Hari-hari yang kita lalui kadang penuh dengan hal yang sangat menyakitkan dan mengecewakan. Baik untuk setiap keputusan-keputusan salah yang kita ambil, maupun untuk setiap kegagalan-kegagalan yang kita lalui. Rasa sakit dan patah hati yang telah kita alami dengan berbagai kondisi dan keadaan.

Orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita yang menorehkan luka dengan berbagai macam kenangan, kisah dan ceritanya masing-masing sering kali membuat kita terpuruk dalam kesedihan.

Namun pandanglah sekitar, kamu akan tahu betapa harus engkau ingat apa artinya bersyukur. Yang akan mengingatkan kamu kembali bagaimana artinya tersenyum kembali.

Ucap syukur tiap kali memandangi langit pagi. Ada pesan manis di dalamnya, bahwa Tuhan selalu menawarkan kesempatan baru di setiap pagi.

Lihatlah cerahnya langit . via vi-vn.facebook.com

Lihatlah cerahnya birunya langit. Lihat dan pandanglah sebentar betapa indah lukisan ajaib dari Tangan Sang Maha Karya Ilahi dan Pencipta yang teruntai rapi dengan rentetan putihnya awan di atas sana. Pemandangan luar biasa yang kesannya biasa-biasa saja yang kamu lihat setiap hari, sehingga terluput dari sadar dan akalmu untuk berhenti dan sejenak untuk menyadari bahwa ada banyak orang di luar sana yang tidak dapat melihat indahnya pemandangan yang sama denganmu sekarang.

Advertisement

Saat ini ada banyak orang yang tak mampu untuk melihatnya karena telah berpulang kepada-Nya, ataupun mereka yang tidak memiliki kemampuan panca indera yang sama denganmu untuk melihat indahnya birunya langit yang kau pandangi sekarang. Sedangkan kamu memulai hari ini dengan penuh keluh kesah dan wajah yang murung, bergumam tentang sejuta masalah yang kamu sedang kamu hadapi.

Sejenak sadarkan dirimu kembali. Di bawah langit yang sama, kamu dan orang-orang punya masalah hidup masing-masing. Kamu bukan satu-satunya manusia yang sedang menderita. Semua orang di luar sana saat ini sedang berjuang untuk survive melawan kemelut hidup. Jangan biarkan kemurungan mengubur semangatmu. Tatap sekali lagi langit pagimu, dan tarik kedua sudut bibirmu hingga senyummu mengembang. Katakan pada diri sendiri, bahwa hari ini kamu siap untuk memulai hari penuh dengan rasa syukur.

Saat pagimu terasa membosankan, hirup dan nikmati udara segar pagi. Tidakkah kamu bersyukur atas kesempatan hidup yang Ia berikan padamu hari ini?

Hiruplah udara dan oksigen sekitarmu dalam-dalam via qing.blog.sina.com.cn

Hiruplah dalam-dalam udara dan oksigen yang selalu ada sekitarmu. Betapa nyaman dan mudahnya kamu menghirupnya, dengan otomatis dapat membuatmu terlupa akan hal-hal atau esensi dalam hidup yang amat krusial. Sadarkah dirimu jika perlu ingatkanlah dirimu betapa banyak orang di luar sana yang berharap dapat menghirupnya dengan bebas dan nyaman seperti dirimu sekarang?

Ada orang yang saat ini sedang terbaring lemas, bahkan untuk menghirup oksigen saja dia harus bersusah payah melalui tabung oksigen yang mahal. Sadarkah dirimu dengan anugerah ilahi yang masih dapat kamu rasakan sampai detik ini? Cukupkah hal ini membuatmu terhenyak untuk rahmat-Nya yang seakan kecil namun sangat kau butuhkan?

Hey, tersenyumlah dan syukuri atas udara pagi ini. Lupakan sejenak segala beban yang ada, dan sisihkan waktumu untuk sekadar menikmati setiap nafas yang kau hirup dan hembuskan. Mungkin kamu akan melewati hari yang berat, namun itu bukan alasan yang bisa membuatmu lupa betapa pentingnya mensyukuri udara segar yang kau hirup di pagi hari ini.

Sejenak refleksikan dirimu pada segelas air putih. Lalu bertanyalah pada dirimu, kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani?

Yang kau lihat setengah penuh atau setengah kosong? via acuariusgirl.com

Lihatlah baik-baik gelas yang telah engkau tuangkan air hingga setengahnya. Lihatlah itu sebagaimana kamu melihat sosokmu dan hidupmu. Apa engkau melihatnya selayaknya setengah penuh atau setengah kosong? Jika kamu melihatnya sebagai gelas setengah kosong, kamu hanya akan melihat hal-hal yang kerap kali membuatmu mengeluh.

Menunggu dalam diammu, tidak ingin melakukan apapun. Mengurung dirimu dalam rasa ketidakpuasan, rasa iri dan tidak berguna yang kamu rasakan atau juga kegagalanmu. Kilasan masa lalu yang kerap kali menghantui dan dengan pandangan masa depan yang kian terasa tidak pasti. Dan dengan berbagai macam alasan yang dapat engkau selalu cari untuk menambah panjang daftar keluhanmu.

Namun apa jadinya jika kamu melihat hidupmu seagai gelas yang setengah penu terisi air? Bahwa masih ada hal-hal di sekitarmu walau sekecil apapun yang layak dan wajib untuk kamu syukuri. Bahwa untuk setiap masalah yang kamu hadapi, pasti ada solusinya.

Selagi matahari masih ada, dari hati kecilmu yang paling dalam kamu tahu, bahwa segelap atau sekelam apapun masa yang kamu lewati sekarang, hari esok yang lebih baik akan tetap selalu ada. Tapi itu semua ada di tanganmu, apakah tetap diam atau mulai menggerakkan kaki untuk melangkah dalam menggapainya?

Kamu memang dituntut untuk bisa hidup mandiri. Tapi disaat kakimu terlalu rapuh, ingatlah masih ada keluarga dan kawan yang siap menolongmu.

Lihatlah album atau bingkai foto keluarga dan sahabat via bamcraftymomma.blogspot.com

Lihat dan pandanginya dengan seksama. Lupakah kamu akan adanya keluarga, teman dan sahabat di sekitarmu. Yang sesaat atau sudah sekian lama lupa untuk kamu ingat, hubungi, sapa atau kontak disaat kamu sibuk menggelamkan dirimu dengan kesedihanmu?

Jika di dalam foto itu kamu mulai sadar akan ikatan persahabatan, keluarga atau persaudaraan yang mulai renggang, bukalah diri. Berbagilah cerita dan mungkin dimulai dengan orang tuamu, terutama dengan ibumu. Ada pepatah mengatakan,

“Dari bayi hingga masa pertumbuhan, ibu adalah seorang ibu. Tetapi ketika anak mulai beranjak dewasa, ibu bukanlah hanya sekedar ibu tetapi juga seorang sahabat.”

Jika sosok kedua orang tua telah tiada, ingatlah sosok mereka yang engkau tuakan. Mulailah membuka diri dan mungkin dengan berbagi cerita mereka dapat memberikan solusi atau bahkan sedikit meringankan bebanmu.

Dan jika kamu melihat sosok teman atau sahabat di foto-foto itu dan jika ada hal-hal yang telah berbeda. Mulailah evaluasi akan hal-hal yang membuatnya tidak lagi sama. Apakah kamu yang sudah mulai menjauh dan membangun tembok tinggi-tinggi sehingga membuat mereka kesulitan untuk mendekatimu?

Perbaikilah diri, runtuhkanlah tembok itu. Kamu tahu kamu tidak akan pernah bisa benar-benar survive sendiri. Atau jika mereka yang mulai menjalani hidup mereka masing-masing tanpa dirimu di dalamnya, maka kontaklah mereka. Mulai dengan pesan singkat “Hai… Apa kabar?” Perbaikilah hal-hal yang bisa kau perbaiki. Mulailah bina apa yang kau bisa bina, sekali lagi.

Merasa gagal dan tak berguna itu manusiawi, namun jangan pernah lupa bahwa kehadiranmu di dunia ini pasti ada maksud dan tujuannya!

Pandangi dirimu di cermin via northamarillonow.co

Pandanglah akan dirimu, lihatlah akan sosokmu di cermin. Jujurlah akan apa yang terpantul di sana. Apakah senyum itu sudah mulai hilang? Mulailah tersenyum dan sadari bahwa ada sesosok pribadi yang kuat dan tegar yang berdiri di depan cermin dan kaca itu. Mungkin tidak banyak yang tahu akan apa saja yang sudah engkau lalui, tetapi sadarilah betapa kuat dan berharganya dirimu.

Betapa sesungguhnya semua yang telah engkau lalui tidak dapat mendefinisikan siapa dirimu. Engkau cantik dan luar biasa dengan segala keberadaanmu. Kamu hidup tidak hanya sekadar untuk memenuhi bumi, tapi engkau hadir dengan sebuah tujuan. Temukan itu kembali di dalam dirimu, dan bangunlah kembali semangatmu untuk itu.

Ingatkanlah kembali dirimu disaat hidup teracap kali terasa berat, bahwa dengan menepuk pundakmu sendiri di saat engkau gagal dan menyadarkan dirimu bahkan hal itu wajar di kala engkau sedang menapaki perjalanan kehidupan. Dengan kembali bangkit dari keterpurukan, kamu akan tahu kemana harus terus melangkah untuk melakukan yang terbaik untuk hidupmu sendiri.

Ada banyak hal di luar kuasa kita. Sambil berusaha menata hidup, pasrahkan dirimu dan jangan berheti panjatkan doa terbaik untuk dirimu.

Bacalah kitab sucimu dan mulailah berdoa via spiritualityhealth.com

Sadarilah kita yang terbatas memerlukan bantuan dari-Nya yang tidak terbatas. Keberadaan Sang Ilahi yang selalu senantiasa memberi rahmat dan anugerah tanpa henti. Dan di saat kita sudah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum, di situ kita kerap kali mengeluh dan melupakan segala kebaikan-Nya.

Lupa bahwa disaat kita sudah tidak lagi mampu, bahwa justru disaat itu pulalah kita harus sujud dan berdoa kepada-Nya. Dialah sumber ketenangan, kesabaran, keikhlasan dan kekuatan. Dengan doa, usaha dan penyertaan-Nya tentunya kita akan dapat melewati segalanya.

“Untuk dirimu, sudah sadarkah bahwa meskipun ada banyak hal yang dapat membuatmu sedih dan menangis ada satu hal kebaikan yang dapat mengubah semuanya.

Satu untaian senyummu, akan menjadi sebuah permulaan kecil. Mulai tersenyumlah dan sadari bahwa masih banyak alasan buatmu untuk tersenyum. Sadarilah masih banyak pula kebahagiaan yang menanti di depanmu.

“So, SMILE… ‘Cause you are beautiful and wonderful :)”