Mungkin selama ini beberapa orang tidak pernah memiliki bayangan untuk kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Baru mendengar namanya saja kesannya sudah formal banget. Padahal jurusan ini cukup populer selama beberapa tahun terakhir dan bahkan menjadi jurusan yang sangat diminati. Tapi wajar kalau ada di antara kamu yang masih asing dengan jurusan ini, karena tidak semua universitas memiliki jurusan PGSD.

Namun jika kamu yang sudah memutuskan untuk kuliah di jurusan PGSD, kamu akan menemukan tanggapan-tanggapan yang beragam. Mulai dari yang manggut-manggut paham, mengernyitkan dahi, sampai yang terang-terangan bertanya,

PGSD itu singkatan apa, sih?

Nah, kali ini saya akan mengupas sekelumit cerita mahasiswa PGSD. Apa saja sih suka duka mereka saat kuliah di PGSD? Monggo disimak~

1. Saat pengumuman penerimaan mahasiswa baru yang menyatakan bahwa kamu diterima di jurusan PGSD, kamu senang bukan kepalang

Bangga diterima di jurusan PGSD via prasetya.ub.ac.id

Advertisement

Embel-embel jurusan favorit memang pantas disematkan pada jurusan PGSD. Tak tanggung-tanggung, ribuan pendaftar ingin masuk ke jurusan ini. Maka tak heran jika persaingannya sangat ketat. Pokoknya nggak kalah deh sama Fakultas Kedokteran.

Begitu kamu diterima oleh universitas favoritmu, terlebih di jurusan PGSD, tentu hatimu senang bukan kepalang. Di kepalamu langsung terbayang masa depan yang cerah, di mana kamu mengenakan seragam guru dan dihormati oleh murid-muridmu.

2. Kamu pun mulai pede tiap ditanya kuliah di mana dan jurusan apa oleh teman atau keluarga besarmu

Mahasiswa PGSD nih! via himapgsd4.blogspot.com

Budhe : Kuliah di mana, Dek?

Kamu : Di XXX, Budhe.

Budhe : Wah, ambil jurusan apa?

Kamu : PGSD

Budhe : Bagus itu. Masa depan kamu terjamin.

(Kamu pun senyum-senyum salah tingkah kayak abis dipuji gebetan)

Tapi ada juga yang reaksinya seperti ini…

Temen : Eh, lo kuliah ya? Ambil jurusan apa?

Kamu : PGSD coy!

Temen : Hah? Hahaha yaelah, cemen lo. Jadi lo kuliah cuma buat jadi guru SD?

Kamu : *Garuk-garuk tanah sambil ngomel dalam hati, Jadi guru SD itu susah, tahu!

3. Kamu pun berusaha tak ambil pusing dengan berbagai tanggapan orang lain terhadap jurusan PGSD, yang penting kamu bahagia karena sudah berstatus mahasiswa!

Yang penting mahasiswa! via pgsd-unesa.blogspot.com

Ketika melakukan registrasi ulang, kamu akan menatap takjub pada kampusmu. Kamu merasa hidupmu baru saja dimulai, dan kamu bahagia karena telah berstatus sebagai seorang mahasiswa dan calon pahlawan tanpa jasa.

4. Tapi kebahagiaan itu ternyata tak bertahan lama. Kamu pun kaget setelah mengetahui bahwa kampusmu terpisah dari kampus pusat

Kampusnya kepisah jauh, bro! via dianmarta.wordpress.com

Ceritanya kamu sudah selesai registrasi dan bersiap mengeksplor lingkungan kampus ketika salah seorang senior menegurmu.

Senior : Eh, Kak, Kak~ lihat-lihat stand kami dulu sini. Dari jurusan apa?

Kamu : PGSD. (sambil membusungkan dada)

Senior : Oh, PGSD? Berarti ditempatin di kampus bawah dong, ya? Eh, apa ditempatin di kampus kota XXX?

Kamu : A-APAH??! (mata melotot ala sinetron, hidung kembang kempis, nafas tersengal)

Beberapa universitas memang menempatkan jurusan PGSD di lokasi yang jauh dari kampus pusat, misalnya Universitas Sebelas Maret dan Universitas Negeri Semarang. Lingkungan kampus yang menyendiri dan hanya dihuni oleh mahasiswa satu jurusan tentu membuatmu gelisah. Kamu pun akan merasa terkucilkan. Hatimu mengalami sedikit goncangan.

5. Rasa kagetmu akan semakin bertambah berat karena kamu harus menjalani ritual mahasiswa baru, yaitu ospek!

Harus siap ikut ospek via himapgsd4.blogspot.com

Ketika menjabat sebagai mahasiswa baru, kamu tidak akan bisa lepas dari yang namanya ospek, baik ospek kampus maupun ospek jurusan. Ketika menjalani ospek kampus sih kamu tenang-tenang saja, soalnya kamu masih bisa cuci mata melihat gebetanmu mahasiswa dari jurusan-jurusan lain yang senasib denganmu.

Tapi begitu tiba waktunya menjalani ospek jurusan, apalagi kalau kampusmu kampus cabang, maka kamu hanya akan bertemu dengan teman-teman sejurusanmu di kampusmu sendiri mulai saat itu.

6. Ketika menjalani ospek jurusan, kamu pun memandang lekat-lekat teman-teman sejurusanmu karena merekalah yang akan kamu temui setiap hari

Tak ada pemandangan lain selain mereka via bemfip-unnes.blogspot.com

Kamu harus siap dan kalau perlu pasrah karena kamu tak akan menemukan pemandangan lain lagi selain teman-teman dari jurusanmu sendiri! Kamu pun mulai berkenalan dengan teman-teman seperjuanganmu dan berharap mereka bisa menjadi teman yang menyenangkan.

7. Saat kamu masuk kuliah hari pertama, sebuah pemandangan mengejutkan akan kamu temui. Semua orang pakai kostum yang sama!

Beginilah kostum mahasiswa PGSD via putrikahar.blogspot.com

Loh, loh, perasaan gue kan udah kuliah, kok masih pake seragam? Kamu harus membuang jauh-jauh pikiranmu untuk tampil ala mahasiswa di TV yang memakai baju modis warna-warni. Di jurusan PGSD, semua itu hanya ilusi.

Mungkin kamu terbiasa melihat potret mahasiswa di televisi yang berpakaian modis saat ke kampus. Di jurusan-jurusan lain memang ada sih mahasiswa seperti itu karena jurusan lain tidak menetapkan aturan khusus bagi mahasiswanya dalam berpakaian selain harus rapi dan sopan. Tapi tidak dengan jurusan kesayanganmu, PGSD.

Kamu harus menyimpan celana jeans dan baju-baju lucumu di dalam lemari, karena kuliah di PGSD harus mengenakan seragam! Biasanya seragam ala PGSD adalah atasan putih dan bawahan hitam, serta seragam alternatif yaitu kemeja atau batik.

9. Bagi kamu yang jurusannya berada di kampus cabang, kamu pun harus merelakan dirimu tidak bisa menikmati fasilitas yang ada di kampus pusat.

Sial, gak dapet fasilitas apa-apa! via giphy.com

Hingar bingar kehidupan di kampus pusat akan jarang kamu rasakan, kecuali kalau kamu nekat jadi anak BEM atau sering mondar-mandir di kampus pusat.

Semua fasilitas mewah di kampus pusat otomatis akan jarang kamu nikmati karena sehari-hari kamu berada di kampus jurusanmu sendiri yang terpisah.

10. Kamu berekspektasi bahwa kamu bisa lepas dari mata kuliah eksakta atau hitung-hitungan yang ribet, ternyata kamu salah!

Masih ketemu matematika via arumsekartaji.wordpress.com

Pada semester-semester awal, kamu akan dihadapkan dengan berbagai mata kuliah yang hampir mirip seperti pelajaran saat SMA, termasuk matematika! Belum lagi mata kuliah lain seperti IPA, IPS, PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Kamu akan merasa seperti menjadi anak SMA kembali.

Kamu juga tidak bisa lepas lho dari praktikum untuk mata kuliah yang menyangkut IPA. Meskipun praktikumnya tidak seribet mahasiswa MIPA, tapi tetap saja kamu tidak akan bisa lepas dari praktik-praktik keilmu-pengetahuan-alaman! Hihihi…

11. Sebagai calon guru SD, kamu dituntut untuk menjadi sosok yang serba bisa. Maka tak heran kalau kamu harus mempelajari banyak bidang

Dituntut untuk serba bisa via arumsekartaji.wordpress.com

Walaupun ada sekolah-sekolah yang menggunakan sistem guru mata pelajaran, namun kebanyakan guru SD adalah guru kelas yang tentu saja harus mengajar mata pelajaran A sampai Z. Kalau para guru SMP dan SMA hanya mempelajari satu bidang keilmuan, maka kamu harus mempelajari SEMUANYA! Pusing, ‘kan?

12. Bagi kamu yang memiliki fobia tersendiri pada Pramuka, maka bersiaplah, karena kamu akan dihantui oleh kegiatan ini walaupun sudah masuk universitas!

Ikut pramuka lagi! via puputaniss10.wordpress.com

Tuntutan untuk menjadi serba bisa tidak hanya berlaku untuk mata pelajaran saja, tetapi bidang kepramukaan juga! Bukan tidak mungkin kelak kamu akan menjadi Pembina Pramuka di sekolah tempatmu mengajar, jadi kamu harus dibekali ilmu-ilmu kepramukaan yang cukup.

Jadi jangan harap kamu bisa lepas dari kegiatan yang satu ini walalupun kamu mungkin sangat menghindarinya ketika SMP dan SMA.

13. Ketika memasuki semester-semester yang lebih tinggi, kamu akan dipusingkan dengan tugas-tugas berupa RPP!

Pala barbie pusing nih bikin RPP! via sabilalmuhtadin.sch.id

RPP adalah singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Mahasiswa yang bergelut dalam bidang keguruan pasti sudah kenyang dengan tugas yang satu ini.

Ketika semester-semester awal mungkin kamu masih bisa terima dengan seabrek tugas makalah, paper, dan semacamnya. Tapi setelah itu kamu akan berhadapan dengan berbagai macam Standar Kompetensi maupun Kompetensi Dasar untuk membuat RPP.

Kamu harus membuat indikator dan pembelajaran yang sesuai sebelum melakukan simulasi mengajar. Tapi belum cukup sampai di situ, kamu juga harus mencari model dan media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaranmu. Nah loh, pusing kan? Mah, adek pengen pulang aja. Nikahkan adek dengan saudagar kaya, Mah!

14. Perjuangan belum berhenti. Ketika memasuki semester (agak) tua, kamu wajib menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Ngajar anak SD beneran via bibimbap-bibimbap.blogspot.com

Dalam tahap ini tentu saja kamu harus terjun langsung ke lapangan. Karena jurusanmu PGSD, tentu saja tempat praktikmu adalah Sekolah Dasar!

Mulai dari sini kamu pun galau. Kamu memang sudah dibekali teori yang mendalam oleh kampus. Kamu sudah menguasai cara pembuatan RPP yang baik dan kamu pun sudah berkali-kali melakukan simulasi pembelajaran. Tapi kali ini lain, bro! Objek yang kamu hadapi bukan teman-temanmu sendiri, melainkan siswa SD sungguhan.

Belum-belum kamu sudah membayangkan bagaimana ribetnya mengajar mereka. Kamu pun menyiapkan mental dan kesabaran lebih karena berhadapan dengan anak-anak yang bandel lucu dan imut.

15. PPL sudah usai, apakah itu artinya kamu bisa bebas? Eits, masih ada kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang harus kamu tunaikan!

Bantu ngajar anak SD di desa via sdn-sukorejo1.blogspot.com

Ketika KKN, kamu pun bisa jadi insan yang berguna bagi masyarakat desa dengan ilmu yang kamu miliki. Biasanya mahasiswa yang KKN membuka program bimbingan belajar untuk anak-anak sekolah.

Kamu, mahasiswa PGSD, bisa sangat berguna di program ini. Kamu bisa memberikan bimbingan belajar pada siswa SD yang jumlahnya pasti sangat banyak.

17. Ada kalanya tiba-tiba kamu bertanya-tanya pada diri sendiri, “Apakah aku akan mentok jadi guru SD?

Jadi guru SD doang nih? via limaapril.com

Beberapa orang memang beranggapan bahwa guru SD tergolong pekerjaan yang kecil , padahal kenyataannya tentu saja tidak seperti itu kalau kamu mau berusaha menjadi guru yang profesional dan berkualitas. Tapi kalau kamu enggan hanya menjadi guru, kamu bisa saja membuka lahan belajar bagi anak-anak di daerahmu melalui bimbel misalnya, atau bahkan mendirikan sekolah sendiri.

Atau kalau punya rezeki lebih, kamu bisa melanjutkan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih besar di bidangmu. Jangan takut untuk bereksplorasi dengan ilmu yang kamu miliki. Masa depanmu ada di tanganmu sendiri.

18. Sebagai mahasiswa yang disipakan untuk menjadi guru SD, kamu dituntut untuk bisa tampil sederhana

Tampil sesederhana mungkin via www.stkipmbb.com

Setiap kali menginjakkan kaki di kampus dan mengenakan seragam atau setidaknya pakaian formal, tentunya kamu tak berani tampil macam-macam. Kamu sadar bahwa kelak kamu akan menjadi panutan bagi murid-muridmu. Kamu tak boleh sembarangan dalam bersikap.

Kamu dituntut untuk selalu santun dan rapi. Tak heran bila ada yang bilang bahwa mahasiswa PGSD kalah glamor dibandingkan mahasiswa jurusan lain karena penampilannya yang begitu-begitu saja .

Tampil sederhana tak menjadi masalah bagimu. Sebaliknya, kamu justru merasa beruntung menjadi mahasiswa PGSD

19. Kamu menuntut ilmu di jurusan PGSD tak sekadar untuk menuntut ilmu pendidikan, tapi kamu juga belajar ilmu sabar, tekun, dan ulet.

Belajar ilmu sabar, tekun, dan ulet via effmedia.wordpress.com

Bagaimana kamu bisa menyangkal hal itu kalau tiap hari saja kerjaanmu bergelut dengan RPP. Kamu harus mempertimbangkan situasi kelas dan kondisi siswa. Jurusanmu menuntut agar kamu menambah level kesabaran demi menghadapi murid-muridmu yang beraneka ragam.

20. Menjadi mahasiswa PGSD, membuatmu belajar dan tumbuh menjadi sosok manusia yang penyayang

Kamu jadi sosok yang penyayang via www.usd.ac.id

Ketika kamu terjun langsung ke SD untuk PPL atau atau penelitian, kamu otomatis akan terbiasa dengan tingkah polah ala anak SD. Ketika muridmu menangis, kamu akan refleks menghiburnya sampai ia diam. Ketika muridmu bertengkar, kamu akan melerai dan memberikan nasihat-nasihat.

Kamu dituntut untuk memahami semua karakter mudirmu agar nantinya mereka bisa mengerti apa yang kamu sampaikan. Kamu pun perlahan menjadi sosok keibuan yang sangat menyayangi anak kecil.

21. Tak hanya jadi guru yang teladan bagi murid-muridnya, kamu juga dituntut untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif!

Jadi huru yang kreatif dan inovatif via wrogz.wordpress.com

Memilih model pembelajaran yang sesuai bukanlah perkara mudah, belum lagi menyediakan bahkan membuat media pembelajaran yang nantinya akan digunakan untuk menjelaskan materi pembelajaran pada siswa. Pikiran siswa SD yang masih bersih tak jarang membuatnya kesulitan dalam memahami materi baru.

Untuk itu, kamu sebagai guru harus memutar otak agar siswa-siswamu bisa paham dan mengerti dengan materi yang kamu berikan tanpa perlu membuang-buang energi.

22. Jadi intinya, mahasiswa PGSD itu sudah mutlak jadi calon menantu idaman!

Mahasiswa PGSD itu calon menantu idaman banget! via bibimbap-bibimbap.blogspot.com

Sabar, tekun, ulet, penuh kesederhanaan, dan sayang pada anak kecil. Kalau kamu memang berkeinginan hanya menjadi guru SD, kamu akan memiliki waktu luang untuk keluargamu, karena jam kerjamu tidak terlalu padat seperti pekerja kantoran yang sering lembur. Paling-paling kamu hanya lembur karena membuat RPP.

22. So, tak ada alasan lagi buatmu untuk mengeluh karena mengambil keputusan menjadi mahasiswa PGSD!

Nikmat mana yang kamu dustakan menjadi mahasiswa PGSD? (dok. pribadi) via Hipwee.com

Semua yang baik-baik ada di dalam diri kamu. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tak ada yang perlu disesali ketika kamu sudah memutuskan untuk masuk jurusan PGSD. Kalaupun pada awalnya jurusan ini bukanlah pilihanmu sendiri, selalu ada hal-hal yang patut kamu syukuri.