Bagi umat Muslim di seluruh dunia, menunaikan rukun Islam kelima ini merupakan sebuah penyempurnaan ibadah. Sebuah kehormatan yang sangat baik jika umat Muslim mampu dan bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Namun bukan hanya harus menyiapkan finansial yang cukup, seringnya haji terkendala oleh berbagai regulasi berkenaan dengan aturan kenegaraan dengan berbagai syaratnya.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, jelas jemaah yang ingin menunaikan haji di Indonesia juga bisa dibilang tertinggi di dunia. Meski memiliki kuota haji terbanyak jika dibandingkan negara-negara lain, realitanya jemaah Indonesia masih harus mengantri panjang. Seperti kita ketahui bersama, bukan cuma setahun dua tahun saja, tetapi sampai belasan tahun. Bahkan di beberapa daerah mencapai puluhan tahun. Kalau di Indonesia antrian haji sudah sepanjang ini, sampai-sampai bayi yang baru lahir saja sudah didaftarkan haji, jadi penasaran aja sih, gimana ya antrian dan kuota di negara-negara lain? Yang juga penasaran, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Indonesia diberikan kuota 168.000 jemaah setiap tahunnya, tahun ini pun ada penambahan menjadi 221.000 jemaah karena renovasi Masjidil Haram telah rampung. Namun rata-rata waktu pendaftaran hingga keberangkatan sekitar 17 tahun

Seluruh keberangkatan haji di Indonesia diatur oleh pemerintah via www.hipwee.com

2. Pakistan memiliki kuota haji terbanyak kedua dengan 143.368 jemaah setiap tahun. Tidak ada antrian panjang, jemaah yang menunggu keberangkatan berjumlah sekitar 17.000 dan diberangkatkan tahun berikutnya

Waiting list di Pakistan tidak sebanyak di Indonesia via www.hipwee.com

3. India adalah negara terbanyak ketiga dengan kuota 136.000 jemaah. Tahun ini dapat tambahan kuota hingga bisa memberangkatkan 170.025 jemaah. Waktu tunggu rata-rata 4 tahun sejak pendaftaran hingga keberangkatan

Dengan kuota ini pun India merasa masih belum cukup menampung calon jemaah haji via www.hipwee.com

4. Selanjutnya adalah Bangladesh yang memberangkatkan 101.758 jemaah. Beberapa jemaah yang tidak bisa berangkat tahun ini menunggu penerbitan waiting list dari pemerintah

Advertisement

Beberapa jemaah Banglasesh pun harus menunggu penerbitan waiting list dari pemerintah via www.hipwee.com

5. Terbanyak di Afrika adalah Nigeria dengan kuota 76.000 jemaah, bahkan dengan kuota sedikit ini jumlah peminatnya hanya sekitar 51.000 jemaah

Kuota di Nigeria tidak selalu penuh, namun kuota ini sulit untuk ditransfer ke negara lain via www.hipwee.com

6. Lalu Mesir berada di urutan ke-6 dengan 63.000 jemaah yang bisa diberangkatkan haji setiap tahunnya

Mesir termasuk negara Muslim yang sangat dekat dengan Saudi Arabia via www.hipwee.com

7. Tidak terpaut jauh dengan Mesir, Iran memiliki kuota 61.000 jemaah setiap tahunnya. Namun rata-rata jemaah juga harus menunggu 15-20 tahun untuk berangkat

Di Iran, antrian jemaah haji juga sampai berpuluh-puluh tahun via www.hipwee.com

8. Turki adalah negara selanjutnya dengan kuota 60.000 jemaah. Turki merupakan negara di Eropa yang memiliki kuota haji terbanyak

Jumlah ini adalah yang terbanyak di Eropa via www.hipwee.com

9. Kembali ke negara di Afrika, Aljazair adalah negara selanjutnya dengan kuota 40.000 jemaah

Algeria menempati negara ke-9 dengan kuota haji terbanyak via www.hipwee.com

10. Di peringkat ke-10 adalah Maroko dengan kuota 32.300 jemaah. Meskipun mayoritas masyarakat beragama Muslim, namun jumlah penduduk Maroko tergolong sedikit

Penduduk di Maroko 98% Muslim, namun jumlah ini masih kalah dengan jumah Muslim negara lain via www.hipwee.com

Sebagaimana dilansir dari Ilmfeed, kuota di atas merupakan kuota yang ditentukan pemerintah Arab Saudi untuk negara-negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak. Angka tersebut merupakan pertimbangan dengan perbandingan 1:1000 penduduk Muslim di negara tersebut. Sedangkan antrian jemaah haji setiap negara berbeda-beda, tergantung peminat haji di masing-masing negara.

Indonesia memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia sekaligus memiliki peminat haji yang sangat banyak sehingga bisa menunggu hingga puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Sampai saat ini pemerintah kita belum menemukan solusi yang tepat agar seluruh peminat haji di Indonesia dapat terakomodasi supaya bisa menunaikan rukun Islam kelima ini tanpa harus menunggu terlalu lama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya