Pernahkah kamu memiliki ide, target, atau cita-cita yang menurutmu brilian? Entah itu ide kreatif untuk memulai usaha, judul skripsi yang menarik, gagasan sosial yang bermanfaat untuk banyak orang, atau lainnya. Namun, di waktu yang bersamaan, tiba-tiba muncul pikiran negatif dari dalam dirimu sendiri.

Kamu merasa tidak percaya diri dengan ide dan gagasanmu, kamu menjadi minder karena merasa tidak cukup pintar. Lalu kamu mulai membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain, kamu kemudian merasa tidak lebih pintar, dan mumpuni dari mereka. Kamu pun menunda untuk melakukannya karena merasa belum siap. Sampai akhirnya gagasanmu menguap dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Tahukah kamu bahwa caramu berpikirlah sebenarnya musuh utamamu. Sejak awal, kamu sudah tidak yakin dengan kemampuanmu sendiri. Meragukan diri senditi itu rasanya tidak nyaman bukan? Tapi tenanglah, cara berpikir seperti ini masih dapat diubah kok. Agar kamu selalu punya kekuatan untuk percaya terhadap dirimu sendiri, cobalah untuk melakukan langkah-langkah berikut ini!

“Musuh dari semua kreativitas adalah keraguan pada kemampuan diri sendiri”

 –Sylvia Plath

1. Berhentilah membanding-bandingkan kemampuanmu dengan orang lain. Setiap orang punya kemampuan dan pencapaian yang berbeda-beda yang tidak untuk dibanding-bandingkan

Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain via www.apa.org

Advertisement

Ketika kamu mulai membanding-bandingkan kemampuanmu dengan kemampuan orang lain, kamu pasti akan merasa rendah diri. Ingatlah bahwa pencapaian orang lain bukanlah ukuran untuk menilai pencapaianmu. Salah besar ketika kamu berpikiran bahwa sukses adalah ketika pencapaianmu lebih baik, lebih besar, atau lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian orang lain.

Pada dasarnya, masing-masing dari kita telah didesain unik oleh Tuhan, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini memungkinkan setiap orang memiliki caranya yang unik dalam mengeksekusi gagasan yang muncul dikepalanya, ataupun menghadapi setiap tantangan yang muncul dalam hidupnya.

Oleh karena itu, berhentilah membanding-bandingkan kemampuanmu dengan kemampuan orang lain. Kamu harus menemukan motivasimu sendiri dan cara-cara yang sesuai dengan karaktermu dalam menyelesaikan sesuatu. Dengan begitu, meski yang kamu lakukan terlihat berbeda dari yang biasa dilakukan oranglain, kamu akan merasa percaya diri dan tidak akan merasa rendah hati.

2. Ekseskusi sesegera mungkin ide dan gagasan brilianmu agar kamu tak punya banyak waktu lagi untuk meremehkan diri sendiri!

Ketika kamu memiliki gagasan yang menurutmu brilian, atau target di dalam kepalamu, eksekusilah sesegera mungkin. Dengan begitu kamu tidak akan punya waktu untuk membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain yang akan membuatmu minder. Sebelum memulai eksekusi ide dan gagasanmu, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:

Mulailah dengan menetapkan motivasimu sendiri

Temukan motivasimu sendiri via www.skillsyouneed.com

Menetapkan sebuah motivasi dalam setiap tindakan itu penting, karena motivasi adalah niat awal yang kamu yakini dan akan membawamu sampai pada tujuanmu. Pastikan motivasi tersebut berasal dari dirimu sendiri dan bernilai positif untuk dirimu sendiri maupun orang lain.

Lakukanlah analisis SWOT, agar kamu bisa mengetahui langkah awalmu

Buat analisis SWOT via www.mindtools.com

Analisis ini bertujuan untuk menjajaki seberapa besar kekuatanmu (Strength), dan kelemahanmu (Weakness), serta menganalisis peluang (Opportunity), dan ancaman (Thread) apa saja yang mungkin muncul disepanjang perjuanganmu. Kamu dapat melakukan riset terlebih dahulu terhadap dunia yang akan kamu jejaki. Dari hasil analisisi ini, kamu bisa mengetahui langkah awal apa yang sebaiknya kamu ambil.

Buatlah langkah-langkah kecil dan mulailah dari yang kamu anggap mudah

Mulai dari langkah-langkah kecil via www.personal-development-planet.com

Tetapkanlah langkah-langkah yang harus kamu ambil. Jika kamu merasa langkah-langkah yang kamu tetapkan terlalu melebar, bagilah menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan sesuai dengan kemampuanmu. Hal ini dapat menjaga langkahmu tetap masuk akal dan mudah untuk direalisasikan.

Membagi langkahmu menjadi langkah-langkah kecil akan menjaga keyakinan bahwa kamu bisa dengan mudah melakukannya, sehingga semangatmu untuk mewujudkan ide, atau target tersebut tetap terjaga.

3. Jangan mencemaskan apa yang orang lain pikirkan tentangmu. Tapi cemaslah jika kamu mulai kehilangan semangat dan berhenti melangkah

Jangan cemas dengan apa yang orang pikirkan via www.bullyingstatistics.org

Jangan terlalu mencemaskan pendapat orang lain tentangmu. Kesampingkan pendapat mereka tentang apa yang bisa dan tidak bisa kamu lakukan. Karena ketika kamu memilih untuk mendengar pendapat orang lain, kemungkinan besar kamu akan merasa cemas, takut, dan meragukan kemampuanmu sendiri.

Tentu ini bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri lgi, dan akan membuatmu berhenti melangkah. Parahnya, kamu malah urung untuk melakukannya lagi.

4. Jangan malu untuk meminta bantuan. Meminta bantuan menunjukkan bahwa kamu mau belajar tentang hal-hal baru yang belum pernah kamu ketahui

Jangan ragu meminta bantuan kepada teman via thecains.wordpress.com

Adalah hal yang keliru ketika kamu berpikiran bahwa semua gagasanmu itu harus dieksekusi sendiri. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang menunjang langkahmu, dan ikutilah diskusi-diskusi yang akan membuka wawasanmu.

Tak usah malu untuk mengakui bahwa kamu memang belum bisa pada suatu hal tertentu. Dengan mengakui, dan menerima ketidakmampuanmu justru akan membuatmu lebih mudah untuk belajar sesuatu hal yang baru.

Berkonsultasilah kepada orang-orang yang kamu anggap lebih mumpuni dibidang tersebut, mereka pasti akan dengan senang hati membagi ilmu, dan pengalamannya padamu. Pelajarilah ilmu yang kamu dapat, sesuaikanlah dengan karaktermu, dan kemudian lakukanlah dengan caramu. Kamu juga bisa meminta bantuan teman-teman baikmu, mereka pasti akan mendukungmu dan dengan senang hati membantu.

5. Bila di tengah jalan bertemu dengan kegagalan, jangan takut! Jadikanlah kegagalanmu sebagai guru dan teman perjuangan

Rangkullah kegagalanmu, seperti yang dilakukan oleh Thimas A. Edison via luxfon.com

“Kebanyakan kegagalan dalam hidup adalah ketika orang-orang tidak menyadari betapa mereka sangat dekat dengan sukses ketika mereka memilih untuk menyerah.”

-Thomas A. Edison

Ketika tersandung kegagalan, jangan menyerah. Ingatkah kamu dengan kisah Thomas A. Edison? Berhasil menerangi dunia dengan lampu pijarnya setelah ratusan kali gagal!

Beliau menjadikan kegagalan sebagai teman perjuangannya. Sama seperti Om Edison, rangkullah kegagalan yang kamu temui. Belajarlah dari setiap kesalahan yang membuatmu gagal berkali-kali. Yakinlah bahwa kegagalan-kegagalan tersebut akan semakin mendekatkanmu pada tujuanmu. Dengan begitu kamu akan terbiasa menghadapi kegagalan, dan langkahmu menjadi lebih mudah.

6. Saat kamu merasa ingin menyerah, ingat kembali alasanmu untuk memulai. Berjanjilah pada diri sendiri untuk menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai

Ingat kembali motivasi awalmu via www.mensjournal.com

Saat kamu merasa stuck, dan ingin menyerah. Tariklah nafas yang panjang dan ingat kembali motivasi terbesarmu memulai semuanya. Bayangkan senyum puasmu ketika berhasil menyelesaikannya. Ingat lagi bagaimana orang lain bisa turut merasakan manfaatnya ketika kamu berhasil melakukannya.

Ketika kamu merasa tidak bisa menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Tulislah kalimat yang dapat menyemangatimu. Kemudian jadikanlah wallpaper di laptopmu, tempelkan pada cermin, atau dimana saja sehingga kamu akan sering membacanya. Carilah seribu satu cara yang bisa membantumu untuk terus yakin dan berjuang.

Selain itu, kamu juga bisa merekam suaramu, membuat video sederhana, atau sekedar menulis surat untuk dirimu sendiri yang berisikan alasan kenapa kamu tidak boleh berhenti berusaha, ingatkan lagi apa saja yang sudah berhasil kamu capai sejauh ini. Yakinkanlah dirimu sendiri bahwa kamu bisa melanjutkan perjuangan ini. Anggap saja itu adalah cara positifmu untuk memerangi sisi negatif dari dirimu sendiri dan mengembalikan daya juangmu.

7. Tuliskan pencapaian yang sudah kamu capai hari ini. Selalu ada hal yang patut untuk kamu syukuri setiap harinya

Tulis setiap pencapaian yang kamu capai setiap harinya via www.annabellzattic.com

Ambillah buku catatan, atau buka aplikasi note pada smartphone-mu. Kemudian tuliskan apa saja yang berhasil kamu kerjakan hari ini, tersenyumlah, dan beri apresiasi atas keberhasilanmu itu! Hal tersebut dapat mengikis keraguan terhadap kemampuanmu sendiri.

Dengan bersyukur atas apa yang telah kamu miliki, dibanding memikirkan apa yang belum, dapat membuat pikiranmu lebih tenang, dan optimis. Ketika pikiranmu optimis, kamu tidak akan ragu untuk melangkah, dan kinerjamu pun akan menjadi lebih baik.

8. Kepercayaan diri adalah buah dari upayamu untuk mencintai dirimu sendiri. Mencintai diri sendiri tanpa syarat adalah sumber kekuatan diri yang sesungguhnya

Jangan lupa untuk mencintai dirimu sendiri via www.smiles.ie

Keraguan atas kemampuanmu sendiri bisa jadi muncul sebagai bentuk protes dari dalam dirimu sendiri. Saat kamu merasa tidak dicintai, dan tidak diperhatikan — terutama oleh dirimu sendiri, maka munculah keraguan itu. Selama ini mungkin kamu belum mengenali seperti apa karaktermu dan sibuk melihat kepada orang lain.

Berikan perhatian pada dirimu sendiri setiap hari. Konsumsilah makanan yang sehat dan kaya serat. Perhatikan pola tidurmu. Berolahragalah demi kesehatan tubuhmu. Tunaikan ibadahmu untuk ketenangan jiwamu. Tidak apa-apa berhenti sejenak dari rutinitasmu, berikanlah kado kecil untuk dirimu sendiri berupa liburan yang menyenangkan diakhir minggu untuk menyegarkan kembali pikiranmu.

Dengan lebih memperhatikan dirimu sendiri dan menerapkan pola hidup yang baik dapat membantumu menghilangkan pikiran-pikiran negatif dari dalam dirimu, lho! Ingatlah selalu, kepercayaan diri akan tumbuh dengan sendirinya jika kamu sudah selelsai menunaikan kewajibanmu untuk mencintai dirimu sendiri!

Pada dasarnya keraguan terhadap diri sendiri muncul karena kita belum mampu mengelola anggapan negatif baik dari dalam diri kita sendiri, maupun dari lingkungan kita. Ketika kamu terlalu fokus pada hambatan, dan kekurangan, kamu tidak akan mampu melihat kelebihan, dan kesempatan yang ada pada dirimu.

Selama ini kamu mungkin  terlalu lama melihat kepada orang lain, dibandingkan melihat kedalam dirimu sendiri. Kamu terlalu mendengarkan sisi negatifmu, dibandingkan sisi positifmu.

“Semua orang mampu melakukan apapun yang mereka impikan, kapanpun sepanjang hidupnya.”

-Paulo Coelho

Maka dari itu, mulai sekarang berbanggalah menjadi dirimu sendiri dengan semua kekurangan serta kelebihanmu. Cita-cita yang kamu gantungkan setinggi langit, mimpi-mimpi besar yang kamu tetapkan, serta ide-ide brilian yang selama ini tersimpan dalam buku catatan, semuanya mungkin untuk kamu wujudkan!

Selama kamu percaya bahwa kamu mampu, kamu akan mampu. Saat kamu menginginkan sesuatu, dan percaya bahwa kamu bisa mewujudkannya, tanpa kamu sadari dunia ini akan berkonspirasi membantumu untuk mewujudkannya. Jika kamu percaya, kamu akan selalu menemukan jalan untuk menuju kesana.