Beberapa waktu lalu, masyarakat sibuk membicarakan rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan impor garam. Ini terpaksa dilakukan karena garam saat itu memang sedang langka. Terbukti banyak keluhan datang khususnya dari ibu-ibu rumah tangga yang sehari-harinya memang bersahabat karib dengan garam dapur. Timbul pro-kontra dari keputusan pemerintah tersebut. Pihak kontra beralasan bahwa nggak seharusnya pemerintah menggantungkan nasibnya kepada negara lain. Menurut mereka, impor cuma akan membuat petani lokal kalah saing. Meski banyak orang nggak setuju, tapi Agustus lalu akhirnya sebanyak 50 ribu ton lebih garam impor sudah masuk ke Indonesia.

Kalau kamu termasuk pihak kontra, pernahkah kamu menyadari kalau sebenarnya kita ini sudah sejak lama menjadi konsumen barang-barang dari luar negeri? Kamu salah kalau berpikir bahwa barang impor itu cuma parfum dan tas bermerek di mall-mall aja. Bahkan tanpa disadari, selama ini kita makan makanan yang asalnya dari negara lain lho! Apa aja sih barang-barang itu? Simak ulasan Hipwee News & Feature berikut ini yuk!

Penggemar mie instan perlu menyadari kalau makanan favoritmu itu dibuat dari tepung terigu, hasil turunan gandum yang diimpor dari Amerika Serikat! Ketergantungan ini bahkan sudah dimulai sejak masa pemerintahan Soeharto lho


Selain AS, Indonesia juga kerap membeli gandum dari Kanada, Argentina, Australia, Brasil, dan Rusia via hargacampur.com

Jumlah konsumen mie instan yang terus meningkat jadi alasan kenapa kita rasanya nggak bisa lepas dari impor gandum. Total konsumsi mie instan di Indonesia, menurut World Instant Noodles Association (WINA), mencapai 14,8 miliar bungkus (2016), meningkat dari tahun sebelumnya

Pada 2017 angkat tersebut diproyeksikan akan kembali meningkat hingga 16 miliar bungkus via lifestyle.analisadaily.com

Buah longan yang rasanya manis itu ternyata juga dibeli dari Thailand lho. Peminatnya banyak, tapi buah ini nggak bisa diproduksi di Indonesia. Solusinya ya cuma impor deh~

Kalau disini lebih akrab disebut kelengkeng ya via www.gigcasa.com

Tapi impor buah-buahan emang lagi tinggi nih, kabarnya sampai mencapai 277,73 persen atau senilai 63,6 juta dolar AS lho! Peningkatan ini katanya sih dipengaruhi oleh musim

Advertisement

Duh, uang segitu banyak harusnya kan bisa buat membenahi sistem produksi buah-buahan di negara kita sendiri ya via www.merdeka.com

Produksi migas yang terus mengalami penurunan membuat pemerintah harus mengimpor dari negara lain. Saat ini sih produksi migas cuma 820 barrels of oil per day (BOPD), padahal konsumsinya mencapai 1,6 juta BOPD!

Minyak buat goreng masakan, BBM kendaraan kita setiap hari, ternyata semua itu dibeli dari negara lain dong ya~ via lingkunganitats.wordpress.com

Padahal Indonesia menargetkan 2025 sebagai tahun mandiri migas lho. Kalau kata Sekjen Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM, Susyanto, kuncinya adalah melakukan eksplorasi dan pertumbuhan merata di seluruh Indonesia

Kira-kira bakal tercapai nggak nih? via www.korankaltara.co

Sedangkan untuk barang elektronik, ponsel dan komputer jadi dua produk terbesar impor Indonesia dari Tiongkok. Alasannya karena produk elektronik mereka terkenal murah meski kualitasnya belum tentu baik

Kalau dibandingkan, produk Indonesia masih lebih mahal karena sistem distribusi yang panjang via www.solopos.com

Sebenarnya masih banyak banget lho barang sehari-sehari kita yang ternyata hasil produksi negeri lain. Kalau kamu mengaku warga negara yang baik sih sebaiknya mulai dikurangi aja penggunaan barang impor itu, karena tanpa dukungan masyarakatnya sendiri, kayaknya mustahil bagi Indonesia jika ingin lepas sepenuhnya dari produsen luar negeri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya