Mungkin telingamu belum begitu familiar dengan Kabupaten Lumajang. Ya, kamu boleh saja tak tahu dimana letak Kabupaten Lumajang yang juga terkenal dengan sebutan Kota Pisang ini, tapi kamu harus tahu bahwa di sana terdapat segudang potensi wisata yang luar biasa.

Meskipun namanya tak setenar Bali atau Yogyakarta, Kabupaten Lumajang tak boleh kamu hiraukan begitu saja. Ada banyak sekali tempat-tempat wisata alam yang bisa membuatmu mabuk kepayang. Penasaran ‘kan tempat wisata apa saja yang membuat Kabupaten Lumajang ini perlu untuk kita eksplor? Simak yuk!

1. Jangan ngaku sebagai pendaki handal jika kamu belum berani menapakkan jejak kakimu di puncak para dewa Mahameru

Puncak para dewa via www.wodowaido.com

Siapa sih yang gak kenal dengan Semeru atau Mahameru? Yap, kenal semua ‘kan dengan Semeru yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 mdpl.

Trip Semeru yang begitu eksotis dengan disuguhi berbagai keindahan di dalamnya termasuk dalam Kawasan Wisata BTS (Bromo Tengger Semeru), ditambah keelokan ranu pane, ranu regulo dan ranu gumbolo/kumbolo. Ranu gumbolo/kumbolo ini terkenal sebagai surganya Semeru yang benar-benar eksotis.

Advertisement

Damainya Ranu Kumbolo via post-it.djiebrats.net

Pendakian ke Gunung Semeru ini ada dua jalur, yaitu dari arah Malang lewat daerah Tumpang atau jalur Bromo sedangkan dari arah Lumajang dari arah Senduro.

2. Jika kamu belum mampu menginjak Mahameru, arahkan saja kakimu ke Gunung Lamongan yang punya keindahan panorama seperti Semeru

Gunug Lamongan Lumajang via thebackpackermania.blogspot.com

Sedikit bocoran, katanya Gunung Lamongan ini merupakan replika atau miniatur dari Gunung Semeru, lho! Keindahannya tak jauh berbeda dari Semeru, tapi perbedaan adalah pada ketinggian yang lebih rendah yaitu sekitar 1651 mdpl. Cocok buat kamu yang sedang persiapan untuk menanklukkan Mahameru nih!

Ranu Klakah via www.pesonanegeri.com

Keindahannya alamnya juga tak kalah cantik. Disini matamu akan dimanjakan dengan keindahan triangle lake yaitu ranu klakah, ranu pakis dan ranu bedali. Disebut triangle lake karena memang ranu-ranu tersebut jika dihubungkan akan membentuk segitiga. Lokasi Gnung Lamongan ini berada pada daerah klakah kawasan utara Lumajang.

3. Perjalanan ke Lumajang kurang lengkap rasanya jika kamu tak merasakan sensasi berjalan di atas awan dan menilik indahnya surgaloka di puncak B 29

Puncak B 29 Argosari, Lumajang via ilhamadityaanggriawan.blogspot.com

Lokasi puncak ini lebih dikenal dengan B 29, negeri atas awan. Berlokasi pada Desa Argosari Senduro dimana penghuninya mayoritas adalah masyarakat Tengger. Disini kita dapat merasakan hawa sejuknya puncak yang menyegarkan, dan juga kamu bisa menikmati hijaunya perkebunan sayur dan juga lansekap gunung Semeru dan Bromo.

Berbeda dengan puncak di Bogor, puncak di B 29 ini memberikanmu sensasi seperti sedang berjalan di atas awan atau kahyangan. Tak jauh dari kehidupan masyarakat di daerah ini yang mayoritas beragama hindu, terdapat Pura Petirtan sebagai tempat air suci bagi umat hindu, dan terdapat pula Pura Mandara Giri Semeru Agung yang merupakan pura tertua dan sekaligus pura tempat haji-nya orang hindu seluruh indonesia .

4. Meski kamu belum bisa manjamahi Mahameru, kamu masih bisa melihat geliat aktivitasnya dari Gunung Sawur

Pemandangan Gunung Sawur (dok. pribadi) via Hipwee.com

Gunung Sawur atau lebih dikenal dengan daerah Penanggal merupakan lokasi untuk mengamati aktivitas Gunung Semeru. Di sini terdapat pemandangan tebing terhampar luas, persawahan, serta keindahan alam pedesaan yang begitu kental. Selain itu kita bisa juga menikmati keindahan semeru dari jauh.

Hutan pinus Gunung Sawur (dok. pribadi) via Hipwee.com

Tidak hanya itu kita bisa menikmati keindahan hutan bambu serta hutan pinus yang jaraknya tidak jauh dari Gunung Sawur.

5. Suka pemandangan alam tapi tak suka mendaki gunung? Tenang saja, kamu masih bisa menikmati eloknya pemandangan air terjun-air terjun ini

Antrukan Pawon via photographyec.blogspot.com

Lumajang punya segudang wisata air terjun yang eksotis. Hanya saja belum banyak orang yang mengetahuinya. Yuk kita telusuri dari yang pertama dan seterusnya!

Dari lokasi daerah Senduro ada Air terjun Sobyok, Manggisan. Di daerah Pasrujambe kita akan menemukan Air terjun Watu lapis, Watu ceper, Carang kuning, Rekesan, dan Suci. Sedangkan di daerah Pronojiwo terkenal dengan Goa Tetes yang sangat mengagumkan.

Di lokasi Gucialit terdapat beberapa air terjun yang bisa membuat matamu terbelalak melihat eksotismenya. Terdapat Antrukan Bedhug, Kali Gedhang, Semingkir dan yang terakgir Antrukan Pawon yang menarik dengan goa yang menyerupai pawon (tempat memasak) yang terdapat air terjun di dalamnya. Kalau kamu menyempatkan untuk menjamahi wisata air terjun di Lumajang, dijamin bakalan puas deh!

6. Kalau kamu hanya ingin sekadar bermain di air yang tenang, benamkan saja tubuhmu di pemandian alami Selokambang

Pemandian Selokambangan via jawatimuran.wordpress.com

Wisata yang tak kalah menarik di Lumajang adalah wisata air. Terdapat beberapa pemandian atau kolam renang baik yang terbentuk secara alami ataupun buatan.

Pemandian alami satu-satunya adalah Selokambang yang berada di Desa Purwosono. Pemandian ini merupakan pemandian alami yang airnya berasal dari air estetis tanah. Sedangkan pemandian buatan seperti waterpark, berada di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), seperti kolam renang prestasi veteran, Jokarto, Al-Kautsar, Kayu Batu, dan Pemandian Surojoyo.

7. Letaknya yang berbatasan dengan pantai selatan membuat Lumajang memiliki gugusan pantai yang cantik nan indah

Pantai Watu Godek via www.kaskus.co.id

Wilayah Kabupaten Lumajang berbatasan langsung dengan pantai selatan. Karena itu di Lumajang terdapat banyak gugusan pantai selatan yang juga tak kalah indah. Pantai-pantai di sini mayoritas adalah pantai berpasir hitam dengan ombak tinggi.

Di daerah Yosowilangun terdapat Pantai Wotgalih, sedangkan di sebelah pesisir selatan Pasirian terdapat berbagai Pantai seperti Watu Pecak, Pantai Bambang, Pantai TPI sebagai tempat pemancingan ikan, Pantai Tlepuk, Pantai Dampar, Pantai Gatu, dan Pantai Watu Godek dengan ciri khas batu yang menjulang yang konon katanya dulu bisa bergerak.

8. Tak lupa juga sambangi situs-situs purbakala yang menyimpan bukti sejarah beridirinya Kota Lumajang

Terdapat juga beberapa wisata sejarah yang tak boleh kamu lewatkan. Yang pertama adalah kawasan Biting dengan situs Biting sebagai situs purbakala peninggalan dari Majapahit yang berada di Sukodono, lalu lanjut dengan candi yang menyerupai bentuk kodok yang berada di kawasan Randuagung, serta candi Gedhong Putri di daerah Candipuro.

Semua situs sejarah ini sebenarnya sudah ditemukan dari sejak jaman dulu, tetapi baru saja diresmikan sebagai warisan cagar budaya daerah Lumajang.

9. Segarkan kembali bola matamu dengan memandangi hijaunya hamparan kebun teh di Perkebunan Teh Gucialit

Kebun Teh Gucialit, Lumajang via wisata.kompasiana.com

Dimulai dengan pabrik teh dan perkebunan teh Gucialit milik nusantara yang berada di kawasan Pegunungan Gucialit. Lalu terdapat pabrik gula dan perkebunan tebu milik nusantara yang berada pada kawasan Jatiroto yang sudah ada sejak zaman Belanda.

Selanjutnya agrowisata Salak di daerah Pronojiwo, agrowisata bunga di daerah Yosowilangun, dan juga saat ini mulai bermunculan agrowisata untuk rekreasi seperti di daerah Pasrujambe yang banyak terdapat agrowisata petik buah dan tempoeran rafting bagi yang suka rafting di sungai.

10. Jangan lupa juga untuk mengabadikan megahnya arsitektur Jembatan Piket Nol dan Lintas Selatan

Jemabatan Piket Nol, Lumajang via www.kaskus.co.id

Bagi yang suka hunting foto, bisa manfaatkan infrastruktur yang satu ini sebagai obyek pemotretan. Kita bisa intip langsung jembatan Piket Nol buatan Belanda. Bangunan ini masih berdiri kokoh dengan dihiasi pemandangan sungai aliran dari Semeru dan dikelilingi dengan tebing yang menjulang yang berada di kawasan lintas Lumajang – Malang.

Jembatan Lintas Selatan, Lumajang via kim-sinar-harapan-tekung.blogspot.com

Selanjutnya, ada jembatan baru yang merupakan jembatan terpanjang di selatan Lumajang dengan gaya modern. Jembatan ini berdiri kokoh di hamparan pesisir Lumajang sehingga kita dapat menikmati suasana angin dan pantai diatas jembatan ini.