Hubungan cinta memang tidak memandang siapa kamu, dimana kamu berada, dan status sosial maupun ekonomi. Tidak ada pengecualian cinta dapat bermula, begitu pula jarak. Berapa persen dari kamu yang sedang atau pernah menjalani hubungan jarak jauh? Bisa jadi cintamu ada di desa sebelah yang hanya berjarak sebuah jembatan bambu. Atau bisa jadi ia sekarang berjarak 10.000 km. Dimana smartphone dan laptop menjadi satu-satunya jalan untuk menjalin hubungan dengannya.

Tidak ada yang menjamin sebuah hubungan akan selalu indah dan berjalan sesuai rencana dan keinginanmu. Tidak ada yang berani menjamin juga bahwa ia akan menjadi milikmu. Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi ciptaan-Nya yang mau memilih dan berani mengambil langkah.

Bagi kamu yang sedang merintis mimpi bersamanya kelak namun ratusan hingga puluhan ribu kilometer jarak seakan menghadang, saya ingin membagikan cerita tentang bagaimana kami melaluinya. Tentu bukan sebuah cara mutakhir yang menjamin kamu tidak akan putus dengannya atau memastikan bahwa LDR-mu jadi aman-aman saja, namun setidaknya cara ini bisa kamu terapkan tentang bagaimana membina hubungan jarak jauh jadi lebih baik.

1. Meskipun kalian berdua jauh-jauhan dan bakal jarang banget ketemu, kalau kamu percaya banget sama dia, ya pacaran aja sama dia!

Kalau percaya sama dia, yaudah pacarin aja! via vk.com

Sepotong kalimat yang terkadang membuat lidah saya kaku ketika bertanya setengah menuduh kepadanya. Tapi itu benar. Kalau kamu memilih untuk percaya orang lain selain dia, kamu lebih baik jadikan orang itu pasangan hidupmu. Kepercayaan sudah menjadi syarat mutlak sebuah hubungan. Tak usah jauh-jauh  melihat pasangan jarak jauh, bahkan kandasnya hubungan juga tetap menakuti mereka yang sudah hidup satu atap jika tidak berlandaskan kepercayaan.

Advertisement

Kamu boleh berdebat dan marah, namun percayalah pada akhirnya. Tidak ada hubungan yang tidak disertai perdebatan dan amarah di dalamnya. Perdebatan terkadang tidak terhindari, tapi pada akhirnya kepercayaanlah yang dapat kamu andalkan untuk melangsungkan hubungan jarak jauh ini.

2. Jaga intensitas dan frekuensi komunikasi itu mutlak. Nggak papa kok pacaran lewat smartphone, kan yang penting itu komunikasinya tetap terjaga.

Pacaran lewat smartphone gak papa, yang penting komunikasinya. via lady.163.com

Seorang teman pernah berkata,

“LDR itu omong kosong, kamu gak pacaran. Kamu pacaran dengan mesin penjawab di gadget kamu. Pacaran kok sama suara”.

Sangat masuk akal memang, dimana ketika kamu menjalin hubungan jarak jauh kamu hanya mengandalkan smartphone dan laptop. Memang benar bahwa kamu seakan-akan pacaran dengan sebuah smartphone, namun suara dan wajah dibalik itulah yang membuat ponselmu bukan lagi sekadar alat telekomunikasi biasa.

Usahakan untuk tetap memberi kabar kepadanya, jangan sampai ia merasa khawatir dan harus menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan.

“LDR memaksa kamu untuk terus kreatif memiliki topik baru setiap harinya. Bukan tidak mungkin ia atau kamu menjadi bosan jika hal – hal itu saja yang selalu kalian bicarakan. Apalagi kalau setiap ngobrol cuma marahan dan ngambek.”

3. Kamu nggak boleh lupa bagaimana rasanya memegang tangannya, mengelusnya rambutnya, dan hangatnya pelukannya. Selalu curi-curi waktu agar bisa rutin ketemuan!

curi-curi waktu untuk ketemuan via hdwallpapersfactory.com

Saya percaya bahwa hubungan jarak jauh tidak tentang smartphone-ship saja melainkan juga tentang skin-ship. Bukan hanya masalah bagaimana kamu membina intensitas hubungan yang baik melainkan juga intensitas dan frekuensi bertemu. Jika kamu dan pasanganmu masih berada di negara yang sama, sempatkanlah untuk bertemu saat libur atau saat senggang. Jika memungkinkan temuilah 1-2 bulan sekali. Namun jika terlalu jauh kamu bisa melakukannya setaun 2-3x.

Mungkin nampak sepele, namun pertemuan yang mungkin hanya butuh waktu 1-3 hari ini sangat penting untuk mempertahankan hubungan jarak jauh. Naïf jika kamu setiap hari mengatakan betapa kamu menyayanginya tanpa pernah ada keinginan bertemu, tapi tetap mengharapkan ia mencintaimu.

Bukan bermaksud menyangkal kemurnian cinta, namun kamu juga harus tahu bagaimana mencegah agar kemurnian cinta itu tidak luntur, yaitu dengan cara ketemuan. Suatu hal yang wajar jika ia mengharapkan kamu yang mengacak-acak sayang rambutnya, menggandeng tangannya, dan memuji kecantikannya secara langsung. Itu bukti betapa ia masih mencintaimu.

Jangan gunakan jarak dan kesibukan sebagai alasan untuk tidak bertemu dengannya. Sempatkanlah, biarkan ia tahu bahwa ia masih bagian yang jauh lebih penting dari jauhnya jarak dan padatnya kesibukanmu.

4. Jaga perasaan pasanganmu dengan membatasi penggunaan media sosial. Konflik besar bisa saja muncul karena persoalan sepele di media sosial.

Gunakan media sosial dengan bijaksana via www.averittexpress.com

Banyak yang terbantu dengan adanya sosial media, namun tidak sedikit juga pasangan yang mengakhiri hubungan hanya karena sosial media. Bukan hal aneh lagi jika ada pasangan yang bisa marahan hanya karena ia tidak suka akan foto yang diposting pasangannya. Bukan hal aneh  lagi pasangan yang curiga hanya karena ia check-in di tempat yang mungkin berbeda dengan yang ia katakan padamu. Padahal bisa jadi memang kesalahan lokasi yang diberikan dari aplikasi tersebut.

Gunakan sosial media secara bijak, pasanganmu bukan objek liar bahan tulisan untuk curhatmu di sosial media. Ketika kalian saling kangen dan sayang, kamu aktif menulis puisi di twitter dengan hanya jeda 30 detik setiap tweet-nya — Love is in the air. Tapi ketika kalian marahan, curhat bertebaran di semua sosial media yang kamu miliki. Sindiran dan curhat online pun bertebaran. Berharap ada yang membaca dan ada yang dapat memperhatikan kamu.

Gunakan sosmed dengan bijak, curhatmu itu menentukan wajahmu dan wajah pasangan yang sedang kamu gunjingkan. Seorang yang bijak dan dewasa akan menjaga nama baik pasangannya didalam pergaulannya. Jika pasanganmu akhirnya tidak nyaman karena kebiasaan curhat online-mu ini bukan tidak mungkin ada pria lain yang mampu memberikan jawaban akan hubungan yang lebih baik dan dewasa.

“Perlu diingat bahwa semakin dewasa sebuah hubungan maka semakin nyaman dengan hubungan yang jauh dari publikasi, pamer, serta drama berlebihan.”

5. Karena kalian sudah jarang bertemu secara fisik, maka kalian harus mendekatkan diri secara emosional. Terbukalah pada pasanganmu tentang segala masalah yang dihadapi.

Terbukalah dan dekatlah secara emosional dengan pacarmu. via www.thefunfort.com

Kamu bukan cenayang, begitu pula saya. Atau mungkin kamu adalah orang yang mampu membaca pikiran orang lain dengan jelas sejelasnya. Tidak ada yang tahu jalan pikiran dan apa yang sedang kamu pikirkan. Bahkan ibu yang melahirkanmu. Biasakan untuk saling terbuka dan berdiskusi tentang masalah yang sedang kalian hadapi. Tumpahkan segala pikiranmu manis atau pahitnya itu kepada pasangan dan bukan kepada orang lain. Jangan katakan iya ketika kamu berpikir tidak, begitu pula sebaliknya.

Karena kedepannya masih ada masalah yang mungkin menghadang, jangan biarkan masalah mengendap karena ketidakterbukaan lalu akhirnya meledak pada masalah yang jauh lebih berat. Perlu kamu tahu bahwa mengungkit masalah lama yang tidak sempat terucapkan ketika sebuah masalah baru datang adalah hal yang menyebalkan. Yah paling tidak saya tahu ketika ia mengomel tentang hal ini.

6. Meski lama tak bersua, saat bertemu kembali bisa saja rasa bosan menghampiri kalian berdua. Jangan kencan dengan cara yang gitu-gitu aja, ajak piknik pacarmu yuk!

Ajak pacarmu piknik! via s1115.photobucket.com

Jauh-jauh ketemu, jalan bersama, makan bersama mungkin terasa menyenangkan. Namun bukan tidak mungkin itu dapat menjadi membosankan karena caranya yang begitu-begitu saja.  Warnai sedikit hubungan kalian dengan rencana liburan yang sudah kalian rencanakan secara matang sebelumnya.

Rencanakan untuk janjian di suatu tempat baru yang bukan tempatmu maupun tempat dia berada. Naik gunung atau wisata alam lain dapat jadi pilihan yang bagus atau mungkin nabung bareng dan merencanakan untuk liburan ke luar negri. Jelajahi tempat baru bersama dia, terkadang kamu akan menemukan sifat-sifat barunya yang tidak kamu temukan ditempat biasa kalian bertemu saat ia berada di tempat baru dan bertemu lingkungan baru.

“Hubungan sedang jenuh? Mungkin kamu butuh piknik bareng dia!”

7. Jangan takut ngomongin tentang masa depan hubungan kalian. Berdiskusi tentang karir dan rencana rumah tangga bikin kalian berdua lebih serius dalam berkomitmen.

Jngan ragu berdiskusi masa depan dengan dia via www.elaecrista.com

“Lebay ah kalau tahu-tahu bicara menikah, meniti karir bersama dan membangun keluarga.”

Ini kan yang sering teman-teman kamu ucapkan? Sekarang alasan apa yang ingin kamu gunakan ketika memulai hubungan seperti pacaran dengan seseorang? Semata-mata hanya untuk kepuasan sajakah?

“Pokoknya tetap berlebihan, emang kamu tahu itu jodohmu?”.

Siapa yang tahu rahasia siapa jodohmu ketika kamu saja tidak yakin bahwa pasanganmu sekarang bukan jodohmu? Jodoh bukan jatuh dari langit dengan ditambah name tag besar bertuliskan “halo sayang aku jodohmu yang kamu nantikan”.

Jodoh adalah pilihanmu. Suatu kesalahan jika kamu hanya ingin coba-coba saja sebelum memulai hubungan dengan seseorang tanpa memikirkan komitmen kedepannya. Termasuk di dalamnya ada perasaannya yang hancur karena kamu. Kita bukan lagi anak SD yang ingin mencicipi rasanya status pacaran.

Mulailah libatkan ia dari segala rencana karir dan cara membangun keluarga nantinya. Berdiskusi tentang masa depan akan memperkuat komintmen kalian untuk terus bersama meskipun ribuan kilometer jarak sedang memisahkan raga kalian. Adanya visi yang jelas tentang kelanjutan hubunganmu dengannya, akan membuatmu dan dia lebih serius dan tak lagi main-main dalam hubungan ini.

8. Cemburu itu perlu, sebagai bumbu penyedap hubungan kalian berdua. Tapi ingat, sesuai takaran yang pas ya!

Cemburu itu gak papa, asal sesuai takaran. via www.pinterest.com

Cemburu itu seperti bumbu, jika terlalu banyak atau terlalu sedikit akan membuat sebuah makanan tidak sedap. Cemburu dapat kamu pakai sebagai bumbu untuk menghidupkan sebuah hubungan. Ini untuk menandakan bahwa ia masih sayang dan masih takut untuk saling kehilangan. Namun jika terlalu mudah cemburu, ini yang biasanya merusak hubungan dan bukan tidak mungkin akan berakhir.

Kalian berdua sama-sama makhluk sosial, dimana adalah suatu hal yang wajar jika saling memperluas jaringan dan mengenal orang lain. Banyak hal positif yang dapat kita miliki dari hubungan baik dengan lingkungan tempat kita tinggal, sebagai contoh kamu tidak tahu kapan kamu butuh teman-temanmu jika suatu saat pasanganmu membutuhkan bantuan yang tidak dapat kamu pecahkan sendiri. Tidak ada yang tahu lingkaranmu ini nanti yang mampu membantu melesatnya karir kalian nanti.

Diskusikan tentang bagaimana seharusnya kalian bersikap terhadap pergaulan terutama terhadap lawan jenis, sehingga dapat menjaga perasaan satu sama lain. Dan satu hal yang perlu disepakati adalah, hal ini seharusnya tidak diputuskan sebelah pihak tentang bagaimana seharusnya kamu bergaul.

9. Walau dia memaklumi kesibukanmu, jangan sampai jadi kurang perhatian padanya. Meski ada  yang perhatian, tapi dia pasti lebih mengharapkan jika itu kamu!

Perhatianmu adalah yang paling dia harapkan. via pixgood.com

Sibuknya pekerjaan atau kuliah mungkin membatasi kamu untuk berkomunikasi. Tapi sempatkanlah hal sederhana untuk memperhatikannya. Tidak hanya cewek, cowok juga sangat senang jika pasangannya peka terhadap hal-hal sederhana yang terjadi dalam hidupnya. Ucapan selamat pagi mungkin hanya menghabiskan 10 detik waktumu, tapi tentu itu akan sangat berarti.

Tidak sulit untuk menyadari adanya perubahan terhadap pasanganmu mengingat ia yang terus kamu hubungi sepanjang hari. Menyadari bahwa ia sedang menjalani hari yang buruk dan kamu berusaha untuk menghiburnya dengan gurauan garing akan jauh lebih berarti baginya ketimbang kamu yang tidak peduli.

Cobalah untuk lebih peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya lalu berikan perhatian yang ia butuhkan sebelum ada orang lain yang lebih layak memberikan perhatian itu kepadanya.

10. Ketika kamu berpikir untuk menyerah dan ingin mengakhiri hubungan ini, pikir lagi dengan kepala dingin mengapa dulu kamu sanggup memulainya.

Pikirkan dengan kepala dingin apa alasanmu menjalin hubungan ini. via www.pinterest.com

Ketika langit sudah terasa gelap dan langkah sudah terasa berat. Tarik mundur diri dan pandanganmu. Perluas cakupan persepektifmu dalam melihat masalah. Tidak ada pasangan yang luput dari masalah. Kamu bukan superman dan dia bukan superwoman.

Namun ada hal penting yang harus kamu pikirkan saat ini, bahwa ketika kamu memulai sebuah hubungan maka tidak ada lagi MASALAH KAMU dan MASALAH AKU. Segala masalah menjadi masalah bersama. Tidak ada lagi keegoisan yang mengatakan bahwa kamu tidak mau tahu tentang masalah yang ia hadapi begitu sebaliknya.

Namun ketika suatu permasalahan sudah sangat pekat dan kamu sudah sangat putus asa terhadap hubungan ini. Coba tarik mundur dari keramaian, redakan amarah, dan introspeksi diri. Jika kamu putus asa dan berpikir untuk mengakhiri hubungan ini. Tanyakan dengan sungguh kepada dirimu sendiri ketika kamu ingin mengakhiri ini semua, mengapa dulu kamu ingin memulainya dan berpikir untuk menjalin hubungan serius dengannya.

Bagi sahabatku yang menjalani hubungan jarak jauh saat ini, selalu ada hal baik yang menanti bagi mereka yang mau bersabar dan berusaha. Berkacalah, terkadang kita terlalu banyak menuntut dan meminta tanpa berpikir untuk memberi dan memberi. Kita terlalu menginginkan semua perhatian tumpah padamu tanpa berpikir untuk memberinya 100% perhatianmu.

Coba dibalik, bagaimana jika kamu hanya berpikir memberi yang terbaik buat pasangan tanpa berpikir mendapatkan kembali. Beri perhatian lebih bagi pasanganmu yang tidak perhatian, beri kepekaan lebih bagi pasanganmu yang kurang peka. Tunjukkan caramu, tanpa disangka lama kelamaan malah pasanganmu akan menjadi lebih baik dari yang kamu harapkan. Berapapun kilometer jarak memisahkan kalian berdua, dengan adanya kepercayaan dan perhatian hubungan jarak jauh ini pasti akan berakhir baik.