Keinginan kita untuk menggeluti profesi sesuai dengan renjana seringkali terganjal oleh restu orang tua. Kebanyakan orang tua Indonesia masih merasa bahwa mereka punya suara untuk menentukan pilihan karir anak-anaknya. Ketika tak sependapat, orang tua seringkali merasa ragu, pesimis dan kadang memandang sebelah mata tentang profesi yang ingin ditekuni oleh anaknya.

Hal ini bisa jadi karena mereka belum paham betul dengan keputusan kita. Oleh karena itu, kita perlu meyakinkan mereka bahwa pilihan karir kita itu sudah tepat. Tapi bagaimana cara meyakinkan mereka?

Berikut ini adalah tips-tips yang Hipwee kumpulkan dari pembaca. Tips-tips ini mungkin bisa membantumu untuk meyakinkan kepada orang tuamu bahwa pilihan karirmu adalah yang terbaik dan paling tepat untukmu. Simak yuk!

1. “Yakinkan bahwa pilihan karir kita adalah sesuai dengan kemampuan diri dan bermanfaat untuk dunia.” Tari Ca, 22 th, Malang

Sesuai dengan kemampuan dan bermanfaat untuk dunia via aymaniorodiguez.blogspot.com

“Cara pertama, ceritakan kemampuan dan kekurangan diri kira. Kedua, ceritakan definisi karir yang kita pilih — lengkap dengan realita tentang reputasi karir tersebut di masyarakat. Ketiga, bandingkan dengan pilihan mereka. Dan keempat, yakinkan bahwa pilihan karir kita adalah sesuai dengan kemampuan diri dan bermanfaat untuk dunia.”

2. “Kita harus konsisten dengan pilihan kita itu.” Cici, 20 th, Padang

Advertisement

“Buktikan kalau pilihan kita itu memang yang kita inginkan dan senangi, meskipun pembuktiannya baru sedikit. Dengan begitu sedikit demi sedikit kamu bisa meyakinkan orang tua. Kita harus konsisten dengan pilihan kita itu, serta gigih dan tak mudah menyerah dalam pencapaiannya.”

3. “Ah, nggak usah banyak omong ke ortu kalau karir kita tepat.” Arya Dewata, 27 th, Denpasar

Talk less do more via www.recruitguelph.ca

“Ah, nggak usah banyak omong ke ortu kalau karir kita tepat. Talk less do more ajah , karena percayalah dibalik muka tidak setuju ortupun terbesit di hati mereka do’a bagi anaknya.”

4. “Dengan menunjukkan bahwa kita memiliki prestasi di karir yang kita pilih.” Kadek Putri, 22 th, Bandung

Tunjukkan prestasimu via www.penningmeestervanhetjaar.nl

“Yakinkan mereka dengan menunjukkan bahwa kita memiliki prestasi di karir yang kita pilih. Misalnya, kamu memilih menjadi seorang penulis. Prestasimu bisa berupa buku yang kemudian di cetak beribu-ribu eksemplar, atau artikel yang menjadikanmu menjadi penulis tetap di suatu majalah atau situs.

Yang tidak kalah penting juga adalah kamu bisa menunjukkan bahwa kamu bahagia dengan karirmu. Jika selalu ada cerita yang bisa kamu tuturkan dengan excited ke orang tuamu, itu sebenarnya juga sudah cukup untuk mereka.”

5. “Buat nama baik mereka terangkat dengan prestasi dan kinerja kita.” Jefry, 26 th, Sibolga

Buat nama baik orang tua terangkat via www.career-online.eu

“Gak usah diyakinkan, cukup dibuktikan aja. Buat nama baik mereka terangkat dengan prestasi dan kinerja kita di pekerjaan yang kita pilih. Toh kita bakal gak bisa menikmati pekerjaan kita kalau kita mengikuti pilihan karir mereka yang gak sesuai dengan pribadi kita.”

6. “Tunjukan kalau kita menikmati setiap waktu, proses, dan hasil dari pilihan tersebut.” Binsar S, 23 th, Jakarta

Menikmati setiap prosesnya via purplebriefcaseblog.com

“Tunjukkan kalau kita menikmati setiap waktu, proses, dan hasil dari pilihan tersebut. Tunjukkan juga kalau itu nyata dengan perkembangan diri sehari-hari. Misalnya, dalam masalah finansial dan gaya hidup yang lebih terarah. Tentunya para orang tua akan mengerti dan men-support kita. Good luck!”

7. “Sampaikan bahwa karir yang kita tempuh itu ada manfaatnya.” Widi Setya Pratama, 19 th, Bandung

Yakinkan dengan cara yang baik via www.parentingskillsblog.com

“Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi yang terbaik. Tapi banyak dari kita yang salah cara dalam meyakinkan orangtua tentang karir kita ke depannya. Ada yang membentak, marah, dan pergi tanpa pamit.

Jika Anda memperlakukan orang tua Anda dengan tidak baik, mereka tentu akan kecewa. Restu orang tua adalah restu Allah. Jadi cobalah untuk berbicara kepada orang tua dengan mengajak mereka berkumpul lalu berdiskusi. Sampaikan bahwa karir yang kita tempuh itu ada manfaatnya. Orang tua kamu pasti mendukungmu kok!”

8. “Kita akan kembali dengan lebih sejahtera dan bisa mengangkat martabat keluarga kita.” Ardha Billy, 21 th, Surabaya

Pastikan kamu kembali pada keluarga via mundoejecutivo.com.mx

“Yakinkan mereka dengan memberikan keyakinan tentang dampak yang bisa terjadi di masa depan. Dalam mempertimbangkan pekerjaan anaknya, orang tua cenderung akan berpikir tentang dampak pekerjaan itu di masa depan, selain jarak yang harus kamu ambil dengan keluarga.

Ketika mengambil suatu kesempatan, tak jarang kita harus mengorbankan kesempatan yang lainnya. Untuk meyakinkan orang tua, kita harus membuat mereka tahu bahwa kita paham apa yang kita korbankan. Yakinkan mereka bahwa kita akan baik-baik saja, dan akan kembali dengan lebih sejahtera serta bisa mengangkat martabat keluarga kita.”

9. “Keberanian, kejujuran, dan keterbukaan adalah kunci untuk memberikan penjelasan pada mereka.” Andi, 22 th, Palu

Berani, jujur dan terbuka via www.handsonbanking.org

“Orang tua itu selalu menganggap anaknya tak mampu melihat potensi di kehidupan ke depan. Mereka hanya ingin anaknya tidak salah melangkah. Menurut saya, kita sebagai anak harus berani memperlihatkan passion kita. Awalnya mungkin kita belum bisa membuktikan, tapi dengan semangat dan kerja keras kita harus buktikan kita berhasil. Dengan keberhasilan itu, kita bisa meyakinkan orang tua dengan passion dan pilihan karir pilihan kita. Keberanian, kejujuran, dan keterbukaan adalah kunci untuk memberikan penjelasan pada mereka.”

10. ” Berikan contoh nyata orang yang sukses di pilihan karir kita.” Fernando, 21 th, Palembang

Berikan contoh orang yang sukses dalam karirmu via www.studyonbusiness.com

“Ajak orang tua berdiskusi santai secara terbuka. Kita harus menyiapkan terlebih dahulu proyeksi pilihan karir secara positif maupun negatif selengkap-lengkapnya, dan bandingkan dengan proyeksi yang diharapkan orang tua. Kita harus menerima pendapat mereka dan juga tanggapi dengan kepala dingin dengan alasan yang dapat dikompromikan secara logika. Kalau bisa, kita juga memberikan contoh nyata dari orang yang sukses di pilihan karir kita.”

11. “Beri gambaran bahwa karir kita itu gak seburuk apa yang mereka pikirkan.” Imam Heri Setiawan, 23 th, Tegal

Pilihan karirmu tak seburuk yang mereka pikir via www.flickr.com

“Jelaskan pada orang tua bahwa karir yang kita pilih itu seperti ini, peluang kedepan seperti apa, perkiraan risiko yang mungkin akan dihadapi, serta kesanggupan kita menghadapi resiko tersebut. Dengan cara demikian, orang tua kita mendapat gambaran bahwa karir kita itu gak seburuk apa yang mereka pikirkan. (saya pernah mencoba seperti itu, dan akhirnya orang tua saya yakin. Hehe.)”

12. “Jelaskan pada mereka bahwa karir yang kita pilih sangat berpotensi dan sudah banyak orang yang berhasil di bidang itu.” David Silaen, 20 th, Solo

Karir pilihanmu sangat berpotensi via gotobeautyschool.com

“Kita hanya perlu meyakinkan mereka bahwa memang bersunggguh-sungguh menjalani karir yang akan kita pilih. Dan jelaskan pada mereka bahwa karir yang kita pilih sangat berpotensi dan sudah banyak orang yang berhasil di bidang itu.”

13. “Tidak ada salahnya juga kan kita pertimbangkan bareng orang tua kita sebelum tentuin karir.” Rizqi Puspita Dewi, 22 th, Mojokerto

Pertimbangkan dengan ortu sebelum menentukan karir via jobs.aol.com

“Terkadang apa yang sudah menjadi passion kita tidak sesuai dengan harapan orang tua terhadap kita.Well, kita harus bisa susun strategi untuk mulai memperjuangkan pilihan kita. Eitss…tapi kita juga harus berani bertanggung jawab atas setiap konsekuensi dan resiko yang ada lho! Pikir matang-matang dulu.

Tidak ada salahnya juga kan kita pertimbangkan bareng orang tua kita sebelum tentuin karir. Mereka pasti punya pengalaman lebih, dan biasanya nih mereka berpikir pilihan orang tua itu yang paling tepat. Tapi guys, kalian udah dewasa kan pastinya? Kalian bisa tentuin karir kalian masing-masing kok. Asal balik lagi ke syarat awal — tanggung jawab!”

14. “Tunjukkan juga bahwa pekerjaanmu bisa cukup untuk menghidupimu.” Adika Rama, 25 th, Jakarta

Pekerjaanmu bisa menghidupimu via www.dhzblog.com

“Tunjukkan keseriusan dan kesenangan ketika bercerita tentang pekerjaanmu kepada orang tua. Tunjukkan juga bahwa pekerjaanmu bisa cukup untuk menghidupimu. Sesekali berilah sebagian gaji hasil kerja kepada orang tua. Tak harus berupa uang, makanan dan oleh-oleh pun cukup.”

15. Paling tidak, yakinkan bahwa dari pilihan itu kita bisa mendapat pengalaman yang lebih berarti dari sekadar gaji tinggi.” Deby Christi, 23 th, Jakarta

Kita bisa mendapat pengalaman berarti via www.projects-abroad.org

“Yakinkan mereka bahwa pilihan kita adalah passion kita. Atau paling tidak, yakinkan bahwa dari pilihan itu kita bisa mendapat pengalaman yang lebih berarti dari sekadar gaji tinggi. Semuanya akan lebih dinikmati jika selalu ada hati untuk menjalankan apapun yang kita pilih dan yakini.”

Itulah beberapa opini terbaik dari kamu soal meyakinkan pilihan karir kita pada orang tua. Berdamai dengan orang tua mengenai pilihan karir terkadang menjadi persoalan yang dilematik. Semoga opini-opini di atas bisa menginspirasi kamu untuk bisa meyakinkan orang tuamu, ya!

Kalau kamu masih punya pendapat lain tentang cara meyakinkan pilihan karirmu pada orang tua, langsung saja tulis di kolom komentar. Opinimu pasti sangat berguna bagi para banyak orang! 🙂

(Catatan Editor: Agar lebih mudah terbaca, opini-opini di artikel ini telah kami sunting. Kami berhati-hati agar tidak sampai mengubah pesan yang ingin disampaikan tiap opini. Kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh pembaca yang telah bersedia mengirim opini mereka. Sampai jumpa di artikel opini pembaca yang selanjutnya!)