Bersepeda memang telah menjadi gaya hidup kaum urban saat ini. Selain murah, bersepeda juga mudah untuk dilakukan. Ditambah dengan tingginya kesadaran akan pentingnya olahraga, dan kepedulian terhadap lingkungan. Menjadikan pengguna sepeda terutama kaum muda semakin bertambah dari hari-kehari.

Saat ini bersepeda bukan hanya sebagai hobi diakhir minggu semata. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya komunitas pengguna sepeda di berbagai kota. Sebut saja komunitas bike to work bike to campus, dan sebagainya. Pasti banyak dari kalian yang bergabung dengan komunitas-komunitas tersebut ‘kan?

Ketika hidup harus terburu-buru, dan terjebak kemacetan saat menggunakan kendaraan bermotor, mengendarai sepeda seakan-akan menawarkan sesuatu yang lain kepada kita. Tetapi, bukan hanya itu saja manfaat yang kamu peroleh dari bersepeda. Tanpa kamu sadari bersepeda mengajarkan kepadamu beberapa pelajaran hidup berharga, berikut diantaranya.

1. Ternyata kita tidak harus menunggu untuk memiliki sepeda terbaik untuk memulai perjalanan. Kita dapat memulai dengan apa yang sudah dimiliki.

Kamu bisa bersepeda dengan sepeda apapun yang kamu miliki. via wikimedia.org

Kita tidak harus menunggu memiliki sepeda terbaik, sepatu, atapun baju khusus ketika ingin mengayuh sepeda ke taman kota, atau ke kampus yang letaknya beberapa kilometer dari rumah. Kita masih bisa melakukannya dengan sepeda yang sudah kita miliki.

Advertisement

Begitu pula dalam hidup, kita tidak perlu menunggu memiliki semua kapasitas yang diperlukan untuk meraih tujuan dalam hidup. Kita dapat memulainya dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Di sepanjang perjalanan meraih suatu tujuan tersebut, kita pasti akan dengan sendirinya berusaha untuk memenuhi kemampuan diri. Apa saja yang dibutuhkan agar pantas untuk memperoleh hal yang kita inginkan.

2. Saat harus terjatuh dari sepeda, jangan berkecil hati. Lebih sering kita terjatuh, akan membuat kita lebih cepat untuk berdiri, dan mencapai tujuan.

Tidak masalah jika sesekali harus terjatuh. via huffpost.com

Beberapa kali terjatuh dari sepeda pada saat pertama kali belajar menaikinya memang menyakitkan. Tangan, dan kaki harus terbentur aspal, atau lebih parah lagi berdarah. Karenanya, kita cenderung tidak suka terjatuh dari sepeda.

Memilih untuk tidak pernah putus asa, dan terus mencobanya, mungkin akan membuatmu justru terjatuh berkali-kali. Tetapi, lama-lama kamu akan bisa menaikinya, dan mengayuh sepedamu kemanapun kamu mau. Kamu pun tidak jatuh, dan tidak akan takut terjatuh lagi.

Ibaratnya, sepeda adalah sebuah kemampuan yang ingin kita kuasai didalam hidup kita. Saat awal-awal mencoba mempelajarinya mungkin akan terasa sangat berat, dan sulit. Pertama kali mencoba akan terasa sangat sulit, kedua masih sulit, ketiga masih saja sulit. Kita jatuh menyerah, semangat lagi, jatuh lagi, begitu terus-menerus. Mungkin baru yang ke-sepuluhribu kali percobaan untuk menguasainya kita baru bisa mengatakan bahwa kemapuan itu telah kita miliki.

3. Mempersiapkan berbagai hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan memang diperlukan. Tetapi, terlalu fokus mencemaskannya justru akan membuat kayuhanmu terasa berat.

Barang bawaan yang banyak akan memberatkan kayuhanmu. via businessinsider.com

Memang tidak ada salahnya untuk membawa pompa, onderdil cadangan, obat-obatan, bekal makanan, dan barang-barang tambahan lainnya ketika harus berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi, ketika kita berpikiran bahwa semua barang tersebut mungkin akan kita butuhkan nanti diperjalanan, ranselmu pun akan penuh. Akibatnya, bebanmu menjadi lebih berat, dan kayuhanmu pun juga menjadi berat pula. Kamu membutuhkan waktu dua kali lipat lebih lama ntuk mencapai tujuanmu.

Belajar dari pengalaman itu, pada perjalanan selanjutnya kamu hanya membawa barang yang sangat penting, dan sangat diperlukan saja yang disesuaikan dengan kemana tujuanmu. Hal ini mengajarkan padakita bahwa dalam menjalani hidup, dengan melepaskan segala kecemasan tentang hal yang belum pasti terjadi dan fokus pada tujuan, justru akan membuat kita lebih tenang dan ringan menjalani semuanya.

 

4. Saat orang lain ingin menyalip ditengah perjalanan. Bantu mereka untuk menyalip.

Saat orang lain ingin menyalip, tersenyumlah padanya! via adventurecycling.org

Saat bersepeda terkadang kita bertemu orang lain yang ingin menyalip. Kemudian kita akan sedikit menepi, dan mempersilakan mereka untuk mendahului kita. Setelahnya kita akan melemparkan senyum pada mereka, atau bertegur sapa sekenanya.

Dalam kehidupan nyata, orang-orang dapat menyalipmu dalam berbagai hal. Baik dalam hal karir, akademik, atau yang lainnya. Ketika orang lain ingin menyalipmu — sama seperti yang kamu lakukan saat disalip orang lain diatas sepeda, persilahkan mereka, bantu mereka menyalipmu, dan beri mereka apresiasi atas keberhasilannya.

Hal tersebut kita lakukan karena kita tidak pernah benar-benar mengetahui kemana arah tujuan orang lain. Bisa jadi tujuan mereka lebih jauh dibadingkan kita, atau bisa jadi waktu yang dimilikinya tidak sebanyak yang kita miliki. Itu sebabnya mereka harus lebih cepat darimu. Jangan berkecil hati karena kamu disalip. Tetap fokuspada tujuanmu dan usaha yang kamu berikan untuk mencapai tujuanmu sendiri.

5. Kita teryata tidak akan selalu merasa sangat kuat untuk melalui perjalanan dengan sepeda. Yang dapat dilakukan adalah belajar memahami dan mengelola semua perasaan yang muncul.

Berhenti sejenak dan nikmatilah pemandangan yang ada via thebikepicture.com

 Pada saat bersepeda, kita ternyata tidak selalu merasa sangat kuat untuk melalui rute untuk sampai ke tujuan kita. Saat merasa sangat kuat kita akan terus mengayuh pedal dengan sangat kuat dan semangat. Sebaliknya, saat merasa tidak kuat maka kita akan memilih beristirahat sejenak di tepi jalan, di taman, dimanapun sebelum melanjutkan perjalanan. Kita tidak mempermasalahkannya, malah kita menikmatinya.

Untuk mencapai suatu tujuan didalam hidup kita, apapun itu, terkadang kita merasa sangat bersemangat dalam mengeksekusi langkah-langkah yang harus kita ambil untuk menuju ke sana. Namun, ada pula saat dimana merasa semangat kita sangat rendah. Tidak apa, berhenti sejenak dan menikmati proses sambil mengumpulkan semangat untuk kemudian melanjutkan perjalanan, dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

 

6. Mencemaskan berbagai hal yang ingin dihindari, justru akan membawa kita kesana, bukan ke tujuan yang sudah kita tetapkan.

Fokuslah pada tujuan, bukan halangan. via bikestowe.wordpress.com

Saat kita terlalu takut menabrak pohon, batu, atau ditabrak kendaraan bermotor. Justru kita akan benar-benar mengalaminya. Atau seperti saat kamu menaiki sepedamu, dan harus melewati jembatan kayu yang kecil ditengah perjalanan. Jika kita melihat pada jembatan kayu, dan dengan hati-hati melaluinya, kita akan berhasil melaluinya dengan aman. Tetapi, jika kita melihat kearah bawah dimana batuan kali siap menanti dibawah, maka kamu akan memiliki peluang lebih besar untuk terjatuh.

Kita akan berjalan kearah mana fokus kita. Seperti itu juga didalam hidup, jangan terfokus untuk mencemaskan berbagai hal yang tidak ingin terjadi didalam hidup. Tetapi, fokuslah kearah mana kita harus melangkah. Jika kita fokus pada kegagalan yang mungkin saja ditemui maka kita akan menemui kegagalan tersebut.

7. Melalui jalur yang salah tidak selalu berarti hal yang buruk. Perjalanan yang lebih panjang, pemandangan baru, jalur baru, dan tentu saja pengalaman baru menunggumu.

Melalui jalur yang salah tidak selalu berarti hal yang buruk. via cloudfront.net

Akan ada waktu dimana kita harus melalui jalur yang salah. Mungkin kamu merasa tidak menyukainya, tetapi itu semua ternyata berubah seiring ketika cara pandang kita terhadapnya berubah. Perjalanan yang lebih panjang dari yang seharusnya mungkin akan terdengar menyebalkan. Tetapi, pemandangan yang baru, jalur yang baru, dan tentu saja pengalaman baru yang belum pernah kita temui sebelumnya telah menunggu untuk kita taklukan.

Begitu pula dalam hidup, sesekali kamu akan merasa harus melalui jalur yang berbeda, yang mungkin lebih berkelok dan terjal dibandingkan dengan teman-teman seperjalananmu. Tidak masalah, pasti ada pelajaran berharga yang bisa kamu dapatkan, dan pastinya pengalaman baru yang harus kita taklukan.

 

8. Terkadang ada bagian dari sepeda yang harus diganti atau dilepaskan agar kayuhanmu terasa lebih ringan dan mudah.

Berhenti, dan memperbaiki sepeda agar lebih nyaman dikendarai. via ellingtoncms.com

Saat dalam perjalanan, mendengar suara pedal yang mengganggu, gear yang tidak dapat disesuaikan, atau ban yang bocor adalah sesuatu yang mengganggu. Kita akan berhenti sebentar untuk memperbaikinya, mengganti, ataupun melepas komponen-komponen yang dianggap menganggu perjalanan. Agar perjalanan kita lebih mudah dan nyaman untuk dilakukan kedepannya.

Bila diibaratkan, komponen-komponen tersebut diibaratkan sebagai sebuah pekerjaan, pendidikan, hubungan, atau hal-hal penting yang berhubungan dengan hidupmu. Terkadang kita harus berhenti untuk kemudian memperbaiki, mengganti, ataupun melepaskannya agar perjalanan hidupmu untuk sampai ketujuan terasa lebih mudah dan nyaman.

Nah, itu tadi beberapa pelajaran hidup yang tanpa sadar telah kamu pelajari saat menghabiskan waktu bersama sepedamu. Seiring dengan berjalannya waktu mungkin kamu akan lebih banyak menemukan pelajaran-palajaran hidup lainnya pada setiap kayuhanmu.