Manusia memang tak bisa luput dari kesalahan. Jika kita menengok ke belakang, kita pasti menemukan banyak sekali kesalahan dan juga kebodohan yang pernah kita perbuat. Dari kesalahan yang pernah kita akukan tersebut, saat ini kita merasakan akibat-akibatnya — barulah kita sadar dan menyesalinya.

Terkadang kita ingin sekali kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan kita, dan terkadang juga, ingin rasanya kamu menceramahi dirimu sendiri di masa lalu untuk tidak berbuat kesalahan itu. Nah, seandainya saja waktu bisa diputar kembali, nasihat apa sih yang ingin kamu berikan pada dirimu sendiri pada 5 tahun yang lalu?

1. Kamu Tak Perlu Khawatir Pada Anggapan Orang. Pilih Pendidikan yang Paling Kamu Inginkan Untuk Digeluti Di Masa Depan

Pilih jurusan yang sesuai minatmu via www.gijobs.com

Sebagai manusia, sebenarnya kita dibekali dengan hati nurani yang peka. Asal mau bertanya dan membuka telinga, berbagai pertanyaan bisa terjawab dengan sendirinya. Hatimu sesungguhnya tahu jalan hidup macam apa yang paling cocok untuk hidupmu. Pendidikan dan pekerjaan seperti apa yang bisa membawa kebaikan dalam hari-harimu. Sayang, kepekaan ini sering dibungkam oleh berbagai distorsi. Pendapat dan penilaian orang-orang di sekitar, contohnya.

Hal termudah saja: tentang pilihan jurusan kuliah. Tidak semua orang berani mengikuti kata hatinya untuk menggeluti ilmu yang paling ia suka. Memilih menghabiskan sekian tahun hidup untuk kuliah di jurusan yang pada akhirnya tidak terpakai ilmunya. Tidak percaya orang-orang macam ini ada? Pembaca Hipwee ini bisa jadi contoh nyatanya:

Advertisement

“Seharusnya 5 tahun yang lalu saya mengikuti keinginan saya sendiri dalam mengambil jurusan kuliah, sekarang saya menyesal karena saya mengikuti keinginan keluarga. Jurusan yang saya ambil benar-benar berbeda dengan masa depan yang saya inginkan. Rasanya perjuangan saya selama kuliah menjadi sia-sia karena salah ambil jurusan.”

Widhy, 23, Padang

2. Orang Tuamu Banting Tulang Membiayaimu Menuntut Ilmu. Jangan Pernah Sia-Siakan Pengorbanan Itu

Belajarlah dengan sungguh-sungguh via www.huffingtonpost.com

Saat kuliah, kamu memang harus pintar-pintar dalam mencari ilmu dan pengalaman. Mencari pengalaman, ikut organisasi, dan memperluas pergaulan memang sangat penting bagi masa depanmu nanti, tapi prioritasmu sebagai mahasiswa tetaplah menimba ilmu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai malah kegiatan di luar kampus mengganggu jadwal kuliah. Kalau sudah terlanjur begitu, studimu jadi berantakan, banyak nilai kuliah yang keteteran, hingga lulus yang tak tepat waktu. Seperti apa yang pernah dialami oleh mereka:

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, biaya pendidikan sekarang tidaklah murah, hargai perjuangan kedua orang tuamu yang bersusah payah membiayai sekolah.”

Guruh Dwi Sutrisno, 20, Serang

“Pengen banget rasanya bilang ke diri sendiri buat rajin yang namanya belajar sama ibadah! Biar semua nilai-nilai SMA yang kurang memuaskan bisa diperbaikin lagi. Dan yang terakhir rajin kuliah woy! Biar ga dapet nilai E disalah satu mata kuliah lu :(”

Suzette Pranita s , 19, Semarang

3. Punya Otak Encer Memang Bisa Membantu. Tapi Kelak, Jejaring Luas dan Reputasi Baiklah yang Melanggengkan Karirmu

Peluas pergaulan dan perbanyak pengalaman via www.reed.edu

“Saya freshgraduate S1, baru lulus tahun ini. Nasihat saya simple. untuk saya sang mahasiswa baru– kuliahlah yang rajin. Banyak berorganisasi. Ikutlah lomba, akademik maupun non akademik. Kadang penyesalan muncul di akhir, seperti ketika kamu sudah lulus, dan hanya memiliki kemampuan yang tidak terlampau memuaskan.

I.A, 22, Surabaya

Pengakuan I.A memang sangat sesuai dengan kenyataan yang ada. Punya otak encer dan prestasi akademis memang bisa membantu. Tapi pada akhirnya, jejaring dan kemampuan sosial-lah yang menentukan kesuksesanmu. Kepintaran ternyata bukan segalanya. Di akhir hari, berapa banyak koneksi dan kegigihan menyesuiakan diri yang bisa membawa manfaat bagi seberapa besar pencapaianmu.

4. Waktu Tidak Pernah Bisa Diputar Ulang. Menyia-nyiakannya Sekarang Hanya Membawamu Pada Penyesalan

Menunda pekerjaan nggak ada manfaatnya via edition.cnn.com

Hobi menunda-nunda sesuatu memang jadi momok bagi semua orang. Karena kebiasaan buruk ini, hidup kita jadi tidak teratur. Dan karena kebiasaan ini juga, apa yang sudah kamu rencanakan matang-matang jadi gagal dan hancur berantakan. Tapi bisa juga menunda-nunda waktu itu bukan karena kita malas, tetapi bisa juga karena kita terlalu ragu dan bingung untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memulai sesuatu. Seperti nasihat yang diucapkan oleh pembaca ini:

“Andai saja bisa kembali ke 5 tahun silam aku akan selalu memarahi diriku dan mengingatkan untuk tidak bermalas-malasan dan menunda-nunda waktu. Sekarang diusia yang sudah cukup matang aku justru baru akan memulai apa yang sebenarnya bisa aku mulai dari 5 tahun yang lalu.”

Yulius Rinaldo, 25, Bekasi

5. Atur Keuanganmu Sebaik Mungkin. Kelimpungan Mencari Uang Seharusnya Membuatmu Punya Uang Simpanan

Cari kerja itu susah, berhematlah dari dulu via www.womendisease.com

Kita kerap kali mengalami kegalauan finansial saat sudah memulai hidup mandiri. Saat kita tak lagi bergantung pada orang, barulah kita sadar bahwa uang bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Hidup hemat memang perlu dipupuk sedari kecil, agar kita bisa mengelola dan lebih bijak dalam menggunakan uang saat dewasa nanti. Kebiasaan menghamburkan uang dengan mudah juga bukan hal yang mudah untuk dihentikan, lho! Seperti pengakuan dari para pembaca nih!

“Jangan boros, jangan gampang banget ngeluarin duit tanpa dipertimbangkan lebih dulu. Sekarang nyesel deh, susah banget ngilangin kebiasaan boros. Sekarang ngerasain gimana susahnya cari duit dan ngatur keuangan.”

Dinda, 26, Bandung

6. Berhematlah Soal Uang Belanja. Tapi, Jangan Pelit Mengeluarkan Uang Untuk Menambah Kemampuanmu Sebagai Manusia

Ambil kursus bahasa asing via www.ihbristol.com

Mungkin dulu kita terlalu malas untuk mengikuti kursus bahasa asing atau keterampilan yang lain. Di era globalisasi seperti ini, khususnya Bahasa Inggris, adalah salah satu bahasa asing yang wajib untuk kamu kuasai agar kamu bisa bersaing di dunia kerja. Keterampilan yang kita punya sudah pasti sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Memang tak ada kata terlambat untuk belajar, tetapi tentu akan jauh lebih menguntungkan jika kamu bisa memulainya sejak usia dini.

Les Bahasa Inggris. Jujur ini bahasa Inggris masih belepotan banget. Apalagi skrg profesi jurnalis. Kadang mengharuskan kita mengenal dunia luar. Krn komunikasi terbatas jadinya agak gimana Gitu.

Lara, 24, Tanjungpinang

7. Beranikan Diri Untuk Selalu Menjajal Hal Baru. Sebab, Hidupmu Memang Sesingkat Itu…

Harus berani berpendapat dan mengekspresikan diri via www.scoop.it

Untuk bisa menjadi seseorang yang dikenal dan menonjol, kamu tentu harus berani eksis dan menujukkan kemampuanmu. Jika kamu selalu malu-malu di depan orang lain, tentu kamu tak akan bisa mengekspresikan bakat dan kemampuan yang kamu miliki. Jika kamu terlalu malu untuk bertanya, itu sama saja membiarkan dirimu sendiri tersesat. Kamu pun akan kehilangan banyak kesempatan untuk bisa lebih berkembang dan berekspresi.

“Gue harus jadi orang yang aktif di manapun gue berada dan gue enggak boleh pemalu pada saat ngomong di depan banyak orang, karna dengan begitu gue bisa dikenal banyak orang, dan bagus juga buat karir gue kedepannya pada saat gue membutuhkan mereka ataupun sebaliknya.”

Fachrurazi a.a, 22, Belitong

8. Berhenti Menghakimi Penampilan Orang. Memang Kamu Sudah Sempurna dan Tak Punya Kurang?

Jangan terburu-buru menilai seseorang via vk.com

Kita memang makhluk visual, hal pertama yang kamu nilai adalah apa yang kita lihat. Tak ayal kita seringkali menjustifikasi seseorang hanya dari tampang dan penampilannya. Dan lebih parahnya kita bahkan tak sungkan-sungkan berbicara buruk terhadap orang yang belum pernah kita tahu bagaimana dirinya sebenarnya. Bagaimanapun juga, kita wajib untuk menjaga pikiran dan perkataan kita sebelum kita menilai seseorang. Seperti apa yang diungkapka oleh pembaca ini:

Lebih empati dengan keadaan orang lain, tidak semuanya di dunia ini adalah hitam-putih, ada abu-abu juga. Pandailah mengelola emosi dan berpikir 3x sebelum berbicara.

Raisha, 22, Jakarta

Melihat keseriusan laki-laki hanya dari penampilannya itu salah. Belum tentu laki-laki yang terlihat rapi dan pandai lebih bisa diandalkan keseriusannya ketimbang laki-laki yang berpenampilan awut-awutan dengan otak yang pas-pasan, so don’t judge from the cover.

Princess, 22, Jakarta

9. Mencintai Seseorang Terlalu Dalam Hanya Akan Merapuhkan Dirimu Secara Perlahan

Cintai pacar secukupnya.. via www.nathalie-kemna.nl

Kata orang, saat kamu berani jatuh cinta maka kamu juga harus berani untuk patah hati. Tetapi saat kita sudah merasa menemukan pasangan yang cocok, kita seringkali terlena dan terlalu dimabuk cinta. Saat kita terlalu cinta pada seseorang, cinta kita menjadi buta, dan kita seperti seseorang yang sedang tersesat. Saat pasangan kita ternyata berhianat, kekecewaan yang kamu rasakan akan sangat sulit untuk diredam. Mencintai memang seharusnya secukupnya saja, jangan kurang dan jangan pula berlebihan.

“Jangan jatuh cinta terlalu dalam dengan pacar saat itu, di tahun ketiga dia akan selingkuh dengan teman kampusnya, dan memutuskanmu di saat kamu sedang operasi. Traumanya? Bertahan tiga tahun dan baru berakhir di tengah tahun 2014.”

Elle, 24, Jakarta

“Jangan terlalu jatuh cinta segitu parahnya pada 1 orang. Sampai gak bisa move on. Pada akhirnya dia nikah sama orang lain..

Widy, 24, Cirebon

10. Masih Banyak Hal Lain yang Lebih Penting Dari Sekedar Mengisi Hati. Daripada Sibuk Gebet Kanan-Kiri, Kenapa Kamu Tidak Memantaskan Diri?

PAcaran sewajarnya saja via www.glamour.com

Melakukan segala sesuatu memang jauh lebih baik jika sewajarnya saja. Seperti halnya pacaran, aturlah waktu untuk berpacaran sewajarnya saja. Segala sesuatu yang berhubungan dengan asmara memang seringkali menggoda dan membuatmu lupa, termasuk lupa akan kewajibanmu sebagai seorang pelajar. Saat kamu tak bisa membagi waktu antara jadwal pacaran dan belajar, yang jadi korban seringkali adalah studimu. Seperti penuturan dari pembaca ini:

“Saya akan belajar lebih giat dan saya tidak akan membuang-buang waktu saya untuk galau masalah cinta.. karena memang benar semua sudah ada yang mengatur.. bersusah payah saya mencari kesana kemari untuk menemukan jodoh saya tanpa saya memperdulikan masa depan saya malah membuat saya berantakan dalam studi.”

Tiara, 23, Bandung

“FOKUS belajar, jangan pacaran dulu!! ketika sudah mengenal pacaran, hadeh pikiran kemana-mana, belom lagi kalau ada masalah, galau tiada tara. akhirnya buat studi kacau. dan nilai jeblok.. nyesss..nyessal dehhh.. sampai sekarang nyesal pernah kenal pacaran terlalu dini.”

Dea Bahammis , 21, Tarakan

11. Orang-Orang Terdekatmu Tak Akan Hidup Selamanya. Manfaatkan Waktumu Sebaik Mungkin Bersama Mereka.

Selagi masih bisa bersama-sama dengan orang-orang tersayang via distractionsoflola.tumblr.com

Selagi ada kesempatan untuk bisa bersama-sama dengan orang-orang terdekatmu, jangan pernah sia-siakan kesempatan itu. Tak setiap saat kamu bisa berkumpul dengan mereka, jangan sampai kita menyesal saat kita tak bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka lagi. Pergunakan waktu emasmu bersama mereka sebagai momen paling membahagiakan dalam hidupmu. Seperti apa yang mereka rasakan:

“Karena di tahun 2011 ayahku meninggal dunia. Jadi aku akan menasehati diriku untuk setiap waktu melakukan hal-hal yang menyenangkan dan membanggakan ayahku.”

Linna, 29, Cilegon

“Andai aja aku bisa memutar waktu, aku gak bakal pernah nyia-nyian apa yang aku punya sekarang. Teman, sahabat, keluarga adalah harta berharga yang aku miliki. Mereka semua pernah aku sia-siain demi seseorang yang aku cintai…”

Chika, 21, Semarang

Penyesalan memang selalu datang di akhir, dan tentu saja kita tak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semua kesalahan-kesalahan kita. Bagaimanapun juga, penyesalan tak akan ada gunanya bagi kita jika tanpa diiringi oleh sebuah perubahan.

Setidaknya, saat ini kita sudah menyadari dan tak akan melakukan kesalahan-kesalahan itu untuk kedua kalinya. Semoga kesalahan-kesalahan yang pernah kita alami ini bisa jadi sebuah contoh yang bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya. 🙂