Sejak pertama kaki menginjakkan kaki di kampus tercintamu, kamu pasti berharap dan punya rencana agar kamu bisa menimba ilmu dengan sebaik-baiknya dan bisa lulus kuliah di waktu yang tepat! Siapa sih yang nggak mau lulus tepat waktu? Nggak mau juga kan dibilang sebagai mahasiswa abadi?

Mau lulus tepat waktu atau tidak itu terserah padamu, tapi kalau kamu bisa lulus kuliah tepat waktu, ada banyak hal positif yang bisa kamu dapat. Lulus kuliah di usia yang lebih muda akan membuatmu jadi kandidat yang akan lebih diperhitungkan saat melamar pekerjaan. Kamu bisa lebih bebas menekuni karir impianmu, dan juga bisa sesegera mungkin untuk membalas budi orangtuamu!

Tapi, otak encer, niat, dan rencana saja tak bisa menjaminmu untuk lulus tepat waktu, kamu juga harus punya strategi jitu untuk mencapai misi lulus tepat waktumu itu. Nah, berikut ini adalah beberapa tips dari para pembaca hipwee tentang strategi lulus kuliah tepat waktu. Langsung simak yuk!

1. Kuliah bukan cuma soal nilai dan encernya otak. Hubungan baik dengan dosen juga bisa membantu mulusnya langkahmu di bangku kuliah

Bergaul juga dengan dosen-dosen biar ketularan pinter

Bergaul juga dengan dosen-dosen biar kamu eksis di mata mereka via community-sitcom.wikia.com

“Bangun komunikasi dengan dosen, seperti meminta bahan ajar yang akan dibahas pada matakuliah berikutnya. Sangat penting dan bermanfaat juga jika menjadi mahasiswa yang lebih aktif dari lain untuk tampil lebih beda.”

Asmawati Sugesta , 22, Jakarta

Advertisement

Jangan hanya bergaul dengan sesama mahasiswa aja, kamu juga perlu menjalin pertemanan dengan dosen-dosen mata kuliahmu. Mengambil hati dosen itu bukan berarti kamu penjilat kok! Nggak bisa dipungkiri kalau akrab dengan dosen bisa membantu mendongkrak prestasimu.

Akrab dengan dosen bisa membuatmu terlihat eksis di matanya. Kamu pun jadi punya rasa semangat dan aktif untuk belajar lebih giat karena kamu juga tak ingin mengecewakan dosenmu. Manfaatkan juga kedekatanmu untuk belajar dan bertanya banyak hal yang belum pernah beliau ajarkan di kelas. Kalau dosenmu menyukaimu, dia pasti akan berbaik hati memberimu nilai yang bagus!

2. Jangan remehkan KRS. Pahami baik-baik mata kuliah dan jumlah SKS yang harus kamu ambil. Salah perhitungan, kamu bisa menyesal di akhir semester!

Perhatikan SKS dan mata kulaih yang harus kamu ambil

Perhatikan SKS dan mata kulaih yang harus kamu ambil via himabkunnes.blogspot.com

“Baca keseluruhan mata kuliah dan jumlah SKS yang harus di tempuh. SKS penting ketika kita sudah menjadi mahasiswa tahap akhir dan skripsi untuk memperoleh gelar sarjana kita. Sangat disayangkan jika kamu telah menyelesaikan mata kuliah prasyarat skripsi tetapi belum mencapai jumlah SKS yang harus ditempuh.”

Feny, 21, Jakarta

Nah, kamu juga harus teliti dengan mata kuliah dan jumlah SKS yang harus dan akan kamu ambil di setiap semesternya. Jangan ngeremehin dan asal-asalan ambil mata kuliah saat KRS-an. Perhatikan mata kuliah apa saja yang perlu dan wajib untuk kamu ambil, dan perhitungkan baik-baik jumlah SKS-nya. Kalau kamu nggak teliti, kamu bisa ngerugiin dirimu sendiri.

Contohnya, untuk bisa mengajukan sidang skripsi, salah satu syaratnya adalah kamu harus sudah memenuhi jumlah SKS yang wajib untuk kamu tempuh mulai dari semester pertama hingga akhir. Meskipun kamu sudah menyelesaikan mata kuliah prasyarat skripsi, tapi jika jumlah SKS-mu tak memenuhi syarat, maka kamu nggak bisa untuk mengambil mata kuliah skripsi. Kamu harus ambil mata kuliah lagi untuk memenuhi jumlah SKS tersebut.

Nah, belum lagi jika mata kuliah yang akan kamu ambil ada di semester sekarang, kalau mata kuliah yang akan kamu ambil adanya di semester depan, rencana lulusmu jadi molor lebih lama lagi! Karena itu jangan asal-asalan ngisi KRS, bila perlu kamu minta saran dari dosen wali kamu.

3. IPK awal kuliah itu ibarat investasi. Sebisa mungkin pastikan IPK mu di semester awal tidak membuatmu merugi

Dapetin IPK sebaik mungkin di semester awal

Dapetin IPK sebaik mungkin di semester awal via www.kuliahkelaskaryawansurabaya.com

“Belajar buat dapet IPK setidaknya lumayan (diatas 2.00 dari 4.00), dengan itu kita bisa atur strategi untuk ambil berapa SKS mata kuliah per semester. Jadi dari situ kita bisa targetin supaya lulus kuliah tepat waktu.”

Stefanie, 25, Jakarta

Di semester awal kuliah, mata kuliah yang akan kamu ambil kebanyakan masih mata kuliah pengantar, dimana bobot dan kesulitannya belum begitu berat. Ini kesempatan emasmu untuk meraih nilai IPK sebagus mungkin yang kamu bisa. Kalau nilai IPK-mu di awal semester sudah bagus, kamu bisa lebih mudah mengatur strategi untuk mengambil SKS mata kuliah di semester-semester selanjutnya.

Kalau di awal semester saja nilaimu sudah jeblok banget, kamu bakal lebih kesulitan untuk mengatur strategi ke depannya. Beban mata kuliah yang harus kamu ambil di akhir-akhir semester nanti juga bisa semakin berat.

4. Selalu persiapkan diri dalam setiap kuis dan ujian semester. Terjun bebasnya IPK bisa membuat impianmu lulus cepat menguap ke udara

persiapkan untuk UAS, UTS, dan kuis

persiapkan untuk UAS, UTS, dan kuis via xrismantos.wordpress.com

“Sersan aja, serius tapi santai yang penting kita konsisten dengan nilai ip kita dan jurusan yang kita ambil. Jangan lupa saat ada kuis atau ujian, kita sudah harus siap agar nilai kita juga bagus. Tapi jangan terlalu serius nanti yang ada malah stres.”

Ladelia, 24, Jakarta

Ya, benar apa yang dikatakan oleh pembaca di atas. kamu nggak perlu terlalu serius, apalagi sampai terlalu stres. Demi kewarasanmu sebagai manusia biasa, nikmati setiap proses perkuliahanmu dengan santai tapi juga serius. Kamu boleh santai bermain-main dengan teman-temanmu, tapi juga jangan sampai kebablasan.

Jangan lupa dengan tugasmu untuk selalu belajar. Jangan belajar hanya disaat H-1 kuis atau ujian semester saja. Rajin-rajinlah membaca dan belajar, agar jika tiba-tiba dosenmu mengadakan kuis dadakan, kamu masih tetap siap dan bisa mengerjakannya dengan baik. Begitu juga saat ujian semester, dengan mencicil belajar dari jauh-jauh hari, kamu akan jadi lebih siap untuk menghadapi ujian.

Jika nilai kuis dan ujianmu bagus, itu sangat membantu untuk mendongkrak nilai IPK-mu. Usahakan untuk menghindari nilai C atau D, sebisa mungkin dapatkan nilai A agar nilai IPK-mu bisa naik.

5. Maksimalkan jumlah SKS yang bisa kamu ambil setiap semesternya. Kuliah Senin sampai Jumat tak masalah, asal gelar Sarjana bisa diraih dengan cepat

Ambil mata kuliah semaksimalnya

Jika sanggup, ambil mata kuliah semaksimalnya via www.alumnieropa.org

“Kalo IPK gede, ambil matkul semaksimalnya asal sanggup.”

Putra, 23, Bandung

Inilah kenapa kamu harus terus semangat untuk mendapatkan nilai IPK yang baik, bukan semata-mata ingin mengejar predikat cum laude, tapi nilai IPK yang tinggi bisa memberimu banyak keuntungan lain, yaitu kamu bisa mengambil jumlah SKS yang lebih banyak, sehingga kemungkinanmu untuk bisa lulus lebih cepat lebih terbuka lebar.

Tapi kamu juga harus mempertimbangkan baik-baik. Sesuaikan juga dengan kemampuanmu, apakah kamu benar-benar sanggup menempuh SKS sebanyak itu. Jika kamu sanggup, hajar saja. Tapi jika tak sanggup, jangan memaksakan, karena jika kamu terlalu memaksakan, kamu malah keteteran, dan nilai IPK-mu malah jadi anjlok.

6. Nilai E ibarat neraka bagi kamu yang punya keinginan segera bebas dari status mahasiswa. Dengan segenap usaha, bebaskan KHS mu dari nilai E yang akan membebani langkahmu

Kerja keras, jangan sampai dapet nilai E

Kerja keras, jangan sampai dapet nilai E via www.bicton.ac.uk

“E itu masalah besar mahasiswa, yang artinya harus ngulangin mata kuliah yang sama ditahun depan, ini bisa berakibat tahun depan ngorbanin SKS yang harus diambil demi mata kuliah yang gagal. Berarti harus nambah 1 semester lagi buat ngejar yang ketinggalan. Dan itupun kalo “E” nya cuma satu, kalo lebih? Bisa bertahun-tahun.”

Netha, 17, Medan

Kalau kamu benar-benar niat ingin lulus tepat waktu, kamu tak boleh bertemu dengan yang namanya nilai “E”. Nilai E memiliki bobot nilai 0, yang berarti kamu tak lulus mata kuliah tersebut. Jika kamu mendapat nilai E, kamu harus mengulang mata kuliah itu lagi di semester berikutnya. Sedangkan jika nilai IPK mu tak cukup baik, kamu tak bisa mengambil banyak mata kuliah banyak di semester baru.

Tapi jika selama kuliah kamu nggak banyak masalah dan nggak neko-neko, kemungkinan kecil kamu dapat nilai E. Selama kamu selalu rajin masuk kuliah, tugas lengkap, ikut kuis, UTS, dan UAS, kemungkinan besar nilaimu akan aman.

7. Orang pintar masih kalah dengan orang yang rajin. Walaupun kamu pintar tapi kalau kamu gak rajin masuk kelas, sama saja bohong…

yang paling penting rajin ikut kelas

yang paling penting rajin kuliah via www.bicton.ac.uk

“Perhatikan absen, lebih dri 3 x gak masuk bisa fatal gak bisa ikut ujian, malah gak kelar-kelar kuliah gara-gara urusan sama yang satu ini.”

Vito Januarto , 33, Jakarta

Jumlah nilai terbanyak yang berkontribusi pada nilai IPK adalah nilai UTS dan UAS, sedangkan syarat supaya kamu bisa ikut UTS dan UAS adalah prosentase dari kehadiranmu adalah harus di atas 75%.

Kalau kehadiranmu dibawah 75 %, maka kamu nggak bisa mengikuti ujian semester, dan bisa jadi kamu dapat nilai D, E, bahkan K. Kalau kamu gak mau mengoleksi nilai-nilai tersebut, kamu wajib untuk rajin-rajin kuliah! Yuk, semangat kuliahnya! 🙂

8. Jangan ragu mengambil mata kuliah yang sulit di semester-semester awal. Makin ke belakang toh semangatmu akan makin memudar

Ambil mata kuliah di semester atas

Ambil mata kuliah di semester atas via commdept.fisip.ui.ac.id

“Di semester-semester awal kuliah, ambil mata kuliah banyak-banyak. Contoh ambil mata kuliah semester 4 di semester 2, mata kuliah semester 5 diambil di semester 3, dst. Karena awal-awal jadi mahasiswa biasanya masih rajin. Begitu masuk semester 6-7 mata kuliah tinggal dikit. Jadi bisa ditinggal untuk praktek kerja nyata dan mulai nyicil skripsi.”

Clara Cindytania, 23, Malang

Semester-semester awal perkuliahan adalah masa-masa keemasan yang harus kamu manfaatkan. Mumpung mata kuliahnya masih belum terlalu sulit, dan kamu juga masih rajin-rajinnya jadi mahasiswa. Jika kamu mampu dan keadaannya memungkinkan, cobalah untuk mengambil mata kuliah yang ada di semester atas.

Seperti tips yang diungkapkan oleh pembaca di atas. Contohnya jika saat ini kamu semester 3, coba ambil mata kuliah yand ada di semester 5. Tapi, kamu hanya bisa mengambil mata kuliah di semester atas jika kamu punya nilai IPK yang cukup. Dengan mengambil mata kuliah banyak di awal semester, beban mata kuliah di semester akhir-akhir tidak begitu banyak, dan kamu bisa fokus dengan mata kulaih job training dan skripsi nanti.

9. Kedekatanmu dengan senior di kampus juga bisa membantu. Pinjam materi, tanya pengalaman, sampai membangun relasi bisa memuluskan langkahmu nanti

Bangun relasi dengan kakak senior

Bangun relasi dengan kakak senior via www.anneahira.com

“Banyakin diskusi sama kakak tingkat atau bahkan dosen, itu memperluas wawasan juga relasi. Jadi kamu termotivasi untuk gigih belajar, bisa tepat waktu deh.”

Choerunnisa , 19, Ciamias

Benar apa yang dikatakan oleh pembaca di atas. Belajar tak cukup hanya dari buku-buku diktat dan catatan dari soden saja. Kamu perlu mencari wawasan dari kakak-kakak seniormu juga. Banyak bergaul dengan mereka, berdiskusi dan bertanyalah tentang hal-hal yang berhubungan dengan hal akademis maupun non akademis.

Mereka punya pengalaman lebih dulu darimu, belajarlah dari pengalaman mereka. Menjalin koneksi yang baik dengan senior juga bisa membantu kuliahmu, lho! Berdiskusi dan berkonsultasilah tentang perkuliahanmu, mintalah saran pada mereka mengenai tugas, cara belajar, atau soal ujian-ujian.

Seniormu juga bisa membantumu saat kamu kebingungan mencari tempat job training yang oke buatmu. Mereka pasti akan memberikan rekomendasi bahkan akses ke perusahaan-perusahaan yang oke untuk job training-mu. Jadi, kamu memang harus pandai-pandai bergaul dan menjalin relasi dengan teman, dosen, dan juga kakak senior.

10. Kalau memang mau lulus cepat jangan pernah malas bimbingan skripsi. Melihatmu yang gigih dan rajin Dosen Pembimbing pasti memberikan apresiasi

Rajin bimibingan skripsi

Rajin bimibingan skripsi via blog.ingeniusprep.com

“Rajin-rajin nemui dosen pembibing supaya skripsi cepat kelar. Walaupun gak mau bimbingan, yang penting PDKT dulu lah sama Beliau.”

Mica, 23, Blitar

Nah, kalau kamu sudah sampai pada tahap penyususnan skripsi, kamu juga harus susun strategi yang jitu agar kamu bisa cepat menyelesaikan skripsi. Kunci utama yang bisa membuatmu cepat menyelesaikan skripsi adalah rajin dan tekun!

Banyak sekali godaan-godaan yang menghampirimu saat mengerjakan skripsi, jadi kamu harus benar-benar mewaspadainya. Rajinlah bimbingan pada dosen pembimbing skripsimu.Setiap kali ada revisi, cukup mengeluh sekali saja, sisanya langsung kerjakan dan sodorkan secepatnya pada dosen pembimbingmu.

Kerjakan sebaik dan seniat mungkin. Wajar sih jika kamu takut skripsimu dibilang ‘ecek-ecek’, dan kamu takut jika banyak revisi dari dosen, tapi setidaknya kamu harus terus rajin dan konsisten agar semangat mengerjakan skripsi tak terputus-putus. Selain melihat isi, bobot, dan kelayakan skripsimu, dosen juga akan menilai kegigihanmu saat bimbingan skripsi. Seorang dosen juga akan senang jika melihat mahasiswa bimbingannya rajin dan punya kerja keras untuk lulus.

Lulus kuliah tepat waktu itu bukan hal yang mustahilkok kalau kamu memang mau. Lulus tepat waktu juga bukan berarti kamu gak bisa menikmati masa-masa serumu sebagai mahasiswa, yang terpenting kamu selalu ingat kewajiban utamamu sebagai mahasiswa, dan juga jangan lupa minta doa restu pada orangtuamu ya! Selalu semangat dan semoga kamu bisa lulus tepat waktu ya! 🙂