“KITA SEMUA PASTI PERNAH ALAY!”

Setuju nggak dengan kalimat itu? Mungkin sekarang kita sudah mengklaim diri sendiri “lepas” dari zaman kegelapan itu. Kita pun benci banget kalau ngelihat orang-orang yang kelakuannya alay. Tapi tetap aja: kita punya masa lalu. Dan suka nggak suka, masa lalu kita alay.

Masa-masa itu memang cukup memalukan kalau diingat-ingat. Rasanya kamu ingin tertawa sambil menjambak rambut dan ngejedotin kepala ke tembok. Tapi kamu nggak perlu malu, karena kamu nggak sendirian. Puluhan pembaca Hipwee di bawah ini adalah buktinya. Lewat artikel ini, Hipwee ingin mengajak kamu untuk napak tilas pada zaman jahiliyah itu. Simak yuk!

SMS dan Nulis Status Pakai Huruf Besar-Kecil serta Angka-Angka

Sms pakai bahasa alay. Bikin pusing.. via mytimeislater.blogspot.com

“Saat masih SMP dulu, gue sering menggunakan huruf alay dalam menulis kalimat-kalimat di SMS (ex : L4pher bgt yum Mam nIech).”

Reni Fauziah, 19 th, Tangerang

“Sms pakai ‘kalkulator’, pakai nama yang susah dibaca di sosial media.”

Azizah, Subang

“Hal ter-alay yang pernah saya lakukan adalah menulis sms dengan huruf kecil dan huruf besar, tanda seru, dll. Kontak di HP juga tulisannya alay-alay, Contoh: Cyutezzz, imoettzz, kmyu, dll. Bahkan nama Facebook juga alay.”

Levy, 23 th, Jakarta

“Nulis S3t4tus P4k3 Huruf 4l4y.”

Arief, 18 th, Medan

“Bikin status dengan tulisan alay di media sosial.”

Irfan, 18 th, Bandung

“Pernah nulis pakai tulisan alay di media sosial dan foto-foto. Pas sekarang lihat, jadi malu sendiri deh…”

Titis, 20 th, Batam

Pakai Nama dan Pasang Status Norak dan Galau di Media Sosial

Advertisement

Status alay

” Segala macam yang gak jelas dan gak penting di-posting media sosial. Kalau sekarang nemu yang kayak gitu, suka kesel sendiri. Tapi berasa lucu aja karena aku juga pernah gitu, hahaha.”

Fitri, 21 th, Makasar

“Pasang nama akun sosmed dengan nama fan club dan tulisan besar kecil.”

M. Nuri Maullani, 18 th, Solo

Update status ‘sok menderita’ ke Facebook, dan seneng banget kalau banyak yang ‘sok perhatian’.”

Tantri DP, 22 th, Tegal

“Pakai alamat email yang norak dan nggak banget! Gak nyangka banget dulu pernah se-alay itu! Cukup sekali seumur hidup deh jadi alay, hahaha..”

Nabila, 24 th, Bandung

“Pas dulu abis putus sama pacar, hampir setiap jam gue gonta-ganti status galau di Facebook sama Twitter. Untung sekarang udah insyaf.”

Ridwan, 24 th, Depok

“Nama Friendster gue najis banget! Aduh, jangan sampe tahu deh temen-temen sekarang. Itu aib banget.. malu-maluin, sumpah! Hahaha..”

Nia, 25 th, Yogyakarta

Foto-foto Alay dan Di-posting ke Media Sosial

Foto ter-alay diposting ke media sosial via Hipwee.com

Posting foto alay maksimal ke media sosial, hahaha…”

Iqbal Maulana Akbar, 19 th, Jakarta

“Foto mangap 3 jari, manyun-manyun sok imut, pipinya ditembem-tembemin, pura-pura sakit gigi. Banyak dah pokoknya.. maluuuu..”

Gilang, 25 th, Cilegon

“Suka edit-editin foto alay pakai brush di photoshop, ditambahin kumis, kacamata, sama mahkota biar keliatan lucu hahaha..”

Septi, 22 th, Bandung

“Suka foto selfie, kameranya 15 derajat dari atas, trus tangannya bentuk tanda “peace”. Kalau diinget-inget, ternyata dulu alaynya gak ketulungan deh!”

Putri, 26 th, Garut

“Foto di kebon pakai kacamata hitam, celana Levi’s, sama baju kemeja.”

Edo, 20 th, Bekasi

Pacaran dan Naksir-Naksiran Ala Ababil

Pacaran jaman alay via hipwee.com

“Teriakin cowok ganteng saat peresmian kantin kejujuran. Setelah itu ditarik ke tengah lapangan sama wakil kepala sekolah untuk dihukum, haha..”

Mulyana, 19 th

“Hal ter-alay menurut saya adalah romantisme yang berlebihan..”

Damas, 19 th, Bogor

“Manggil ‘ayah-bunda’ pas pacaran kelas 1 SMK.”

Ella, 20 th, Cimahi

“Teriak-teriak saat dengar gebetan baru aja melepas statusnya menjadi single.”

Farid Arrasyid, 17 th, Bogor

Mention-mentionan mesra sama pacar di Twitter.”

Poon, 20 th, Bandung

“Caper mondar-mandir di depan cowok yang aku taksir. Ada aja alasannya, entah ke kamar mandi atau sekedar nyapa teman.”

Ima, 18 th, Surabaya

“Teriak-teriak ganggu kelas orang yang kita suka.”

Bun, Kudus

“Nulis surat cinta ke pacar pertama pake kertas bagian tengah buku tulis, mana 4 halaman penuh lagi! Haisssh…jijik bgt klo inget!”

Risa, 29 th, Temanggung

Ngelakuin Hal-Hal Konyol dan Nggak Banget!

Ngelakuin hal konyol dan nggak jelas via www.hipwee.com

“Rebonding poni, sampai tau cerminan diri gue yang dulu itu kayak mantan vokalis Kangen Band. Memalukan!”

Luxy, 20 th, Samarinda

“Mengecat rambut berwarna merah terang, karena terinspirasi anime Jepang.”

Mono, 26 th, Bgor

“Waktu kecil pernah pergi ke studio photo cuma buat beli cetakan foto artis yang harganya 1000, dan itu antri sampe ber jam-jam. Hahaha…”

Rossa, 18 th, Temanggung

“Mondar mandir sambil nyanyi dan menari di 0 km jogja bareng sahabat yang sama-sama gila juga.”

Vee, 21 th , Yogyakarta

“Ketawa terbahak-bahak bersama teman-teman saat makan siang di kantin kampus., hingga seisi kantin melihat ke arah kami.”

Ian, 25 th, Purwokerto

“Dulu addict banget main Point Blank, pas pulang rame-rame dari warnet, serasa masih di game. Loncat-loncat sambil pura-pura bawa shotgun, teriak “crek…crek.. jeger.. jeger..” Keluarin suara komentatornya chain kiler….”

Fernando, 21 th, Palemang

“Pakai celana jeans di bawah pantat dan mamerin boxer yang gak dicuci selama seminggu.”

Joko, 25 th, Ygyakarta

“Nonton live acara musik terus lihat artis idola gue sambil teriak-teriak manggil namanya. Menurut gue itu alay bgt! Haha…tapi gue suka.”

Isti, 26 th, Jakarta

“Naik angkutan kota dari trayek awal sampai terakhir, habis itu balik ngikut lagi ke trayek awal. Ini tuh aku lakuin kalo pas lagi stres akut. haha..”

Ifa Hayatun Nafiah, 19 th, Batang

“Aku harus sedikit nungging (kasih pantat) ke arah keponakan-keponakanku buat menggoda mereka.”

Achi, 21 th, Tangerang

“Bikin undangan palsu pakai namaku dan gebetan pas SMA. Ada waktu dan tempat resepsinya juga. Ditambah nama orang tua sama foto editan kami berdua yg digabungin, padahal gak nyambung. Itu buat dijadiin foto pre-wed pura-pura.”

Arlin, 22 th, Yogyakarta

Itulah tadi beberapa pengalaman ter-alay dari kamu. Tuh, kalau kita ingat-ingat kembali, kita semua pasti pernah alay, ‘kan? Kamu nggak perlu menyesal pernah alay, karena semua orang ternyata mengalami fase hidup seperti ini. Yang terpenting sekarang adalah sekarang kita sudah insyaf. Dan mulai sekarang, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yuk! Kalau kamu dulu pernah alay, jangan sungkan bagikan cerita alay-mu di kolom komentar ya! 🙂