaku di sini. Jika kamu ingin bertahan dalam kompetisi ini, kamu harus jadi wanita tangguh setangguh laki-laki.

Wanita harus setangguh laki-laki via www.crossrail.co.uk

Fitrahnya perempuan memang memiliki perasaan lebih peka dibandingkan laki-laki. Mungkin kamu pernah menangis karena kamu merasa kurang bisa maksimal dan merasa kelabakan dengan perkuliahanmu. Saat kamu memutuskan untuk berjuang meraih sukses dibidang ini, wajib hukumnya untuk memasang tombol on/off pada hatimu.

Kamu harus tahu pasti kapan saatnya untuk tidak melibatkan emosi dan perasaanmu. Ketika kamu harus berkompetisi untuk mendapatkan jenjang yang lebih tinggi, tantangan yang kamu hadapi pasti akan jauh lebih berat. Kalimat “ladies first” tidak akan berlaku lagi ketika kamu diposisikan sebagai kompetitornya.

Dengan memahami kapan saatnya tidak melibatkan emosi dan perasaan, kamu akan lebih mudah menerima kritik yang sifatnya membangun, dan mengesampingkan kritik yang sifatnya menjatuhkan. Hal tersebut dapat membuatmu lebih peka terhadap bagaimana laki-laki memandang lingkungan profesionalnya. Seperti mereka, kamu pun dapat melakukannya.

8. Tetap hargai dirimu sebagai perempuan. Selama tidak berebihan dan sesuai dengan situasi, kamu sah-sah saja untuk terlihat cantik.

Sah-sah saja untuk berdandan cantik via www.cnet.com

Selain itu, menjadi perempuan yang memutuskan untuk berkecimpung dibidang dimana laki-laki sebagai mayoritas, bukan berarti kamu harus berlaku seperti laki-laki dalam segala hal. Kamu tidak perlu melakukan itu semua untuk dapat diterima menjadi bagian dari mereka. Kamu tidak perlu mengikuti kebiasaan mereka yang menurutmu bertentangan dengan keyakinanmu sebagai seorang perempuan.

Walau bagaimanapun kamu tetap perempuan, ada bagian dari dirimu yang tetap perlu diaktualisasi. Tidak masalah untuk berdandan yang cantik dan sesekali memakai sepatu hak tinggi untuk menghadiri kuliah di kampus atau rapat di kantor. Tetapi, ketika harus survey lapangan kamupun bisa berubah setangguh teman-temanmu yang laki-laki dengan ransel dan sepatu boot.

Kesampingkan komentar miring atau sindiran yang sering menghampirimu dari teman-temanmu yang laki-laki. Jangan terbawa emosi menanggapi hal tersebut, beri mereka pengertian dengan cara yang sopan, seperti:

Temanmu: “Eh, kamu tuh engineer. Masa’ pakai sepatu hak tinggi?”

Kamu: “Ya, saya memang engineer. Tetapi, sebelum dan sesudah  menjadi engineer saya tetaplah perempuan. Yang menjadikan saya engineer adalah apa yang ada didalam kepala saya, bukan apa yang ada dikaki saya.” *senyum semanis mungkin*

Skak mat! Case closed! Mereka akan melipir dengan sendirinya, dan menghargaimu. 🙂

9. Jangan membanding-bandingkan pencapaianmu. Untuk meraih kesuksesan, kamu tak harus melakukan hal yang sama seperti orang lain.

KAmu bisa sukses dengan caramu sendiri via civilgeeks.com

Ada saat dimana kamu merasa sudah berusaha dengan sangat keras, tetapi kamu hanya berjalan satu langkah, sedangkan teman-temanmu yang laki-laki terlihat sudah menempuh puluhan langkah dan kamu merasa tertinggal. Tak masalah, kamu dan mereka bisa jadi memiliki tujuan yang berbeda, meskipun berada pada bidang yang sama.

Fokuslah pada jalan menuju tujuanmu, jangan terombang-ambing kesana-kemari karena pencapaian orang lain. Terus-menerus membandingkan dirimu dengan teman-temanmu yang laki-laki justru dapat membuatmu merasa terintimidasi, dan kamu hanya akan semakin merasa kerdil dan meremehkan diri sendiri.

Fokuskan waktu dan energimu untuk melakukan hal-hal yang dapat mengembangkan kemampuan dan mendekatkanmu pada tujuan awalmu. Untuk menuju kesuksesan, kamu tak harus melakukan cara yang sama seperti teman-temanmu yang lain. Kamu punya cara sendiri untuk meraihnya. Meskipun rasanya berat, tetapi kamu pasti bisa melakukannya.

Teruslah melangkah! Biarkan dunia melihat bahwa kamu memang perempuan, dan terjun pada bidang dimana laki-laki lebih mendominasi adalah pilihanmu untuk mengubah dunia. Seperti teman-temanmu yang laki-laki, kamu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih sukses. Untuk disejajarkan, dan diperhitungkan kemampuannya! Karena kesuksesan tak pernah memandang jenis kelamin!