Meski hanya sebatas tahu, tampaknya banyak orang sadar betapa berbahayanya nuklir. Saking bahayanya, senjata nuklir hanya boleh dikembangkan dan dimiliki secara legal oleh lima negara saja: AS, Inggris, Rusia, Perancis, dan Cina. Setelah bom nuklir meluluhlantahkan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, para pemimpin dunia sepertinya ‘kapok’ dan sepakat untuk tak lagi menggunakan senjata nuklir dalam kondisi apapun.

Nuklir memang bisa dikembangkan jadi senjata pemusnah massal yang sangat mengerikan. Makanya negara-negara kecil dan terisolir seperti Korea Utara seringkali menggunakan ‘kartu’ nuklir untuk mengancam negara-negara lain. Meskipun berbahaya, nuklir juga bisa diolah jadi energi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Tapi risiko pengolahan nuklir ini memang sangat besar. Sekalinya ada insiden atau kecelakaan nuklir, banyak kota yang harus sepenuhnya ditinggalkan selamanya karena radiasi. Nah kali ini Hipwee News & Feature ingin membawa kalian untuk melihat insiden-insiden nuklir terparah di dunia. Biar tambah waspada aja!

1. Fukushima Daichi. Akibat gempa dan tsunami besar di Jepang tahun 2011, reaktor nuklir besar di kota Fukushima meledak dan menyebabkan 500 ribu warga sekitar harus dievakuasi

Perintah evakuasi itu akhirnya dicabut pada tahun 2015, tapi kebanyakan yang kembali hanya manula via www.hongkongfp.com

Setelah ditinggalkan selama lebih dari empat tahun, pemerintah Jepang mencabut perintah evakuasi pada tahun 2015. Kota Fukushima akhirnya dinilai cukup aman untuk kembali ditinggali. Namun kebanyakan warga masih sangsi dan takut akan dampak radiasi. Kebanyakan hanya kelompok manula yang ingin menghabiskan sisa hidupnya di kampung halaman, memutuskan untuk kembali. Menurut International Nuclear and Radiological Event Scale (INES), bencana nuklir di Jepang ini termasuk kategori 7 alias yang terparah.

2. Chernobyl. Tragedi meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986, masih jelas membekas. Zona eksklusif dalam radius 30 km, masih tidak bisa dihuni hingga saat ini

Kota Pripyat yang dulunya memiliki 50 ribu penduduk, jadi kota hantu sejak tahun 1986 via telegraph.co.uk

Advertisement

Sudah lebih dari tiga dekade lamanya, meledaknya reaktor nuklir Chernobyl disebut-sebut sebagai tragedi nuklir terparah dalam sejarah. Seperti Fukushima, INES juga mengkategorikan kecelakaan nuklir Chernobyl sebagai level 7. Dari 200 orang yang terkena kontaminasi nuklir parah pada tahun 1986, 32 diantaranya meninggal dalam waktu tiga bulan saja. Meski mungkin tidak terlihat dengan mata telanjang, radiasi nuklir itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Yang lebih mengerikan lagi, dampak radiasi nuklir itu juga biasanya jangka panjang.

Radiasi nuklir menyerang sel dalam tubuh dan seringkali menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal. Makanya banyak orang yang sudah terkena dampak nuklir akhirnya meninggal karena pertumbuhan sel ganas seperti kanker. Karena hal itu jugalah, jumlah resmi korban tragedi Chernobyl yang terjadi 31 tahun lalu masih diperdebatkan hingga saat ini. Selain dampak kesehatan, lebih dari 350 ribu warga dari kota-kota sekitar seperti Pripyat harus direlokasi. Katanya sih hewan-hewan liar sudah mulai terlihat, tapi sepertinya kawasan ini masih tidak aman untuk ditinggali manusia.

3. Kyshtym. Bukan cuma reaktor nuklir aktif saja yang berbahaya, peristiwa meledaknya limbah nuklir pada tahun 1957 di Uni Soviet ini masuk kategori INES 6

Patung untuk mengingat tragedi Kyshtym, 10 ribu orang dievakuasi dan 200 meninggal karena kanker via seanmunger.files.wordpress.com

4. Three Mile Island. Karena kesalahan teknis dan kelalaian manusia, reaktor nuklir di kota Pennsylvania AS meleleh sebagian pada tahun 1979. Akibatnya, 140 ribu orang harus dievakuasi

Meski tak ada korban jiwa yang terkonfirmasi, kecelakaan level INES 5 ini menyulut banyak protes untuk menghentikan program nuklir via tribwpmt.files.wordpress.com

5. Windscale. Kebakaran di reaktor nuklir pertama Inggris di kota Cumberland pada tahun 1979, menyebabkan munculnya awan berisi materi radioaktif selama berbulan-bulan

Produk-produk dari peternakan di sekitar, dilarang dijual karena terkena radiasi kecelakan nuklir level 5 via history.com

6. Tokaimura. Kecelakaan nuklir level 4 INES terjadi di Jepang pada tahun 1999 karena kurangnya prosedur keamanan. Terkena material nuklir secara langsung, dua pegawai meninggal karena radiasi nuklir terbesar yang pernah diderita seseorang

Salah satu korban, Hisashi Ouchi. Kromosom dan sistem kekebalan tubuhnya hancur via daum.net

Berbeda dengan tragedi lain yang mungkin masif secara cakupan, kecelakaan nuklir pada tahun 1999 di Jepang ini bisa dibilang cukup terisolasi. Akibat kurangnya standar keamanan dalam pengolahan materi nuklir yang sangat radioaktif, tiga pegawai reaktor Tokaimura terpapar material radiokatif secara langsung. Bahkan radiasi yang diderita salah satu pegawai bernama Hisashi Ouchi, disebut sebagai radiasi nuklir terbesar yang pernah dialami seorang manusia dalam sejarah. Besarnya radiasi nuklir Ouchi, bahkan digambarkan sama besarnya dengan berdiri di titik pusat jatuhnya bom Hiroshima.

Kulit sekujur tubuhnya mengelupas dan seluruh organ internalnya hancur secara perlahan-lahan. Kasus ini juga sempat mengundang perdebatan etis karena tim dokter berusaha terus mempertahankan Ouchi meski kondisinya sangat memprihatinkan. Setelah 83 hari, berkali-kali transplantasi kulit, dan berbagai kegagalan organ, akhirnya tim dokter dan keluarga ‘melepaskan’ Ouchi. Beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai kematian terburuk dalam sejarah. Kisah ini sampai diangkat sebagai buku berjudul ‘A Slow Death: 83 Days of Radiation Sickness

Mengerikan banget ya tragedi-tragedi nuklir di atas?! Dari beratus-ratus ribu orang yang harus meninggalkan kampung halamannya untuk selamanya sampai menyebabkan kematian terburuk dalam sejarah, nuklir itu memang sangat berbahaya. Yang lebih meresahkan adalah fakta bahwa hingga saat ini para ahli belum bisa menemukan solusi yang lebih aman dan efektif untuk ‘membersihkan’ limbah atau bekas radiasi nuklir. Selain fatal, tragedi nuklir juga punya efek jangka panjang. Meski sangat berbahaya, energi nuklir itu emang powerful banget dan menurut banyak ahli layak untuk terus dikembangkan. Tapi ya itu, harus hati-hati banget!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya