Merokok memang selalu jadi masalah klasik yang sulit diselesaikan. Meski dampak negatifnya terhadap kesehatan dan lingkungan telah diamini bersama, nyatanya hampir semua perokok kesulitan berhenti dari salah satu ‘guilty pleasure’ terbesar umat manusia ini. Salah satu solusi populer yang kini sedang banyak diikuti adalah dengan beralih ke rokok elektronik atau ‘vape’. Walau secara signifikan mengurangi dampak buruk rokok tradisional dengan mengeleminasi proses pembakaran nikotin, pemakaian vape masih mengundang kontroversi.

Disamping upaya personal, makin banyak juga pemerintahan negara yang berjibaku dengan target mengurangi perokok di negaranya masing-masing. Secara umum, kepentingan ekonomis dari segi pajak industri rokok yang menguntungkan seringkali menghalangi proses di level politis. Maka dari itu Hipwee kali ini ingin merangkum kebijakan-kebijakan ekstrem negara yang telah mengesampingkan motif ekonomi tersebut untuk secara total memerangi rokok.

1. Inisiatif baru untuk menghentikan ‘generasi perokok’ datang dari Rusia. Pemerintahnya berwacana melarang siapapun yang lahir setelah tahun 2015 untuk membeli rokok atau merokok

Russian Prime Minister Vladimir Putin, right, takes newborn baby Pyotr Nikolayev from his mother Yelena in a maternity hospital in Kaliningrad, Russia, Wednesday, Nov. 2, 2011.  Baby boy Pyotr Nikolayev was born in the western Russian city of Kaliningrad on Monday, the day when the United Nations said a symbolic 7 billionth baby was born. (AP Photo/RIA Novosti, Alexei Nikolsky, Pool)

‘Tidak akan ada rokok dalam hidupmu nak’, bisik Putin via www.nybooks.com

Salah satu negara yang paling getol memerangi rokok adalah Rusia. Keseriusan Rusia dalam memerangi rokok telah ditunjukkan dengan rangkaian kebijakan dan kampanye anti-rokok sejak dekade terakhir. Efeknya nyata. Jumlah perokok Rusia pada tahun 2016 turun 10%. Jumlah penurunan terbesar dari semua negara sepanjang 2016 silam. Tapi Rusia masih tidak merasa puas.

Sebuah wacana untuk melarang siapapun yang lahir setelah tahun 2015 untuk membeli rokok atau menghisap rokok, sedang digodok dengan serius oleh pemerintah Rusia. Meski belum diloloskan oleh parlemen, namun adanya wacana ekstrem tersebut adalah bukti nyata komitmen Rusia untuk memotong generasi perokok. Tapi jika anak-anak yang lahir setelah tahun 2015 itu tetap bisa melihat orang-orang dewasa di sekitarnya merokok, apa kebijakan ini bisa efektif? Jangan-jangan malah bisa menciptakan masalah lain seperti pasar gelap rokok untuk mereka yang secara legal tak bisa membeli rokok. Wah harus jadi pertimbangan tuh.

2. Turki pernah menaikkan harga rokok secara signifikan. Hasilnya, perokok pun berkurang

Harganya mahal di Turki

Harganya mahal di Turki via kraftstobaccoblog.wordpress.com

Jika dulu pemerintah Turki menghadapi masalah yang pelik dengan rokok, kini mereka sedikit bisa bernafas lega. Pada tahun 2007 silam, hampir separuh warga Turki yang berusia 15-49 adalah perokok aktif. Jumlah tersebut jelas sangat mengkhawatirkan. Namun, semua berubah setelah kebijakan ekstrem menaikkan harga rokok diberlakukan. Sejak 2008 hingga 2012, kenaikan harga rokok di Turki mencapai angka 40%. Efeknya pun terlihat tak lama setelahnya. Angka perokok di Turki dalam periode tersebut langsung turun sebesar 15%! Memang bagus bisa menurunkan penjualan rokok, tapi yang tetap harus diperhatikan adalah kiranya dengan apa masyarakat Turki menggantikan kecanduannya pada nikotin. Jika substitusinya lebih berbahaya, bisa jadi masalah lain sih kalau begitu.

3. Penyematan gambar yang ‘mengganggu’ dalam bungkus rokok benar-benar dimaksimalkan oleh pemerintah Kanada, UK, dan Australia. Gambarnya tidak pernah tanggung-tanggung

Porsi gambar disturbingnya lebih banyak daripada di Indonesia

Porsi gambar disturbing-nya lebih banyak daripada di Indonesia via www.thestar.com

Jika di Turki kebijakannya adalah menaikkan harga, Kanada punya kebijakan yang tak kalah kreatifnya. Kebijakan mereka adalah memasang gambar yang disturbing pada setiap kemasan rokok. Gambar-gambar tersebut adalah gambar orang-orang yang hidupnya jadi tersiksa karena efek rokok. Yah, bentuknya nggak jauh beda lah dengan yang ada di bungkus rokok Indonesia sekarang. Nah, kebijakan yang perlahan diterapkan sejak tahun 2000 ini imbasnya besar dalam mengurangi jumlah perokok. Yah, gambarnya bikin jijik dan ngeri sih…

4. Irlandia adalah negara pertama yang melarang rokok di tempat kerja, jadi inspirasi bagi negara lain membuat aturan serupa setelahnya

Nggak bisa ngerokok di tempat kerja

Nggak bisa ngerokok di tempat kerja via bbci.co.uk

Khawatir akan bahaya yang mengintai para perokok pasif, Irlandia membuat kebijakan yang isinya melarang semua orang merokok di tempat kerja. Kebijakan yang mulai aktif diterapkan sejak 2004 tersebut membuat Irlandia jadi negara pertama di dunia yang melarang rokok di kantor. Setelah kebijakan tersebut dinilai efektif, banyak negara lain yang kemudian menirunya. Dari sana kebijakan larangan rokok mulai dikembangkan. Mulai dari larangan merokok di sekolah, tempat umum hingga restoran sekarang sudah banyak diterapkan.

5. Lebih ekstrem lagi, Bhutan bahkan menerapkan aturan ‘Smoke Free Country’. Kamu bakal kesusahan cari rokok di sana

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan tingkat kebahagiaan warganya

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan tingkat kebahagiaan warganya via theludicrouscalcuttan.wordpress.com

Kamu yang perokok pasti akan merasa sangat kesulitan jika kamu travelling ke Bhutan. Di negara tersebut, larangan peredaran rokok sudah diatur dalam “Tobacco Control Act” yang aktif sejak 2010 silam. Adanya aturan tersebut membuat Bhutan disebut sebagai ‘Negara Tanpa Rokok’ pertama di dunia. Oh iya, hebatnya dalam mempertimbangkan aturan ini Bhutan tidak mengacu pada segi ekonomi dari keuntungan industri rokok. Yang mereka lihat adalah tingkat kebahagiaan penduduknya. Jika penduduknya bisa bahagia dengan aturan tanpa rokok, makan pemerintah akan mendukungnya!

6. Kebijakan melarang iklan rokok pun jadi pilihan di Cina. Iklan rokok dilarang tayang!

Iklan rokok udah dilarang

Iklan rokok udah dilarang via www.scmp.com

Angka perokok yang terus naik membuat pemerintah Cina tak tinggal diam. Guna mengurangi angka perokok muda, Cina melarang segala jenis iklan yang rokok dimuat di media massa, tempat umum, alat transportasi bahkan seluruh tempat terbuka kota. Kadar polutan di Cina sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan Cina didapuk sebagai negara dengan jumlah kadar polusi tertinggi di dunia. Maka dari itu penting artinya untuk mengurangi atau memotong rantai polusi di level individu, yang salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah perokok. Yah, semoga kebijakan yang sudah diterapkannya sejak 2015 silam ini memberi dampak positif bagi Cina di tahun-tahun mendatang.

7. Kalau di Indonesia bagaimana? Ini nih strategi pemerintah kita guna mengurangi jumlah perokok yang telah diupayakan selama ini

Tapi mewujudkannya susah...

Tapi mewujudkannya susah… via thepublichealthcarejournal.wordpress.com

Nah, kalau bicara Indonesia. Sejatinya sudah banyak kebijakan yang diterapkan. Mulai dari pembatasan umur pembeli rokok, menaikkan cukai hingga menyematkan gambar menyeramkan di bungkus rokoknya. Namun jumlah perokok di Indonesia belum berkurang secara signifikan. Melihat fakta di lapangan ini, ada wacana lain dari pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok. Usulan soal kenaikan harga cukai rokok 100% dan pelarangan iklan rokok mulai dipikirkan oleh pemerintah. Seandainya kebijakan tersebut disahkan, mungkin di masa depan jumlah perokok Indonesia akan jauh berkurang.

Yah, semoga saja semua kebijakan-kebijakan tersebut bisa mengurangi jumlah perokok dunia. Agar tercipta lingkungan sehat yang bebas dari asap rokok yang mengganggu kesehatan kita.