Kita pasti sangat menyayangi kedua orang tua kita. Bahkan kita sering sesumbar pada orang-orang tentang rasa sayang dan kerelaan kita untuk mati demi mereka. Tapi, kita juga sering berbuat salah pada mereka. Sadar atau tidak, ada hal-hal yang menggoda kita berbuat dosa.

Dosa terbesar apa sih yang pernah kamu perbuat kepada orang tuamu? Berikut ini adalah beberapa pengakuanmu. Simak, yuk!

Ngebohongin Orang Tua

Sering bohong ke orang tua via www.huffingtonpost.com

“Dosa besar yang pernah aku lakukan ke orang tua: 1. Berbohong, 2.Berbohong lagi, 3. Berbohong lagi dan lagi. Kadang, itu demi kebaikan aku sendiri.”

Annida Sholihah, 19 th, Sholihah

Bohongin mereka. Bilang kalau selama aku hidup jauh dari ortu, aku tetep menjadi good daughter untuk mereka itu padahal enggak. Aku udah banyak banget melanggar aturan tanpa sepengetahuan mereka.”

Fivie, 21 th, Manado

“Bohong adalah kesalahan kecil yang selalu bikin kita nyesel. Gak enak tapi bisa dilakukan berulang-ulang.”

Yuan, 19 th, Jember

Mencurangi Mereka Perihal Uang

Sering bohong soal uang via www.ibtimes.co.in

Advertisement

“Curi uang orang tua untuk judi, nyesal bro!”

Willy, 18 th, Batam

“Suka bohong minta uang praktikum saat kuliah dulu, padahal dipakai buat beli baju dan seneng-seneng.”

Icut, 30 th, Depok

“Bohong kali ya? Kayaknya jaman-jaman sekolah & kuliah tuh suka bohong deh, terutama masalah waktu dan, you know, duit lah ya..”

Afrill, 25 th, Jakarta

“Memakan uang sekolah 1 bulan, dan saya sangat merasa berdosa. Tetapi, tentang hal ini ibuku tidak mengetahuinya. I’m sorry, Mom.”

Zulfi, 16 th, Medan

“Apabila disuruh ngambil uang di ATM sering dilebih-lebihkan, dan apabila disuruh ibu-bapak sering menolak.”

Babang, 29 th, Rantau Prapat

“Sering bohong buat dapat uang jajan lebih. Yang paling sering adalah uang buku, padahal gak beli buku.”

Omega Ginting, 20 th, Medan

“Mencuri uang orang tua. Hampir sering saya ngambil uang orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tujuan agar saya tak sering minta uang, jadi berasa kayak anak durhaka.”

Ifa Hayatun Nafiah, 19 th, Batang

Membuat Mereka Kecewa Karena Perbuatan Kita

Membuat mereka kecewa via sebaliktirai.blogspot.com

“Hidupku hancur ketika di usia 17 tahun aku sudah hamil di luar nikah. Aku sangat berdosa besar kepada orang tua, gara-gara kelakuanku bokap aku jadi jatuh sakit selama 8 tahun.”

SF, 18 th, Jambi

“Membuatnya menangis karena hatinya terluka oleh perbuatan yang saya lakukan, seperti membantah omongan mereka.”

Fitriah, 21 th, Medan

“Tetap mempertahankan hubungan “beda agama” yang sangat di tentang oleh papa. Keluargaku tahunya aku kita udah break, tapi kenyataannya enggak, dan nggak akan pernah bisa. Udah terlanjur nyaman, susah buat keluar dari ini semua.”

Priska, 18 th, Kupang

“Di saat raganya semakin menua dan kesehatannya perlahan memburuk, aku justru lupa dengan tanggung jawabku yang satu ini.  Aku lebih memilih berkarir daripada menghentikan tanggung jawab moral mereka dengan menikah.”

Pasaribu, 27 th, Lubuklinggau

Nggak Mau Menuruti Nasihat dan Keinginan Mereka

Nggak mau dengar dan menuruti nasihat mereka via pandawhale.com

“Dosa terbesarku karena belum bisa ngelakuin apa yang ia minta.”

Findi, 20 th, Makasar

“Berbohong dan mengacuhkan nasihatnya demi kepentingan pribadi yang belum jelas. Pada usia labil, sering banget pakek cara menyimpang, yang penting senang.

Muhammad Ghozally, 21 th , Pekanbaru

“Selalu meminta hal-hal diluar kemampuan mereka untuk dipenuhi saat itu juga. Padahal ketika mereka meminta sesuatu, aku tidak pernah memenuhi sesegera mungkin seperti layaknya aku.”

Wulandari, 17 th, Kendari

“Aku masih sering membantah orang tua, tidak menuruti nasihat mereka, bahkan terkadang kesal jika kami berbeda pendapat.”

Tya, 17 th, Surabaya

Membentak, Berkata Kasar dan Kotor Pada Mereka

Sering membentak dan berkata kasar pada ortu via www.kiosanakmuslim.com

“Dosa terbesarku, berkata: “Papa dan Mama salah mendidik kami!” Maaf..”

Max, 30 th, Semarang

“Dulu pernah bilang ‘anjing’ ke Mamah gara-gara aku dilarang nonton bola. Ya Allah, ngerasa berdosa sampai sekarang.”

Ayunda, 19 th, Semarang

“Minta sesuatu, gak dikasih. Terus bilang “itu kan tanggung jawab ortu!””

Oby, 18 th, Banjarnegara

“Mengumpatnya dengan kata kasar, saking kesalnya. Setelah melakukannya sungguh saya merasa sangat bersalah.”

Ucu Feni, 19 th, Bandung

“Dosa yang paling aku ingat adalah aku pernah memaki Bapak.”

Bambang Wicaksono, 34 th, Gorontalo

“Mereka sering kubentak-bentak. Saking pengen dapet perhatian, aku ngelakuin hal-hal yang gak baik. Merokok, keluar malem gak jelas, nginep gak pulang-pulang.”

Anggraeni, 18 th, Denpasar

“Membentaknya sampai dia ngelus dada gitu, terus malah doain aku yang baik-baik. Aku beneran nyesel :(”

Tina, 18 th, Jakarta

“Aku pernah bertengkar hebat dengan Mama sampai mengeluarkan kata-kata kasar. setelah itu suasana menjadi sangat renggang dan tegang antara aku dan Mama. Aku menangis seharian di kamar sampai tidak mau makan, aku menyesal menyakitinya.”

Nina Cesteria, 19 th, Maumere

Sibuk dengan Diri Sendiri, Sampai Nggak Memperhatikan Mereka

Kita sering melupakan mereka via www.flickr.com

“Pernah nggak ikhlas jagain Bunda sakit, karena mau ikut temen main. Astaghfirullah…maafin aku Bunda…”

Nurulia, 19 th, Solo

“Lebih sibuk dengan duniaku sendiri, tanpa sadar bahwa mereka butuh perhatian. Selalu menuntut mereka menjadi orang tua yang baik, dan tak menyadari apakah aku udah jadi anak yang baik? Mama, Papa, you’re everything.

Adel, 20 th, Tegal

“Meninggalkan Ibu terlalu lama, tidak pernah ada di sampingnya. Ketika beliau membutuhkan sesuatu. karena saya harus pergi overseas untuk mencari masa depan yang cerah.”

Susan Ruwadi, 23 th, Cirebon

“Ketika ibu sedang sakit, bukannya merawat sebagaimana tugas sebagai anak, malah ngomelin Ibu sampai Ibu nangis dan sakit hati. Astaghfirullah.”

Puji, Bogor

Tak Menggubris Orang Tua Demi Orang Lain

Tak jarang kita lebih mementingkan orang lain daripada ortu kita sendiri via www.megacurioso.com.br

“Meninggalkan seorang ibu yang single parent demi orang yang aku sayangi. Dan kini setelah sekian lama aku menyadarinya. Betapa berharganya Ibu dibandingkan dengan segala hal yang ada.”

Natha, 23 th, Denpasar

“Ketika aku tetap kekeuh mencintainya yang terlarang untukku . Dosa banget rasanya, mencintai dia yang jelas ga disuka sama orang tuaku.”

Shinta, 20 th, Banjarmasin

“Sewaktu kuliah ortu saya tinggal di kota W, saya kuliah di kota J. Demi bertemu dengan pacar dikota M, saya tega membohongi ortu saya yang sedang menengok saya ke kota J. Padahal jarak antara rumah dan kota dimana saya kuliah jauh.”

Yuni, 23 th, Wonogiri

“Yang sangat aku sesali adalah saat pacaran waktu masih sekolah (padahal dilarang keras), taunya dapet cowok yang playboy dan suka nyosor.”

Neng, 21 th, Bandung

Nggak Bisa Menjaga Hubungan Baik dan Jarang Berkomunikasi dengan Ortu

Nggak menjaga hubungan baik dan jarang berkomunikasi dengan mereka

“Memarahi mereka, jarang berkomunikasi, dan tidak meminta maaf.”

Ade, 25 th, Jember

“Jarang menghubungi dan menanyakan kabar”

Nurdiansyah, 21 th, Yogyakarta

“Jarang menghubungi dan menanyakan kabar mereka. Sekalinya nelepon mereka, itu kalau lagi ada maunya aja, pas duit lagi habis. Pas libur kuliah, nggak mau pulang nengokin mereka, malah main-main ke tempat teman dan habisin uang. Tapi mereka tetep sabar punya anak macam gue.”

Raga, 20 th, Bandung

“Dosa terbesarku pada orangtua adalah tidak bisa akrab dengan mereka. Aku berbeda dari remaja lain yang bisa bercanda dengan orang tua mereka, curhat tentang pacar, dan menjadikan orang tua sebagai sahabat yang bisa diajak berdiskusi untuk memutuskan sesuatu.”

Iriansyah, 19 th, Banjarmasin

Kabur Dari Rumah Tanpa Pamit Orang Tua

Pergi tanpa pamit ke orang tua via amerika108.com

“Pernah kabur dari rumah gara-gara dimarahin! Sekarang saya ngerti, orang tua selalu memikirkan anaknya tiap waktu. Selalu berharap anaknya bergaul dengan orang-orang baik.”

Kholid Asrori. 29 th, Probolinggo

“Saat membuat mereka menangis karena aku pergi tanpa kabar.”

Norma, 19 th, Jakarta

“Dosa terbesar pada orang tua ketika lo pergi travelling tapi gak pernah minta izin ortu. Padahal restu ortu adalah segalanya.”

Lexy, 23 th, Yogyakarta

“Pergi tanpa izin ortu kemanapun aku mau. Kalau gak dapat izin ya pergi diam-diam.”

Arne. 22 th, Pacitan

Berharap Mereka Bukanlah Orang Tua Kita

Pernah tidak menganggap mereka sebagai orang tua

“Pernah mengkhayalkan bagaimana rasanya punya orang tua yang lain, yang lebih baik (menurut pandangan saya) dari orang tua sendiri.”

Olivia Tiara, 21 th, Jakarta

“Menganggap mereka bukan orang tuaku.”

Tytytamtamami, 16 th, Gresik

“Menurut aku dosa terbesar pada orang tua adalah menghina dan tidak mengakui keberadaannya, serta berkata kasar, yang membuat Ibu menangis.”

Levy, 23 th, Madiun

“Tidak menganggap mereka sesuatu yang paling berharga dalam hidupku, dan mengabaikan kesehatannya. Yang paling menyedihkan, aku selalu merasa orang yang paling tidak beruntung karena terlahir sebagai anak dari orang tuaku.”

Siti Ulfa Fauziah, 17 th, Tangerang

“Membanding-bandingkan mereka dengan orang tua lain. Aku merasa tidak puas karena mereka tidak mampu menyekolahkanku keluar negeri, membelikanku kendaraan dan rumah, atau memberikan pendidikan nonformal.  Tapi aku sadar dan mengerti, keterbatasan mereka adalah kekuatanku.”

Wida, 26 th, Jakarta

Belum Bisa Membahagiakan Ayah dan Ibu

Belum bisa membuat mereka bahagia via www.flickr.com

“Sering ngebantah orang tua karena aku selalu ingin menang, dan belum bisa membahagiakan mereka meski aku sudah punya penghasilan tetap.”

Mimah, 28 th, Balikpapan

“Saat kita nggak bisa ngebales jasanya, saat nanti kita sibuk dengan kerjaan kita sampe nggak bisa nemenin hari tuanya.”

Al, 17 th, Semarang

“Tidak memberi uang saat gajian. Walaupun itu tidak membayar jasa mereka, setidaknya bisa sedikit membantu untuk kebutuhan mereka sehari-hari..”

Tika, 21 th, Karawang

“Dosa terbesarku adalah di saat aku mengecewakan mereka dan tidak bisa membahagiakan mereka.”

Rifqi Adi Saputra, 21 th, Gresik

Belum Sempat Meminta Maaf dan Balas Budi, Namun Sekarang Beliau Sudah Tiada

Sempatkanlah untuk meminta maaf pada orang tua kita via id.berita.yahoo.com

“Ketika saya gak bisa meminta maaf dan menemani di saat-saat Ibu dipanggil oleh-Nya.”

Zainul, 24 th, Banjarmasin

“Dosa terbesar adalah ketika aku pernah berbohong dan belum sempat jujur dan meminta maaf kepada Ibu sampai ia dipanggil Tuhan.”

Ch Dewi, 20 th, Temanggung

“Saat Mamah sakit, aku gak bisa ngurus beliau karena sedang menuntut ilmu di kota orang. Saat beliau meninggal adalah sakit hati yang paling sakit karena aku gak berbakti sebagai anak. Sampai saat ini pun aku merasa bersalah pada beliau.”

Siti Rohbiyah, 23 th, Bandung

“Kesalahan terbesar ketika kita belum bisa bahagiakan orang tua karna telah tiada. Sedih rasanya melihat seorang anak berlaku kasar kepada orang tuanya. Untuk teman Hipwee sebelum berbuat hal-hal dosa, ingatlah senyuman kecil orangtua, jangan buat mereka sedih atas kesalahan kita.”

Tyo, 23 th, Tangerang

“Belom bisa membahagiakan ortu namun mereka keburu dipanggil Allah SWT.”

Bagas, Tangerang

“Belum sempat meminta maaf sebelum beliau meninggal.”

Hervi, 21 th, Bandung

Itulah tadi beberapa pengalaman dari kamu tentang kesalahan-kesalahan yang pernah kamu perbuat pada orang tuamu. Jika diingat kembali, memang sangat menyakitkan dan membuat menyesal.

Sekarang saatnya buat kamu untuk membalas jasa-jasa mereka, selagi masih ada kesempatan. Buat mereka bahagia, seperti mereka yang selalu berusaha membahagiakanmu! Kalau kamu juga masih punya cerita seperti di atas, jangan sungkan untuk cerita ke Hipwee. Tulis di kolom komentar ya! 🙂