Berkesempatan belajar di luar negeri memang merupakan pengalaman yang baru dan sangat berharga. Apalagi menjadi student exchange, dengan waktu yang tidak begitu lama kita diberikan kesempatan untuk belajar di luar negeri selama satu atau dua semester lamanya.

Menjadi student exchange memang susah-susah seru. Kita dihadapkan dengan budaya baru, orang-orang berbeda, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak hanya itu, kita juga harus beradaptasi dengan sistem belajar di negeri tersebut agar kelak ketika kembali ke Tanah Air, ilmu yang kita dapatkan dari negeri seberang dapat kita manfaatkan di kemudian hari.

Namun, kuliah di luar negeri tentu ada banyak tantangan baru yang harus dihadapi, mulai dari suka maupun dukanya. Memang apa saja sih hal-hal ‘seru’  yang hanya dialami dan dirasakan oleh mahasiswa ketika ber-student exchange? Simak aja langsung yuk!

1. Internet bagaikan udara bagimu. Tanpa internet di genggaman, kamu bisa mati gaya seketika.

Internet smartphone untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Nggak ada internet bisa mati gaya! via thehivelacrosse.com

Internet pada smartphone atau laptop merupakan hal yang paling penting ketika menjadi student exchange. Tidak hanya bermanfaat dalam membantu mencari referensi buat tugas, namun tentunya juga dalam berkomunikasi.

Advertisement

Berkomunikasi dengan keluarga dirumah sekarang lebih mudah dengan internet. Jika dulu berada di luar negeri kita terkendala mahalnya tarif komunikasi dengan keluarga di rumah, kini dengan jaringan internet kita bisa berkomunikasi dengan keluarga dengan mudah menggunakan video maupun voice call.

Selain itu internet juga bermanfaat ketika ia memiliki fitur penerjemah. Hidup di negara lain memang memaksa kita untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris, atau bahasa lokal. Kalau bingung nyari kata dalam bahasa tersebut, tinggal buka aplikasi penerjemah deh. Makanya ketika tidak ada WiFi atau paket data habis, dijamin mati gaya!

2. Tinggal di negeri orang memaksamu harus mengerti bahasa setempat. Otomatis kamu dapat les gratis belajar bahasa lokal deh!

Itung-itung les bahasa asing gratis

Itung-itung les bahasa asing gratis via www.myiay.com

Ketika berada di negeri lain, kita diharuskan untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa lokal dengan baik atau minimal berbahasa Inggris. Tujuannya jelas, agar kita bisa belajar dengan baik ketika di kampus dan berkomunikasi dengan penduduk sekitar. Maka dari itu, mahasiswa yang belajar di luar negeri akan mendapatkan les bahasa asing gratis karena mau nggak mau kita harus mengerti bahasa tersebut.

Apalagi kalau kalian yang berkesempatan belajar ke negeri yang menggunakan bahasa lokal seperti Jepang, Korea, atau Cina. Meskipun ketika berangkat cuma bisa bahasa Inggris, balik-balik pasti udah bisa dua bahasa.

3. Cobaan pertamamu saat menginjakkan kaki di negeri orang adalah jet lag dan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang Indonesia yang datang bertubi-tubi.

Jet lag oh jet lag

Jet lag oh jet lag via darwindeez.com

Semua yang ke luar negeri pasti jet-lag, biasanya mengenai waktu. Masalah ini juga sangat biasa dialami oleh exchange student. Terutama mengenai menyesuaikan waktu sholat untuk yang muslim.

Selain itu, exchange student biasanya juga sering dihadapi dengan pertanyaan-pertanyaan konyol dari teman asing mengenai Indonesia. Misalnya saja:

“Indonesia itu mananya Bali?”

“Surabaya itu dekat ngga sama Aceh?”

Dan masih banyak lagi. Jadi exchange student harus banyak menahan tawa dan sabar dalam memberikan penjelasan atas rasa ingin tahu mereka.

4. Momen pelik adalah ketika kamu punya teman yang belum mahir berbahasa Inggris. Mau tak mau kamu harus ngobrol menggunakan bahasa tubuh dengannya.

Kadang harus pake bahasa isyarat

Kadang harus pake bahasa isyarat via www.student.ubc.ca

Hal ini memang dialami oleh banyak orang yang berada di luar negeri. Namun terasa lebih pelik ketika menjadi student exchange, dimana kalau misalnya saja teman seasrama tidak mahir berbahasa Inggris.

Ketemunya tiap hari, tapi mau ngobrol bingung — duh, awkward moment banget!  Daripada diem-dieman kaya orang marah-marahan, kita ngobrol dengan orang-orang tersebut dengan cara apapun. Entah bahasa isyarat, atau mengandalkan aplikasi penerjemah. Ya, yang penting saling paham aja deh…

5. Rindu masakan tanah air itu rasanya seperti rindu dengan pacar yang LDR. Mulai dari rupa, aroma, hingga rasa semuanya ngangenin! 😀

Tempe penyet begini nih yang bikin kangen!

Tempe penyet begini nih yang bikin kangen! via en.wikipedia.org

Hidup di negara lain tentunya kita akan banyak makan makanan negeri tersebut. Tidak jarang pula kalian di awal-awal waktu belajar sering jalan-jalan dan melakukan wisata kuliner masakan lokal. Icip-icip sana-sini. Tapi lama kelamaan kangen juga dengan masakan Indonesia.

Jadi ketika bertemu dengan masakan Indonesia di negeri tersebut pastilah diserbu untuk melepas rindu, meskipun itu sekedar nasi putih dengan tempe penyet atau bakso. Berapapun harganya pasti ditebas aja asal bisa kangen-kangenan dengan masakan Indonesia.

6. Seperti pegawai kantor yang selalu bahagia di tanggal 25, para student exchange juga bahagia tiada tara saat mendengar kabar, “kiriman sudah masuk!”.

Kiriman sudah masuk! Yeay...

Kiriman sudah masuk! Yeay… via vle.newbury-college.ac.uk

Beruntunglah kamu yang dapat kesempatan belajar di luar negeri dengan beasiswa yang full-covered sekalian dengan biaya hidup (meskipun tidak banyak). Kiriman dari orang tua tentunya menjadi pasokan finansial utama, tetapi kadang itupun harus ekstra pengiritan.

Ketika menjadi exchange student, tidak mudah mencari kerja part-time seperti di tanah air. Keadaan finansial di rumah pun pasti naik-turun. Maka dari itu exchange student harus pintar-pintar mengatur finansial dari kiriman orang tua. Kalau kreatif bisa memberikan jasa-jasa tertentu pada teman untuk menambah pemasukan.

Oh iya, tidak hanya di tanah air, exchange student pun akrab dengan mie instan kok untuk menghemat biaya hidup.

“Sejauh apapun kamu menuntut ilmu, makannya tetep mie instan!”

*kecup mesra penemu mie instan

7. Nggak cuma rajin ngecek jumlah duit di dompet, anak student exchange juga rajin banget ngecekin kurs rupiah!

Ngecek kurs rupiah

Ngecek kurs rupiah via www.duajurai.com

Masih berhubungan dengan finansial, exchange student pasti paling update dengan persoalan kurs rupiah. Karena di banyak negara, nilai rupiah bisa sangat mahal, dan tentunya berdampak pada biaya hidup. Maka dari itulah, seorang exchange student bisa lebih update dalam urusan kurs Rupiah melebihi bank maupun bursa efek! :p

8. Bertemu dengan orang sesama Indonesia itu rasanya seperti bertemu dengan keluarga dan sahabat yang lama tak jumpa — bahagianya tak terhingga!

Seperti bertemu keluarga sendiri.

Seperti bertemu keluarga sendiri. via ppileipzig.wordpress.com

Di berbagai negara pasti ada Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Nah, disitu kamu akan bertemu dengan pelajar lain dari Indonesia yang tentunya keren-keren dan kece-kece dengan segudang prestasi. Momen tersebut bisa dimanfaatkan dengan saling bertukar informasi dan ngobrol dengan bahasa Indonesia tentunya.

Keharusan berbahasa asing tiap hari kadang juga bikin capek hati lidah, jadi momen tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya biar nggak gagap ngomong bahasa Indonesia. Lebih bahagia lagi kalau bertemu dengan yang se-daerah asal, jadi bisa ngobrol dengan bahasa daerah. Rasanya udah seperti ketemu keluarga sendiri. Bahagia itu sederhana pokoknya! 🙂

9. Ngurus hidup sendiri aja kadang ribet, tapi kamu masih harus ngurusin perpanjangan visamu yang juga gak kalah ribet!

Ribetnya perpanjangan visa

Ribetnya perpanjangan visa via market.onlineoops.com

Membuat atau memperpanjang visa pelajar untuk negara manapun tentunya ribet. Dengan berbagai syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi, exchange student harus jumpalitan menghadapi ribetnya urusan visa. Karena visa adalah identitas resmi ketika hidup di negeri orang, kalau lalai sedikit bisa-bisa kamu dikirim pulang ke negeri sendiri lewat paket kilat, hehehe…

10. Kamu akan terkesan dengan sistem belajar di kampus barumu itu. Kamu merasakan pengalaman belajar yang berbeda dari yang biasanya.

Mengikuti sistem belajar yang baru

Mengikuti sistem belajar yang baru via ezramagazine.cornell.edu

Diterangkan dengan dosen asing belajar dengan teman-teman asing merupakan sensasi yang berbeda. Selain itu kita juga dihadapkan dengan literatur-literatur berbahasa asing pula. Di dalam kelas kalian dituntut untuk lebih aktif dan tidak jarang juga harus bekerja kelompok dengan teman-teman asing.

Di banyak negara sudah pasti memiliki model pembelajaran yang berbeda dengan perkuliahan di Indonesia. Kamu bisa merasakan sensasi keseruan belajar yang berbeda dengan saat belajar di Indonesia. Dan ini tentu bisa kamu contoh dan terapkan pada dirimu sendiri. Selain itu, di negara-negara tersebut kita bisa menemukan banyak literatur penting yang tidak ada di kampus-kampus Indonesia. Literatur-literatur tersebut bagai harta karun yang tak ternilai bagi seorang mahasiswa.

Tentu saja ini nggak hanya dapat dimanfaatkan ketika berkuliah di negeri tersebut saja, namun juga untuk bahan belajar di kampus asal. Pengalaman belajar yang berbeda ini sudah pasti akan membuka wawasanmu lebih lebar lagi tentang dunia pendidikan.

11. Yang paling mengasyikkan dari perjalanan studimu di luar negeri ini adalah, kamu bisa punya teman-teman baru yang berasal dari berbagai negara!

Kamu punya banyak teman baru dari berbagai  negara

Kamu punya banyak teman baru dari berbagai negara via projectingindonesia.com

Kamu mungkin berangkat bareng teman dan juga akan bertemu dengan orang yang sama-sama berasal dari Indonesia. Namun tidak ada yang lebih mengasyikkan dari berteman dengan warga lokal.

Menjalin pertemanan dengan warga lokal, kita bisa belajar budaya lokal yang ada di negeri tersebut. Selain sekadar jadi teman, mereka juga bisa jadi guide pribadimu selama hidup di negerinya. Mereka juga bisa merekomendasikan banyak hal dari mulai urusan kuliah dan jalan-jalan. Se

Ketika pulang kembali ke Indonesia, teman lokal dan teman asingmu tersebut adalah link yang kamu punya di negara-negara luar yang kelak akan banyak bermanfaat buatmu. Rugi rasanya kalau udah jauh-jauh ikut student exchange tapi gak bisa dapat teman-teman yang baru!

12. Selain belajar, ikut student exchange adalah kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas buatmu. Time to travel the world! 

Time to travel the world!

Time to travel the world! via atdikbudlondon.com

Waktu yang dimiliki exchange student memang tidak banyak, namun bukan berarti tidak bisa jalan-jalan. Namanya juga mahasiswa, harus bisa dan harus tahu bagaimana cara memanfaatkan berbegai kesempatan dalam kesempitan. Sesibuk dan sepadat apapun jadwal kuliah, pokoknya gak ada toleransi untuk nggak jalan-jalan menikmati pengalaman baru ini. Time to travel the world, deh!

Menjelajah tempat wisata khas negara tersebut hukumnya wajib, karena tentunya akan menjadi kenangan tersendiri. Selain itu, jika kita berkesempatan untuk berkunjung dan jalan-jalan ke negara lain yang berdekatan dengan negara yang kita tinggali. Misalnya saja exchange ke Eropa, kita punya kesempatan yang luas untuk menjelajah ke negara-negara tetangga!

13. Setibanya kembali di Indonesia, kamu harus berurusan dengan transfer credit mata kuliah. Dan kamu pun akan kuliah bareng adik angkatan.

Ribet urus transfer kredit mata kuliah

Ribet urus transfer kredit mata kuliah via www.universityquality.ac.id

Ketika balik ke kampus negeri asal, beberapa mahasiswa melakukan transfer mata kuliah yang sudah terambil di negeri lain dengan mata kuliah yang belum terambil di kampus asal. Terkadang proses ini juga cukup ribet karena harus benar-benar menimbang apakah yang mata kuliah yang kita ambil di kampus luar sama dengan kampus asal.

Namun mata kuliah yang tidak dapat di transfer bukan berarti tidak berguna, karena transkrip yang kita dapatkan di kampus luar negeri juga akan sangat bermanfaat nantinya ketika lulus. Selain itu, kita juga diharuskan untuk mengambil mata kuliah wajib yang belum terambil pada semester yang kita tinggalkan. Kau sudah begini, pastinya kita akan banyak mengambil kelas dengan adik angkatan. Nggak masalah, siaa tahu dapat jodoh bisa nambah teman lagi ‘kan? :p

Itulah tadi lika-liku hidup menjadi exchange student. Meskipun tidak memiliki waktu yang banyak untuk tinggal di luar negeri, dan harus meninggalkan satu atau dua semester di kampus asal, namun menjadi exchange student adalah pengalaman baru yang akan sangat berharga dan bermanfaat!

Menjadi exchange student juga harus bisa menjadi kontributor perubahan ketika kembali ke kampus asal kelak. Karena apa yang kita dapatkan di negeri seberang, harus kita salurkan dan manfaatkan sebaik-baiknya di negeri asal. Kalau ada kesempatan untuk ikut student exchange, jangan ragu lagi untuk ikutan. Dijamin nggak nyesel! 😀