Momen kelahiran merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua ibu di seluruh dunia. Namun dalam perjuangannya melahirkan, seorang wanita harus berjuang mati-matian demi jabang bayi. Seperti momen bahagia yang baru-baru ini dirasakan oleh Acha Septriasa dan pasangannya Vicky. Perjuangan melahirkan sang anak bukanlah perjuangan yang mudah bagi Acha, bahkan ia harus merasakan kontraksi selama 28 jam lho, Guys! Setelah berhasil melahirkan putri sulungnya, Acha pun langsung meminta maaf pada ibunya karena sekarang paham bagaimana sakitnya melahirkan.

Pengalaman menakjubkan ini memang kodratnya punya cewek, tapi cowok sekarang juga ternyata bisa lho ‘merasakannya’ dengan bantuan teknologi–kalau mau. Meski jelas cowok tidak bisa hamil atau melahirkan beneran, ternyata udah banyak alat-alat seperti simulator rasa sakit saat melahirkan yang bisa dicoba oleh siapapun. Tujuannya? Ya mungkin penemunya ingin orang-orang yang tidak bisa hamil (cowok) juga bisa merasakan rasa sakit hakiki yang selama ini hanya dirasakan kaum hawa. Kebanyakan cowok yang sudah mencoba simulator ini bahkan mengaku makin menghargai cewek dan ibunya sendiri. Mau tahu alat-nya kayak apa aja, yuk bahas bareng Hipwee News & Feature!

Kehamilan adalah anugerah yang tak terkira, tapi dibalik momen spesial yang berlangsung selama ± 9 bulan itu jelas tidak semuanya menyenangkan. Nah sekarang suami-mu bisa mencoba sebagai solidaritas

Ya mungkin nggak 9 bulan juga sih via www.hipwee.com

Saat ini pregnant belly simulator yang berbentuk seperti tas dengan bentuk menyerupai bagian depan wanita hamil sudah bebas diperjualbelikan di pasaran. Tujuan dari pembuatan alat ini nggak lain biar suami-suami atau cowok yang penasaran dengan bagaimana rasanya mengandung seorang anak. Alat pensimulasi kehamilan ini dirancang semirip mungkin dengan perut wanita yang tengah mengandung lengkap dengan payudara palsu. Perut berisi air hangat dengan bobot seberat rata-rata bayi saat di kandungan ini juga bisa memberikan efek seperti bayi menendang.

Di Yayasan khusus ibu dan anak Birthways bahkan ada yang meminjamkan alat ini secara gratis. Tidak jarang orang yang sudah mencoba mengenakan simulasi kehamilan ini dan memilih menyerah setelah seharian mengenakannya karena merasa tidak nyaman dan berat. Wah padahal kebanyakan yang mencoba adalah cowok-cowok yang harusnya lebih kuat, lho. Setelah simulasi kehamilannya di lepas pun beberapa memiliki bekas di perutnya seperti bercak merah akibat menahan beban berat di perut. Hmmm… bayangkan seorang ibu yang harus begitu selama 9 bulan lamanya.

Simulator melahirkan bikin kamu merasakan sakitnya kontraksi. Sekelompok Youtuber ini sudah mencoba dan nggak ada satu pun yang kuat, lihat deh videonya

Advertisement

Labor Pain Simulator adalah alat yang bisa membuat orang merasakan kontraksi saat melahirkan. Dengan menggunakan tenaga listrik yang disalurkan ke elektroda, elektroda itu pun disematkan ke bagian-bagian tertentu di tubuh, termasuk punggung dan pangkal paha. Elektroda ini fungsinya untuk memberikan simulasi rasa sakit di otot-otot dan syaraf. Tapi tenang aja, simulasi ini nggak berbahaya kok. Kita hanya akan diajak merasakan bagaimana rasa sakit jelang melahirkan.

Grup Youtuber bernama The Try Guys mencoba alat ini untuk mengetes seberapa jauh mereka dapat bertahan. Pada awalnya mereka hanya merintih, tapi lama kelamaan mereka berteriak-teriak layaknya seorang ibu yang hendak melahirkan. Tak ada satu pun yang kemudian bertahan dan semua memilih menyerah. Mereka mengatakan bahwa rasa sakit itu sungguh luar biasa. Bahkan salah seorang personil The Try Guys langsung teringat istrinya sendiri dan berjanji akan menemani prosesnya melahirkan. Di episode web series selanjutnya, mereka pun menghubungi ibu masing-masing, menyampaikan terimakasih karena sudah mengandung dan melahirkan mereka.

Nggak kalah repotnya saat ibu menyusui, kini cowok-cowok juga bisa merasakannya meskipun nggak berasa sakitnya

Sampai dibantuin ibu-ibu lainnya tuh karena kerepotan via www.laerdal.com

Repotnya menyusui juga bisa dirasakan oleh cowok-cowok. Mamabreast, adalah sebuah brand yang memproduksi alat seperti rompi berbentuk payudara layaknya ibu menyusui. Ketika menggunakan rompi ini, maka si pemakai seharian akan merasakan bagaimana cara menyusui bayi boneka, payudara buatan ini juga bisa menyemprotkan air layaknya payudara yang megeluarkan asi. Setidaknya setiap tiga jam, orang yang mengenakan alat ini harus menyusui bayi boneka, dan ketika kelebihan air asi maka ia pun harus memompanya. Kebanyakan yang sudah mencobanya merasa sangat kerepotan lho, Guys, mulai dari berat payudara buatannya yang bikin pegel sampai harus selalu sigap dalam menyusui bayi boneka. Duh, kalau nggak telaten pasti susah ya.

Kalau saja cowok punya payudara, pasti bakal merasakan ‘berat’nya dan ribetnya pakai bra

Padahal masih begini bentuknya via www.adweek.com

Sebuah brand pakaian dalam ternama yaitu Prima Donna membuat sebuah eksperimen seru dimana semua karyawan laki-lakinya diwajibkan mengenakan alat yang setara dengan berat payudara berukuran cup E. Mereka diajak merasakan bagaimana ribetnya jika memiliki payudara dan mengangkat beban itu kemana-mana. Masing-masing payudara buatan itu memiliki berat setara dengan 1,5 kg, artinya mereka wajib menggendong berat 3kg seharian dan dikalungkan di dadanya. Nggak jarang yang mengeluh soal leher mereka yang sakit, atau ketidaknyamanan saat bekerja dengan ‘payudara’. Berkat ini para pekerja pun mengapresisasi para konsumen wanitanya dan akan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

Satu lagi penderitaan cewek yang nggak bakal cowok pahami, yaitu ketika menstruasi. Mulai dari ribetnya menjaga agar nggak bocor sampai rasanya nyeri haid

Duh, pada kerepotan. Padahal belum apa-apa nih via www.buzzfeed.com

Buzzfeed melakukan sebuah eksperimen sosial kepada cowok-cowok agar mengenakan tabung kecil yang berisi cairan merah yang ditempel di punggungnya seharian. Tabung ini kemudian menyalurkan cairan merah kearea genitalnya. Mereka pun diharuskan mengenakan pembalut biar nggak bocor. Nyatanya justru dalam sehari mereka berkali-kali ganti celana dan nggak tahan dengan ribetnya. Harus duduk dengan posisi sedemikian rupa biar cairan merah nggak kemana-mana, sampai tidur pun harus memposisikan diri dengan hati-hati biar celana nggak kotor lagi. Baru sehari, cowok-cowok ini mengaku kerepotan.

“Hari-hari paling tidak nyaman buatku. Padahal aku hanya mencoba rasanya pendarahan saja, tanpa perubahan hormon, tanpa kram perut, dan lainnya.” ujar salah seorang yang megikuti eksperimen Buzzfeed.

Kalau urusan kram perut, sejak 2011 Jepang sudah menemukan teknologi yang bisa memberikan simulasi kram perut, lho. Sputniko, merupakan alat yang menyalurkan rasa sakit kram perut melalui elektroda, berbentuk besi yang dipasang melingkari perut, area genital, pantat, hingga punggung bagian bawah. Saat ini simulator untuk merasakan kram perut juga banyak di rumah sakit bersalin di negara-negara Amerika dan Eropa. Kalau sakitnya kram perut jangan ditanya deh, cewek-cewek saja sulit menggambarkan bagaimana rasa nyerinya.

Memang sih nggak ada kewajiban buat cowok merasakan semua penderitaan cewek. Tapi kebanyakan yang sudah coba jadi lebih menghargai dan bersimpati dengan cewek, terutama ibu mereka sendiri yang sudah kerepotan mengurus dari sejak dalam kandungan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya