Cinta kadang membutakan mata manusia. Cinta dapat menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih bersemangat menjalani hidup, bekerja, dan terus berpikir positif dalam menjalani hidup. Akan tetapi, ada juga cinta yang justru malah membuat kita terpuruk, hilang fokus dalam bekerja maupun mencapai cita-cita hanya karena kita terlena oleh cinta.

Sudah pasti kita semua menginginkan sebuah hubungan cinta yang berjalan dengan bak dan positif. Namun kadang kita lupa bahwa untuk menemukan cinta yang seperti itu harus dilandasi dengan sebuah alasan yang baik pula. Ada satu masa kita akan merasa ragu dengan perjalanan cinta kita dengan dia. Merasa hilang arah, mulai penuh dengan keraguan, dan tak tahu harus dibawa kemana lagi.

Perjalanan cinta memang tak ada yang mulus, tapi mau tak mau kita harus melewatinya. Jika di tengah jalan kamu mulai merasakan kejanggalan dan keraguan pada hubungnanmu. coba jawab pertanyaan berikut. Temukan jawaban, apakah cintamu dan dia perlu terus dilanjutkan, atau lebih baik “break” untuk sesaat semata memperbaiki diri, atau bahkan putuskan jika memang itu tidak membawa kita menuju pada hal positif.

1. Apakah hubunganmu diawali oleh hal yang baik atau buruk? Jika pondasi hubungan berasal dari material yang buruk, maka hubunganmu tak akan pernah bisa bertahan lama.

Apakah hubunganmu diawali oleh suatu hal baik atau buruk? via www.huffingtonpost.com

Coba ingat-ingat, bagaimana kamu memulai hubunganmu dengan dia? Apakah semua diawali dengan baik-baik? Ya, karena tidak semua hubungan dimulai dengan baik-baik. Maksudnya dimulai dengan baik-baik adalah proses hingga kalian berdua bisa bersama.

Advertisement

Awal yang baik misalnya kalian masih sama-sama single alias jomblo lalu tertarik satu sama lain, atau sah saja misalnya dia sudah punya kekasih tapi ternyata putus dan secara kebetulan kalian didekatkan sehingga saling menyukai. Sedangkan hubungan yang berawal dengan sesuatu yang tidak baik itu misalnya kamu menggoda dia yang ternyata masih punya pacar. Bisa juga dia masih punya pacar tapi kamu masih mau-mau saja menjadi selingkuhannya. Hingga akhirnya, konflik pun terjadi.

Percayalah segala sesuatu yang diawali dengan hal baik akan kemungkinan besar akan berakhir dengan baik, pun sebaliknya. Jika perlahan kamu menyadari bahwa awal hubungan kalian dimulai dengan sesuatu hal yang tidak baik, dan hubunganmu dengannya hanya bisa melukai perasaan orang lain , dan kamupun sebenarnya tak nyaman menjalani hubungan ini, maka jalan yang terbaik adalah mundur perlahan dan sudahi semuanya.

2. Apakah kamu ingin semesta raya ini tahu bahwa kamu sudah punya pacar? Tak ada manfaat yang bisa kamu dapatkan jika tujuanmu pacaran hanya untuk pamer ke orang lain.

Apakah niatmu pacaran cuma buat pamer? via blog.mytrendyphone.co.uk

Bertahun-tahun jomblo? Seolah-olah kamu hanya terfokus pada target, “Saya harus punya pacar seperti teman-teman saya”. Bisa jadi, hubungan kamu cuma buat pamer-pamer semata. Kamu hanya ingin menunjukkan bahwa “Ini lho, saya sekarang punya pacar, gak jomblo lagi”.

Ya, wajar jika kamu “pamer” atau membanggakan hubunganmu, tetapi sekali lagi tanyakan pada hatimu, apakah hal inilah yang menjadi dasar atas hubunganmu? Apakah kamu hanya ingin mencari perhatian dari orang lain?

Jika alasanmu menjalin hubungan hanya sebatas untuk pamer, maka sudah pasti cintamu dan hidupmu itu palsu. Orang lain tak akan pernah kagum padamu hanya karena kamu punya pacar kok. Sadarilah, bahwa apapun yang tujuannya untuk pamer itu tak akan pernah bermanfaat bagi siapapun, termasuk dirimu sendiri. Lebih baik akhiri saja.

3. Apakah kamu sudah benar-benar yakin pada dia? Jujur pada diri sendiri, dan tak perlu banyak minta pendapat ke orang lain untuk meyakinkanmu tentang hubungamu dengannya.

Mungkin kamu ternyata sebenarnya belum yakin via apkfun.co

Perasaan ragu pada setiap hubungan memang kadang kala terjadi. Akan tetapi, bagaimana kalau perasaan ragu itu tidak kamu sadari? Ambil saja contoh, adakah orang-orang yang suka pamer kemesraan hubungan mereka? Bahkan mungkin di semua akun media sosialnya terpampang nyata foto mereka berdua.

Coba dipikir lagi, jangan-jangan foto-foto yang ada di akun media sosial itu hanyalah bentuk keraguan, sehingga kamu terkesan ingin menunjukkan pada orang lain, “Ini lho kita berdua cocok kan? Baik-baik saja kan?”. Cinta yang dewasa biasanya tidak suka untuk menunjukkan foto-foto kemesraan mereka berdua di medis sosial.

Justru mereka sudah saling yakin sehingga tidak perlu menunjukkan kepada orang lain, tidak perlu meyakinkan orang lain bahwa mereka saling serius, bahkan tidak terpikirkan untuk memamerkan  karena bagi mereka teralu mengumbar foto-foto bermesraan di media sosial hanyalah sikap ketidakdewasaan.

4. Apakah kamu hanya tertarik padanya karena penampilan dan tampangnya saja? Kalau iya, kamu mungkin tak akan bisa berjalan lebih jauh lagi dengannya.

Apakah kamu hanya melihat tampiilan fisiknya saja?

Tidak bisa dipungkiri, bahwa kadang fisik menjadi salah satu faktor utama yang membuat kita suka pada seseorang. Akan tetapi, jika kamu hanya tertarik pada fisik, tanpa paham kepribadian dan hal-hal lain yang ada di dalam dirinya, itu sama halnya dengan kenikmatan sesaat.

Ketertarikan fisik bisa saja hanya bermuara pada hawa nafsu semata, ketika penampilan fisik tersebut hilang, sirna pula cinta kalian. Atau bisa jadi kamu beranggapan, jika mendapat pasangan yang cantik dan ganteng itu cuma untuk tujuan sesaat yang sepele dalam hidupmu. Misalnya, pantas dibawa ke kondangan, bisa buat dipamer-pamerkan pula, hehehe.

Ya tentu kamu patut bersyukur jika mendapatkan kekasih yang tampan atau cantik secara fisik, tetapi anggap saja itu hanyalah bonus. Yang terpenting dari sebuah hubungan adalah kecocokan antara dirimu dan dirinya. Jika cinta hanya sebatas fisik saja, percayalah kamu tak akan bisa pergi lebih jauh lagi dengannya.

5. Bisakah kamu hidup bahagia dengannya jika ternyata hubunganmu telah menyakiti dan melukai persaan banyak orang lain?

Hubunganmu ternyata melukai banyak perasaan orang lain. via itiswrittenforyou.wordpress.com

Sesungguhnya hubungan yang baik tentunya akan membawa kebahagiaan bagi orang yang melihatnya juga. Ya memang, pasti dalam hidup akan ada orang yang tidak suka pada apa yang kamu lakukan.

Akan tetapi, jika banyak yang menentang, membicarakan, bahkan ada yang merasa kamu sakiti atas hubungan kalian tentunya membuat hubungan kalian tidaklah sehat. Misalkan saja orangtua atau keluargamu sendiri.

Bagaimanapun juga kamu hidup bersosialisasi, tentunya kamu harus meminimalisir kontra dalam hidup kamu. Jangan sampai hubungan kamu menjadi kerugian untuk orang lain, jangan pula orang lain menjadi menjauh atas hubungan kalian. Jika begitu, pastikan jika hubungan kalian tidak merugikan orang lain.

6. Hubungan cinta sudah seharusnya membawamu ke arah yang lebih baik. Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, yakinkah kamu akan melanjutkan hubungan yang tidak sehat ini?

Hubunganmu tidak mengarah pada kebaikan via jamesmsama.com

Nah, ini dia yang paling penting. Setelah kalian menjalin hubungan, adakah perbaikan dari diri kalian masing-masing atau justru salah satu atau kalian berdua menjadi pribadi yang lebih buruk dari sebelumnya.

Misalnya, apakah setelah kalian berhubungan kalian menjadi serius kuliah (bagi yang kuliah) atau bekerja (bagi yang bekerja)? Atau justru sebaliknya, kuliah kamu menjadi kacau? Skripsimu gak kelar-kelar? Kerjaan amburadul atau gak maksimal? Bahkan mungkin kalian menjadi kehilangan saudara dan teman-teman kalian hanya karena pasangamu?

Jika itu yang terjadi, saran saya STOP atau PAUSE dulu hubungan kalian. Bagaimanapun juga, jika hubungan kalian hanya menghasilkan sesuatu yang lebih buruk, maka sampai berumahtanggapun akan menjadi kacau. Hentikan sejenak, fokus pada karir dan pendidikan masing-masing.

Jangan sampai kamu menyesal karena membuang waktu sia-sia untuk bersenang-senang dengan pasangan tetapi membuat hidupmu sendiri kacau. Akankah perlu dilanjutkan jika hubungan kalian tidak memberi perbaikan pada diri kalian masing-masing?