Saat sedang dalam perjalanan menggunakan angkutan umum, kamu pasti pernah dong berbincang-bincang basa-basi dengan penumpang lain yang duduk di sebelahmu. Nah, salah satu pertanyaan yang paling sering orang-orang tanyakan kepada kita untuk basa-basi adalah (kalau kamu kuliah) tentang fakultas atau jurusanmu.

Kalau kamu kuliah di fakultas/jurusan yang familiar di telinga khalayak umum – seperti Fakultas Ekonomi atau Kedokteran – orang-orang pasti dengan mudahnya mengerti dan paham. Nah, petaka bagi mahasiswa yang fakultas/jurusannya nggak begitu mainstream — Fakultas Kehutanan misalnya. Orang-orang awam pasti akan heran dan mulai melemparkan pertanyaan-pertanyaan aneh bin ajaib. Seperti inilah kira-kira kehidupan yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan!

1. Seperti biasa, saat kamu bertemu dengan orang yang baru kamu kenal, biasanya dia akan bertanya: “Kuliah di (universitas) mana?”

Kuliahnya di mana? via www.raharjo.org

“Kuliahnya di mana, Mas?”

“Di Universitas XXX, Mbak.”

*Dan Mbaknya pun menunjukkan ekspresi “wow”*

Saat dia mendengar jawabanmu, dia langsung akan menunjukkan ekspresi kagum padamu. Kamu dianggap sebagai generasi muda penerus bangsa yang cerdas. Terlebih lagi jika kamu kuliah di universitas ternama atau salah satu yang paling tua di Indonesia. Mereka pasti akan lebih terkagum-kagum lagi. Widih!

2. Kemudian pertanyaan itupun berlanjut… “Ambil fakultas/ jurusan apa?”

Advertisement

Kuliah di Fakultas Kehutanan via lemfktugm.wordpress.com

Bapak-bapak: “Ambil fakultas/ jurusan apa, Dek?”

Kamu: “Fakultas Kehutanan, Pak”

Bapak-bapak: “…”  *angguk-angguk sambil mikir dan mengernyitkan dahi dan kemudian hening.

Ketika kamu menjawab“ Fakultas Kehutanan”, orang yang menanyaimu tersebut iasanya langsung terhenyak selama beberapa detik. Mimik wajah lawan bicaramu pun berubah drastis. Di mana ekspresi kekaguman yang tadi sempat terpancar, Pak? Ke mana perginya ketakjuban di wajahmu tadi, Mb?

Ah, mungkin karena fakultas ini tidak se-mainstream Ekonomi atau Kedokteran atau Teknik, lantas Mbak dan Bapak diam membisu… Hmmm…

3. Dengan membawa nama “hutan”, kamu pun tak sekali-dua kali diledekin mau jadi TARZAN atau Orang Utan!

Kalau Tarzannya begini sih mau! via www.gazeteport.com.tr

Orang: “Kuliah di Fakultas Kehutanan pasti sering ke hutan-hutan ya? Jadi Tarzan dong? Mainannya sama Orang Utan?”

Kamu: *gantung adek Bang.. Gantung adek di akar beringin aja bang!!!

Mentang-mentang karena kehutanan, terus dikait-kaitkan dengan Tarzan. Kadang kamu juga dipandang sebagai mahasiswa primitif yang kerjanya cuma blusukan ke pelosok-pelosok hutan melulu.

Kamu juga sering dikira mainannya sama Orang Utan? Gak gitu juga keless… Iya sih, memang di Kehutanan juga mempelajari satwa-satwa, tapi gak cuma Orang Utan!

Hadeeuuuh…. Padahal kamu nggak melulu bertandang ke hutan. Kamu juga ada banyak kegiatan kunjungan ke industri, persemaian, mengkaji jasa lingkungan suatu sumber daya alam, dan masih banyak lagi.

4. Kamu juga sering banget ditanyain: “Kenapa milih Kehutanan? Emang nanti lulusannya kerja jadi apa? Mau nikah sama anak saya aja?

Anak Fakultas Kehutanan nanti lulusnya jadi Presiden, Pak! via jokowidiary.blogspot.com

Entah kenapa masih banyak yang meragukan tentang ladang pekerjaan para lulusan Fakultas Kehutanan. Seolah-olah lulusan Fakultas Kehutanan nggak bisa bersaing di dunia kerja nantinya.

Eits… jangan salah, Fakultas Kehutanan ini prospektif, Bro! Padahal, lapangan pekerjaan yang tersedia bagi para sarjana Kehutanan ini banyak lho! Contohnya nih, dosen, Kemenhut, Taman Nasional, industri, LSM, pertambangan, dan masih banyak lagi.

Kamu Pasti tahu kan Pak Jokowi? Nah, beliau juga lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Kece kan? Lagi pula, zaman sekarang pekerjaan itu gak mesti harus sesuai dengan background pendidikanmu. Yang penting adalah kemauan untuk belajar hal baru dan mau kerja keras! Betul nggak? :p

Semua itu karena orang-orang tak tahu betapa kerasnya menapaki kehidupan di fakultas ini!

5. Baru masuk jadi mahasiswa baru aja, mentalmu sudah digedor-gedor mealalui OSPEK. Alumni JAGAWANA mana suaranyaaaaa?

diospek sama Jagawana! via www.gopixpic.com

Kalau di Fakultas Kehutanan UGM, ada sebutan JAGAWANA untuk sie disiplinnya.

Jagawana   : “HEH, KAMU! KENAPA TELAT?”

Maba           : (hanya bisa memnunduk dan bergeming)

Jagawana    : “JAWAB! KENAPA BISA TELAT, HAH? JAWAB!”

Maba           : “Anu, Kak… Tadi saya lupa jalan menuju kampus, lalu…”

Jagawana    : “Halahh… alesan!”

Maba           : (lari ke hutan, lalu belok ke pantai…)

Gemblengan mental dalam OSPEK ini bagaikan surprise untukmu. Masih mahasiswa baru yang ingusan, nggak tahu apa-apa, polos, dan lugu. Tiba-tiba kamu dihadapkan pada seabrek tugas yang aneh-aneh, bertemu teman baru dengan berbagai macam karakter, serta jatah tidur yang cuma serasa sekedip mata doang.

6. Setelah masa OSPEK terlewati, praktikum dan kegiatan-kegiatan lapangan sudah menanti. Dan mereka menunggumu sambil menyeringai.

praktikum di laboratorium maupun di lapangan via onrizal.wordpress.com

Praktikum, praktikum, dan praktikum. Baik itu praktikum di laboratorium atau ke lapangan. Dua-duanya sama-sama capeknya! Menguras tenaga, pikiran, uang, dan hati! Mendingan bergelantungan di akar pohon kayak Tarzan deh! Tapi bagaimanapun juga, itulah tanggung jawabmu sebagai mahasiswa Kehutanan. Kamu kudu kuat!

7. Mau bobo cantik atau bobo ganteng? Ke laut aja. Laporan dan tugas yang bejibun sedang melambai-lambai kepadamu, termasuk yang bobotnya cuma 1 SKS

laporan dan tugas sudah menggunung, bung via aragani.com

Namanya juga mahasiswa, akrab banget sama yang namanya tugas dan laporan kuliah. Bahkan saking banyaknya laporan, kamu curi-curi waktu saat kuliah untuk menyelesaikan laporan. Tak jarang juga kamu sampai rela bolos kuliah demi laporan praktikum yang bobotnya cuma 1 SKS doang. Kalau bagi yang rajin nih, biiasanya bisa sampai begadang sampe jadi mata panda!

8. Kamu pun jadi mengenal bermacam-macam legenda: Malin Kundang, Sangkuriang… dan Minggu Tenang. Ya, Minggu Tenang udah ganti nama jadi “Pekan Menyusun Laporan Kuliah”!

Yang ada malah praktikum dan bikin laporan via fmscipb.blogspot.com

Namanya doang “minggu tenang”, padahal isinya malah dipenuhi oleh praktikum, laporan, responsi, tugas. dll. Oh Tuhaaaaaan! Udah lah ya, terima dan jalanin aja. Yang penting masih waras!

9. Kamu siap membantah jika orang bilang cuma mahasiswa malas yang belajar pakai sistem kebut semalam. SKS adalah konsekuensi alami dari tugas dan praktikum yang TER-LA-LU!

belajar pakai SKS via www.kaskus.co.id

Teorinya sih mengatakan kalau belajar dengan sistem kebut semalam itu kurang baik. Tapi karena banyak banget tugas dan praktikum, jadi belajarnya terpaksa saat pas mau ujian — harap maklumlah.

Meskipun begitu, SKS ini tetap dapat menjadi metode yang paling ampuh dan efektif untuk menghadapi ujian kok. Masih mending ‘kan belajar, daripada enggak sama sekali? Hehehe..

10. Sampai seperti matahari, kamu pun sampai di titik kulminasi. Kalimat-kalimat ini terlontar dari lubuk hatimu, tanpa bisa dicegah lagi:

Aku capek bang.. aku capek! via www.fk.unb.ac.id

“Aku capek! Kapan semua ini berakhir? Apakah aku bisa melewati semua ini? Tuhan, Selamatkan aku!”

Pasti ada masa-masa di mana kamu merasa capek dan jenuh luar biasa. Rasanya ingin hilang ditelan bumi dan tersedot lumpur hidup saja. Hanya ada satu kata, lelah. Tapi, tak ada pilihan lain selain menjalani dan menghadapinya dengan penuh ikhlas.

Untuk menenangkan hatimu, kamu pun mulai menjalaninya dengan santai tapi serius. Anggap saja ini adalah persiapan untuk meghadapi kejamnya dunia yang sesungguhnya.

Tapi di balik itu semua, kamu pun sadar bahwa masuk Fakultas Kehutanan adalah pilihan hidup yang pantas untuk kamu perjuangkan!

11.  Fakultas Kehutanan itu bukan tempatnya anak-anak manja dan mudah menyerah. Sering keluar-masuk hutan membuatmu tangguh dan sungguh lincah.

Kamu tangguh luar biasa via bagiankimiahasilhutan.blog.com

Sering bergerilya ke berbagai jenis hutan dengan berbagai macam medan akan melatihmu secara fisik maupun mental. Memang, terkadang kamu serasa mau menangis dan meraung-raung di tengah hutan gara-gara kelaparan, kehausan dan capek. Tapi sekali lagi, kamu harus kuat dan nggak boleh menggantungkan diri pada orang lain. Tak peduli kamu perempuan atau laki-laki, kamu harus berani dan tangguh!

12. Di dalam hutan, kamu justru banyak belajar tentang hakikatmu sebagai manusia sosial. Mana bisa kamu melupakan teman-teman yang selama ini kamu kenal?

Jiwa korsa tertanam di dalam dirimu via forestechugm.wordpress.com

Jiwa korsa itu mengajarkan rasa kesetiakawanan, rasa solidaritas, dan loyalitas yang tinggi. Jiwa korsa adalah semangat keakraban. Jiwa korsa adalah perasaan kesatuan, perasaan kekitaan, suatu kecintaan dalam kelompok atau organisasi.

Di Fakultas Kehutanan kamu selalu diajarkan untuk menjunjung tinggi jiwa korsamu. Kamu belajar untuk bisa menekan ego dalam dirimu. Saling membantu, senasib sepenanggungan, seiya sekata, dan kompak dengan teman-temanmu. Di dalam hutan, kamu justru belajar banyak tentang hakikatmu sebagaimana mestinya manusia sosial.

13. Di Fakultas Kehutanan kamu dilatih untuk bermental baja. Namun terhadap alam, kamulah yang justru paling penyayang.

Kamu tangguh tapi juga peduli alam via pontianak.tribunnews.com

Saat di lapangan dibutuhkan sikap disiplin tinggi, stamina, serta hati yang kuat pula. Sekalinya kakimu menginjakkan kaki di hutan, kamu harus siap untuk melangkah maju.

Di Kehutanan pun kamu semakin sadar bahwa alam adalah bagian terpenting dari kehidupanmu. Berinvasi ke dalam hutan membuatmu takjub dan menyadari bahwa manusia tak akan berdaya tanpa adanya hutan. Kamu akan merasa prihatin dan sedih bukan main ketika melihat berita mengenai pembalakan liar secara masif dan peningkatan angka kematian satwa di kebun binatang.

14. Seberapa banyakpun tugasmu, kamu bukan mahasiswa sains yang cupu. Matamu lebar terbuka pada masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik bangsa.

Kamu juga melek dengan isu-isu lainnya via www.sylvaindonesia.org

Kamu nggak cuma melek dengan isu-isu tentang degradasi lahan, penebangan liar, atau pencemaran lingkungan, tetapi kamu juga mengkaji kondisi sosial ekonomi sekitar hutan, kelembagaan pengelola taman nasional, manajemen dalam produksi kayu,           kewirausahaan, politik kehutanan, dan masih banyak lagi.

Walau kamu belajar tentang alam dan hutan, bukan berarti kamu tak punya pengetahuan tentang hal-hal lain di luar itu. Kamu tetap peka terhadap hal-hal baru yang terjadi di sekitarmu.

15. Nama fakultasmu memang kalah tenar dibandingkan fakultas-fakultas lain. Namun salah besar jika ada yang bilang kamu tak penting.

Segenap alam raya membutuhkanmu! via www.ifsalcugm.com

Gak usah minder atau ragu-ragu dengan fakultasmu yang anti-mainstream ini. Fakultas ini ada karena bangsa membutuhkanmu, Anak Muda. Percayalah, segenap alam raya serta rakyat Indonesia selalu menunggu aksimu menuju ke arah perbaikan!

16. Walau perjalananmu sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan berliku, selalu teriakkan dengan lantang: “ Saya prajurit kehutanan yang siap menghadapi tantangan zaman!”

Para prajurit kehutanan! via www.youtube.com

Jangan ragu dan patah semangat, apalagi terbesit pikiran kalau kamu salah jurusan. Tetaplah berjuang dengan pilihanmu bersama teman-teman dan kampusmu. Tanpa kehadiran kalian, hutan akan semakin terbengkalai dan musnah dari muka bumi ini. Semangat kawan!

Itulah suka duka yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan. Tetaplah semangat menjalani semuanya dan nikmati hidup di dalamnya. Percayalah, tak ada yang sia-sia. Sekalipun ada yang “tersesat” di sini, ilmu yang kamu dapat bermanfaat bagi bangsa dan lingkungan tanah air Indonesia. Welcome to the jungle , guys! 🙂