Mudah bagi kita untuk geram melihat seseorang yang sudah punya pasangan main serong dengan orang lain. Jika kamu pernah diselingkuhi, wajar pula jika kamu memaki pasanganmu, yang sudah berani main api di belakangmu.

Tapi ternyata pembaca Hipwee punya pendapat yang berbeda-beda, lho. Banyak yang angkat suara mengenai hal ini, dan nggak semuanya menyalahkan si peselingkuh. Jadi siapa sebenarnya yang paling bersalah dalam sebuah kasus perselingkuhan? Apa kamu yakin orang yang selingkuh adalah orang yang paling bersalah? Atau ini salah pihak ketiga yang nggak tahu diri? Simak yuk berbagai pendapat di bawah ini!

Ini Salahnya yang Diselingkuhin..

Korban perselingkuhan juga bisa salah via www.independent.co.uk

“Orang yang udah tau diselingkuhi tapi diam aja.”

Farid Arrasyid, 17 th, Bogor

“Yang diselingkuhin. Biasanya dia itu kurang perhatiin pasangannya. Kadang pasangannya itu udah serius banget, tapi karena dia gak ada perhatian balik, ya itu alasannya..”

Andri, 25 th, Siantar

“Tanya pada diri kamu sendiri, layakkah kamu menyalahkan pasangan kamu? Apakah cara kamu sudah baik dalam memperlakukan pasangan kamu? Ayo! Sebelum kamu menyalahkan pasangan kamu selingkuh, kamu harus liat kedalam diri kamu dulu. :)”

Widi, 19 th, Bandung

Udah Pasti yang Selingkuh Dong yang Salah..

Yang udah niat selingkuh udah pasti salah via www.bibamagazine.fr

Advertisement

“Yang salah adalah orang yang selingkuh. Kalau dia cukup baik dia akan mengakhiri hubungannya dengan cara baik-baik, bukan dengan sebuah perselingkuhan.”

Arie, 21 th, Tangerang

“Yang salah menurut gue sih pelakunya. Kalau udah bosen, bilang aja. Ngomong jujur tapi sakit gak papa, ketimbang ada maen dibelakang.”

Alex, 21th, Jakarta

“Yang salah dalam perselingkuhan yaitu siapa yang punya niat selingkuh, karena selingkuh itu menurut saya adalah sebuah niat yang sudah  direncanakan.”

Jefry, 22 th, Bandung

“Dalam perselingkuhan, yang salah hanya satu, yaitu NIAT untuk melakukannya!”

Adel, 18 th, Tangerang

“Yang salah yang selingkuh. Tak ada alasan untuk berselingkuh dari pasangannya. Apapun alasannya, itu hanya omong kosong untuk menutupi kesalahannya.”

Bilal, 21 th, Bandung

“Pihak yang berselingkuh! Jika hubungan ada masalah atau hambar, sebaiknya dibicarakan dan cari jalan keluar, bukannya berselingkuh di belakang.”

Tania Gean Sela, 18 th, Pontianak

“Yang salah dalam perselingkuhan adalah yang selingkuh. Melanggar tata krama dalam sebuah hubungan, melanggar kepercayaan dan komitmen.”

Meilina, 18 th, Kediri

“Salah yang selingkuh. Karena bagaimanapun yang selingkuh tetap punya dua pilihan “selingkuh atau tidak”. Tapi pemicu perselingkuhan bisa saja berasal dari pasangan kita yang udah gak perhatian, lingkungan, tekanan orang tua, dll.”

Anna Pal, 24 th, Makale

“Yang selingkuhnya, karena kalau udah gak kuat atau bosen, mending putus. Gak usah pake acara selingkuh.” #korbandiselingkuhi

Verenna Marsyeliana, 22 th, Bandung

“Yang salah dalam sebuah perselingkuhan adalah pihak yang memutuskan untuk berselingkuh. Dalam hubungan itu dibutuhkan komitmen yang serius. Selingkuh itu bukan hal baik, dan orang berselingkuh sudah pasti bukan orang baik, karena dia tidak bisa menjaga kepercayaan orang lain.”

Desie Trisna, 22 th, Bandung

Yang Salah Ya yang Selingkuh dan Diselingkuhin..

Yang salah ya dua-duanya via shqipmedia.com

“Yang salah dalam perselingkuhan adalah keduanya. Yang selingkuh salah karena menyakiti pasangannya. Yang diselingkuhin salah karena ngasih celah buat selingkuh. Nggak ada perselingkuhan kalo nggak ada sebab.”

Paramita Daniswari , 19 th, Surabaya

“Kedua belah pihak yang bersalah. Saling introspeksi diri dan saling terbuka dalam hal berkomunikasi menyampaikan keinginan masing-masing agar mencapai kesepakatan bersama.”

Karina Maharani, 26 th, Jakarta

“Kedua belah pihak harusnya introspeksi. Misal cowoknya yang selingkuh, coba tanyain cweknya perhatian gak? Atau malah over? Tapi kalau ceweknya biasa aja, emang dasar si cowoknya yang gatel!

Fitri, 23 th, Cilacap

“Dua-duanya. Gak saling ngerti dan saling percaya. Itu sih faktor kurang komunikasi menurutku, jadi ya salah dua-duanya, gak pengertian.”

Ocha, 18 th, Temanggung

“Yang salah jelas keduanya lah. Pokoknya tidak saling melengkapi dan misterius pasti mengindikasikan mudah berselingkuh.”

Shidqi, 23 th, Yogyakarta

“Bisa jadi salah dua-duanya. Mungkin pihak yang diselingkuhi selama ini tidak menghargai pasangannya. Lebih baik bicarakan dengan pasangan. Kalau tidak bisa diselesaikan, lebih baik akhiri saja daripada dilanjutkan tapi malah selingkuh. Buat kalian yang punya kesempatan untuk jadi selingkuhan, jangan mau jadi selingkuhan kalau gak mau diselingkuhin di kemudian hari! Karma is a b*tch!”

Nadira, 22 th, Bogor

Pihak Ketiga Juga Patut Disalahkan!

“Orang ketiga dan salah satu pasangan yang melakukan perselingkuhan. Uudah tau selingkuh itu salah, tapi masih saja melakukannya.”

Anna, 20 th, Singkawang

“Yang salah orang ketiga. Kalau tidak ada orang ketiga, maka tidak akan ada perselingkuhan.”

Chris, 24 th, Biak

“Yang salah itu selingkuhannya, ya siapa lagi coba?”

Jolly, 19 th, Kupang

Ini Adalah Kesalahan Semua Pihak

Kesalahan ada pada semua pihak via www.thedailybeast.com

“Orang yang selingkuh, karena tidak bisa menahan godaan. Korban, karena selingkuh itu bisa terjadi karena banyak faktor — salah satunya bosan. Si penggoda juga salah.”

Arimbawa, 22 th, Gianyar

“Semua pihak bisa jadi yang salah, Haha… Pihak ketiga bisa dianggap sebagai tamu. Tapi salah satu dari pasangan juga bisa salah. Mungkin ada satu atau beberapa hal yang membuat pasangan tidak betah dan cari pelarian.”

Citra, 16 th, Klaten

“Semuanya salah. Korban, pelaku, dan pihak ketiga. Korban: mungkin pasangannya kurang dipelihara cintanya. Pelaku: Bisa aja emang ada hati sama pihak ketiga. Pihak ketiga: Harusnya pihak ketiga selektif dan teliti, yang dipacarin bini atau laki orang.”

Angga, 21 th, Bandung

“Yang salah adalah semuanya, karena tidak bisa menjalin hubungan yang baik!”

Kariasa Kariasa, 19 th, Kolaka

“Ada tiga orang yang mungkin bisa dianggap “salah”. Pelaku, korban, dan pasangan selingkuhan.”

George, 19 th, Jakarta

“Menurut aku sih, peselingkuh, yg diselingkuhi, sama selingkuhan. Karena kalo beneran komitmen pasti menjaga hati. Selingkuhan juga salah, mengganggu hubungan yang kebetulan lagi kurang baik.”

Julia, 19 th, Medan

Dalam Perselingkuhan, Nggak Ada Satupun Pihak yang Bersalah

Salah semua pihak via www.loveuforever.org

“Menurut saya tidak ada yang di salahkan dalam sebuah perselingkuhan. Mungkin saja perselingkuhan terjadi karena merasa bosan atau gak pengen membandingkan antara pasangan yang satu dengan yang lain.”

Levy, 23 th, Madiun

“Enggak ada yang salah dari perselingkuhan karena gak ada pasangan yang sempurna di dunia ini :)”

Citra, 25 th, Jakarta

“Orang ketiga itu ibarat “Tamu”,  kalau “Tuan Rumah” tidak membukakan pintu dan mempersilahkan masuk, dia tidak akan masuk. Harusnya pasangan saling menguatkan, bukan saling menyalahkan. ‘Kan hubungan juga ada masa masa pahitnya :D”

Novi Sri Afriyanti, 20 th, Dumai

“Tidak ada yang bisa disalahkan. Tapi perselingkuhan tetap tidak bisa dibenarkan. Perselingkuhan terjadi karena ketidak dewasaan masing-masing pihak, ketidakterbukaan, dan miskomunikasi. Akhirnya mereka membuat pembenaran menuju perselingkuhan. Ketika itu terjadi, semua pihak merasa tersakiti.”

Arifin Abbas, 23 th, Makasar

Dari pendapat-pendapat di atas, bisa kita lihat kalau banyak orang menganggap bahwa pihak yang salah adalah pihak yang berselingkuh. Tapi ternyata semua pihak juga berpotensi menjadi pihak yang bersalah.

Nah, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu punya pendapat lain mengenai hal ini? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya! 🙂